Sumatera-Selatan

Sumatera-Selatan (1017)

KALDERANEWS - Gubernur Sumsel H.Herman Deru memang tak mengenal libur atau akhir pekan. Setiap waktu selalu dimanfaatkannya untuk menyapa dan menyerap aspirasi warganya. Seperti hari Minggu 11 April pagi, di sela jadwalnya memenuhi undangan hajatan warga, HD menyempatkan diri melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Hayya Alal Falah yang berada di pemukiman penduduk di Jalan Padat Karya, Komplek Griya Intikom Kelurahan Srimulya, Kecamatan Sematang Borang Palembang. 
 
Herman Deru mengaku salut atas kekompakan warga yang rela swadaya membangun rumah ibadah untuk kepentingan bersama. Iapun bangga karena untuk mendapatkan dana membangun masjid itu warga tidak memungut sumbangan di jalanan. "Saya sangat menghargai upaya ini. Tanpa APBN tanpa APBD warga bisa membangun rumah ibadah. Ini benar-benar menggugah Saya," ujar HD membuka sambutan. Kekaguman HD tak berhenti disitu saja, Ia juga mengaku sangat senang karena masih banyak warga yang rela memberikan tanahnya sebagai wakaf untuk membangun masjid di lahan seluas 546 meter persegi tersebut. Oleh karena itu Iapun berharap jika masjid ini selesai dibangun masyarakat dapat benar-benar memakmurkannya. 
 
Mengisinya dengan berbagai kegiatan. Tak hanya untuk beribadah namun ini juga bisa menjadi tempat melaksanakan kegiatan sosial keagamaan hingga sebagai tempat akad nikah bagi warga yang membutuhkan. " Untuk membangun masjid seperti ini memang butuh tekad, perencanaan dan pendanaan. Dan bagus sekali warga tidak meminta-minta di jalan. Ini sesuai surat edaran yang Saya keluarkan untuk melarang pungutan dalam bentuk apapun di jalanan," jelasnya. 
 
Menurut HD ada beberapa alasannya mengeluarkan larangan tersebut. Selain mengganggu pengguna jalan dan cepat merusak jalan, meminta sumbangan di jalan juga rentan dan berbahaya. Karena dapat menimbulkan kecelakaan dan lainnya. Sebagai stimulan, dalam kesempatan itu Gubernur HD juga memberikan bantuan bahan bangunan untuk penyelesaian oembangunan masjid tersebut. Aksi ini diharapkannya dapat memantik pejabat lainnya untuk melakukan serupa sehingga semakin membantu percepatan pembangunan masjid yang sangat dinantikan warga tersebut. 
 
Dalam kesempatan yang sama, Tokoh Masyarakat setempat, Ilham mengungkapkan selain untuk memenuhi sarana beribadah warganya, keberadaan masjid ini nantinya diharapkan dapat menjadi tempat menghasilkan hafidz dan hafidza. Dengan harapan generasi muda ini dapat menjadi penerus bangsa  yang berahlak mulia. 
 
"Sebenarnya sudah beberapa kali mau dibangun tapi terkendala. Alhamdulillah hari ini bisa terlaksana," ucapnya.  Ia pun mengucapkan terima kasih atas kesediaan orang nomor satu di Sumsel itu untuk datang langsung melakukan peletakan batu pertama. Ia berharap bantuan dari Gubernur Sumsel dapat mempercepat pembangunan masjid tersebut. " Kami berharap Idul Fitri nanti sudah bisa digunakan. Semoga ini terlaksana,," ujarnya. Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda, Pengembang Perumahan Intikom Cicin Wijaya, Danramil Sematang Borang Kapten Sarbanu, Pembina Yayasan Menuju Kemenangan Munir M.Ag serta sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumsel.
KALDERANEWS - Sebanyak 68 item kegiatan infrastruktur yang dibangun Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  Tahun Anggaran (TA) 2019 dan 2020 di Kabupaten Banyuasin diresmikan Gubernur Sumsel H. Herman Deru dalam rangkaian HUT Banyuasin ke-19 yang dipusatkan di ruas Jalan Lingkar Gerbang 1 dan 2 Kelurahan Saterio Kecamatan Banyuasin III Pangkalan Balai Banyuasin, Sabtu (10/4) siang. Dalam arahannya saat  meresmikan ke 68 infrastruktur tersebut, Gubernur Herman Deru  menyebut fokus utama kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur HDMY adalah menuntaskan permasalahan infrastruktur  di 17 Kabulaten/kota se- Sumsel yang masuk dalam kategori prioritas dan super prioritas, baik dalam bentuk bangunan fisik maupun non fisik.
 
“Infrastrukur di Kabupaten Banyuasin merupakan kabupaten ke-10 yang diresmikan," tegas Herman Deru. Dia menyebut pembangunan yang digulirkannya sesuai dengan selera rakyat yang dilakukan secara bertahap. Untuk Kabupaten Banyuasin  sebanyak 68 item kegiatan dibangun pada TA 2019 dan 2020 yang menelan dana Rp 20 Miliyar lebih. "Ini kita lakukan untuk menjawab keinginan masyarakat.  Harapan masyarakat  disetiap kabupaten rata-rata sama yakni  kebutuhan pembangunan  infrastruktur yang merata,”  ungkapnya.
 
Dikatakan Herman Deru, pembangunan infrastruktur di Kabupaten Banyuasin melalui dana APBD Provinsi Sumsel dialokasikan melalui belanja bantuan keuangan yang bersifat khusus, Dimana bertujuan untuk mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Banyuasin sekaligus bentuk komitmen bersama dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan pelayanan masyarakat. “Melalui bantuan Pemprov berupa stimulan maupun penanganan langsung telah dilaksanakan dengan baik. Harapan saya  sama-sama kita mengawasi untuk mendapatkan mutu yang terbaik. Dan jangan sampai bangunan yang telah kita buat  malah terbengkalai atau tidak bermanfaat,” tambahnya.
 
Untuk menjadikan bangunan yang berkualitas Herman Deru menyebut, telah dilakukan tahapan perencanaan matang enginering design melibatkan para ahli, hingga  tepat sasaran dan tepat guna. Dia merinci 68 item kegiatank di Banyuasin TA. 2019 menelan anggaran sebesar Rp. 82.268.900.668 untuk 20 kegiatan. Sedangkan TA 2020 total anggaran Rp.146.956.578.648 untuk 48 kegiatan di Kabupaten Banyuasin. Sementara itu  Bupati Banyuasin, H. Askolani Jasi dikesempatan ini mengucapkan terima kasih pada Gubernur Herman Deru, atas bantuan pembangunan yang telah diberikan oleh  untuk Kabupaten Banyuasin.  Dia juga berharap pada   gubernur  dapat terus mendukung  pembangunan infrastruktur baik jalan, jembatan, dan  sarana air bersih di seantero Kabupaten Banyuasin.
 
“Dikesempatan baik ini kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur. Begitu besarnya perhatian pada warga Banyuasin. Infrastruktur yang telah dibangun oleh Pak Gubernur  sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Saat ini warga dapat berkerja dengan lancar, aman tanpa kendala dengan infrastruktur yang telah dibangun pak Gubernur di daerah ini," tandasnya.
KALDERANEWS - Gubernur Sumsel H Herman Deru akhirnya mengeluarkan Surat Edaran (SE)  terkait Intruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri)  Nomor 07 tahun 2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan dan Pengendalian Penyebaran Covid-19 di tingkat Desa dan Kelurahan. Gubernur H Herman Deru melalui   Plh. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Provinsi Sumsel, Akhmad Najib dalam jumpa persnya di kantor Gubernur, Kamis (8/4) petang mengatakan, Surat Edaran  yang ditandatangi langsung Gubernur  Herman Deru tersebut sesuai dengan Intruksi Mendagri. 
 
Dimana SE gubernur tersebut ditujukan pada 7 kepala daerah di Sumsel yang wilayahnya masuk  dalam zona "Orange".  "Pak Gubernur hari ini membuat surat ataupun edaran sebagai tindaklanjut Intruksi Mendagri kepada tujuh Bupati/Walikota yang wilayahnya dalam kategori Orange. Yaitu Kota Palembang, Kota Prabumulih, Kota Lubuklinggau, Kabupaten Banyuasin, Ogan Komering Ulu (OKU), Musi Rawas, dan Muara Enim," ucapnya.
 
Dimana berdasarkan surat tersebut, lanjut Najib memuat agar  kepala daerah di 7  Kabupaten/kota itu diminta untuk memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat dengan dilakukan pertimbangan kriteria zonasi pengendalian wilayah sampai tingkat RT.  "Dalam pelakasanannya untuk daerah tersebut, jika terdapat tiga sampai lima rumah dengan kasus konfirmasi positif Covid-19 dalam satu RT selama 7 hari terakhir tentu didalam pengendaliannya untuk isolasi mandiri," ungkapnya.
 
Sedangkan dia menyebutkan bagi PPKM berbasis Mikro yang berada di 7 kabupaten/kota itu untuk melakukan koordinasi mulai dari RT/RW, Kepala Desa, Lurah sampai seterusnya dengan membentuk posko tingkat desa sampai kelurahan. "Bagi wilayah yang belum membentuk posko dan terhadap wilayah yang sudah membentuk posko agar lebih mengoptimalisasikan peran dan fungsinya," tambahnya. Pengaturan dalam PPKM berbasis mikro ini, kata Najib sampai dengan pemerintah desa, kelurahan dengan mengintesifkan disiplin protokol kesehatan, begitu juga dalam penanganannya mengoptimalkan peran camat seluruhnya seperti 3T (Tracing, Testing, Treatment) serta memperlakukan kesehatan prilaku hidup bersih.
 
"Pemberlakuan PPKM berbasis Mikro ini terhitung dari tanggal 6 sampai 19 April 2021 dan dapat diperpanjang sesuai dengn ketentuan perundang- undangan yang berlaku," ungkapnya. Sedangkan kepada 10 kabupaten/kota lainya diminta tetap memperkuat dan meningkatkan sosialisasi dan mengedukasi masyarakat mematuhi prokes. Berdasarkan surat edaran Gubernur, dijelaskan Najib, penyediaan anggaran yang berkaitan dengan posko bagi desa diketuai oleh Kepala Desa begitu juga sebaliknya bagi Kelurahan diketahui oleh Lurah termasuk pelaksanaannya sendiri di bantu oleh setiap aparat kelurahan.
 
"Dalam upaya menurunkan kasus kematian di Sumsel akibat Covid-19, langkah-langkah yang diambil dalam edaran tersebut adalah meningkatkan deteksi dini terhadap covid-19 dan meningkatkan kualitas dalam pelayanan Covid-19 dengan mempedomani Intruksi Mendagri tadi.
KALDERANEWS - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru mengingatkan agar siswa dan siswi di Sumsel untuk tidak memaksakan diri dalam memilih jurusan pendidikan yang akan ditempuh. Hal itu disampaikannya ketika membuka Try Out (TO) Akbar 2021 bersama Gubernur Sumsel dan Duta Literasi Sumsel yang diselenggarakan Sumatera Ekspres Group di Auditorium Bina Praja Setda Provinsi Sumsel, Kamis (8/4). Menurutnya, dalam pemilihan jurusan pendidikan, siswa dan siswi harus melihat pontensi dan sesuai bakat yang dimiliki sehingga potensi diri tersebut dapat berkembang dan bermanfaat.
 
"Jangan sampai siswa dan siswi ini berekspektasi tinggi tapi jurusan yang dipilih bukan bakat yang mereka miliki. Apalagi jika pemilihan jurusan pendidikan itu merupakan anjuran dari seseorang yang disegani, tidak boleh seperti itu," kata Herman Deru. Artinya, lanjut Deru, pemilihan jurusan pendidikan itu harus datang dari hati dan sesuai dengan kemampuan. "Lihat kemampuan didalam diri kita agar nantinya ilmu yang didapat bisa dikembangkan dan bermanfaat. Pilihlah jurusan yang memang mampu mengembangkan potensi dan bakat," tuturnya.
 
Disisi lain, dia mengatakan, TO Akbar yang di gelar Sumeks Group dapat dimanfaatkan siswa dan siswi untuk memaksimalkan kemampuannya. Dimana TO Akbar tersebut dapat menjadi acuan siswa dan siswi untuk mengukur kemampuannya sehingga nantinya siswa dan siswi tersebut dapat lebih siap saat mengikuti ujian nasional maupun ujian Seleksi Masuk Bersama Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).
 
"TO ini cukup penting untuk menjaga mental sehingga siswa dan siswi lebih siap saat mengikuti ujian yang sesungguhnya," terangnya. Lebih lanjut dikatakannya, persoalan mental tentu dapat mengubah hasil ujian yang didapat nantinya.
 
"Jika mental telah siap menghadapi ujian tersebut, maka tentu akan memdapatkan hasil yang maksimal. Inilah pentingnya TO sebelum menghadapi ujian nantinya," imbuhnya. Sebab itulah, dia menegaskan, Pemprov menyambut baik dan mendukung penuh pelaksaan TO Akbar tersebut. "Ini sangat luar biasa. Tidak semua pihak memiliki ide brilian seperti ini. TO Akbar ini sangat disambut baik oleh Pemprov dan kedepannya agar dapat diteruskan serta ditingkatkan," ucapnya.
 
Sementara itu, General Manager Sumeks, Hj. Nurseri Marwah mengatakan, gelaran tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan pihaknya terhadap dunia pendidikan di Sumsel. Dimana menurut informasi, peserta yang mengikuti TO Akbar tersebut berjumlah 609 ribu orang yang terdiri dari siswa dan siswi SMA serta SMK se-Sumsel. "Ini bentuk dukungan kita untuk kemajuan Sumsel. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah untuk membatu siswa dan siswi agar lebih siap dalam menghadapi ujian nantinya," pungkasnya. 
KALDERANEWS - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru mengapresiasi inisiasi Bank Sumsel Babel (BSB) yang telah menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dalam bentuk operasi katarak gratis untuk masyarakat kurang mampu di Sumsel. Sedikitnya 60 orang dari kalangan masyarakat kurang mampu mendapatkan bantuan operasi katarak gratis dari Pemprov melalui CSR BSB. "Kita tentu sangat mengapresiasi atas inisiasi BSB yang terus berkesinambungan memberikan bantuan operasi katarak gratis untuk masyarakat ini. Artinya, semua pihak terus bersinergi untuk mendorong kesejahteraan masyarakat. Semua ini bermuara pada Sumsel Maju Untuk Semua," kata Herman Deru disela peninjauan pelaksanaan operasi katarak gratis di Rumah Sakit Khusus Mata Provinsi Sumsel Jalan Kolonel H Burlian Palembang, Rabu (7/4).
 
Terlebih, lanjutnya, mata merupakan organ tubuh yang memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Sebab itu, usai menjalani operasi tersebut masyarakat bisa kembali maksimal dalam melakukan aktivitas. "Dengan langkah ini kita berharap masyarakat yang telah menjalani operasi dapat kembali produktif," tuturnya.
 
Operasi katarak di Rumah Sakit Khusus Mata Provinsi Sumsel tersebut diketahui menggunakan metode Lasik. Dimana Lasik mata menggunakan laser untuk mengikis beberapa jaringan yang ada di kornea dan bisa menipiskan, meratakan ataupun mengiris lapisan atau lengkungan kornea. Prosedur LASIK mata berlangsung sangat singkat. Waktunya kurang lebih 30 menit.
 
"Operasi Lasik di Sumbagsel baru ada di Rumah Sakit Khusus Mata ini. Saya ingin bantuan ini ditingkatkan tanpa latar belakang masyarakat. Jika memang tergolong kurang mampu, harus diberikan bantuan itu," tegasnya. Selain operasi katarak gratis, bantuan kacamata untuk para pelajar juga diberikan. Diprioritaskan para pelajar untuk menerima bantuan kacamata tersebut mengingat tak lama lagi aktivitas belajar mengajar secara tatap muka akan segera dilakukan.
 
"Pelajar ini juga menjadi prioritas karena tak lama lagi kegiatan belajar mengajar tatap muka akan kembali dimulai. Ini bentuk dukungan kita agar pelajar yang memiliki masalah pada mata dapat maksimal dalam belajar," imbuhnya. Selain memberikan bantuan operasi katarak, dalam kesempatan itu Gubernur Herman Deru juga meresmikan nama baru untuk rumah sakit tersebut. Saat ini sakit tersebut diberi nama Rumah Sakit Khusu Mata Binar Provinsi Sumsel.
 
"Selama ini kita cukup kesulitan memberi nama untuk RS Mata ini. Hari ini kita resmikan jika RS ini diberi nama RS Khusus Mata Binar. Binar itu mengartikan kegembiraan karena kita memiliki mata yang sehat," terangnya. Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Khusus Mata Binar Provinsi Sumsel dr Hj Lady Kavotiner, Sp.M mengatakan, pemberian operasi katarak gratis bagi masyarakat tersebut merupakan upaya pemerintah untuk menghapus kebutaan akibat katarak di Sumsel.
 
"Langkah ini merupakan upaya kita untuk menghapus kebutaan khususnya akibat katarak," katanya. Dia menyebut, BSB dan RS Khusus Mata Binar menyiapkan kuota 60 sebanyak orang untuk dioperasi katarak gratis kali ini. "Dalam dua minggu kuota itu sudah terpenuhi. Semoga kedepan dapat kita tingkatkan," ucapnya.
 
Dilain pihak Direktur Utama BSB Achmad Syamsuddin mengungkapkan, bantuan CSR operasi katarak tersebut merupakan bentuk sinergitas dan kontribusi BSB dalam mendukung kemajuan serta kesejahteraan di Sumsel. "Tahun sebelumnya kita berikan untuk 40 orang masyarakat dan tahun ini kita berikan untuk 60 orang. Tahun depan kita targetkan 100 orang untuk operasi katarak ini," sebutnya.
KALDERANEWS - Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Mawardi Yahya menilai Duta Pertanian milenial  mempunyai inovasi dan gagasan kreatif yang bermanfaat bagi keberlangsungan pertanian, dimana keberadaan para petani milenial memang sangat diperlukan untuk menjadi pelopor sekaligus membuat jejaring usaha pertanian.
 
“Provinsi Sumsel  membutuhkan generasi milenial yang sudah berpengalaman dibidang pertanian. untuk bisa menjadi duta pertanian jadi tidak asal tunjuk, sehingga bisa memberikan inovasi dan mampu menarik minat generasi milenial menekuni usaha di bidang pertanian,” kata Wagub Sumsel Mawardi Yahya saat menerima Ikatan Duta Pertanian Sumatera Selatan (IDPT Sumsel) dalam rangka pemilihan duta pertanian Sumsel, diruang audensi  Wagub Sumsel, Rabu (7/4) pagi. Dikatakan Mawardi, keberadaan para petani milenial sangat diperlukan untuk menjadi pelopor sekaligus membuat jejaring usaha pertanian, oleh sebab itu Ia menghimbau duta pertanian Sumsel pasca di kukuhkan nantinya  aktif  sosialisasi mengubah mainset para generasi milenial.
 
“Pemuda yang diutus pemerintah daerah harus mampu menonjolkan hasil taninya dari masing-masing kabupaten dari 17 kabupaten/kota,” tegasnya. Terkait dengan pembudidayaan ikan yang direncanakan oleh IDPT Sumsel, Mawardi mengatakan hal tersebut harus dilakukan dengan perencanaan yang matang mengingat budidaya ikan  kerap kali  memakan biaya yang tidak sedikit utamanya yang terkait dengan  biaya pakan dan pemeliharaan lainnya.
 
"Dalam  budidyakan ikan kita harus memberinya pakan yang cukup besar,  tentu  adik dapat berinovasi memanfaatkan tanaman atau sejenisnya  untuk pakan ikan ini,”  harapnya. Dalam mendukung IDPT Sumsel untuk melakukan penelitian dan pengembangan terkait dengan pertanian, MY menyampaikan bahwa hal tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas  Sciene Techno Park yang ada di Kabupaten  Ogan Ilir.
 
Sementara Ketua IDPT Sumsel, Gusti  mengatakan  ajang pemilihan duta pertanian Sumsel tersebut akan dilakukan pada tanggal 17 Juni 2021  dengan peserta berasal dari 17 Kabupaten/kota  di Sumsel. “Pemilihan Duta Pertanian ini agenda tahunan   yang tugasnya untuk mempromosikan progam pemerintah dan mendorong anak muda untuk menjadi petani,” tandasnya.
KALDERANEWS - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kian masif melakukan vaksinasi untuk masyarakat. Kali ini, vaksinasi tersebut menyasar kepada ratusan masyarakat yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang di dalamnya  terdapat berbagai organisasi kebudayaan. Disela peninjauan vaksinasi dosis pertama terhadap FKUB yang digelar Klinik Budi Indah Jalan Merdeka Palembang, Selasa (6/4), Gubernur Sumsel Herman Deru menyebut vaksinasi terhadap FKUB tersebut dilakukan dengan menggandeng berbagai pihak salah satunya Paguyuban Nusantara Sumsel Bersatu (PNSB). Dimana pada tahap awal tersebut, sedikitnya 453 sasaran yang diberikan vaksinasi.
 
"Ini persembahan dari Pemprov untuk masyarakat khususnya para tokoh yang kerap bertatap muka dengan warganya. Vaksinasi ini hasil kerjasama antara Pemprov dan PNSB. Ini menjadi bukti jika sinergitas di Sumsel berjalan baik dan semua pihak mendukung program vaksinasi ini," kata Herman Deru.
 
Lebih lanjut dikatakannya, vaksinasi yang kian gencar dilakukan saat ini merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan imunitas masyarakat sehingga diharapkan nantinya Sumsel dapat segera keluar dari jerat wabah covid-19. "Dengan vaksinasi ini minimal kita akan lebih percaya diri, namun tidak lupa diri. Artinya, disiplin protokol kesehatan harus tetap dilakukam meskipun sudah vaksin," ujarnya.
 
Saat ini, lanjutnya, Sumsel bersama 19 provinsi di Indonesia ditetapkan oleh pemerintah pusat untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro hingga 19 April mendatang. Dimana aturan teknis PPKM Mikro tersebut masih dalam pembahasan. "Kita akan buat regulasinya. Kita atur zona dan tata tertibnya sehingga kegiatan dan tempat yang selama ini tidak ada batasan daPat lebih tertib," jelasnya.
 
Dia mengungkapkan, skema PPKM Mikro di Sumsel tidak akan jauh berbeda dengan daerah lain yang lebih dulu menerapkan, seperti Jawa dan Bali. Hanya saja, dia akan memilah aturan yang sesuai dengan kondisi Sumsel. "Tentunya regulasi yang dibuat tidak akan membuat gaduh baik kegaduhan di sektor ekonomi, sosial maupun kesehatan," bebernya.
 
Bahkan, dia menegaskan tidak akan menutup tempat ibadah dan pusat perekonomian selama PPKM Mikro berlangsung. Kendati begitu, pembatasan tetap harus dilakukan agar aktivitas masyarakat berlangsung dengan aman. Utamanya terkait dengan ibadah selama bulan ramdhan. "Termasuk soal ibadah tarawih dan sholat ied, tetap kita perbolehkan asal disiplin protolol kesehatan. Kita atur apa saja yang perlu disiapkan oleh rumah ibadah terkait pelaksanaan PPKM Mikro ini," tegasnya.
 
Dilain pihak, Ketua PNSB H Syahrial Oesman mengungkapkan, pelaksanaan vaksinasi tersebut sebagai bentuk dukungan pihaknya kepada pemerintah dalam upaya penanganan covid-19. "Kita terus bersinergi dengan pemerintah dalam penanganan dan pencegahan covid 19. Mudah-mudahan, ini menjadi langkah baik agar Sumsel bebas dari pandemi covid," pungkasnya.
KALDERANEWS - Gubernur Sumsel H Herman Deru diangkat sebagai Bapak Penghulu oleh Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI). Hal itu dilakukan sebagai bentuk apresiasi lantaran kerja keras Herman Deru yang terus memberikan perhatian terhadap kemajuan para penghulu.
 
Dimana salah satu upaya yang telah dilakukan Herman Deru yakni dengan membentuk Petugas Penghubung Urusan Keagamaan Desa (P2UKD) dan Petugas Penghubung Urusan Keagamaan Kelurahan (P2UKK) untuk membantu masyarakat dalam urusan agama, termasuk pencatat pernikahan. Herman Deru mengatakan, pembentukan P2UKD dan P2UKK tersebut berdasarkan pengalamannya dan keluhan masyarakat pasca dihapusnya Pembantu Pegawai Pencatan Nikah (P3N) beberpa waktu lalu.
 
Dia menyebut, fungsi P2UKD dan P2UKK tersebut bukan hanya sebatas penghulu saja, melainkan juga menjadi penghubung antara masyarakat  dengan pemerintah, umat dengan ulama, serta antar umat beragama. "Dibentuknya P2UKD ini diharapkan dapat membantu soal urusan agama di setiap desa di Sumsel ini. Masyarakat ini butuh mediasi ke jenjang pelayanan seperti ke KUA," kata Herman Deru usai Pengukuhan Pengurus APRI Provinsi Sumsel di Auditorium Bina Praja Setda Provinsi Sumsel, Senin (5/4).
 
Lebih lanjut dijelaskannya, P2UKD tidak hanya dibentuk untuk umat muslim saja, namun P2UKD juga dibentuk sebagai wadah bagi semua agama di Sumsel. “Mereka yang dulunya pernah menjadi Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) direkrut kembali, namun tugas dan tanggungjawabnya ditambah. Ini juga didominasi oleh umat muslim saja, tapi semua agama punya P2UKD ini," paparnya.
 
Sejauh ini, lanjutnya, seluruh daerah di Sumsel telah memiliki P2UKD. "Untuk Sumsel, semua sudah ada P2UKD. Jumlahnya, lebih dari 3500. Insentifnya untuk P2UKD tersebut semuanya dari provinsi," tegasnya. Disisi lain, Herman Deru menilai, pengukuhan pengurus APRI Sumsel tentu akan mendorong perkembangan P2UKD.
 
"Adanya APRI ini tentu akan semakin mendorong kemajuan P2UKD. APRI dapat memberikan edukasi  dan pembinaan secara terus menerus terkait peraturan dan regulasi yang berlaku kepada P2UKD ini sehingga pelayanan urusan keagamaan yang diterima masyarakat semakin baik. Semoga dengan adanya pengukuhan APRI ini dapat menjadi jembatan antara masyarakat dan dengan perintah sehingga pelayanan urusan agam ini maksimal," ucapnya. Sebelumnya, Ketua Pengurus Pusat APRI H Madari medaulat secara langsung Gubernur Herman Deru sebagai Bapak Penghulu Indonesia. Hal itu mengingat Herman Deru berperan besar dalam perkembangan dan kemajuan penghulu khususnya di Sumsel.
 
"Sumsel ini provinsi ke 28 yang kepengurusannya dikukuhkan. Namun, pengukuhan ini yang pertama mendapat dukungan penuh dari gubernur. Sebab itu, kita mendaulat bapak Gubernur Herman Deru sebagai Bapak Penghulu Indonesia," kata Madari. Terlebih, Sumsel sendiri merupakan provinsi satu-satunya di Indonesia yang membentuk P2UKD agar masyarakat dapat lebih cepat mendapatkan pelayanan urusan agama.
 
"P2UKD ini tidak ada di Provinsi lain. Hanya Sumsel satu-satunya. Ini menandakan sinergitas di Sumsel ini berjalan sangat baik. P2UKD ini tentu mempermudah penghulu untuk berhubungan dengan masyarakat. Semoga sinergitas ini terus terjalin dengan baik," pungkasnya.

KALDERANEWS - Tekad Gubernur Sumsel H.Herman Deru untuk mengisi klub bola kebanggaan masyarakat Sriwijaya FC dengan pemain lokal asli daerah sekuat tenaga terus diwujudkannya. Bukan hanya dengan menggalakkan program sejuta bola dan membangun 10 stadion di kab/kota saja, namun Ia juga aktif terlibat melahirkan bibit-bibit pesepakbola andal di Sumsel.  Setelah sebelumnya sukses menggelar Piala Gubernur, kini HD juga all out mensupport keberlangsungan Liga SFC U-12 hingga U-20 di Sumatera Selatan. Bahkan untuk menyemangati bibit-bibit andal sepakbola di masa depan, Ia tak segan turun ke lapangan membuka secara langsung gelaran Festival Sepakbola U-12 Sriwijaya FC, Champion League 2021 se Sumsel di Lapangan Atletik Luar Komplek Jakabaring Sport City, (JSC), Jumat (2/4/2021) pagi. 

Menurut Herman Deru, SFC tetap membanggakan dengan prestasinya sebagai klub yang pernah meraih Double Winner meskipun saat ini hatus terdegradasi ke liga 2. Hal itu menurutnya biasa dalam dunia olahraga khususnya sepakbola. "Kini waktunya kita mengukir kebanggaan baru, dengan membuat konstruksi bahwa pemain SFC nantinya harus didominasi putra asli daerah. Saya berterimakasih kepada semua penggagas kompetisi U-12 dan lainnya yang mau berkorban materi, waktu dan lainnya demi melahirkan  bibit-bibit pesepakbola andal harapan Sumsel di masa depan. Meski kita tahu semua ini akan memakan waktu,"  jelas HD. 

Untuk menambah semangat anak-anak mencintai olahraga sepakbola, HD juga mengharapkan agar PSSI Sumsel, juga KONI dan lainnya mulai memetakan pesepakbola berprestasi dari tiap-tiap daerah. Serta mendorong pemerintah kab/kota secara bersama-sama melalukan pembinaan.  "Jadi anak-anak yang serius kita arahkan agar olahraga ini jangan hanya sebatas hobi tapi juga prestasi. Ini bisa diawali MoU ketua KONI Kabupaten/kota untuk ditindaklanjuti," kata HD. 

Bahkan untuk memantik semangat anak-anak ini berprestasi, HD meminta mereka difasilitasi untuk bisa menonton Piala Dunia U-20 yang rencananya akan digelar 2023 mendatang.  "Bibit-bibit unggul ini harus diberikan tiket. Biar mereka bisa melihat langsung pertandingan Piala U-20 sehingga mereka jadi punya cita-cita yang besar," tambah HD. Lebih jauh kata HD meski sudah 10 stadion dibangunnya di Sumsel sebagai wadah mengukir prestasi tidak cukup untuk meraih kesuksesan. Tetap dibutuhkan kegigihan dan perencanaan yang baik. 

"Tidak ada sesuatu yang kebetulan. Dari sini kita rencanakan, bagaimana anak-anak ini kita arahkan dan bisa sampai nanti mereka jadi pesepakbola yang membanggakan," paparnya. Sementara itu Direktur PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) yang juga Ketua KONI Sumsel Hendri Zainuddin, mengatakan, bahwa hari ini sangat bersejarah. Karena mulai hari ini SFC resmi memiliki anggota club untuk pembinaan di Sumsel dimulai dengN U-12. 

"Ini sesuai dengan keinginan  Gubernur Herman Deru. Karena beliau ingin 2 atau 3 tahun lagi Sriwijaya FC diisi oleh putra-putra daerah," ujarnya. Adapun dalam kegiatan ini tercatat sebanyak 29 tim ambil bagian dan melibatkan sekitar 400 orang peserta. " Untuk membuat akademi SFC butuh biaya yang sangat besar maka ini adalah solusinya. Jadi setiap Bupati/Wako di Sumsel ini bisa membiayai anak-anak yang terbaik untuk dilakukan pembinaan di akademi. Kami yakin  hasilnya akan luar biasa," ujarnya. 

Liga SFC ini sendiri kata Hendri akan bergulir setiap tahun mulai dari U-12 hingga U-20. Dalam kesempatan itu Gubernur HD tak hanya menyerahkan bola secara simbolis sebagai bagian dari program sejuta bola. Namun Ia juga memberikan sertifikat kepada semua peserta. Bahkan melakukan kick off dan menjajal lima alat pemotong rumput teranyar yang dihadirkan Direktur Utama JSC. Hadir dalam kesempatan tersebut,  Ketua PSSI Sumsel Ucok Hidayat, Kadispora Sumsal Ahmad Yusuf, Direktur Utama JSC Meina Paloh, juga Presiden Klub Bola Ogan Ilir (OI) Noviardi Mawardi Yahya.

KALDERANEWS - Menteri Pertanian RI, Dr Syahrul Yasin Limpo, SH., M.Si., MH menyetujui jika beras asal Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi salah satu pangan yang menjadi komoditas ekspor. "Kita sedang persiapkan kualitasnya, kita sedang bicarakan dengan Pak Gubernur. Kita dukung, kita boleh ekspor karena itu kepentingan global," ungkapnya ungkapnya usai menghadiri Peremian Jembatan Cungking, Desa Karang Kemiri, Kecamatan Belitang, OKU Timur, Sumsel, Sabtu (3/4/21). 
 
Dijelaskan, setiap negara dan daerah memiliki kebebasan untuk melakukan ekspor. Pihaknya juga menilai produksi hasil pertanian di Sumsel memiliki ekselerasi yang cukup baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 
 
"Kita memastikan untuk serapan ini. Masih saya bicarakan bersama Gubernur Sumsel," ucapnya.  Dikatakannya, kebijakan impor dan ekspor menjadi kepentingan global. Indonesia memiliki kelebihan dan Sumsel memiliki kelebihan. "Herman Deru ini gubernur terbaik di Indonesia. Karena melakukan pemerataan pembangunan infrastruktur dan peduli terhadap sektor pertanian masyarakat," tegasnya. 
 
Sementara itu, Gubernur Sumsel, H Herman Deru mengatakan, selama ini ada beberapa komoditas asal Sumsel yang telah ekspor, seperti karet, sawit dan kopi. "Yang kita kejar ini bidang produk pangan. Kita ingin padi Sumsel juga diekspor," ucapnya. 
 
Dijelaskan Herman Deru, sejumlah komoditas yang telah di ekspor seperti karet, sawit dan kopi dilakukan melalui Lampung. Pihaknya mendorong adanya percepatan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat. "Beras, kopi, sawit dan karet ini kita ingin ekspor melalui Sumsel. Tidak melalui Lampung lagi," ucapnya. 
 
Keinginan Gubernur Sumsel untuk melakukan ekspor beras juga sangat beralasan karena produksi pangan di Sumsel sangat berlimpah. Seperti diketahui berdasarkan data ketersediaan dari 15 (lima belas) pangan strategis di Sumatera Selatan sejauh ini tidak perlu dikhawatirkan. Ketersediaan pangan justru melimpah pada tahun 2020 baik beras maupun telur.  
 
Dimana produksi beras sebesar 2.696.877 Pemerintah ton dengan kebutuhan hanya sebanyak 859.744 ton sehingga terjadi surplus beras sebesar 1.837.133 ton.  Begitu juga dengan telur yang tersedia sebanyak 132.531 ton sementara yang dibutuhkan hanya 47.788 ton sehingga diperoleh surplus sebesar 98.389 ton.  
 
Dalam kesempatan ini, Gubernur Sumsel meresmikan Jembatan Cungking, Kecaman Belitang, OKU Timur. Peresmian jembatan ini sebagai realisasi program pemerataan infrastruktur hingga ke desa-desa di Sumsel. Sementara itu, Warga Desa Karang Kemiri, OKU Timur, Eni Sukaisi mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Sumsel karena telah membangun jembatan sebagai akses utama warga desa. 
 
"Dulu ada jembatan, tapi roboh sejak 1 tahun lalu. Masyarakat buat baru dengan gotong-royong. Namanya jembatan cinta," ucapnya. Dijelaskan Eni, jembatan hasil gotong-royong tersebut hanya bertahan satu tahu saja dan sudah tidak kayak dilewati lagi lantaran dibuat dari bahan seadanya. 
 
"Jembatan ini satu-satunya akses jalan warga. Biasanya kami gunakan untuk aktifitas sehari-hari termasuk untuk mengangkut hasil panen seperti padi dan batu bata," ucapnya.
 
Ad Sidebar

Latest Tweets

Feby Deru Dampingi Iriana Jokowi Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Tes IVA Hingga Temui Pengrajin Songket… https://t.co/yxjLiPEQUl
Kunjungi Stan Dekranasda Sumsel, Iriana Jokowi Janji Temui Pengrajin Kain di Palembang https://t.co/6FQb5LcCCy via @tripplesworld
Menang Tipis Atas PSGC Ciamis, Sriwijaya FC Makin Kokoh di Puncak Klasemen https://t.co/V0DFFAlQDG lewat @tripplesworld
Metzelder Diduga Terlibat Kasus Pornografi Anak https://t.co/knEQDSYopZ lewat @tripplesworld
Icardi Tuntut Inter Milan Bayar Kompensasi 1,5 Juta Euro https://t.co/IZVf4wvhGn lewat @tripplesworld
Napoli Boyong Fernando Llorente dari Tottenham https://t.co/FnVARyGvqx
Follow Kaldera News on Twitter

Please publish modules in offcanvas position.