KALDERANEWS - Penerapan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan penularan virus SARS-CoV-2 penyebab Corona Virus Disease 2019 atau COVID-19 adalah hal yang mutlak dan harus menjadi prioritas utama di setiap daerah.

Dalam Rapat Koordinasi Penanganan COVID-19 bersama jajaran Pemerintah Provinsi Bali, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Doni Monardo meminta agar sosialisasi protokol kesehatan yang meliputi memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan menghindari kerumunan terus dilakukan.

“Sosialisasi protokol kesehatan harus menjadi program prioritas pemerintah daerah karena saat ini belum ada vaksin atau obat yang ditemuka untuk menangani COVID-19, sehingga protokol kesehatan merupakan satu-satunya senjata kita dalam memerangi COVID-19,” ujar Doni, Jumat (9/10).

Adapun dalam implementasi dari sosialisasi tersebut, Doni memandang bahwa peran tokoh dan desa adat mampu menjadi kekuatan dalam memperkuat pemahaman masyarakat akan pentingnya penerapan protokol kesehatan.

“Bali dikenal dengan peran tokoh dan desa adat yang kuat, mari bersama-sama untuk memberikan pemahaman pentingnya protokol kesehatan dalam beradaptasi dengan situasi pandemi COVID-19,” tambahnya.

Lebih lanjut, Doni juga menekankan pada penggunaan kearifan lokal dalam memberikan edukasi dan sosialisasi protokol kesehatan di daerah agar masyarakat memahami secara menyeluruh pesan yang disampaikan oleh pemerintah pusat maupun daerah.

“Penting bagi pemerintah daerah untuk menggunakan kearifan lokal sebagai media dalam menyampaikan edukasi dan sosialisasi protokol kesehatan, misalnya setiap pesan atau program dari pemerintah pusat dapat diterjemahkan ke bahasa daerah setempat sehingga masyarakat dapat memahami secara menyeluruh tentang pesan yang disampaikan,” ungkap Doni.

Selanjutnya, Doni juga mengatakan bahwa seluruh aspek masyarakat mampu menjadi pahlawan kemanusiaan, salah satunya media. Peran media sebagai pemberi informasi kepada masyarakat menjadi hal yang sangat penting dalam upaya mengedukasi masyarakat.

“Semua bisa jadi pahlawan, bahkan media juga bisa menjadi pahlawan kemanusiaan. Peran media dalam mengedukasi masyarakat dapat menjadi salah satu strategi dalam memperkuat masyakarat sebagai garda terdepan dalam penanganan COVID-19 dengan kepatuhan menerapkan protokol kesehatan,” tutur Doni.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Provinsi Bali I Wayan Koster mengapresiasi respon dan langkah cepat Satgas Penanganan COVID-19 Nasional dalam memenuhi setiap aspek kebutuhan daerah pada setiap proses penanganan COVID-19.

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas langkah cepat Satgas Penanganan COVID-19 Nasional yang sangat responsif dalam setiap pengajuan bantuan yang dibutuhkan oleh daerah, khususnya saat ini Provinsi Bali gencar melakukan koordinasi terkait kebutuhan logistik material kesehatan untuk penanganan COVID-19 dan pasti selalu direalisasikan cepat,” ungkap Wayan.

Wayan juga menegaskan bahwa kolaborasi pemerintah daerah bersama unsur TNI, Polri serta tokoh adat terus digencarkan untuk menekan kasus positif yang ada di Provinsi Bali.

“Sesuai dengan instruksi pemerintah pusat, kami terus menggencarkan kolaborasi bersama unsur TNI, Polri dan tokoh adat dalam upaya menekan angka kasus positif yang ada di Provinsi Bali,” tegas Wayan.

Pada penghujung kegiatan rapat koordinasi tersebut, Satgas Penanganan COVID-19 Nasional memberikan bantuan untuk penanganan COVID-19 di Provinsi Bali yang diserahkan secara simbolis berupa dua unit ventilator, 5.000 face shield, 15.000 Alat Pelindung Diri (APD), 30.000 Masker Bedah, 10.000 Masker N95, dan 500.000 Masker Kain.

KALDERANEWS - Indonesia terpilih sebagai tuan rumah penyelenggara Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) yang akan dihelat pada tahun 2022 mendatang di Nusa Dua, Bali. Dalam persiapannya, Pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) giat melakukan persiapan yang ketat dengan mengutamakan protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19.

Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Wisnu Widjaja menjelaskan bahwa kegiatan GPDRR tahun 2022 mendatang diharapkan dapat membantu pemulihan ekonomi Indonesia, khususnya di Bali paska COVID-19.

“Tahun 2022 pasti kita berharap dan berusaha pandemi COVID-19 dapat kita kendalikan serta Indonesia bisa lebih aman. Melalui kegiatan GPDRR ini diharapkan dapat membantu pemulihan ekonomi Indonesia, khususnya di Bali paska COVID-19 dalam sisi pariwisata,” ujar Wisnu dalam Pertemuan Persiapan Indonesia sebagai Tuan Rumah GPDRR 2022 di Bali Nusa Dua Convention Center, pada Kamis (1/10).

Pada pertemuan tersebut, Wisnu juga mengungkapkan bahwa pemilihan Nusa Dua sebagai tempat penyelenggaraan GPDRR karena Nusa Dua merupakan kawasan yang memiliki sertifikat aman bencana dan operation center sehingga dikenal sebagai kawasan pariwisata yang aman bencana.

Kegiatan yang akan diselenggarakan pada 23-28 Mei 2022 ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas dan protokol kesehatan yang mampu mengakomodir adanya penanganan COVID-19. Tidak hanya itu, rencana tanggap bencana juga dilakukan seperti rencana evakuasi maupun simulasi tsunami dan gempa bumi.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Sub-direktorat Kemanusiaan, Direktorat HAM dan Kemanusiaan Kementerian Luar Negeri Febrian Irawati Mamesah, turut mengungkapkan bahwa tujuan dari pertemuan ini adalah untuk meninjau infrastruktur dan sarana prasarana yang digunakan sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan dengan skala besar dan internasional seperti GPDRR.

Selain itu, Ira juga menjelaskan bahwa kegiatan GPDRR ini juga dilihat kebutuhan host country dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sehingga tidak hanya menunjukan bahwa Indonesia mampu dalam penanggulangan bencana saja tetapi juga untuk mempromosikan kepariwisataan Indonesia di kancah internasional.

“Kegiatan GPDRR ini tidak hanya menunjukan bahwa Indonesia memang mampu dalam penanggulangan bencana, tetapi juga menjadi ruang promosi pariwisata Indonesia di mata dunia,” tambah Ira.

Pada persiapannya, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) turut memfasilitasi Standar Operasional Prosedur (SOP) keamanan internasional yang bekerja sama dengan TNI dan Polri dan telah melewati penilaian penyelenggaraan acara internasional sehingga diharapkan persiapan penyelenggaraan kegiatan GPDRR dapat terus dilakukan dengan baik dan aman.

Selain itu, kegiatan pertemuan dilanjutkan dengan peninjauan BNDCC sebagai tempat kegiatan penyelenggaraan GPDRR dengan pemeriksaan ruang pertemuan, ruang kerja delegasi, akses transportasi dan sebagainya.

Pada penyelenggaraannya, beragam usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) turut berpartisiasi dalam mendukung kegiatan GPDRR sekaligus memperkenalkan produk serta aktivitas pariwisata yang ada di Bali.

Adapun GPDRR adalah forum multi-pemangku kepentingan dua tahunan yang dibentuk oleh Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk meninjau kemajuan, berbagi pengetahuan dan mendiskusikan perkembangan dan tren terbaru dalam pengurangan risiko bencana (PRB) serta merupakan platform terbesar di dunia untuk penanggulangan bencana dalam upaya meningkatkan PRB di dunia dengan saling bekerjasama dan berkoordinasi.

Kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2022 mendatang ini diperkirakan akan dihadiri oleh perwakilan delegasi 193 negara yang terdiri dari pejabat tinggi pemerintah, lembaga non pemerintah, akademisi, sektor wisata dan media.

KALDERANEWS – Longsor mengakibatkan sembilan rumah warga rusak berat di Desa Battangbarat, Kecamatan Warabarat, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, pada Jumat (26/6), pukul 16.00 waktu setempat. BPBD Kota Palopo melaporkan longsor dipicu oleh hujan intensitas tinggi dan struktur tanah labil.

Selain merusak rumah warga, longsor juga mengakibatkan akses Jalan Palopo dan Tanah Toraja terputus. BPBD setempat melaporkan longsor tidak mengakibatkan korban jiwa. Insiden longsor serupa terjadi di wilayah yang sama seminggu yang lalu.

Pascainsiden tim reaksi cepat (TRC) BPBD Kota Palopo melakukan kaji cepat di lapangan. Tim juga melakukan evakuasi warga terdampak. Tim yang berada di lapangan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan darurat di wilayah itu.

Kota Palopo merupakan wilayah dengan tingkat risiko sedang hingga tinggi untuk bahaya tanah longsor. Luas wilayah dengan tingkat kerentanan sedang seluas 5.272 hektar, sedangkan tinggi mencapai 11.994 hektar. Jumlah potensi populasi terpapar akibat bahaya tanah longsor mencapai 5.243 jiwa.

"Masyarakat setempat diharapkan mampu mengidentifikasi potensi ancaman bahaya di sekitar. Pada kondisi hujan dengan intensitas tinggi dan berdurasi lama dapat memicu terjadinya longsor tersebut. Ini merupakan salah satu bentuk kesiapsiagaan berbasis komunitas menghadapi bahaya longsor atau gerakan tanah," ujar Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Di samping itu, kemampuan untuk menganalisis intensitas dan durasi hujan dapat menjadi peringatan dini masyarakat. Indonesia sendiri telah memiliki landslide early warning system (LEWS) namun belum semua wilayah terpasang sistem ini.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMG) mengeluarkan peta zona kerentanan gerakan tanah Juni 2020 yang menunjukkan bahwa wilayah Kota Palopo termasuk berpotensi menengah hingga tinggi.

 

KALDERANEWS - Edukasi kebencanaan merupakan pekerjaan rumah yang belum selesai hingga saat ini. Kebijakan terhadap edukasi kebencanaan ini sudah diinisiasi sejak 2012 lalu melalui Sekolah/Madrasah Aman Bencana (SPAB).

Data InaRISK yang terintegrasi dengan Dapodik-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencatat lebih dari 75% sekolah di Indonesia berada di daerah rawan bencana. Kondisi ini mendorong BNPB dan berbagai pihak untuk mengakselerasi penerapan SPAB sehingga satuan pendidikan aman untuk generasi penerus bangsa dapat terwujud. Salah satu upaya tersebut dilakukan BNPB yang bekerja sama dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Hizbul Wathan (HW).

Kolaborasi di bidang edukasi bencana ini terselenggara melalui penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) ketiga pihak di Kantor BPBD Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Jumat (19/6). PKS bertujuan untuk pengimplementasian SPAB melalui kegiatan Kepanduan Hizbul Wathan.

Kerja sama ini akan berlangsung selama dua tahun. Kerja sama mencakup implementasi bimbingan teknis (bimtek) dan penyusunan materi bimtek, dimulai dari modul, petunjuk teknis hingga buku saku untuk pembelajaran murid di sekolah Muhammadiyah, khususnya peserta didik kepanduan Hizbul Wathan. Adapun outcome yang diharapkan paska kerja sama ini yakni MDMC dan HW dapat mengadopsi secara mandiri SPAB berbasis HW di seluruh sekolah Muhammadiyah di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Direktur Mitigasi BNPB Johny Sumbung menyampaikan bahwa langkah konkret dapat terlaksana setelah penandantanganan PKS implementasi SPAB ini.

“Sinerginitas BNPB dengan para pihak dapat mendorong penerapan SPAB secara berkelanjutan sehingga menjadi upaya mitigasi bencana untuk warga sekolah/peserta didik,” ucap Johny.

Sementara itu, MDMC menyampaikan apresiasi atas kerja sama tersebut. Ini merupakan langkah bersama dalam upaya mitigasi bencana. Sedangkan Ketua Kwartil Pusat HW Ramanda Muhcdi menyatakan,” Penanganan kebencanaan perlu diintegrasikan dalam kegiatan-kegiatan kepanduan sehingga bentuk kerja sama ini harus dilakukan sesegera mungkin paska penandatangan.

Kegiatan kolaborasi ini dihadiri juga Kepala Pelaksana BPBD D.I. Yogyakarta, Ketua MDMC, pengurus pusat baik dari MDMC, dan Hizbul Wathan, dan perwakilan dari fasilitator nasional SPAB.

KALDERANEWS – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC19) Doni Monardo bertemu dengan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksmana Yudo Margono di Graha BNPB, Jakarta, pada hari ini (9/6). Laksmana Yudo merupakan sosok yang berperan dalam penanganan rehabilitasi WNI di Natuna.

Doni mengapresiasi atas peran besar Yudo Margono dalam penanganan Coronavirus disease 2019 atau COVID-19. Yudo yang menggantikan Laksamana TNI Siwi Sukma Aji memimpin penanganan para WNI di hangar Lapangan Udara Raden Sadjad, Natuna. Ia pun sukses dalam mengobservasi 188 anak buah kapal (ABK) Kapal Pesiar World Dream di Kepulauan Seribu.

Doni menyampaikan selamat atas penugasan Yudo Margono sebagai KSAL.

Pada kesempatan itu, Laksamana Yudo berpamitan dengan Doni karena tugas-tugas baru sebagai komandan tertinggi di Angkatan Laut (AL). Ia pun menyampaikan dukungan terhadap penanganan yang dilakukan oleh Gugus Tugas Nasional.

“Terima kasih atas dukungan dari BNPB sejak kami dulu di Wuhan, Sebaru dan sebagainya. Saya dan kami semua bersemangat dan bekerja dengan penuh keikhlasan. Tanpa dukungan Bapak, kami tidak sanggup,” ujar Yudo di Markas Gugus Tugas Nasional, Jakarta, pada Selasa (9/6).

Sementara itu, KSAL Yudo Margono juga menyampaikan dukungan terhadap para sukarelawan yang telah bekerja di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran. Mereka sangat berani dan berdedikasi tinggi untuk penanganan pasien COVID-19. Ini melatarbelakangi keinginan Yudo untuk merekrut mereka sebagai personel AL.

“Beliau akan merekrut sebagai personel AL untuk berdinas di rumah sakit-rumah sakit AL dengan memenuhi prasyarat dan kualifikasi yang dimiliki para relawan,” ujar Laksamana Pertama Eko Suyatno yang juga hadir pada pertemuan itu.

Ia menambahkan bahwa lulusan SMA atau sederajat dan sarjana yang memiliki kualifikasi dan prasyarat personel AL akan direkrut sesuai dengan bidang masing-masing. Rumah sakit AL membutuhkan prajurit berkualifikasi kesehatan atau para medis.

Halaman 1 dari 10
Ad Sidebar

Latest Tweets

Feby Deru Dampingi Iriana Jokowi Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Tes IVA Hingga Temui Pengrajin Songket… https://t.co/yxjLiPEQUl
Kunjungi Stan Dekranasda Sumsel, Iriana Jokowi Janji Temui Pengrajin Kain di Palembang https://t.co/6FQb5LcCCy via @tripplesworld
Menang Tipis Atas PSGC Ciamis, Sriwijaya FC Makin Kokoh di Puncak Klasemen https://t.co/V0DFFAlQDG lewat @tripplesworld
Metzelder Diduga Terlibat Kasus Pornografi Anak https://t.co/knEQDSYopZ lewat @tripplesworld
Icardi Tuntut Inter Milan Bayar Kompensasi 1,5 Juta Euro https://t.co/IZVf4wvhGn lewat @tripplesworld
Napoli Boyong Fernando Llorente dari Tottenham https://t.co/FnVARyGvqx
Follow Kaldera News on Twitter

Please publish modules in offcanvas position.