chitet

chitet

KALDERANEWS - Setahun berlalu sejak pandemi COVID-19 melanda dunia, tidak terkecuali Indonesia virus corona telah menginfeksi jutaan orang di seluruh dunia dan menjadi penyebab tertinggi kematian. Berbagai upaya dan usaha sudah dilakukan oleh semua pihak untuk menekan penyebaran dari kasus COVID-19. 
 
"Atas apa yang telah dilakukan oleh Pemkab Muba dalam penanganan COVID-19 hingga hari ini, membuat saya apresiasi kepada pemerintah kabupaten dan juga kebijakannya,"ucap Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri SMM saat melakukan Peninjauan vaksinasi COVID-19 khusus lansia di Kabupaten Musi Banyuasin, Kamis (29/4/2021) bertempat di Gedung Dharma Wanita Sekayu.
 
Lanjutnya, Melihat kondisi pandemi COVID-19 yang masih  cukup banyak di tempat kita, salah satu upayanya ialah dengan melakukan percepatan vaksinasi. Adapun vaksin khusus untuk lansia, memang masih minim.
 
"Untuk itu, kita jangan dulu menganggap COVID-19 seolah-olah sudah selesai. Terus jaga diri dan orang-orang sekitar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, dan mematuhi segala kebijakan dari pemerintah. Alhamdulillah dalam pantauan saya di Muba ini sudah cukup luar biasa dari pemerintah,  kebijakan dan masyarakat yang sama-sama mendukung untuk menekan penyebaran COVID-19,"ungkapnya. 
 
Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA melalui Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi pada kesempatan yang sama mengatakan, kasus pertama di Kabupaten Musi Banyuasin terjadi pada bulan Maret 2020 dan sampai dengan sekarang jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 1269 kasus. Dengan kasus meninggal sebanyak 55 orang untuk tingkat kesembuhan pasien terkonfirmasi di Kabupaten Muba sebesar 88,05 %. 
 
Sedangkan upaya-upaya yang dilakukan Kabupaten Muba untuk pengendalian COVID-19 dengan melakukan tes lacak dan isolasi. Untuk perawatan dan isolasi kasus konfirmasi Muba terdapat 3 RSUD dan 1 Rusunawa, yang digunakan untuk isolasi pasien tanpa gejala.
 
Untuk penegakan yustisi pelanggaran protokol kesehatan di atur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Nomor 16 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Pola Hidup Masyarakat Yang Sehat, Disiplin dan Produktif Di Era Kebiasan Baru, yang sudah di laksanakan oleh semua stake holder terkait agar pengendalian penyebaran COVID-19 di Kabupaten Muba dapat di kendalikan. 
 
"Adapun untuk ikhtiar terakhir kita adalah pelaksanaan vaksinasi COVID-19 yang sudah di mulai sejak 26 Januari 2021 tahap pertama penerima vaksin adalah tenaga kesehatan dan di lanjutkan untuk pelayanan publik, guru dan lansia. Untuk sasaran lansia di mulai pada pertengahan april 2021. Pelaksanaan vaksinasi untuk lansia sampai dengan sekarang baru sebanyak 3,86 % atau sebanyak 1848 orang lansia yang sudah di vaksin dosis 1 (satu),"bebernya. 
 
Pergerakan pelaksanaan vaksinasi lansia ini masih cukup lamban, hingga percepatan sudah di lakukan dengan melaksanakan vaksinasi berbasis komunitas dan untuk lansia di lakukan dengan melaksanakan pelayanan vaksinasi di posyandu lansia, pelayanan mobile yang di lakukan oleh puskesmas di desa-desa seperti hari ini sebanyak 150 orang lansia di lakukan vaksin yang berasal dari RT-RT dalam wilayah Kecamatan Sekayu yaitu lansia di Kelurahan Balai Agung. 
 
"Pelaksanaan vaksinasi lansia membutuhkan dukungan dari banyak pihak kerja sama yang baik serta sosialisasi, edukasi dan pelayanan santun dan prima adalah point utama keberhasilan dari pelaksanaan vaksinasi lansia,"pungkasnya.
 
 
 
KALDERANEWS - Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Sekretaris Daerah Musi Banyuasin Drs H Apriyadi MSi mengikuti Rapat Standar Pelayanan Publik Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan secara virtual, di Ruang Rapat Sekda Muba, Jumat (23/4/2021).
 
Dengan didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Muba Erdian Syahri SSos MSi, Kabag Organisasi Setda Muba Achmad Kundari dan Perwakilan Inspektur Kabupaten Muba. Rapat tersebut yang dipimpin oleh Asisten Administrasi dan Umum Provinsi Sumsel Prof Dr Edward Juliartha MM, dan dihadiri Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumsel M Adrian Agustiansyah SH MH, serta seluruh pemerintah kabupaten/kota dalam wilayah Provinsi Sumsel.
 
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumsel M Adrian Agustiansyah SH MH, mengatakan Rapat Standar Pelayanan Publik diselenggarakan untuk mendorong kepatuhan terhadap standar pelayanan publik dalam rangka mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik, serta bertujuan untuk pencegahan maladministrasi melalui implementasi komponen standar pelayanan pada tiap unit pelayanan publik.
 
"Kenapa pertemuan hari ini penting kita lakukan, agar kita mempunyai visi dan misi yang sama terkait masalah pemenuhan standar pelayanan publik ini," ujarnya.
 
Ia mengungkapkan tahun 2021 ini Ombudsman RI akan melakukan survei kepatuhan pemenuhan standar pelayanan publik pada setiap kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan, yang direncanakan pada pertengahan Juni hingga Agustus 2021 mendatang.
 
"Tahun ini akan kita lakukan pada semua kabupaten/kota, berbeda dengan tahun sebelumnya yang telah kita mulai sejak tahun 2015 - 2019 hanya beberapa sample. Yang kita lakukan ini tidak terlepas dari amanat Bappenas, Tahun kemarin kita sudah diminta untuk survei di seluruh kabupaten/kota tapi karena COVID-19 baru tahun ini kita laksanakan. Dari data ini akan dijadikan Bappenas sebagai bahan dalam membuat kebijakan, program atau mungkin reward dan punishment nya," tutur Adrian.
 
Kepala Keasistenan Pencegahan Maladministrasi Ombudsman Agung Pratama menambahkan, dalam pelaksanaan survei kepatuhan pemenuhan pelayanan publik Ombudsman akan langsung turun kelapangan secara mendadak, tanpa pemberitahuan terlebih dahulu mendatangi objek yang akan dinilai.
 
Target penilaian tersebut mencakup perizinan ekonomi, perizinan non ekonomi, administrasi kependudukan, pendidikan dan kesehatan. Untuk kesehatan kepada penyedia jasa oleh Puskesmas yang berada ditingkat kabupaten/kota.
 
"Apresiasi dari kami bentuknya adalah pemberian penghargaan. Kami ada beberapa catatan penting terkait hal ini pertama pentingnya kesadaran dari kepala daerah untuk memberikan atensi kepada Organisasi Perangkat Daerah, kedua koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah, dan ketiga reward dan punishment sehingga menjadi motivasi bagi Organisasi Perangkat Daerah untuk memenuhi standar pelayanan publik," imbuh Agung.
 
Dikatakannya Ombudsman RI membuka konsultasi bagi kabupaten/kota, baik dengan cara datang langsung ke kantor, bisa via telepon dan bisa mengundang langsung.
 
"Manfaatkan waktu yang tersisa sebelum penilaian. Kedepan kita juga akan membuka Workshop kepatuhan palayanan publik tanggal 29 April 2021 di Novotel Palembang, nanti undangan akan dikirimkan," tandasnya.
 
Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi menyambut baik rencana penilaian yang akan dilaksanakan Ombudsman RI Perwakilan Sumsel.
 
Terkait penilaian pada objek kesehatan yakni pada Puskesmas, dikatakannya, Puskesmas dalam Kabupaten Muba telah didorong menjadi BLUD, dan tentunya akan ada perubahan menyangkut BLUD pada 28 puskesmas di Muba.
 
Rencana workshop kami sependapat kalau bisa jangan tiga OPD saja, kami ada beberapa OPD yang menurut kami harus ikut.
 
"Setelah workshop di Palembang, kami minta waktu khusus datang ke Muba, sebagai upaya perbaikan sistem pelayanan publik di Kabupaten Muba, walaupun penilaian terakhir tahun 2019 kita mendapatkan predikat Hijau. Menurut kami tidak hanya dibeberapa Organisasi Perangkat Daerah saja yang perlu melainkan juga seluruh harus memberikan pelayanan publik yang baik dan sesuai standar," pungkasnya.
 
Sementara Asisten Administrasi dan Umum Pemprov Sumsel Prof Dr Edward Juliartha memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Muba yang ingin pendampingan lebih lanjut perihal peningkatan kepatuhan standar pelayanan publik.
 
"Yang belum jelas kiranya bisa berhubungan langsung dengan kontak person Ombudsman, dan silahkan kegiatan workshop tanggal 29 April ini dihadiri," tutupnya.
KALDERANEWS - Bunda Baca Kabupaten Musi Banyuasin, Hj Thia Yufada Dodi Reza  kukuhkan Bunda Baca Kecamatan dan Bunda Baca Desa se-Kabupaten Musi Banyuasin di Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate, Kamis (22/4/2021). Pengukuhan Bunda Baca ini dilakukan guna lebih memajukan serta menumbuhkan minat baca masyarakat di Kabupaten Muba.
 
Terpantau di lokasi ada sebanyak 42 orang  Bunda Baca terdiri dari Bunda Baca Kecamatan 15 orang, dengan masing-masing kecamatan 15 orang Bunda Baca Desa, dan 12 orang Bunda Baca Desa Program Transformasi Perpustakaan tahun 2019-2021.
 
Bunda Baca Thia Yufada dalam sambutannya mengaku bangga dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang telah begitu banyak inovasi. "Saya ingin menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Muba beserta seluruh jajarannya atas prestasi Penghargaan Kearsipan Tahun 2020 peringkat satu se Sumsel dan 10 besar nasional. Muba  satu-satunya pemerintah kabupaten/kota pertama di luar pulau Jawa yang meraih prestasi setinggi ini. Ini  sangat luar biasa. Walaupun di tengah masa pandemi, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan masih menuai berbagai prestasi,"ungkapnya.
 
Maka dari itu, ia berpesan kepada Bunda Baca Kecamatan dan Bunda Baca Desa untuk mensosialisasikan kepada anak-anak di seluruh Muba, perpustakaan kini bukan hanya tempat membaca buku. Muba digawangi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan sudah punya e-library, artinya tidak perlu pergi ke perpustakaan untuk membaca buku, cukup melalui aplikasi di handphone yang dipegang kita bisa membaca buku buku yang menjadi koleksi perpustakaan Muba.
 
"Kita juga punya mobil perpustakaan keliling maka tidak perlu jauh-jauh lagi pergi ke perpustakaan. Kita paham bahwa banyak daerah di Muba yang sangat sulit untuk keluar dari desanya sehingga disediakan mobil perpustakaan keliling yang memungkinkan anak-anak kita punya akses terhadap buku-buku bermanfaat tanpa harus keluar jauh-jauh dari tempat tinggalnya,"terangnya.
 
Inovasi tidak pernah berhenti, lanjutnya karena Muba sedianya sebuah tempat kita berinovasi. Salah satunya nanti adalah bagaimana perpustakaan di setiap desa punya bahan bacaan yang relevan dengan desa tersebut, dan mudah-mudahan segera bisa merata diseluruh desa di Muba.
 
"Bunda Baca punya tugas yang berat, tapi bukan tidak mungkin sukses dilakukan. Bunda Baca sebagai juru kampanye mensukseskan gerakan Muba Gemar Membaca, yang pertama bagaimana mengalihkan perhatian dan minat warga untuk gemar membaca diwaktu luang maupun diwaktu waktu kerjanya yang memang bisa diisi dengan membaca. Selanjutnya, tugas bunda Baca  menanamkan sikap yang baik sehingga anak-anak kita dan seluruh warga masyarakat punya bacaan positif.  Pak Camat dan Kades tolong didukung kerja Bunda Baca sehingga program ini berjalan sesuai tujuan bersama,"tandasnya.
 
Kepala Dinas perpustakaan dan kearsipan Muba Drs Yohanes Yubhar MM dalam sambutannya melaporkan dasar pelaksanaan kegiatan tersebut, berdasarkan Undang-undang nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan. 
 
Selanjutnya, Peraturan Pemerintah nomor 24 tahun 2014 tentang pelaksanaan Undang-undang nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan. Dan berdasarkan Peraturan Bupati Muba nomor 70 tahun 2016 tentang tugas pokok dan fungsi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Muba.
 
"Pengukuhan yang kita laksanakan hari ini tujuannya untuk memotivasi berbagai elemen masyarakat mulai dari pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum untuk gemar membaca. Selanjutnya, untuk mengkampanyekan dan mensosialisasikan Muba Gemar Membaca. Selain itu, untuk mendorong tim penggerak PKK untuk secara aktif melakukan sosialisasi gerakan Muba membaca kepada keluarga-keluarga di Muba yang pada gilirannya nanti dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini dapat mendukung terwujudnya visi misi pemerintah dalam mewujudkan Muba maju berjaya 2022,"pungkasnya.
KALDERANEWS - Kepemimpinan Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA bersama Wabup Beni Hernedi SIP sudah mengukir senyum baru dan harapan pada anak penderita bibir sumbing dan celah langit di Kabupaten Musi Banyuasin melalui Kegiatan bakti sosial operasi secara gratis.
 
Kegiatan bakti sosial operasi gratis bibir sumbing dan celah langit-langit dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Sedunia 07 April 2021 oleh Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin yang bekerjasama dengan Smile Train Indonesia dan Yayasan Ummi Romlah ini sudah keempat kalinya terselenggara di Muba.
 
Baksos Wujud kepedulian yang tulus yang diberikan oleh Kepala Daerah Inovatif ini untuk masyarakat dirasakan langsung oleh 25 pasien penderita bibir sumbing dan celah langit yang sedang menjalankan operasi tepatnya pada hari ini, Sabtu (10/04/2021) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu.
 
Terpantau di lokasi, kebanyakan mereka dari masyarakat tidak mampu diantaranya ada 2 orang pasien suku anak dalam (SAD) yang berasal dari Kecamatan Bayung Lencir Muba, dan dengan adanya operasi gratis ini tentu mereka sangatlah terbantu.
 
Walaupun Operasi dilaksanakan ditengah Pandemi COVID-19, tim RSUD Sekayu sukses menuntaskan tugasnya dalam menangani pasien.
 
Pada kesempatan ini, dr Iqmal Parlianta, S PbP-RE menjelaskan bahwa sebelum menjalani operasi, setiap pasien terlebih dahulu menjalani pemeriksaan awal dan menginap di RSUD Sekayu. Mereka juga dipastikan sudah memenuhi kriteria dan kaidah-kaidah kesehatan kedokteran.
 
"Jadi setiap pasien yang akan kita operasi tentunya harus memenuhi kaidah-kaidah kesehatan kedokteran, salah satunya pada masa pandemi ini harus memenuhi protokol kesehatan yaitu selain diperiksa kesehatannya apakah ada kelainan lain-lain seperti batuk, pilek, demam juga kita bisa cek darahnya, kita periksa apakah ada gejala COVID-19 dengan tujuan pasien agar mendapatkan pasien sudah optimal untuk di operasi. Alhamdulillah operasi selesai hari ini dari kita persiapan sampai pelaksanaan dan beberapa yang telah kita operasi berjalan lancar syukur alhamdulillah," ungkapnya.
 
Menurut, dr Iqmal Parlianta, S PbP-RE dari seluruh pasien mendaptar terdapat satu pasien yang tidak memenuhi kriteria untuk dioperasi karena berat badannya kurang cukup dan nanti dipenuhi sesuai umur dan berat badannya setelah itu akan dijadwalkan kembali.
 
"Program kita ini InshaAllah tidak hanya berhenti disini, kita sudah punya komitmen dengan pemerintah daerah bapak Bupati Dodi Reza Alex Noerdin bahwa kegiatan ini akan kita teruskan agar semua masyarakat mendekati dengan pelayanan bedah plastik operasi bibir sumbing. Jadi kita akan rencana reguler, RSUD akan menjadi Center Bedah Plastik untuk penanganan operasi bibir sumbing di daerah Kabupaten Muba dan juga akan dibantu oleh tim bedah plastik dari Palembang,"ungkapnya.
 
Terakhir, dr Iqmal lanjutkan bahwa "Pasien akan sembuh kembali sekitar lebih kurang 4-5 hari karena akan angkat jahitan. Kalau untuk langit-langit tidak perlu angkat jahitan karena sudah pakai benang yang sudah bisa diserap oleh tubuh,"tandasnya.
 
Sementara, Yati salah satu orang tua dari pasien Arsilah menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak terkait, khususnya kepada Pemkab Muba dan RSUD Sekayu.
 
Menurutnya dengan adanya operasi gratis tersebut pihaknya sangat terbantu sekali. "Kegiatan mulia ini sangat bermanfaat sekali bagi kami. Kami sangat berterimakasih sekali kepada pihak-pihak terkait, terutama kepada Pemkab Muba khususnya Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin dan pihak RSUD Sekayu. Semoga kebaikan yang diberikan kepada kami dibalas oleh Allah SWT. Terima kasih nian,"pungkasnya.
 
Terpisah, Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA mengapresiasi seluruh tim medis penanganan operasi bibir sumbing dan celah langit yang sudah bekerja keras dan sukses dalam hal tersebut. "Saya bangga dengan pelayanan RSUD Sekayu. Selamat kepada Tim medis yang profesional menjalankan tugas dan tindakan. Kepercayaan masyarakat Sumsel khususnya Muba harus tetap kita jaga,"katanya.
 
Ia juga berharap semua pasien cepat sembuh, kembali ceria dan berkumpul bersama keluarganya masing-masing.
 
"Alhamdulillah operasi sudah berjalan dengan lancar. Kepada keluarga pasien saya ucapkan selamat semoga pemulihan berjalan sempurna dan semoga pasien cepat sembuh, bisa bermain dengan keluarga dan teman yang lain dengan percaya diri,"ucap Dodi.
KALDERANEWS - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin terus berpacu bergerak cepat dalam menyelenggarakan Satu Data Muba secara terintegrasi. Menindaklanjuti hal tersebut Pemkab Muba melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Muba menggelar Rapat Koordinasi Forum Satu Data bersama beberapa perangkat daerah terkait di Aula Bappeda Muba, Selasa (6/4/21).
 
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bappeda Muba Drs Iskandar Syahrianto diwakili Kepala Bidang Litbang Eko Oktavian ,SE, MSi.
 
Eko Oktavian mengatakan rakor dilakukan mengacu pada Perpres No.39 Tahun 2019 Tentang Satu Data Indonesia (SDI) dan Peraturan Bupati Muba No. 90 Tahun 2020 tentang Satu Data Indonesia Tingkat Kabupaten, mengamanatkan untuk Percepatan implementasi SDI Kabupaten Muba
 
"Yang menetapkan penegasan tupoksi, kelembagaan forum SDI, penetapan data prioritas di 9 (sembilan) perangkat daerah dan Penyampaian bisnis proses/SOP alur permintaan data hingga publikasi," ungkapnya.
 
Dalam kesempatan kesempatan yang sama Kepala Badan Pusat Statistik Muba Sunita SE MSi yang diwakili Heri Sigit menyampaikan bahwa walidata dan wali data pendukung harus memastikan data yang diperoleh oleh produsen data berkualitas.
 
"Atau sesuai standar, metadata baku dari pembina data, serta dihasilkan menggunakan kode referensi data dan data induk selanjutnya dapat dimanfaatkan sersama (interoperabilitas)," ujar Heri yang juga menyampaikan paparan tentang tata kelola SDI.
 
Sementara Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Muba Heryandi Sinulingga AP melalui Kepala Bidang Statistik Sektoral Irma Santi Dewi ST menuturkan mekanisme dan teknik tentang pembinaan walidata, dimana Pemkab Muba sudah mempunyai penyimpanan data yang terintegrasi dengan sumber data pada aplikasi atau frimework satu data di Dinas Kominfo.
 
"Penyimpanan data terintegrasi ini diisi bersama perangkat daerah lain untuk melengkapi input data tersebut," pungkas Irma. 
 
Kegiatan itu mendatangkan narasumber milenial yakni Wilda Bahana, S.Si., M.Si. dari Universitas Pakuan Bogor, dan Gery Utama dari Universitas Sriwijaya Palembang.
 
Adapun kesimpulan dari Rakor Forum Satu Data ini, peserta komitmen untuk berbagi peran sesuai sektoral masing-masing yang nantinya berperan aktif dalam pengumpulan, pengolahan dan identifikasi data terpilah secara terpadu sebagai bahan informasi dan pengambilan keputusan untuk pelaksanaan pembangunan Kabupaten Muba.
KALDERANEWS - Demi meningkatkan kapasitas dan tata kelola pemerintahan desa yang baik (good goverment), Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) menggelar bimtek Awal Masa Jabatan Kepala Desa Periode 2020 - 2026 dan Perangkat Desa, Senin (5/4/2021), di Wisma Atlet, Sekayu. 
 
Mewakili Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin, Sekretaris Daerah Muba, Drs H Apriyadi MSi dalam sambutannya mengatakan, Bimtek yang akan dilaksanakan selama lima hari ini, ada 17 macam materi substansi yang akan disampaikan, baik secara langsung ataupun dengan sistem diskusi, indoor maupun outdoor. Semua penting diberikan karena Kades dan Sekdes harus punya bekal dalam membangun, memimpin, kelola keuangan dan aset daerah serta kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat tapi tidak menyalahkan aturan keuangan negara.
 
"Semua materi ini penting, harus di pahami. Nanti akan disampaikan dan didiskusikan pelan-pelan, sehingga menarik dan mudah diserap. Pada dasarnya tugas dan fungsi Kades mengacu pada Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 ada tiga, yaitu menjalankan roda pemerintahan, melaksanakan pembangunan di desa, dan melaksanakan pemberdayaan masyarakat di bidang masyarakat desa,"ucap Sekda.
 
Dikatakan Sekda, saat ini sudah ada Peraturan Bupati Nomor 55 tahun 2020 tentang tata kelola aset desa kembali kepada desa, tujuannya untuk mewujudkan desa mandiri, syarat utama Desa harus diberi kewenangan untuk mengelola aset sendiri.  
 
"Perbup ini diinisiasi Pemkab Muba sebagai salah satu usaha pemda untuk mendorong menjadi desa yg mandiri, 
Silahkan nanti, aset yang sudah di bangunkan oleh pemerintah kabupaten dimintakan kepada bupati melalui camat, 
Aset tersebut bisa dimaksimalkan, misalkan disewakan atau dipinjam pakaikan sehingga bisa mendatangkan Pendapatan Asli Desa,"pungkas Apriyadi.
 
Apriyadi juga berpesan kepada para Kades agar dalam melaksanakan pembangunan di desa tegal mengikuti mekanisme yang ada, ada tahapan yang harus dilakukan sama seperti kami di kabupaten. Jadi ikuti, terutama sekdes merupakan tenaga administrasi. Kami pesankan, jalin hubungan yang harmonis di desa masing-masing, baik dengan tokoh masyarakat, BPD dan perangkat desa, jalin koordinasi dan komunikasi yang baik,"pungkasnya.
 
Kepala PMD Kabupaten Muba, H Richard Chahyadi AP MSi melaporkan bahwa bimtek awal Masa Jabatan Kades periode 2020 - 2026 dan Perangkat Desa dalam Kabupaten Muba dilaksanakan  dalam dua angkatan. Masing-masing angkatan dilaksanakan selama lima hari. Angkatan pertama mulai tanggal 5 - 9 April 2021 dan angkatan kedua tanggal 24 - 28 Mei 2021.
 
"Peserta bimtek diikuti 65 Kades yang dilantik tahun 2020 untuk periode masa jabatan 2020-2026 bersama satu orang perangkat desa, total keseluruhan peserta sebanyak 130 orang. Angkatan pertama diikuti 66 orang dari 33 desa, Kecamatan Sekayu 8 desa, Plakat Tinggi 9 desa, Lais 7 desa, Sungai Lilin 7 desa dan Lawang Wetan 2 desa. Angkatan Kedua dikuti 64 orang dari 32 desa, Kecamatan Batanghari Leko 7 desa, Sungai Keruh 6 desa, Babat Supat 6 desa, Sanga Desa 5 desa, Keluang 5 desa, Jirak Jaya 2 desa dan Tungkal Jaya 1 Desa,"papar Richard.
 
Dikatakan Richard, kegiatan pembinaan teknis ini menggunakan metode pendekatan partisipator andragogi yaitu, materi belajar berorientasi kepada pokok-pokok materi pembinaan teknis dan tingkat pengetahuan dan keterampilan peserta. Metode belajar mengacu pada partisipasi aktif peserta. Suasana belajar diciptakan untuk saling menghargai, saling tukar pengalaman, saling berinteraksi. Evaluasi belajar dilakukan bersama oleh narasumber, pelatih, peserta dan panitia.
 
"Pokok-pokok materi pembinaan teknis berorintasi atau pengenalan tugas bagi Kades ada 17 macam materi, yang akan disampaikan dengan waktu materi selama 38 jam pelajaran. Adapun narasumber daru Polres Muba, Kodim 0401 Muba, Kejaksaan Negeri Sekayu, Dinas PMD Provinsi Sumsel, Dinas PMD Kabupaten Muba, Badan Kesbangpol Muba, Disdukcapil Muba, Bagian Hukum Setda Kabupaten Muba dan praktisi pemerintah desa dari Palembang," lapornya.
KALDERANEWS - Bupati Musi Banyuasin Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA menginginkan agar pada pelaksanaan ibadah puasa nantinya umat muslim di Bumi Serasan Sekate dapat khusyuk beribadah. Oleh sebab itu, Kepala Daerah Inovatif 2020 ini mengeluarkan Surat Edaran mengenai Larangan Beroperasi Tempat Hiburan selama Bulan Suci Ramadhan.
 
Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Satuan Polisi Pamong Praja melaksanakan sosialisasi himbauan dan menempel surat edaran di beberapa tempat hiburan dalam wilayah hukum kabupaten Musi Banyuasin.
 
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Nomor 13 Tahun 2005 Tentang Larangan Maksiat Dalam kabupaten Musi Banyuasin dan Surat Edaran Bupati Musi Banyuasin Nomor B-331.1/657/Sat.Pol.PP/2021 perihal Penutupan Tempat Hiburan di Bulan Suci Ramadhan. Hal ini dilakukan dalam rangka menyambut datangnya bulan Ramadhan dan cipta kondisi guna menghormati umat Muslim yang melaksanakan ibadah selama Bulan Suci Ramadhan.
 
Kasat Pol PP Muba Haryadi SE MSi mengatakan bahwa Satpol PP kabupaten Musi Banyuasin telah memberikan sosialisasi dan himbauan agar pemilik dan pengelola tempat hiburan yang dapat menganggu kekhusyukan ibadah di bulan suci Ramadhan untuk tidak beroperasi sesuai waktu yang telah ditentukan.
 
Beberapa tempat hiburan seperti karaoke, cafe warung remang-remang untuk wajib tidak beroperasi, Pemkab Muba melalui Satpol PP disebut akan melakukan razia secara rutin selama bulan Ramadhan guna memastikan himbauan tersebut telah dilaksanakan atau tidak oleh pemilik tempat hiburan.
 
"Apabila nanti masih ada objek-objek yang dimaksud masih beroperasi, maka kepada pemilik atau pengelola tempat hiburan tersebut akan diberikan tindakan dan sanksi tegas sesuai peraturan yang berlaku, karena ini demi kenyamanan bersama dan akan kami lakukan monitoring secara rutin," ucapnya. 
 
Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA menyebutkan, dirinya tidak hanya tegas melarang tempat hiburan untuk operasional saja tetap mengingatkan juga kepada semua warga Muba untuk tidak euforia di masa pandemi COVID-19 yang masih dihadapi saat ini. 
 
"Tetap jaga kesehatan dan selalu mematuhi prokes COVID-19. Khusyuk beribadah, semoga kita semua selalu diberikan kesehatan," pungkasnya.
KALDERANEWS -  Capaian prestasi membanggakan kembali ditorehkan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Musi Banyuasin di bawah kepemimpinan Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA dan Wakil Bupati Beni Hernedi SIP. Baru-baru ini Arsip Nasional Republik Indonesia ( ANRI) mengumumkan hasil pengawasan kearsipan Pemerintah Daerah.  Isinya, Kabupaten Muba dinobatkan sebagai peringkat satu Sumsel dan  10 besar  Nasional Penghargaan Pengawasan Kearsipan Tahun 2020.
 
"Dari hasil penilaian ANRI, Muba peringkat 1 di Sumsel dan masuk 10 nasional dengan capaian nilai 94.47 (sangat memuaskan)," ungkap Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Musi Banyuasin, Drs Yohanes Yubhar MM, Junat (12/03/2021).
 
Muba menjadi jawara  bergengsi penilaian ANRI lewat banyak aspek penilaian   mulai  aspek Pelaksanaan Tertib Arsip, Pengelolaan Arsip OPD, Pengawasan Arsip OPD. Ada lagi Aspek Ketaatan Terhadap Peraturan Perundang- undangan Bidang Kearsipan, Aspek Program Kearsipan, dan Aspek Pengolahan Arsip Inaktif. 
 
Aspek penilaian juga menyangkut  Aspek Penyusutan Arsip, Aspek Pengelolaan Arsip Statis, Aspek SDM Kearsipan, Aspek Kelembagaan, dan Aspek Prasarana dan Sarana Kearsipan. 
 
"Item yang dinilai sangat banyak. Capaian prestasi ini tidak terlepas dari support Bupati Dodi Reza dan seluruh OPD di lingkungan Pemkab Muba dan masyarakat," ucapnya. 
 
Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA mengucapkan selamat atas Penghargaan Pengawasan Kearsipan Tahun 2020 serta capaian dan ketelatenan 
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Musi Banyuasin yang selalu maksimal dalam upaya tertib Arsip. 
 
"Prestasi yang sangat baik, harus dipertahankan dan terus ditingkatkan," ungkap Kepala Daerah Inovatif 2020 itu. 
 
Dodi berharap,  Kearsipan Muba dapat selalu dijaga dengan baik untuk kebutuhan seluruh pihak dan warga masyarakat Muba. "Semoga capaian prestasi ini terus memotivasi Pemkab Muba untuk selalu bekerja dengan maksimal," tandasnya.

KALDERANEWS - Awal tahun 2021 menjadi beban berat bagi warga di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Januari 2021 lalu provinsi ini diguncang gempa bumi dengan kekuatan 6,2 SR. Atas musibah ini, Bupati Musi Banyuasin Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA tergerak berbuat. Kepala Daerah Inovatif ini langsung bergerak mengumpulkan donasi.

"Ada uang mencapai Rp580.167.000 dan pakaian layak sebanyak satu truk, serta alat kesehatan berhasil kita kumpulkan dari hasil donasi jajaran Pemkab Musi Banyuasin bersama warga Muba dan alhamdulillah hari ini secara langsung kita serahkan ke Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Enny Anggraeny Anwar," ungkap Dodi Reza Alex Noerdin di sela Penyerahan Donasi Kemanusiaan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yang diterima langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Enny Anggraeny Anwar, Sabtu (6/3/2021).

Dodi memahami beban berat yang dirasakan warga Sulbar pasca musibah gempa di tengah situasi pandemi COVID-19. "Semoga bantuan yang disalurkan ini bermanfaat dan berguna bagi warga Sulbar, serta donasi ini menjadi ladang amal ibadah pegawai Pemkab Muba serta warga Muba," ucapnya.

Bukan kali ini saja, lanjut Dodi, dirinya terus mengajak kalangan pegawai dan masyarakat di Muba untuk lebih peka membantu sesama yang sedang dihadapkan musibah. Sebelumnya Dodi Reza juga menggagas donasi untuk korban gempa di Sigi serta donasi untuk warga Palestina.

"Sebelumnya hasil donasi Sigi saya antarkan langsung ke Sigi, dan donasi untuk masyarakat Palestina kita adakan kegiatan amal dengan berbagai macam rangkaian, alhasil bantuan tersebut juga direalisasikan dengan pembuatan infrastruktur jalan perbatasan di Palestina," ulasnya.

Pembina dan Penggerak Olahraga Terbaik Indonesia ini menambahkan, gerakan gerakan kemanusiaan ini terus digencarkan semata-mata demi menggerakan lagi semangat kemanusiaan pegawai dan masyarakat di Muba. "Alhamdulillah dalam perjalan pegawai dan warga Muba antusias mengikuti kegiatan donasi," ungkapnya.

Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Enny Anggraeny Anwar, mengucapkan terima kasih kepada Bupati Dr Dodi Reza yang telah peduli dan peka dengan semangat kemanusiaan yang tinggi untuk membantu kebutuhan warga Sulbar pasca dihadapkan pada musibah gempa.

"Bantuan ini sangat meringankan beban warga Sulbar, saya mewakili seluruh warga masyarakat Sulbar mengucapkan terima kasih kepada warga masyarakat Muba dan inisiatif gerakan kemanusiaan pak Bupati," ucapnya.

Enny tidak menyangka, Musi Banyuasin meski level kabupaten namun mengumpulkan donasi dengan nilai yang sangat besar. "Hasil donasi yang dikumpulkan sangat besar jumlahnya, kami tidak menyangka Muba meski tingkat kabupaten tetapi kepekaan gerakan kemanusiaannya sangat luar biasa," ungkap Enny.

Kabag Kesra Pemkab Muba, Opi Palopi merinci, dana hasil donasi yang terkumpul sebesar Rp580.167.000.

"Tidak hanya uang, bantuan yang terkumpul juga berhasil mengumpulkan pakaian layak pakai sebanyak satu truk cargo, dan ada juga alat kesehatan," ungkapnya.

KALDERANEWS - Terhitung September 2020 Bupati Musi Banyuasin Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA melalui RSUD Sekayu mulai menginisiasi operasi jantung terbuka. Sejak itu  Muba dikenal sebagai satu-satunya kabupaten di Sumsel yang mumpuni mengoperasi jantung dan punya sarana serta sumber daya manusia yang memadahi. Tercatat, September 2020 hingga Februari 2021, RSUD Sekayu telah berhasil menuntaskan operasi jantung terbuka kepada 10 pasien.  Pasien yang dioperasi bukan saja asal  Provinsi Sumsel. Sejumlah pasien luar Provinsi Sumsel juga sukses operasi di Muba.
 
Jejak mulia  keberhasilan operasi ini memposisikan kabupaten Muba seakan harapan baru bagi penyintas jantung di Indonesia untuk bisa sembuh dan menjalani kehidupan  normal. Teranyar, Staf Khusus Kepresidenan RI, Diaz Hendropriyono pun turut mengendors  kiprah Bupati Dodi Reza menginisiasi  operasi jantung terbuka di Musi Banyuasin. 
 
"Berangkat dari layanan unggulan ini  kami Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular Indonesia merasa layak dan perlu memberikan penghargaan ke Bupati Dodi Reza dan RSUD Sekayu. Bupati dengan RSUD Sekayu  dengan tulus dan komitmen mulia  turut memulihkan penyintas jantung di Indonesia," ungkap Sekjen Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular Indonesia, dr Prasetyo Edi SpBTKV-E(k) FIHA MH di sela pemberian Penghargaan ke Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA Sebagai Inisiator Pelayanan Bedah Jantung Terpadu pada Rumah Sakit Umum Daerah Tingkat Kabupaten Pertama di Indonesia, Jumat (5/3/2021) di Gedung Serbaguna Signature Park Grande Jakarta Timur. 
 
Menurut dia, Muba jadi kabupaten pertama di Indonesia yang mampu merealisasikan pelayanan bedah jantung terpadu. "Disamping Muba memang memiliki sarana prasarana serta kapasitas SDM yang mumpuni, realisasi ini tidak terlepas dari komitmen seorang Kepala Daerah-nya yakni Pak Dodi Reza  Ini yang bikin kami takjub," ungkapnya. 
 
Dirinya berharap layanan unggulan yang ditekuni RSUD Sekayu bisa ditiru oleh RSUD lainnya. 
"Kedepan RSUD Muba bukan sekedar RSUD kabupaten pertama yang melakukan operasi bedah jantung tetapi menjadi penyelamat devisa negara karena selama ini operasi bedah jantung banyak dilakukan di luar negeri", tandas dia. 
 
Penghargaan dari Perhimpunan Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular Indonesia Kepada Bupati Musi Banyuasin dan RSUD Sekayu Sebagai Inisiator Pelayanan Bedah Jantung Terpadu pada RSUD Tingkat Kabupaten Pertama di Indonesia ini diserahkan langsung oleh Prof Dr dr Hafil Abdulgani SpB SpBTKV(K).
 
Bupati Musi Banyuasin Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA mengucapkan rasa syukur dan bangga mendapatkan kepercayaan dari profesional di bidang bedah ini. Dodi hormat atas penerimaan penghargaan prestisius dari Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular Indonesia. 
 
"Penghargaan ini dapat lebih memotivasi kami untuk terus maksimal dalam menjalankan tugas mengabdikan diri kepada masyarakat," ucap Kepala Daerah Inovatif Indonesia ini. 
 
Lanjutnya, kesehatan dan sarpras rumah sakit yang lengkap menjadi konsen utama dirinya sejak memulai kepemimpinan di Bumi Serasan Sekate. 
 
"Bukan hanya penyintas jantung, namun sejak 2017 Pemkab Muba telah merealisasikan asuransi kesehatan UHC yang mencakup seluruh warga masyarakat prasejahtera di Muba. Mereka  mendapatkan pelayanan kesehatan gratis dari anggaran  APBD Muba," jelas Pembina dan Penggerak Olahraga Terbaik Indonesia itu. 
 
Menurutnya, penyakit jantung adalah salah satu penyakit yang periodenya pendek dan tercatat cukup tinggi angka kematiannya. Ketika pasien harus antri dengan waktu yang cukup lama maka menjadi problema tersendiri. 
 
"Ketika Muba mempunyai kemampuan untuk menjadi salah satu yang menyediakan fasilitas tersebut, maka kita berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakannya," ucapnya. 
 
Saat ini, lanjut Dodi Reza, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin pada tahun anggaran 2021 ini tengah meningkatkan kapasitas  gedung Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu dengan membangun gedung penunjang medik dan penambahan gedung rawat.
 
"Ini juga bagian terus meningkatkan pelayanan kesehatan di Muba, dan Insya Allah November 2021 target kami peningkatan gedung RSUD Sekayu selesai sehingga mampu memberi layanan kepada masyarakat tambah maksimal lagi," ujarnya. 
 
Direktur RSUD Sekayu dr Makson Parulian Purba MARS menuturkan, sejak September  2020 hingga Februari 2021 ada 10 penyintas jantung yang dibedah di RSUD Sekayu. "Beberapa diantaranya dari luar Provinsi Sumsel, dan kesepuluhnya bisa ditangani dengan baik dan maksimal," ungkap Makson. 
 
Makson menyebutkan, dengan terus bertambah dan meningkatnya kepercayaan warga Indonesia atas keberhasilan Muba melaksanakan operasi jantung terbuka, pihaknya berharap RSUD Sekayu akan mempersiapkan diri menjadi salah satu rumah sakit Jantung Terpadu di Sumsel. 
 
"Terlebih saat ini  Bupati Dodi Reza telah mengucurkan dan merealisasikan peningkatan gedung RSUD Sekayu serta menambah sarpras untuk kebutuhan masyarakat  mendapatkan pelayanan kesehatan di RSUD Sekayu," pungkasnya.
 
Turut mendampingi peneeimaan anugerah kepada Bupati Muba ini adalah Ketua Tim Bedah Jantung Sekayu dr Bermansyah SpB Sp BTKV (K), Dr dr Dudy Arman Hanafy Sp BTKV (K) MARS, dr Sugisman Sp BTKV (K) serta dr Gama Satria Sp B Sp BTKV.
Halaman 1 dari 15
Ad Sidebar

Latest Tweets

Feby Deru Dampingi Iriana Jokowi Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Tes IVA Hingga Temui Pengrajin Songket… https://t.co/yxjLiPEQUl
Kunjungi Stan Dekranasda Sumsel, Iriana Jokowi Janji Temui Pengrajin Kain di Palembang https://t.co/6FQb5LcCCy via @tripplesworld
Menang Tipis Atas PSGC Ciamis, Sriwijaya FC Makin Kokoh di Puncak Klasemen https://t.co/V0DFFAlQDG lewat @tripplesworld
Metzelder Diduga Terlibat Kasus Pornografi Anak https://t.co/knEQDSYopZ lewat @tripplesworld
Icardi Tuntut Inter Milan Bayar Kompensasi 1,5 Juta Euro https://t.co/IZVf4wvhGn lewat @tripplesworld
Napoli Boyong Fernando Llorente dari Tottenham https://t.co/FnVARyGvqx
Follow Kaldera News on Twitter

Please publish modules in offcanvas position.