Sumatera-Selatan

Sumatera-Selatan (1017)

KALDERANEWS - Sekretaris Daerah Sumatera Selatan Nasrun Umar yang juga Ketua Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia (Forsesdasi) mengungkapkan pemprov Sumsel akan berpartisipasi dan memeriahkan pameran potensi unggulan daerah pada kegiatan Forsesdasi 2020. 

 

Hal itu dikatakan Nasrun Umar saat memimpin rapat persiapan Forsesdasi 2020 di ruang rapat Sekda, Selasa (03/03/2020) siang.

 

"Saya sebagai Ketua Forsesdasi. Sudah barang tentu Sumsel mutlakikut dalam pameran potensi unggulan daerah pada rangkaian kegiatan Forsesdasi. Ini kesempatan bagi kita untuk mempromosikan Sumsel di kancah nasional", tuturnya.

 

Adapun kegiatan Forsesdasi 2020 yaitu Rakornas Implementasi Birokrasi dan Rakernas Forsesdasi yang berlangsung pada 17 hingga 21 Maret di Batam, Kepulauan Riau. " Dari Sumsel ada 6 OPD yang terlibat langsung dan berkontribusi pada hajatan itu, seperti Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Perindustrian, Dinas Perdagangan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Koperasi, dan Dekranasda Sumsel",imbuh Nasrun.

 

Sekda Nasrun Umar bertekad menampilkan Dekranasda Sumsel pada hajatan tersebut sebagai Dekranasda terbaik di Indonesia. "Kita siapkan goodie bag berisi cindera mata bagi tamu khusus saat berkunjung ke stand pameran Sumsel", ujarnya.

 

Kepala DPMPTSP Sumsel Megaria yang adalah pelaksana teknis kegiatan Forsesdasi 2020 menyampaikan pihaknya bersama OPD lainnya yang diundang siap mendukung dan berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan Forsesdasi 2020. "Kita akan manfaatkan kesempatan ini untuk mempromosikan Sumsel dengan segala potensinya", katanya.

KALDERANEWS - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel H. Nasrun Umar menerima kunjungan Pimpinan PT. Taspen Cabang Palembang Kartiman Slamet dan Wakil Pimpinan Fani Yudha di Ruang Kerja Sekda, Selasa (3/2).

 

Pertemuan itu dilakukan guna konsolidasi dan koordinasi terkait pengelolaan dana pensiuan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan mengakhiri masa kedinasannya di lingkungan Pemerintahan Provinsi Sumsel.

 

Dalam kesempatan itu, Nasrun meminta agar proses dana pensiun itu dilakukan dengan sebaik mungkin. Terlebih, saat ini Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Korps Pegawai Republik Indonesia (Kopri) dan PT. Taspen dalam pertemuannya membahas pengelolaan iuran bulanan yang dikelola PT. Taspen bagi ASN sejak awal karier sampai akhir masa kerja ASN sehingga ASN bisa mendapatkan hasil tabungannya dengan jumlah yang signifikan.

 

“Pengelolaan dana pensiun ini harus betul-betul dilakukan sebaik mungkin. Jangan sampai nanti ketika pensiun, prosesnya memakan waktu lama,” kata Nasrun.

 

Dia menghimbau agar pendataan ASN yang akan pensiun dilakukan sedini mungkin untuk mempercepat proses pemberian penghargaan tersebut.

 

“Minimal tiga bulan sebelum mereka (ASN) pensiun data itu sudah ada sehingga prosesnya bisa lebih cepat. Dan mungkin akan lebih baik dalam moment tertentu dilakukan secara simbolis dulu,” tuturnya.

 

Untuk itulah, dia meminta agar PT. Taspen Cabang Palembang berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sumsel terkait hal itu.

 

“Silahkan dikoordinasikan dengan BKD. Siapa pun instansi vertical yang ada di Sumsel tentu akan kami bantu kalau memang dibutuhkan dengan prinsip tugasnya untuk kemajuan provinsi ini berjalan dengan baik,” tegasnya.

 

Sementara itu, Pemimpin PT Taspen Cabang Palembang Kartiman Slamet mengatakan, pihaknya akan mensingkronisasikan data yang ada di PT Taspen dan BKD Provinsi Sumsel untuk meminimalisir kekeliruan.

“Tentu kami akan singkronkan data kami dan BKD. Ini juga sebagai kontrol Taspen,” pungkasnya.

KALDERANEWS - Mewaspadai penyebaran virus Corona, Bupati Musi Banyuasin (Muba) melakukan langkah-langkah antisipasi agar virus berbahaya tersebut tidak mewabah di Bumi Serasan Sekate.

Gerak cepat Bupati Muba Dodi Reza tersebut dengan mengeluarkan Surat Edaran untuk para pihak agar melakukan deteksi dini terhadap potensi penyebaran wabah virus Corona.

"Segera melaporkan kasus suspeck Pneumonia berat yang memiliki riwayat perjalanan ke Negara yang terjangkit ke Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin melalui Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Kabupaten Musi Banyuasin
dengan alamat email Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya. dan whatsapp ke nomor 081373576495 kurang dari 24 jam," tegas Bupati Muba Dodi Reza.

Dodi juga meminta agar pihak terkait yakni diantaranya Camat, Kepala Puskesmas, dan Direktur Rumah Sakit melakukan pengamatan terhadap peningkatan kasus Pneumonia yang terjadi di
wilayahnya

"Selain itu, menginstruksikan semua jajaran kesehatan di level pertama Puskesmas dan
RSUD dalam wilayah Kabupaten Musi Banyuasin agar petugas kesehatan memantau lebih ketat dan melakukan isolasi pasien dengan gejala Pneumonia
dan ada riwayat perjalanan dari Negara terjangkit dalam 14 (empat belas) hari sebelum munculnya gejala," terangnya.

Selain itu, meminta pihak terkait mengadakan kerja sama lintas sekor Camat, Puskesmas dan juga masyarakat dengan memberikan komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat tentang Pneumonia dan cara mencegah penularannya (dengan cuci tangan
pakai sabun dan etika batuk atau bersin) serta anjuran agar segera
memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat, bila mengalami demam, batuk, sesak dan gangguan pernafasan serta memiliki riwayat perjalanan dari Negara terjangkit dalam waktu 14 hari (empat belas) hari
sebelum timbul tanda/gejala.

"Kemudian, melakukan pengawasan di daerah-daerah perbatasan lintas terhadap masuknya tenaga kerja asing (TKA) yang berkerja di wilayah kabupaten Musi Banyuasin atau riwayat pekerja atau mengunjungi fasilitas kesehatan yang berhubungan dengan pasien yang terkonfirmasi dengan virus corona di China atau wilayah/Negara yang terjangkit (sesuai dengan perkembangan penyakit)," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Muba, dr Azmi Dariusmansyah mengingatkan, agar Pimpinan Puskesmas segera mensosialisasikan dan melakukan pengawasan khususnya pada klinik-klinik swasta yang ada di wilayahnya terkhusus klinik perusahaan agar bisa bekerjasama dalam mengantisipasi penyebaran dengan memberikan laporan ke dinas kesehatan.

"Dalam hal rujukan kasus tetap secara SOP merujuk ke RSUD Sekayu yg mana sudah ada dokter spesialis Penyakit dalam dan Spesialis Paru yang selanjutnya ke RSMH sebagai rujukan nasional," terang Azmi.

Lanjut Azmi, Dinkes Muba juga membuka layanan call center 24 jam untuk kepada pihak puskesmas dan rumah sakit berkoordinasi terkait adanya potensi warga yang terkena virus Corona. "Sesuai arahan Kementerian Kesehatan dan pak Bupati Dodi Reza untuk meningkatkan kewaspadaan," pungkasnya.

KALDERANEWS - Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H.Herman Deru menerima langsung kunjungan kerja Komisi II DPR RI dalam rangka reses masa persidangan II tahun sidang 2019-2020 yang berlangsung di Graha Auditorium Bina Praja Pemprov Sumsel, Senin (2/3) Pagi. 
 
 
Adapun rombongan Komisi II DPR RI yang reses ke Sumsel kali ini antara lain Ketua Tim Komisi  II DPR RI di Provinsi Sumsel Saan Mustopa, Anggota DPR RI Drs. Djarot Saiful Hidayat,.M.Si, Ir. H. Endro Suswantoro Yahman,M.Sc, Drs. Cornelis, M.H, Renny Astuti, S.H.,M.H, M. Syamsul Luthfi, S.E.
 
 
Dalam kata sambutannya Gubernur Provinsi Sumsel H. Herman Deru mengucapkan terimakasih kepada Ketua dan Anggota Komisi II DPR RI yang telah berkenan menjadwalkan kunjungan ke Provinsi Sumsel, dalam rangka kunjungan Reses Masa Persidangan II tahun sidang 2019-2020. 
 
 
“Dalam kesempatan ini Saya juga menyampaikan kepada seluruh rombongan DPR RI Komisi II, secara umum seluruh pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan, pilkada dan penerimaan cpns telah berjalan normal tanpa ada sedikit pun situasi yang membuat tidak nyaman. Sumsel juga dikenal dengan provinsi zero konflik, berkat kerja sama semua pihak,” katanya.
 
 
 
Mengenai topik pada pertemuan kali ini, Herman Deru menyampaikan terkait dengan  penyelenggaraan pemerintah dan reformasi birokrasi, pelayanan publik, evaluasi Rekrutmen seleksi CPNS 2018 dan tenaga honor. 
 
 
Kemudian pengelolaan arsip daerah, pengembangan kompetensi SDM serta persiapan dan kesiapan pelaksanaan Pilkada serentak 2020. 
 
 
“Sesuai dengan pertanyaan yang telah disampaikan semua pertanyaan telah disampaikan dijawab oleh Kepala OPD terkait secara tertulis, sementara masalah penyelenggaraan pemerintahan, reformasi birokrasi dan pelayanan publik akan disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Persiapan pelaksanaan pilkada serentak 2020 akan disampaikan ketua KPU Sumsel, dan pengawasan pelaksanaan pilkada serentak akan disampaikan oleh Ketua Bawaslu Provinsi Sumsel,” imbuhnya.
 
 
Ditemui usai acara Ketua Tim Komisi  II DPR RI di Provinsi Sumsel Saan Mustopa mengatakan, kunker Komisi II DPR RI terkait dengan pilkada serentak yang ada di provinsi sumsel mendatang. 
 
 
“Itukan ada di 7 kabupaten/kota pertama terkait persiapan secara tekhnis mulai daftar pemilih, keterkaitan dan kesediaan ektp karena memang yang menjadi dasar dalam soal untuk  pemilih itu kan e-ktp kalo suket kadang suket selalu menjadi persoalan di tps,” katanya
 
 
 
Kemudian berkenaan, perampingan birokrasi atau dipangkasnya eselonisasi eselon III dan eselon IV, mengetahui bagaimana persiapan dalam Pemprov Sumsel terkait dengan program perampingan birokrasi dan seperti apa dampaknya.
 
 
“Terkait dengan posisi, terkait dengan soal tunjangannya dan sebagainya. Hal- hal seperti itula yang tadi kita diskusikan dengan pemprov Sumsel maupun KPU dan Bawaslu ,” tandasnya

KALDERANEWS - Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya memimpin Exit Meeting Pemeriksaan Keuangan Daerah Provinsi Sumsel 2019 dan Pengeluaran Bantuan Dana Keuangan Partai Politik di Ruang Rapat Gubernur Sumsel, Senin (2/3).

 

Dalam kesempatan itu, Mawardi meminta agar setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintahan Provinsi Sumsel untuk membuat pertanggungjawaban terhadap keuangan yang telah dikeluarkan. Termasuk juga Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, ditekankan agar mengawasi dan memerintahkan setiap kepala sekolah SMA yang ada di Sumsel untuk membuat pertanggungjawaban atas dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dikucurkan pemerintah.

 

“Dana BOS itu tanggung jawab OPD terkait. Jadi OPD terkait harus mengawasi dan mendorong agar Kepala Sekolah membuat pertanggungjawaban atas dana tersebut sehingga dana tersebut jelas peruntukannya,” kata Mawardi.

 

Menurutnya, dana BOS tersebut dikucurkan untuk membantu program pengembangan sekolah sehingga menjadi lebih baik.

 

“Program untuk sekolah itu dibuat oleh kepala sekolah namun harus disetujui oleh Diknas. Diknas harus tahu program apa yang memang prioritas dan tidak. Dan dalam pelaksanaannya bisa menggunakan dana BOS tersebut,” tuturnya.

 

Selain menyoal dana BOS, Mawardi juga meminta agar setiap aset yang ada di lingkungan Pemerintahan Provinsi Sumsel mulai dari yang terkecil sampai yang terbesar harus tercatat dengan baik.

 

“Masing-masing OPD juga harus ada pertanggungjawaban terhadap aset yang ada ini. Harus ada perubahan dan terus benahi sehingga sesuai dengan aturan yang berlaku,” bebernya.

 

Adanya pemeriksaan yang dilakukan tim BPK RI terhadap keuangan daerah provinsi Sumsel ini menjadi acuan pemprov Sumsel untuk melakukan pembenahan.

 

“Perlahan-lahan ini sudah kita benahi. Paling tidak kami melihat selama kurun waktu satu tahun belakangan ini sudah membaik. Kita membuaka diri dengan pemeriksaan BPK ini dan tak ada yang ditutup-tutupi,” jelasnya.

 

Tim Pemeriksa BPK RI Perwakilan Sumsel Ali Toyibi mengatakan, mendorong agar pengelolaan keuangan dan aset daerah dapat lebih diperketat untuk meminimalisir “aksi nakal” oknum tertentu.

 

“Pengeluaran dana Bos aset memang harus tercatat dengan baik. Sementara untuk aset minimal ada Kartu Induk Ruangan. Jadi setiap aset yang ada di setiap ruangan bisa tercatat. Perpindahan barang itu biasa jelas,” Pungkasnya.

KALDERANEWS - Dalam rangkaian lawatannya ke Kabupaten OKU Timur, Kamis (17/2) siang Gubernur Sumsel H.Herman Deru tidak hanya melakukan inseminasi buatan sapi, tapi Ia juga menyempatkan diri berbaur bersama warga memperingati Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Jamik At Taqwa Desa Nusa Bali Kecamatan Belitang III OKUT.

Dalam moment singkat itu, HD mengajak masyarakat memaknai Isra Mi'raj dengan selalu bersyukur kepada2 Allah SWT dan senantiasa menjaga kerukunan antar sesama.

" Ini adalah momen kit membangun kekuatan dengan ukhuwah. Karena harta paling besar dan mahal itu adalah kerukunan. Percuma uang banyak kalau tidak rukun, punya rumah bagus tidak rukun. Jadi jagalah selalu kerukunan ini," tutur HD.

Selain kerukunan, pesan lain yang disampaikan HD pada warganya adalah agar warganya selalu bersyukur, tidak iri juga sombong. Karena sifat yang demikian akan mendatangkan kerugian bagi diri sendiri.

"Kalau tiga sifat ini sudah tidak ada bisa dipastikan berdampak pada rusaknya kerukunan. Jadi memang harus dihindari gak boleh kita iri karena rezeki orang sudah Allah yang atur," jelasnya.

Untuk menciptakan Desa Nusa Bali yang tentram, rukun dan solid tentu kata HD perlu peran semua pihak mulao dari umaro, ulama dan umat itu sendiri.

" Untuk menjaga ini semua, fasilitas saja tidak cukup harus ada komunikasi. Makanya Saya walaupun sudah menjadi Gubernur masih rajin datang blusukan ke daerah-daerah termasuk kesini," katanya.

Dengan datang langsung dan berkomunikasi seperti ini, Ia sebagai kepala daerah akan lebih mudah menyerap keinginan warga. Termasuk soal jalan rusak yang bertahun-tahun dirasakan masyarakat.

" Sekarang kan sudah enak jalan sudah bagus semua. Aktivitas warga jadi lancar. Keluhan seperti inikan harus saya dengar karena Saya jadi Gubernur karena masyarakat disini juga. Begitupun di kabupaten lain, pelan-pelan kita perbaiki infrastrukturnya agar Sumsel maju secara merata untuk semua," ujarnya.

Dalam kesempatan itu HD juga sempat minta agar masyarakat senantiasa mendoakannya selalu menjadi kepala daerah yang amanah. Dan tidak melakukan seuatu yang melenceng dalam memimpin Sumsel termasuk amanah mengelola uang rakyat.

" Makanya sejak awal Saya mengajak maayarakat selalu bersyukur. Untuk apa agar terhindar dari hal yang dapat merugikan rakyat," jelasnya.

Untuk menyelesaikan pembangunan Masjid At Taqwa yang tengah dalam proses, HD bersama sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumsel pun urunan membantu sejumlah dana. Dengan harapan masyarakat akan semakin nyaman memakmurkan rumah ibadah tersebut.

Meski cuaca cukup terik siang itu tak menyurutkan semangat warga untuk mendengarkan wejangan dari orang nomor satu di Sumsel tersebut. Mereka bahkN tak beranjak sampai tausiah dari KH Mukhayat asal Rumbia Lampung habis dipaparkan.

KALDERANEWS - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru mengakui Kabupaten OKU Timur saat ini sudah jauh mengalami kemajuan dari Kabupaten/kota lainnya di Sumsel. Bahkan pondasi pembangunan yang dibangunnya pada saat menjabat Bupati OKU Timur dua periode tahun 2005-2015 lalu  terus dilanjutkan oleh penggantinya HM Kholid Mawardi.


"Saat ini OKU Timur tidak lagi mengejar kesetaraan dengan daerah lain. Malah OKU Timur jauh lebih maju dengan terobosan inovatif yang dilakukan pak Kholid," tegas Herman Deru saat menyampaikan sambutan  pada acara 

Sinkronisasi Estrus Inseminasi Buatan Pecahkan Rekor Muri serta Pelaksanaan Gema Musi Elok Kab. OKU Timur desa Sukaraja Kecamatan Buay Madang Kabupaten OKU Timur,  Kamis (27/2).


Menurut Herman Deru,  terobosan Pemkab OKU Timur melakukan estrus inseminasi buatan  patut dicontoh bagi daerah lainnya. Apalagi OKU Timur pada era tahun 80-an menjadi sentara daging di Sumsel untuk menyuplai sejumlah daerah di Sumatera dan Jawa. Namun dikarenakan adanya faktor keamanan pada tahun 2000-an terjadi penurunan drastis jumlah ternak sapi  warga di OKU Timur jumlahnya tidak lebih dari 8 ribu ekor.


"Nah sekarang ini jumlah ternak sapi di OKU Timur kembali menggeliat. Selain melalui gerakan inseminasi buatan juga ditunjang faktor keamanan. Saya terimakasih bayak dengan Kapolres yang telah menjaga keamanan," tegas Herman Deru.


Herman Deru berharap produksi daging sapi, ikan dan hasil pertanian di OKU Timur tidak hannya selalu untuk dijual. 

Atau jika diistilahkan jangan sampai jual beras makan tiwul. Artinya pemerintah harus mendorong agar  masyarakat gemar mengkonsumsi daging, ikan, minum susu dan telur.


"Hasil produksi itu jangan semuanya di jual, tetapi bagaimana kita juga  gaungkan agar masyarakat kita juga gemar makan daging. Ini juga salah satu cara kita menekan jumlah penderita stunting," imbuh Herman Deru.


Terkait dengan diberikannya Penghargaan Rekor Muri kepada dirinya sebagai Gubernur yang sukses  dalam meningkatkan populasi ternak di Sumsel bersama dengan Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi dan Kadis Perikanan dan Peternakan OKU Timur Tubagus Sunarseno. Gubernur Herman Deru mengaku ini merupakan apresiasi dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas inovasi yang dilakukan dalam rangka meningkatkan populasi ternak di Sumsel melalui inseminasi buatan terbanyak di Indonesia  yang dilakukan di OKU Timur.


"Bayangkan saja pada tahun 2020 ini  melalui inseminasi buatan yang telah berjalan ditarget 11 ribu ekor sapi anakan di OKU Timur. Ini patut kita apresiasi," tandasnya.


Sementara itu sebelumnya Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi dalam sambutannya menegaskan, seluruh daging dan produksi ikan patin OKU Timur akan ditampung oleh salah satu pengusaha dari Jakarta. Bukan itu saja OKU Timur akan menjadi salah satu daerah yang akan menjadi lokasi pembuatan mobil bekerjasama dengan PT SMK.


"Lahan yang telah disiapkan untuk lokasi Kompleks pergudangan 50 hektar. Jadi jadi  produksi daging dan ikan akan kita ekspor ke  Arab Saudi. 440 ton sudah dijatah untuk ekspor per tahunnya," tegas Kholid.


Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan OKU Timur Ir H. Tubagus Sunarseno dalam laporannya menyebutkan,  target OKU Timur anak sapi  11 ribu ekor pada tahun 2020 terbanyak di Indonesia.

Wujud komitmen pemerintah mengejar swasembada daging.


"Estrus Inseminasi  buatan digelar serentak di 20 Kecamatan di OKU Timur. Selain itu hari ini kita juga  resmikan gerakan minum susu dan makan telok "Musi Elok" yang dilakukan melalui pembagian paket bagi balita dan penyandang stunting di OKU Timur," tandasnya.

KALDERANEWS - Gubernur Sumsel H. Herman Deru menyambut baik Pembangunan Perumahan Komunitas Pertugas Kebersihan Kota Prabumulih yang diinisiasi Walikota Prabumulih H. Ridho Yahya.

Bahkan, Herman Deru berkomitmen untuk mendorong hal tersebut agar dapat lebih berkembang dan dicontoh serta diikuti daerah lain sehingga kesejahteraan masyarakat dapat lebih meningkat.

"Pembangunan perumahan untuk petugas kebersihan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah kota, pemerintah provinsi, pusat dan pihak lainnya yang diinisiasi Walikota Prabumulih. Ini patut kita dorong. Bukan hanya sebatas moril namun juga materil nanti akan kita berikan," kata Deru, disela Ground Breaking Pembangunan Perumahan Komunitas Pertugas Kebersihan Kota Prabumulih.

Dia berharap, inovasi dan kreatifitas kepala daerah bukan hanya dilakukan sebatas pembangunan rumah saja, namun diberikan fasilitas pendukung lainnya.

"Mungkin juga bisa dilengkapi dengan fasilitas lain seperti mushola, masjid, atau bahkan sekolah untuk pendidikan," terangnya.

Setelah pembangunan ini terselesaikan, lanjut Deru, para petugas hendaknya bisa diedukasi agar mempunyai penghasilan tambahan.

"Penghasilan tambahan bisa melalui ekonomi kreatif seperti mengedukasi keluarga petugas kebersihan untuk berdagang. Modalnya bisa melalui kerjasama dengan pihak lain. Untuk fasilitas, tentu Pemprov Sumsel akan membantu. Yang pasti saya harapkan ini terus dikembangkan," tuturnya.

Walikota Prabumulih H. Ridho Yahya menambahkan, inisiasi untuk membangun perumahan bagi komunitas petugas kebersihan itu didasari atas keprihatinannya kepada masyarakat.

"Prabumulih ini kaya akan Sumber Daya Alam namun disini masih banyak rumah tak layak. Karena itu kami berupaya agar Prabumulih ini tidak kumuh," kata Ridho.

Dia menjelaskan, rencana untuk merenovasi rumah bagi masyarakat ekonomi ke bawah itu pun direalisasikan dengan mengajak jajarannya untuk menyisihkan penghasilan.

"Saat ini kami bisa membangun dan merenovasi 10 rumah perbulan dari infaq pegawai," tuturnya.

Tidak hanya itu, Pemkot Prabumulih juga merenovasi ratusan rumah ibadah yang ada di wilayahnya.

"Kita juga mengandeng sejumlah pihak agar program ini berjalan lancar," bebernya.

Kedepan, pihaknya berencana akan membangun perumahan untuk para penarik becak dan pemulung.

"Selanjutnya kita akan mendorong agar bisa membangun 125 rumah bagi pemulung dan penarik becak. Untuk itu kita bantuan dari Kementerian PUPR dan Pemprov Sumsel," pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR RI Dr. Khalawi, Perwakilan Bank, Forkompimda dan sejumlah perwakilan pihak lainnya.
 
 
 
 
4 Attachments
 
 
 
 
 
 
 

KALDERANEWS - Sumatera Selatan memiliki khasanah kuliner yang beragam dengan berbagai cita rasa. Selain pempek, ada menu masakan wajib lainnya yang layak dicoba dan terkenal lezat, tak lain dan tak bukan adalah pindang patin. Masakan yang cocok dimakan saat sarapan hingga makan malam ini mempunyai tempat tersendiri di hati masyarakat Sumsel.Tua muda, lelaki perempuan, dari berbagai lapisan menggemari masakan ini.


Melihat peluang ini, Ketua TP PKK Sumsel Febrita Lustia Herman Deru mencoba membaca pasar dan memanfaatkan celah yang ada. Wanita yang kesehariannya akrab disapa Feby Deru mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat kampung Talang Kepuh Kelurahan Gandus Kecamatan Gandus melalui kuliner pindang patin. 


"Kampung Talang Kepuh ini adalah Kelurahan percontohan. Kita tahu juga tak ada yang tak kenal dengan masakan pindang patin. Jadi kali ini kita adakan seleksi masakan pindang patin untuk kemasan kalengan. Diikuti oleh 7 tim dari dasa wisma yang ada di lingkungan RT 18 RW 005  Talang Kepuh", kata Feby Deru saat dibincangi usai penyeleksian pindang patin, di Talang Kepuh, Kamis (27/02) siang.


Masakan pindang patin tak hanya digemari masyarakat Sumsel saja, namun lanjut Feby juga disukai para wisawatan atau tamu yang berkunjung ke Palembang. Tidak sedikit orang yang kerap ingin membawa pindang patin sebagai oleh-oleh saat mereka datang ke sini.


 "Ini peluang yang harus kita manfaatkan. Tidak hanya pempek yang bisa dijadikan oleh-oleh. Peminat pindang patin dari luar kota banyak yang menyukainya. Untuk itu kita (PKK Sumsel) bekerjasama dengan Balitbangda Sumsel mencoba menciptakan inovasi pindang patin dalam kemasan kaleng," jelas Feby . 


Pindang patin kalengan tersebut, selanjutnya akan coba dipasarkan dan di distribusikan tidak hanya di pasar tradisional saja, tetapi juga akan di pasarkan ke mini market. 


"Memudahkan masyarakat untuk menikmati pindang patin, mudah dan gampang tanpa perlu repot. Juga memunculkan rasa bangga bagi masyarakat khususnya bagi para ibu anggota PKK yang memproduksi. Ada produk unggulan yang dapat kita jual yang pada akhirnya turut meningkatkan pendapatan bagi keluarga," imbuhnya.


Sementara Kepala Balitbangda Sumsel Ekowati Retnaningsih mengungkapkan inovasi untuk menciptakan pindang patin kalengan telah melalui proses penelitian selama setahun melalui berbagai tahapan dan percobaan. "Kita mempelajari ini selama satu tahun, bagaimana agar pindang patin dapat dikemas dalam kalengan, seperti produk ikan kalengan lainnya", kata Ekowati.


Menurutnya pindang patin kalengan bisa awet dikonsumsi untuk jangka waktu 1 tahun, tanpa mengurangi cita rasanya. 


"Bisa dikonsumsi dan awet. Pindang patinnya telah matang, tinggal saja bagaimana selera konsumen saat mengkonsumsinya dapat disesuaikan. Jika ingin menikmati dalam keadaan hangat cukup dipanaskan kembali," bebernya.


Adapun seleksi pindang patin kalengan yang diikuti 7 tim dari dasa wisma PKK kampung Talang Kepuh di lingkungan RT 18, hanya diambil tiga terbaik yang berhak memperoleh proses pindang patin kalengan setelah melalui proses penilaian juri oleh Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI). Tiga kelompok terbaik tersebut adalah tim Asoka dengan nilai 85,  tim Anggrek mendapat skor 80, dan tim Cempaka dengan nilai 70. 

KALDERANEWS - Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Bupati Kabupaten Musi Banyuasin sangat serius, dan komitmen dalam menangani stunting (kurang gizi) pada anak-anak di Bumi yang berjuluk Serasan Sekate.

Salah satu bentuk keseriusannya yaitu meluncurkan program percepatan gerakan penanganan stunting. Bahkan, program ini juga menjadi program prioritas Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin dan Wakil Bupati Muba Beni Hernedi.

Hal ini disampaikan langsung oleh Sekda Muba Drs H Apriyadi, MSi, saat mewakili Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin melaunching program percepatan gerakan penanganan stunting dan sekaligus membuka seminar kesehatan, Kamis (27/02/2020) di Opproom Pemkab Muba.

Tampak hadir langsung Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Dr Suprapedi M Eng, Segenab Forkopimda, OPD Muba, Para Camat, Para Kades se-kabupaten Muba.

Kepala Dinas PMD H Richard Cahyadi, AP MSi dalam laporannya menyampaikan pelaksanaan berdasarkan dengan Permendes PDTT RI nomor 11 tahun 2019 tentang penggunaan dana desa tahun 2020, dan Peraturan Bupati Muba Nomor 2 tahun 2020 tentang petunjuk teknis kegiatan dana desa yang bersumber dari APBN tahun 2020 di Kabupaten Muba.

"Kegiatan ini diadakan dengan tujuan untuk meningkatkan peran lintas program dan lintas sektor dalam Pencegahan dan penurunan balita kurang gizi terutama masalah stunting di Muba,"ungkapnya.

Sementara itu dalam sambutannya Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin, Drs H Apriyadi MSi mengatakan bahwa program inovatif
tersebut, merupakan salah satu bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap masyarakat kabupaten Muba.

"Program Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin launching yang kita lakukan hari ini, dalam rangka pencegahan program stunting di Kabupaten Musi Banyuasin,"jelasnya.

Oleh sebab itu, dikatakan Dia pencegahan
Stunting harus semakin dipercepat agar kualitas kesehatan masyarakat Muba semakin baik.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, dimana Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Muba yang telah bekerjasama dengan semua pihak. Dan kami mengucapkan terima kasih karena juga telah berpartisipasi mendukung program pemerintah,"terangnya.

Dikatakannya, untuk pencegahan masalah stunting tersebut Bupati Dodi telah mengalokasi dana desa sebesar 13 miliar. Sehingga, lanjut Apriyadi, target kita di tahun 2022 permasalahan stunting tidak ada lagi di Muba.

‘’Saya harap program percepatan pencegahan stunting ini didukung sepenuhnya oleh OPD dan semua camat serta elemen masyarakat lainnya, demi untuk masa depan generasi Kabupaten Muba mendatang,"katanya.

Senada, Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Dr Suprapedi MEng dalam sambutannya mengapresiasi program Bupati Muba yang telah mengaloksi dana desa sebasar 13 miliar tersebut untuk mengatasi stunting di Muba.

Menurutnya, dana yang dialokasikan oleh Bupati Muba tersebut sangat besar dibandingkan dengan daerah lain. "Stunting ini bukan hanya permasalahan daerah saja tapi sudah menjadi nasional. Program yang dilakukan oleh pemerintah Musi Banyuasin pertama dengan kebijakan Dana Desanya. Kami sangat apresiasi kepada Bupati Muba,"ungkapnya.

Dikatakan, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, sehingga anak terlalu pendek pada usianya.

Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir, tetapi kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia dua tahun tersebut bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja tapi merupakan tanggung jawab kita bersama.

"Strategi nasional dalam menurunkan stunting dilakukan dengan intervensi gizi spesifik atau langsung menyasar anak yakni untuk anak dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Upaya yang dilakukan di antaranya pemberian obat atau makanan untuk ibu hamil atau bayi berusia 0 sampai 23 bulan,"pungkasnya

Ad Sidebar

Latest Tweets

Feby Deru Dampingi Iriana Jokowi Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Tes IVA Hingga Temui Pengrajin Songket… https://t.co/yxjLiPEQUl
Kunjungi Stan Dekranasda Sumsel, Iriana Jokowi Janji Temui Pengrajin Kain di Palembang https://t.co/6FQb5LcCCy via @tripplesworld
Menang Tipis Atas PSGC Ciamis, Sriwijaya FC Makin Kokoh di Puncak Klasemen https://t.co/V0DFFAlQDG lewat @tripplesworld
Metzelder Diduga Terlibat Kasus Pornografi Anak https://t.co/knEQDSYopZ lewat @tripplesworld
Icardi Tuntut Inter Milan Bayar Kompensasi 1,5 Juta Euro https://t.co/IZVf4wvhGn lewat @tripplesworld
Napoli Boyong Fernando Llorente dari Tottenham https://t.co/FnVARyGvqx
Follow Kaldera News on Twitter

Please publish modules in offcanvas position.