Sumatera-Selatan

Sumatera-Selatan (1017)

KALDERANEWS  - Menjamurnya pendirian pondok pesantren ( ponpes)di Bumi Serasan Sekate tidak terlepas dari konsistensi Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin,  Membangun Umat Berbasis Agama.
 
"Sudah menjadi komitmen, kepedulian saya dan Pemerintah Kabupaten Muba untuk memperbanyak sarana pendidikan, termasuk pesantren yang berkualitas. Sarana pendidikan yang bisa dinikmati warga Muba,"ucap Bupati Muba pada saat menerima audiensi Pengurus Yayasan Majelis At-Turots Al-Islamy Cabang Sekayu, Rabu (31/3/2021).
 
Bupati DRA menyambut baik rencana pendirian  Ponpes Islamic Centre Bin Baz di Kabupaten Muba. Dengan didirikan Ponpes tersebut semoga bisa lebih semangat lagi dalam menyiarkan agama islam.
 
"Alhamdullilah sejak tiga-empat tahun terakhir sudah banyak sekali pendirian Ponpes di Kabupaten Muba. Ini membuktikan masyarakat kita sangat peduli akan nilai-nilai keagamaan, dan pemerintah juga ikut mendorong dengan memberikan bantuan-bantuan ke Ponpes yang setiap tahunnya meningkat,"ucap Dodi.
 
Pembina GP Ansor Sumsel ini juga mengutarakan, dirinya bersyukur sekarang ini keberadaan Ponpes di Muba sudah semakin merata, tidak hanya ada di lintas timur Muba, tapi juga sudah merambah ke lintas tengah dan barat. Lokasi yang dipilh di Desa Karang Anyar Kecamatan Lawang Wetan sangat tepat untuk didirikan Ponpes Islamic Centre Bin Baz.
 
"Alhamdlullilah syukur, adalagi yang berkeinginan mendirikan Pompes, apalagi diketahui Islamic Centre Bin Baz ini salah satu Ponpes yang sudah mengakar dan terpuji dalam pendidikan umat islam. Tentu kami akan mensupport apa yang menjadi kewajiban dan kewenangan kami, apa yang bisa kita sinergikan maka kita lakukan,"pungkasnya.
 
Ketua Yayasan Majelis At-Turots Al-Islamy Cabang Sekayu, Mustamir SPdI menyampaikan bahwa Islamic Centre Bin Baz adalah salah satu Pondok Pesantren di Jogja (Yogyakarta). Menyelenggarakan program pendidikan terpadu dari PAUD, SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi.
 
"Kami berkeinginan untuk mendirikan Cabang Ponpes Bin Baz Yogyakarta. Alhamdullilah sudah mendapatkan tanah hibah seluas 7 ha berlokasi di Desa Karang Anyar Kecamatan Lawang Wetan. Selain itu kami juga sudah melakukan pengkaderan, sebanyak 10 pelajar dari Muba sudah dikirim untuk belajar kesana, gunanya nanti selesai pendidikan bisa pulang dan mengabdi di Ponpes Bin Baz Kabupaten Muba,"bebernya.
KALDERANEWS - Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dr H Dodi Reza Alex Noerdin yakin bahwa profesi wartawan adalah profesi yang mulia. Sebagai profesi jurnalis yang berhubungan erat dengan informasi, maka  tentu harus berita yang disajikan sesuai  fakta dan kebenaran.
 
"Saya tegaskan bahwa saya hadir  disini, sebagai kepala daerah yang wajib mengayomi  dan melayani warganya termasuk melindungi seluruh profesi wartawan, saya tetap konsisten akan mengayomi seluruh  elemen media yang berkarya di Musi Banyuasin dan termasuk IWO serta mendorong perkembangan IWO di Kabupaten Muba," ucap Dodi pada acara Pengukuhan Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Muba periode 2021 - 2026, di Auditorium Pemkab Muba, Selasa (30/3/2021).
 
Dikatakan Dodi, menjadi wartawan itu berat karena bukan hanya penyampai berita tapi juga harus menjaga peradaban , yaitu sifat, tindak tanduk, etika, sopan santun.Bagaimana seorang wartawan harus bisa menyampaikan berita dengan lugas, terpercaya dan menjunjung tinggi peradaban.
 
"Benar dikatakan Ketum IWO pusat, bahwa wartawan juga harus peka terhadap bencana, sembari menggali berita untuk memberitahu pemerintah, karena kita pemerintah tidak boleh alergi dengan kritik, namun juga diperhatikan, jangan buat tulisan berita bikin yang sifatnya memprovokasi, kalau disampaikan dengan santun dan benar pasti akan diapresiasi dan dijadikan masukan bagi Pemkab,"ucapnya.
 
Kepala Daerah Terpopuler di Sosial Media ini juga menyampaikan, dengan telah terbentuknya IWO Muba, diharapkan dapat menjunjung tinggi  peradaban, menjadi organisasi yang mendapat pengakuan legitimasi dan menjadi  contoh organisasi bagi wartawan lainnya. 
 
"Saya ucapkan selamat kepada pengurus daerah IWO Muba, beritakan secara benar dan jangan menjadi hakim di lapangan, karena ada kode etik yang harus dijunjung berdasarkan UU No 40/1999 Tentang Pers, jurnalis bukan hanya menyiarkan berita saja tapi punya tanggung jawab moral, dengan begitu akan bisa membawa IWO Muba menjadi organisasi yang dihormati,"pungkas Bupati DRA.
 
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Wartawan Online (IWO) Jodhi Yudono menyampaikan ucapan selamat kepada IWO Muba yang sudah dikukuhkan. Dirinya berpesan agar IWO Muba dapat beramanah karena wartawan itu tugasnya berat, sebagai penyampai pesan kepada seluruh lapisan masyarakat. 
 
"Kalian wartawan harus amanah, sebagai penyampai pesan maka dalam menjalankan tugas, wartawan harus fokus pada kebaikan dan menjauhi kesesatan, karena kebaikan akan membawa kebaikan untuk negeri.  Kode etik  jurnalistik harus dipatuhi bersama, kalian boleh nulis apa saja tapi ingat ada tanggung jawab yang luar biasa di pundak kalian, karena menentukan hitam dan putih perjalanan,"ujarnya.
 
Jhodi menyebutkan, dari Aceh sampai Papua IWO sudah dilantik, jadi organisasi IWO bukan main-main lagi. Organisasi yang didirikan dengan semangat mandiri tanpa bersandar pada apapun, maka dari itu dirinya mengajak agar IWO tetap menjaga spirit membangun peradaban dan kemanusiaan.
 
"Tetap jadi wartawan dan manusia yang baik, tugas wartawan menulis berita, bukan terlibat dalam persoalan. Tetaplah jadi wartawan, kita tidak hendak jadi birokrat maka jadilah wartawan yang maju kedepan, kreatif dan terus berbenah dengan kemajuan teknologi,"pungkasnya.
 
Sementara itu Ketua IWO Muba Riyan Shaputra mengatakan, dengan telah dikukuhkan organisasi IWO Muba semoga dapat menjalin sinergitas dan silaturahmi yang baik, untuk mendukung visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Muba menuju Muba Maju Berjaya.
 
"Tantangan kemajuan di era digitalisasi ini tidak dapat kita hindari dan tidak bisa kita pungkiri, melalui kemajuan digitalisasi ini mudah-mudahan kami dapat mebangkitkan kecerdasan masyarakat melalui organisasi IWO Muba,"ucap Riyan.
 
 
 
KALDERANEWS - Setelah melakukan vaksinasi kepada beberapa komponen masyarakat, kali ini Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin mengalokasikan suntik vaksin COVID-19 kepada  3.200 tenaga pendidik (guru) dan tenaga kependidikan (penjaga sekolah, operator, tenaga kebersihan dan staf administrasi kantor) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). 
 
"Seluruh guru dan tenaga kependidikan akan diberikan vaksin secara bertahap. Dari total 11.597 guru dan tenaga kependidikan di Muba, hari ini dilakukan vaksinasi serentak kepada 3.200 orang tersebar di 15 kecamatan dalam Kabupaten Muba," lapor Kepala Dinas Kesehatan, dr Azmi Dariusmansyah MARS saat vaksinasi berlangsung di Opproom, Senin (29/03/2021).
Suntik vaksin  Covid-19  serentak guru dan tenaga pendidik di Kabupaten Muba ini dibanderol tema  “Kesehatan Pulih, Pendidikan Berjalan dan Ekonomi Bangkit”. 
 
Azmi menyebut   pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Muba telah berlangsung hampir dua bulan dan baru 5 persen terealisasi dari jumlah penduduk Muba. Pelayanan vaksin di Kabupaten Muba dilakukan dengan strategi berbasis komunitas atau kelompok dalam masyarakat sehingga jangkauan pelaksanaan vaksinasi dapat terlaksana hingga seluruh lapisan masyarakat.
 
"Setelah vaksinasi massal terhadap guru diberikan, target selanjutnya adalah pedagang, pengemudi angkutan umum, sopir travel, ojek. Vaksinasi dilakukan dengan mendatangi sasaran, bekerjasama dengan dinas terkait untuk pendataan dan mobilisasi sasaran yang akan divaksin,"lapornya.
 
Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin mengatakan, pelaksanaan vaksin COVID-19 baru 5 persen dari total seluruh penduduk di Kabupaten Muba. Teori mengatakan kekebalan komunitas akan terbentuk apabila 80 persen warga masyarakat di daerah/negara sudah  divaksinasi. 
 
"Maka dari itu dihimbau agar seluruh lapisan masyarakat dapat menjalani vaksin COVID-19 Tidak ada kata menolak. Vaksin bukan saja melindungi diri sendiri tapi juga orang-orang di sekitar kita terutama keluarga. Baru 5 persen, artinya baru sedikit sekali, dan ini terjadi di seluruh daerah di indonesia. Karena keterbatasan dosis vaksin. Kita do'akan secepatnya vaksin tercukupi, jalur distribusinya aman dan kesiapan warga serta pemeritah juga aman," kata Dodi.
 
Kepala daerah inovatif ini berharap agar dosis vaksin untuk warga Muba dengan target 80 persen dapat segera terpenuhi. Menurutnya, kalau vaksin ini bisa dimandatkan ke daerah 100 persen, sudah dari awal dirinya akan mengadakan vaksin secara mandiri untuk warga Muba sayangnya  aturan dari pusat penyebaran harus sama rata ke daerah hingga ke pelosok Indonesia 
 
"Oleh karena itu bagi yang divaksin hari ini berbahagialah, jangan takut sebab kalian justru  beruntung. Dari 5 persen yang divaksinasi, pejabat publik, pimpinan daerah, TNI, Polri, Organisasi Perangkat Daerah, wartawan dan hari ini giliran guru dan tenaga kependidikan," ucapnya.
 
Bupati yang juga Ketua Umum KADIN Sumsel  mengatakan, vaksinasi dilakukan sebagai salah satu bentuk persiapan pembukaan kembali sekolah secara tatap muka pada Juli 2021. Namun sayaratnya tenaga pendidik harus divaksin, supaya efektif dan aman.
 
"Dan walaupun  sudah divaksin namun tetap harus menjaga protokol kesehatan, tetap jalani 3M, Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak, serta menghindari kerumunan. Kita juga akan genjot vaksinasi ini. Saya akan intruksikan kepada perusahaan-perusahaan di Muba segera melakukan pendataan dan melakukan vaksinasi mandiri. yang akan  diinisiasi oleh KADIN," ujarnya.
KALDERANEWS - Semangat pemuda Kecamatan Bayung Lencir, Musi Banyuasin ikut andil cegah Karhutbunlah  patut diacungi jempol.  Semangat menggebu mereka makin padu saat Forkopimcam Bayung Lencir ikut terlibat aktif.
 
Gabungan masyarakat berjuluk Pemuda Tanggap Karhutbunlah (PATAKA) ini mengukuhkan diri sebagai  ketangguhan kelompok pemuda peduli  bahaya bencana Karhutbunlah. 
Pada  Sabtu (27/3) anggota PATAKA ini membekali diri dengan dasar-dasar pencegahan karhutbunlah di Kantor Manggala Agni Daops Sumatera XV. Anggota PATAKA ini ditempa para pelatih dan pemateri dari personil Manggala Agni.
 
Camat Bayung Lencir, M Imron S.Sos MSi, menyebut  kelompok ini memang terbukti aktif pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Bayung Lencir. "Semangat dan kepedulian mereka sudah kita rasakan di tahun-tahun sebelumnya.  Mereka sudah pernah terjun membantu memadamkan api saat karhutbunlah di desa-desa yang mengalami kebakaran hutan. Forkopimcam bulat memfasilitasi semangat para pemuda lintas organisasi  mulai  KNPI, Katar, HMP, Pramuka, PMI, PPI, GP. Ansor, IPPNU, BANSER.  Kita dukung  dalam pelatihan agar  paham teknis di lapangan.  Jadi semangat mereka ini  tidak jadi petaka," ungkapnya.
 
KADAOPS Manggala Agni Daops Sumatera XV, Jamhari melalui Sekdaops Raden Martono SH mengaku bangga. Menurutnya kelompok pemuda peduli Karhutbunlah seperti ini baru ada di Kecamatan Bayung Lencir. Secara terbuka ia mengaku salut dengan semangat Pemuda Kecamatan Bayung Lencir ini.
"Kami siap membantu mendidik dan melatih siapa saja, baik warga maupun pihak swasta yang sangat peduli karhutbunlah," ujarnya.
 
Fasilitasi  Forkopimcam Bayung Lencir ini  diapresiasi oleh para pemuda yang tergabung dalam PATAKA.
 "Kami berterimakaih kepada Camat dan Manggala Agni yang telah memberikan sosialisasi pengenalan peralatan dan pengetahuan dasar antisipasi kebakaran hutan, kebun dan lahan sebagai modal dasar kami.  Kedepan kami berharap diadakan diklat lebih matang lagi untuk PATAKA," kata Ketua Pataka, Jonimal Mistiya
 
Terpisah, Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin mengatakan bahwa upaya-upaya penanggulangan karhutlah terus dilakukan.
 
"Soal potensi karhutla dan pencegahannya terus kita lakukan, termasuk kita sudah memaksimalkan sinergi dengan daerah perbatasan di Muaro Jambi. Saat ini Pemkab Muba melalui BPBD bersama Forkopimda, juga Camat dan Forkopimcam terus melakukan monitoring ke daerah-daerah yang rawan karhutlah dan semoga Muba zero karhutlah tahun 2021", harapnya.
KALDERANEWS - Komoditas karet dan kelapa sawit di Musi Banyuasin (Muba), berhasil diimplemantasikan menjadi komoditas ramah lingkungan dan berkelanjutan. Muba, kabupaten yang dipimpin Bupati Musi Banyuasin Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA juga sukses  berdampak meningkatkan perekonomian petani rakyat. Produk unggulan itu  inovasi terobosan realisasi pengolahan aspal berbahan baku karet dan pengolahan kelapa sawit menjadi biofuel atau bahan bakar nabati. 
 
Untuk langkah lebih taktis,  Pemkab Muba melaksanakan MoU dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumsel, dan Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (GAPKINDO) Sumsel, Kamis (25/3/2021) di Hotel Santika Premiere Palembang. 
 
"Kesepakatan bersama ini  sebagai upaya yang terarah, terpadu dan berkelanjutan, melibatkan  para pihak dalam program perkebunan kelapa sawit berkelanjutan di Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan," ungkap Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA. 
 
Kesepakatan bersama ini, tegas Dodi,  juga bertujuan agar sistem usaha perkebunan kelapa sawit layak 
secara ekonomi, layak sosial budaya dan ramah lingkungan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
 
"Obyek kesepakatan bersama ini adalah perkebunan kelapa sawit berkelanjutan di Kabupaten Musi 
Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan," ulasnya.
 
Ruang lingkup kesepakatan bersama ini meliputi:  pendampingan terhadap pekebun kelapa sawit rakyat dalam teknik budidaya secara 
good agriculture practice (GAP) dan pemasaran tandan buah segar (TBS) kelapa sawit sesuai standar harga yang ditetapkan pemerintah, percepatan realisasi target program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) pada perkebunan rakyat, fasilitasi pemberian jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit dan perkebunan kelapa sawit rakyat. 
 
" Lalu fasilitasi pemberian perlindungan bagi pekerja perempuan di perusahaan perkebunan kelapa 
sawit dan perkebunan kelapa sawit rakyat, pembinaan dan pengawasan terhadap perusahaan perkebunan dan perkebunan rakyat untuk tidak memperkerjakan anak dibawah umur, dan percepatan penerbitan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) bagi pekebun kelapa sawit," sebutnya. 
 
Dodi menambahkan, obyek kesepakatan bersama ini adalah penyelenggaraan pembinaan terhadap pekebun karet dalam rangka peningkatan mutu bahan olah karet (BOKAR) di Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan.
 
"Ruang lingkup kesepakatan bersama ini, meliputi penyuluhan/sosialisasi terkait kebijakan dan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan peningkatan mutu bokar kepada pekebun karet, pelatihan dan/atau pendampingan kepada pekebun karet dalam rangka peningkatan mutu  bokar,  penguatan kapasitas kelembagaan unit pengolahan dan pemasaran bokar (UPPB), dan 
pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam transaksi pemasaran bokar di UPPB," tambahnya. 
 
Ketua GAPKI, Alex Sugiarto didampingi Ketua GAPKINDO, Alex Kurniawan Edy mengaku sangat senang bisa melaksanakan MoU dengan Pemkab Muba. Terlebih komoditas karet dan sawit di Muba menjadi salah satu komoditas terbesar di Sumsel. 
 
"Bupati-nya sangat konsen terhadap kebutuhan petani sawit dan karet. Kami berharap komitmen seperti ini juga dapat diindahkan kepala daerah lainnya yang wilayahnya didominasi  komoditas  sawit dan karet," pungkasnya.
 
MoU ini ikut dihadiri Kepala Dinkominfo Muba Herryandi Sinulingga AP, Kadispopar Muba Muhammad Faris SSTP MM, Plt Kepala Dinas Perkebunan Muba Akhmad Toyibir SSTP MM, Kabag Kerjasama Setda Muba Dicky Meiriando SSTP MH, dan Kabag Umum Setda Muba Seprizal SE MSi.
KALDERANEWS - Menjelang bulan puasa pada April mendatang, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA menginstruksikan OPD terkait dalam hal ini Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Muba untuk mengecek dan memastikan harga barang pokok stabil dan tidak ada pedagang nakal yang menjual makanan yang mengandung bahan berbahaya. 
 
"Pastikan harga barang pokok stabil, kita sidak semua pasar tradisional di Muba," ungkap Kepala Daerah Inovatif 2020 ini. 
 
Menurutnya, melihat tradisi biasanya menjelang bulan puasa, hampir semua barang pokok akan mengalami kenaikan harga. "Maka dari itu harus kita pastikan harga harga tetap stabil, apalagi kita masih dihadapkan pada pandemi COVID-19," ujar Ketua KADIN Sumsel itu. 
 
Kepala Disdagperin, Azizah SSos MT mengungkapkan pihaknya telah melakukan sidak ke pasar tradisional dan mengecek harga-harha barang pokok di pasar. "Harga harga barang pokok dan penting sampai menjelang Ramadhan di pasar-pasar dalam Kab. Muba relatif stabil," bebernya. 
 
Namun, hanya saja cabe merah dan kedelai terjadi kenaikan di kisaran harga Rp. 55.000 dan kedelai bahan baku tempe naik dari harga Rp. 10.000 menjadi Rp. 12.000 per kilo. "Kenaikan bukan disebabkan karena mendekati Ramadhan tetapi memang sudah cukup lama terjadi kenaikan secara nasional," terangnya. 
 
Lanjutnya, upaya yang dilakukan adalah melakukan sidak pasar dan pemantauan harga-harga barang pokok dilakukan di 4 kecamatan yaitu Sekayu, Sungai Lilin, Bayung Lencir dan Babat Toman oleh Tim Pemantauan Kabupaten yang terdiri dari Disdagperin, BP POM, Dinas Kesehatan, Dinas TPHP, Polres Muba, Satpol PP, Dinas PTSP, Bagian Hukum. 
 
"Sidak juga dilakukan dengan menguji sampel makanan untuk mengetahui kandungan yang terdapat dalam makanan seperti tempe, tahu, ikan laut, ayam, daging. Tujuannya agar tidak terjadi penggunaan bahan yang dilarang dan berbahaya seperi borax, formalin atau pengawet makanan lainnya serta kualitas bahan makanan yang sudah expire dilakukan pengecekan oleh Tim," terangnya.
KALDERANEWS - Pembukaan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadist (STQH) yang ke XXVI Tingkat Kabupaten Musi Banyuasin dilaksanakan di Masjid Jami' An-Nur Sekayu, Rabu (24/3/2021) diikuti oleh 263 peserta.
 
STQH XXVI 2021 yang bertema, Melalui Seleksi Tilawatil Quran dan Hadist Nabi (STQH), Kita Wujudkan Masyarakat Muba yang Qur'ani Menuju Muba Maju Berjaya 2022 ini melibatkan peserta dari 14 kecamatan di Muba.
 
Ketua Panitia, Kabag Kesra H Opi Pahlopi MAg  menyampaikan  STQH dilaksanakan berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama tentang Usaha Peningkatan, Penghayatan dan Pengamalan Alquran bagi umat Islam dalam kehidupan sehari-hari, serta Keputusan Bupati Muba.
 
“Para peserta  diharapkan mampu mengaplikasikan di lingkungan keluarga masyarakat dan bangsa kita pada umumnya untuk menegakkan kembali kejayaan islam,” katanya.
 
STQH juga bertujuan mencari qori dan qoriah yang berkualitas. Mereka ini nantinya akan mewakili Kabupaten Muba di tingkat provinsi yang insya Allah akan dilaksanakan di Kabupaten OKU Timur pada  Mei tahun ini. Semoga kafilah Muba  dapat mewakili Sumsel di tingkat Nasional.
 
“Adapun jumlah peserta 263 orang yang terdiri 15 Kecamatan. Jumlah cabang lomba ada tiga yang terdiri dari, cabang tilawah, cabang hafizh, dan cabang hadist nabi. Acara  dilaksanaan selama 5 hari mulai 24 hingga 29 Maret 2021,” ungkapnya.
 
Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Muba, Drs H Apriyadi MSi membuka pelaksanaan STQH sekaligus mengukuhkan dewan hakim dan juri STQH  XXVI tingkat Kabupaten Muba tahun 2021.
 
Dikatakan Sekda, tema yang dipilih pada STQH kali ini sangat tepat, di era modern yang serba digital sekarang ini,masyarakat sudah terlena dengan dunia maya dan asyik dengan keriuhan media sosial, game dan lainnya. Mulai dari anak-anak, remaja bahkan orang dewasa, sehingga lupa mengawasi anakn untuk mempelajari Al-quran yang akhirnya banyak anak-anak yang buta aksara Al-quran. Ini  harus segera diantisipasi sedini mungkin.
 
"Saya berharap STQH XXVI ini momen yang tepat untuk memotivasi masyarakat kita  selalu meningkatkan mental spritual keagamaan  dan untuk selalu bersama Al-quran di setiap waktu. Dengan semakin mencintai dan memahami Al-quran, kesuksesan akan menyertai kita baik sukses dunia maupun akhirat,"pungkasnya.
   
Apriyadi juga mengatakan, tujuan STQH ini untuk menggali dan meprioritaskan prestasi putra-putri terbaik asli Muba baik qori-qori'ah, hafiz-hafizoh, mufassir dan mufasiroh, muhadist dan muhadistah yang dapat berprestasi pada STQH  tingkat provinsi bahkan nasional.
 
"Kami juga menghimbau dan mengajak semua pihak untuk senantiasa membiasakan hidup bersih dan sehat, tetap memakai masker, menjaga jarak setiap kegiatan, cuci tangan, serta laksanakan rapid test setiap akan melaksanakankegiatan atau kumpul. Jangan sampai karena kegiatan yang sangat mulia ini menjadi penyebab timbulnya kasus baru penyakit COVID-19 yang sedang mewabah,"tutupnya.
KALDERANEWS - Guna memaksimalkan sinkronisasi perencanaan dalam penyelenggaraan urusan Pemerintah Daerah sesuai dengan tupoksi masing-masing, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemkab Muba menggelar Forum Perangkat Daerah (PD), dan kali ini pada Forum PD tersebut Bappeda melakukan sinkronisasi dengan Dinkominfo Muba. 
 
"Sesuai dengan RPJMD 2017-2022 Indikator Kinerja Utama pada Dinas Kominfo Muba adalah dengan mewujudkan misi meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik melalui peningkatan kualitas birokrasi yang bersih dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," ungkap Kadin Kominfo Muba Herryandi Sinulingga AP diwakili Sekretaris Hj Nurzahrawati SPd MT
 
Sekretaris Kominfo menambahkan, tujuannya yakni meningkatkan birokrasi yang bersih, responsif dan bertanggung jawab melalui optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung pelayanan publik menuju smart city.
 
"Kemudian, ada pula Indikator Kinerja Kegiatan yakni meningkatkan pemanfaatan dalam mendukung pelayanan publik menuju smart city dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik melalui pelayanan informasi serta penyebarluasan informasi dan komunikasi kepada masyarakat berbasis TIK," urainya. 
 
Lanjutnya, adapun sasarannya yaitu optimalisasi pemanfaatan dalam mendukung pelayanan menuju smart city, meningkatkan pengamanan informasi milik pemerintah daerah, optimalisasi ketersediaan data yang terintegrasi dan terwujudnya penyebarluasan informasi kepada masyarakat di berbagai media komunikasi dan informasi
 
"Pada Dinkominfo Muba ada beberapa program yaitu Program sekretariat, program informasi dan komunikasi publik, program aplikasi informatika, program statistik sektoral," bebernya. 
 
Sementara itu, Kepala Bappeda Muba Drs Iskandar Syahrianto melalui Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Amrah Syarif ST MT menyebutkan, maksud dan tujuan penyelenggaraan forum perangkat daerah Kabupaten Musi Banyuasin merupakan forum sinkronisasi perencanaan dalam penyelenggaraan urusan Pemerintahan Daerah untuk merumuskan program dan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsi Perangkat Daerah. 
 
"Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah untuk memperoleh masukan dan kesepakatan dalam rangka penajaman target kinerja sasaran, program dan kegiatan, lokasi dan kelompok sasaran dalam Rancangan Renja Perangkat Daerah," tutur Iskandar. 
 
Dikatakan, agar dalam menyusun rencana kerja tahun 2022 mengacu pada rencana strategis dan perubahan RPJMD Kabupaten Musi Banyuasin yang telah ditetapkan. Agar kepada perwakilan Perangkat Daerah terkait, dapatnya memperhatikan secara sungguh-sungguh dan sinergi dengan rencana kerja Perangkat Daerah. 
 
"Semoga Forum Perangkat Daerah ini mampu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk mendukung Visi dan Misi Kabupaten Musi Banyuasin," tandasnya.
KALDERANEWS - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dibawah kepemimpinan Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA bersama Wakilnya Beni Hernedi SIP mempunyai andil yang sangat besar meningkatkan kinerja dan produktifitas PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (BSB).
 
Terlebih, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, merupakan pemegang saham nomor dua terbesar, setelah Pemerintah Provinsi Sumsel.
 
“Kita berharap kinerja BSB terus maksimal,” ungkap Wabub Muba, Beni Hernedi, SIP di sela menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun 2021, di Ballroom Hotel Fairmont Jakarta, pada Senin (22/3/2021).
 
Beni mengungkapkan, dalam rangkaian RUPS Bank Sumsel Babel tersebut, salah satu rangkaiannya yakni diantaranya, diawali dengan mendengar langsung arahan dari Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Muhammad Tito Karnavian, dengan tema "Kepemilikan Saham Pemerintah Daerah pada Badan Usaha Milik Daerah, berdasarkan Peraturan Pemerintah No 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah".
 
"Salah satu agendanya tadi yakni, mendengarkan arahan dari Mendagri terkait PP No 54 tahun 2017,” bebernya.
 
Lanjutnya, Menteri Dalam Negeri telah memberikan arahan untuk mengoptimalkan peran BUMD di daerah diantaranya, yakni pemerintah daerah harus berkomitmen untuk mendorong BUMD meningkatkan pelayanan publik, regulasi, kemudahan investasi, dan stabilitas perekonomian.
 
Kemudian membangun stabilitas di pemerintah pusat, daerah, DPRD, dan BUMD yang kuat.
 
"Serta melaksanakan perubahan dalam bentuk badan hukum sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 54/2017. Penguatan modal BUMD juga harus menjadi perhatian kita selaku pemerintah daerah pemegang saham," pungkas Beni.
KALDERANEWS - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)) Kabupaten Musi Banyuasin mengelar Training Service Excellence dan Public Speaking, guna meningkatkan kualitas pelayanan prima pegawai DPMPTSP, Senin (22/3/2021) di Hotel Ranggonang Sekayu
 
Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Kepala DPMPTSP Muba Erdian Syahri S Sos MSi dan diikuti peserta 20 orang pegawai DPMPTSP, 5 orang Dharma Wanita DPMPTSP, 5 orang peserta TP PKK Muba, dan menghadirkan langsung trainer nasional sebagai narasumber pelatihan Suherman Wahid SE MM
 
Kepala DPMPTSP Muba Erdian Syahri, SSos MSi dalam sambutannya, mengatakan sebagai mana visi Kabupaten Muba (Muba maju berjaya 2022) dan misi Kabupaten, meningkatkan tata kelola pemerintah yang baik melalui peningkatan kualitas birokrasi yang bersih dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yaitu dengan peningkatan kualitas birokrasi melalui Public Speaking dan Service Excellence ini.
 
Selain itu, Erdian juga berharap kepada peserta agar mengikuti pelatihan tersebut dengan sungguh-sungguh sehingga peserta dapat memberikan pelayanan prima dalam bertugas dan mengutamakan kepuasan masyarakat di Kabupaten Muba ini. 
 
Dari pelatihan ini juga diharapkan peserta dapat berkomunikasi dan berinteraksi kepada masyarakat khususnya pelaku usaha dan pihak perusahaan dengan baik, santun, sopan, bertutur kata lembut, terstruktur dan selalu senyum.
 
"Dengan adanya pelatihan ini, kami harapkan ada manfaat yang di peroleh peserta yaitu meningkatkannya teknik untuk membangun keterampilan komunikasi yang efektif, membangun pentingnya sikap positif, dan dapat membangun mindset of success dalam bekerja, serta memahami teknik menghadapi customer atau pelanggan yang sulit dan emosional,"pungkasnya
 
Sementara Ketua Pelaksana Yunita Indriaty SE MSi dalam menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan pelatihan public Speaking dan Service Excellence untuk menambah wawasan atau knowledge dan keterampilan dan supaya pegawai mampu melakukan presentasi dan berbicara di depan umum secara percaya diri dan nyaman sehingga bisa menyakinkan orang lain.
 
Selain itu, lanjutnya agar pegawai mampu menemukan strategi yang canggih dalam menghadapi berbagai tipe audience. sedangkan Service excellence salah satu upaya kita membuka wawasan, imajinasi dan membangun motivasi serta komitmen kuat bagi SDM dalam memberikan layanan yang prima bagi institusi, perusahaan dan konsumen.
Ad Sidebar

Latest Tweets

Feby Deru Dampingi Iriana Jokowi Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Tes IVA Hingga Temui Pengrajin Songket… https://t.co/yxjLiPEQUl
Kunjungi Stan Dekranasda Sumsel, Iriana Jokowi Janji Temui Pengrajin Kain di Palembang https://t.co/6FQb5LcCCy via @tripplesworld
Menang Tipis Atas PSGC Ciamis, Sriwijaya FC Makin Kokoh di Puncak Klasemen https://t.co/V0DFFAlQDG lewat @tripplesworld
Metzelder Diduga Terlibat Kasus Pornografi Anak https://t.co/knEQDSYopZ lewat @tripplesworld
Icardi Tuntut Inter Milan Bayar Kompensasi 1,5 Juta Euro https://t.co/IZVf4wvhGn lewat @tripplesworld
Napoli Boyong Fernando Llorente dari Tottenham https://t.co/FnVARyGvqx
Follow Kaldera News on Twitter

Please publish modules in offcanvas position.