Sumatera-Selatan

Sumatera-Selatan (1017)

 
KALDERANEWS - Seperti yang sudah diketahui bersama Kabupaten Musi Banyuasin cukup banyak memiliki destinasi wisata baik itu sebagai tempat wisata pendukung maupun permanen. Untuk melakukan pengembangan wilayah terhadap destinasi wisata tersebut,  Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin bersama dengan  OPD terkait membahas Revisi Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA) di Ruang Rapat Randik, Selasa (1/12/20). 
 
Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA melalui Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Muba Ir H Yusman Sriyanto MT mengatakan, untuk laporan akhir dalam Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA) di Kabupaten Musi Banyuasin harus bisa menentukan fokus untuk melakukan pengembangan wilayah pada destinasi wisata. Setelah menentukan titik fokus, diiringi dengan kegiatan sosialisasi yang baik agar bisa menimbulkan daya tarik bagi masyarakat dan para wisatawan.
 
"Dari langkah-langkah inilah kita bisa melakukan pengembangan serta kemajuan bagi daerah kita Musi Banyuasin khususnya di bidang pariwisata, Karena nanti akan ada perkembangan dan sektor lain pun ikut terlibat sehingga dapat saling menguntungkan serta menimbulkan kesejahteraan bagi masyarakat,"ucapnya.
 
Dengan demikian Pemerintah Kabupaten Muba sebagai pendorong untuk pembangunan dan pengembangan kepariwisataan, membuat dua sasaran yaitu ekonomi yang berfungsi sebagai penerimaan devisa, pemerataan pendapatan masyarakat, dan pemerataan lapangan kerja. Kemudian sasaran budaya yang dapat mendorong terpeliharanya kebudayaan di daerah dengan tujuan wisata baik yang bersifat material maupun immaterial, dengan demikian usaha pembangunan kepariwisataan dan kebudayaan terdapat kaitan antar satu dengan yang lain.
 
"Semoga rencana ini bisa dilakukan dengan tepat sasaran, yang dapat berimbas pada perkembangan ekonomi dan budaya yang didalam perkembangan tersebut ada kajian ilmiah,"ucapnya.
 
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Muhammad Fariz SSTP MM mengatakan, Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (RIPPDA) sebagai tolak ukur dalam pengembangan wilayah wisata untuk itu, Pariwisata di Kabupaten Muba harus dapat dikemas lebih baik lagi, sehingga keuntungan yang dihasilkan dari pariwisata lokal akan memberikan manfaat untuk masyarakat setempat. Hubungan antara pemangku kepentingan, seperti hotel, petani dan nelayan setempat harus mulai dibangun dengan landasan yang kuat.
 
"Dengan terciptanya hubungan yang saling mendukung untuk menjaga destinasi wisata antara semua pihak yang terkait hingga masyarakat setempat, akan menjadi nilai tambah bagi para wisatawan yang datang, Karena melihat ada kekompakan positif yang terjadi di daerah ini. Untuk saat ini yang menjadi titik fokus dalam pengembangan wilayah yaitu pesona dari Danau Ulak Lia,"pungkasnya.
KALDERANEWS - Walaupun tengah dihadapi dengan pandemi COVID-19, tidak menyurutkan semangat Inovator Gambo Muba Hj Thia Yufada Dodi Reza untuk eksis menciptakan berbagai Inovasi guna mempertahankan   produk eco fashion Gambo Muba.
 
Salah satunya, Pemkab Musi Banyuasin melalui Disperindag Muba  menggelar Webinarb dan Talkshow Gambo Muba dengan Tema “Aset Ekonomi Kabupaten Musi Banyuasin” dan sekaligus Penyerahan Piala Juara Lomba Desain Motif Jumputan jumputan Gambo Muba Tahun 2020 Secara Virtual, Selasa (1/12/1/2020) di Ruang Rapat Guest House Griya Bumi
Serasan Sekate.
 
Acara ini menghadirkan langsung salah satu dewan juri dari Sumatera Selatan Yudi Suhairi, Kepala Disperindag Muba  Azizah dan diikuti oleh 53 peserta lomba desain motif Gambo Muba.
 
Dalam kesempatan ini, Ketua TP PPK Muba Hj Thia Yufada Dodi Reza mengatakan bahwa produk khas Muba Gambo Muba adalah salah satu icon industri kerajinan yang berbasis pemberdayaan masyarakat terutama kaum perempuan dan dibangun berdasarkan kearifan lokal dengan memanfaatkan pewarnaan alami limbah getah gambir.
 
Menurutnya, Gambo Muba dalam kurun waktu yang relatif singkat, telah berkembang pesat serta telah mendapat tempat tersendiri di kalangan masyarakat, tidak saja masyarakat Kabupaten Muba tetapi juga telah merambah sampai pada tingkat nasional bahkan internasional. 
 
"Bagaimana tidak, dari hanya ada 4 perajin di tahun 2017 tumbuh menjadi 93 perajin di 2019, begitupun jumlah perdagangan dari 2017 hanya Rp30 juta, di tahun 2019 menjadi Rp1,2 Miliyar,"katanya.
 
Artinya, lanjut Thia tumbuh berkali-kali lipat, termasuk getah gambir yang dulu tidak bernilai kini dihargai puluhan ribu rupiah, bahkan penghasilan para perajin tumbuh drastis dari hanya Rp200-650 ribu rupiah, kini bisa jutaan rupiah perbulannya.
 
Semula produk Gambo Muba hanya fokus pada produk eco fashion berupa kain jumputan dengan pewarnaan limbah getah gambir. Namun seiring dengan kemajuan industri kreatif tingkat nasional dan internasional, maka produk gambo muba telah melakukan berbagai inovasi guna memperkaya varian produk. 
 
"Saat ini produk gambo muba telah menjangkau produk furniture, home décor,  art living dan lainnya,"ungkap Thia.
 
Thia juga menegaskan pentingnya untuk terus berinovasi dalam setiap pengembangan produk daerah, tidak terkecuali produk unggulan Gambo Muba merupakan langkah cepat guna terus menjamin keberlangsungan dan eksistensi suatu produk terutama dalam menghadapi cepatnya perkembangan industri kreatif di era pembangunan 4.0 saat ini. 
 
"Kita tidak dapat menjamin eksistensi suatu produk apabila kita tidak mampu mengantisipasi setiap perubahan, perkembangan dan tuntutan pasar terhadap suatu produk industri baik menyangkut kerajinan, maupun industri kreatif lainnya. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah cerdas, cepat dan tepat dalam rangka meningkatkan kualitas produk dan mengantisipasi dinamika pasar di era sekarang ini,"terangnya.
 
Dikatakannya, Pemkab Musi Banyuasin senantiasa memberikan dukungan yang seluas-luasnya bagi setiap usaha kreatif dan umkm di Kabupaten Musi Banyuasin, salah satunya adalah terus membuka jalinan kerjasama dengan semua pihak yang berkompeten dalam pengembangan produk. hal ini dimaksudkan agar produk unggulan Kabupaten Musi Banyuasin terus mengembangkan diri dan berinovasi guna menjawab tantangan perkembangan dan persaingan yang semakin ketat di era globalisasi saat ini. 
 
"Saya mengucapakan selamat kepada para pemenang Lomba Desain Motif Jumputan Gambo Muba. Dan saya juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh peserta yang mengikuti lomba. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini produk Gambo Muba dapat terus berkembang tidak saja fokus pada kerajinan tenun, tetapi nantinya dapat melahirkan karya-karya gemilang yang memiliki varian yang beragam serta mampu bersaing tidak saja di pasar nasional tetapi juga di kancah internasional,"harapnya.
 
Plt Kadisdagprin Muba Azizah SSos MT mengatakan lomba disain motif jumputan gambo dimulai sejak bulan Maret hingga bulan Juni 2020. Ada sekitar 50 an peserta dari penjuru tanah air yang ikut serta hingga terpilih 6 pemenang. 
 
Pihaknya terus mengembangkan sentra produksi gambo, juga terus melakukan upaya promosi. "Baik nasional hingga internasional, melalui pameran, melalui ajang fashion seperti Jakarta Fashion Week maupun nantinya akan mendirikan rumah promosi gambo," terangnya. 
 
Sementara, salah satu juri Yudi Suhairi (Grafic Designer, Kekraf Palembang) dalam sambutannya mengapresiasi Inovasi yang dibuat tersebut sehingga dapat secara bertahap meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, khususnya untuk kaum perempuan dan kaum Muda saat ini.
 
Apalagi terkait dengan terlaksananya lomba tersebut, menurut Yudi apa yang telah dilakukan Pemkab Muba melalui Disperindag ini sudah sangat tepat untuk meningkatkan motif ekonomi masyarakat.
 
Ia pun mengatakan siap berkolaborasi untuk meningkatkan promosi dan pemasaran melalui media. "Lomba gambo ini sangat tepat sekali dilakukan untuk meningkatkan kecintaan masyarakat khususnya dapat meningkatkan kreativitas komunitas Muda. Harapan kedepanya bisa mengangkat konten lokal atau identitas lokal,"pungkasnya.
 
Adapun pemenang lomba sebagai berikut Juara I Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya., Juara II Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya., Juara III Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya., Juara Harapan I Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya., Juara Harapan II Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya., dan Juara Harapan III Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya..
KALDERANEWS - Sebanyak 229 peserta, Selasa (1/12/2020) resmi menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi Tahun 2019 yang diresmikan secara langsung oleh Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA di Opproom Pemkab Muba. Khidmat dan bahagia begitulah suasana yang tampak pada rangkaian Peresmian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi 2019 di lingkungan Pemkab Muba. 
 
Tak hanya itu, meski undangan peresmian CPNS Formasi 2019 Kabupaten Muba terbatas dan mengedepankan protokol kesehatan COVID-19, Pemkab Muba juga menyediakan fasilitas meeting zoom dengan kapasitas 1.000 peserta bagi keluarga CPNS yang bisa menyaksikan prosesi peresmian CPNS secara online melalui telepon seluler. 
 
"Pemkab Muba telah menuntaskan rangkaian tes CPNS Formasi 2019 dan hari ini resmi dilakukan peresmian bagi 229 CPNS bahkan peresmian ini pertama dilakukan di Indonesia. Pemkab Muba telah sukses melaksanakan rangkaian tes CPNS dan berjalan dengan mandiri," ungkap Kepala Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional VII, Drs Margi Prayitno MAP. 
 
Dikatakan Margi, Pemkab Muba sangat all out dalam persiapan rangkaian pelaksanaan tes CPNS 2019. "Meski pada rangkaian pelaksanaan tes SKB beberapa waktu lalu dihadapkan pada pandemi COVID-19, namun Pemkab Muba sangat siap dan protect dalam upaya meminimalisir penularan wabah COVID-19," terangnya. 
 
Margi menambahkan, bagi peserta yang telah secara resmi mengikuti peresmian CPNS Formasi 2019 agar mengabdi setulus hati demi daerah dan warga Muba. "Saat ini proses NIP sedang diusulkan, dan saya berharap setelah ini jangan minta pindah. Marilah mengabdi untuk Muba," tegasnya. 
 
Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA mengatakan, CPNS Muba formasi 2019 ini angkatan yang hebat dan ASN milenial untuk mewujudkan Muba Maju Berjaya. "CPNS Muba Formasi 2019 sangat luar biasa, karena telah berhasil berjuang di tengah wabah COVID-19," ulasnya.
 
Kepala Daerah Inovatif Tahun 2020 ini menambahkan, kepada 229 CPNS Muba harus mengabdi sepenuh hati dan turut andil memberikan kontribusi positif untuk masyarakat Muba. "Saya ucapkan selamat, kalian telah melewati proses yang sangat selektif dan transparan," ucapnya. 
KALDERANEWS - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah  (BPPRD) menggelar Sosialisasi Penerapan Sistem Pajak Daerah Online (Tapping Box) kepada Pelaku Usaha yaitu rumah makan, restoran, dan hotel di Wilayah Kabupaten Muba, Kamis (26/11/2020) di Ruang Rapat BPPRD Muba.
 
Acara sosialisasi ini dibuka oleh Kepala BPPRD Muba Riki Djunaidi AP MSi diwakili Kabid Penagihan dan Pembukuan Solekhan AS, SAg MSi tersebut bekerjasama dengan  
Vendor dari Bank Sumsel Babel Cabang Sekayu, dan diikuti 14 peserta pelaku usaha Kabupaten Muba
 
Dalam sambutannya, Kabid Penagihan dan Pembukuan Solekhan AS SAg MSi menyampaikan ucapan terima kasih kepada pelaku usaha di Muba yang sudah aktif berpartisipasi dalam membantu Pemkab Muba untuk peningkatan PAD.
 
Solekhan juga menjelaskan bahwa Bank Sumsel telah menyediakan alat tapping box ini sebanyak 14 unit dan akan segera dipasangkan di rumah makan dan hotel setelah pelaksanaan sosialisasi tersebut.
 
"Alhamdulillah, setelah sosialisasi ini dilaksanakan, kita akan segera melakukan pemasangan alat Tapping Box ke tempat pelaku usaha. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih kepada para pelaku usaha yang bersedia memasang Tapping Box ini,"ungkapnya.
 
Menurut penjelasan Project Manager Pinisi Elektra Yogi Ogra Fratama, Tapping Box merupakan alat perekam transaksi secara online tersebut untuk lebih memudahkan dalam penggunaannya, setiap tempat usaha yang bersedia dipasang alat ini akan diberikan masing-masing satu unit tablet yang telah terkoneksi dengan yang ada pada pemerintah sebagai alat untuk memantau transaksi. Dengan begitu, aktivitas dari para pengguna tapping box ini bisa langsung terpantau.
 
"Melalui pemasangan Tapping Box ini, diharapkan peningkatan pendapatan daerah akan cukup signifikan. Selanjutnya verifikasi data akurat, karena proses monitoring data dilakukan secara sistem langsung dari sistem wajib pajak (melalui TMD, Pos, hotel aplication dan API) sehingga data transaksi sesuai dengan yang terjadi di WP. Dan juga proses monitoringnya lebih efektif dan efisien,"jelasnya.
 
Lanjut Yogi mengatakan "Alat ini akan memberikan banyak manfaat terlebih dalam upaya mengoptimalkan penerimaan pajak serta menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, baik itu dari wajib pajak maupun dari petugas pajak itu sendiri. Dan bagi pelaku usaha juga akan lebih memberikan kepastian harga bagi para konsumen, serta dapat lebih menertibkan penatausahaan pelaporan keuangan, dan memastikan besaran pajak daerah setiap bulannya,”pungkasnya.
 
Usai melakukan Sosialisasi BPPRD Muba langsung memasang dua Tapping Box tersebut di tempat pelaku usaha yaitu di hotel Ranggonang Sekayu dan Rumah Makan Pagi Sore. Dan 12 unitnya lagi akan dilanjutkan pemasangan tepat pada hari Senin (30/11/2020) mendatang.

KALDERANEWS - Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin menggelar Kunjungan Kerja ke Kecamatan Sanga Desa, dalam rangka Silaturahmi dengan tokoh masyarakat, di Halaman SD Negeri 1 Desa Terusan, Kamis (26/11/2020).

Selain bersilaturahmi dan menyerap aspirasi masyarakat, kedatangan Bupati Muba ini juga bermaksud untuk menyampaikan bantuan kepada para petani, serta pelaku usaha di Kecamatan Sanga Desa.

Bantuan tersebut antara lain, dari Dinas Perikanan untuk empat kelompok pengelola hasil perikanan di Desa Terusan, kepada kelompok usaha 3D, Keramat Jati, Muara Rawas Jaya, dan Kelompok Doa Bersama. Kemudian bantuan dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Muba berupa 5 (lima) unit bentor kepada pedagang informal, dan 2 (dua) unit motor rekayasa.

Berikutnya bantuan dari Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan, berupa traktor roda 2 untuk Kelompok Tani Pigi Swalima Desa Ngunang, Kelompok Tani Melati Desa Jud 1. Traktor pompa air 3 Inch untuk Kelompok Tani Amban Jaya Desa Ngulak, Cahaya Ilahi Desa Ngulak II, dan Kelompok Tani Cempedak Air Desa Air Balui, juga penyerahan kartu tani kepada Saharudin warga Desa Air Balui.

Serta penyerahan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Muba, yakni bantuan pembangunan Pondok Pesantren Darus Ulum Desa Ngulak II sebesar 10 juta, bantuan MCK Masjid Almuhajiri Desa Terusan sebesar 8 juta. Bantuan untuk modal usaha peternak untuk dua orang peternak ay dan satu orang peternak itik Desa Terusan masing-masing 7 juta.

Bupati Dodi berharap dengan bantuan-bantuan itu, dapat membantu masyarakat desa dalam membangun daerahnya, yang turut berpengaruh dalam peningkatan perekonomian di pedesaan, sesuai visi Kabupaten Muba, menuju Muba Maju Berjaya 2022.

"Banyak yang telah kita lakukan namun masih banyak lagi yang sedang dan akan kita laksanakan. Untuk itu kami mohon dukungan dan partisipasi masyarakat Kecamatan Sanga Desa khususnya dan Kabupaten Muba pada umumnya, semoga apa yang telah kita lakukan saat ini dapat lebih baik lagi dimasa-masa mendatang," ujar Dodi.

Camat Sanga Desa Hendrik SH MSi mengucapkan terimakasih atas berbagai bantuan yang diberikan melalui beberapa perangkat daerah tersebut, dan bantuan pembangunan lapangan futsal dari Dinas Pemuda dan Olahraga.

"Mewakil masyarakat Sanga Desa kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, semoga ini menjadi amal ibadah kita, dan dapat meringankan beban masyarakat," ucapnya.

Senada Tokoh Masyarakat Sanga Desa H Kunci Bustam juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Muba yang telah memberikan bantuan.

"Banyak sekali bantuan yang disalurkan Bapak Bupati ke Sanga desa, berarti Bupati memberikan perhatian yang sangat besar kepada masyarakat Sanga desa," tutup Kunci Bustam.

Turut hadir dalam acara ini diantaranya, Wakil Ketua DPRD Muba Jon Kenedi SIp MSi, Kasi Intel Kejari Muba Abu Nawas SH, Kapolsek Sanga Desa Iptu Suventri SH, Danramil 401-02 Babat Toman Kapten Iwan Setiawan, dan Para Kepala Parangkat Daerah Muba.

 

KALDERANEWS - Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA melantik dan mengukuhkan 35 orang pejabat administrator dan pengawas pada RSUD Sekayu, RSUD Bayung Lencir, dan RSUD Sungai Lilin secara virtual di Ruang Rapat Bupati Muba, Jumat (27/11/2020).

Nama-nama pejabat yang dilantik pada RSUD Sekayu antara lain, dr Makson Parulian Purba MARS sebagai Direktur RSUD Sekayu, Ridati Murdiyanti SSi MARS Wakil Direktur Administrasi dan Keungan, dr Ira Puspita Mizar Ginting Wakil Direktur Pelayanan, Yulrizal Kepala Bagian Administrasi dan Umum, Agustini SE Kepala Bagian Keuangan, Tika Hadayanti AMF Kepala Bagian Bina Program dan Publikasi, drg Dina Krisnawati Oktaviani Kepala Bidang Pelayanan Medik.

Kemudian NS Efriena Masda Kartiaba SKEP Kepala Bidang Pelayanan Keperawatan, Hj Solehatun Robiah SKM MARS Kepala Bidang Pelayanan Penunjang, Novita Sari Utami SST MKes Kepala Sub Bagian Ketatausahaan pada Bagian Administrasi dan Umum, Raden Ayu Rita Anggraini SST Kepala Sub Bagian Kepegawaian dan Diklat pada Bagian

Administrasi dan Umum, Agus Fitrian ST Kepala Sub Bagian Rumah Tangga dan Perlengkapan pada Bagian Administrasi dan Umum RSUD Sekayu.

Untuk pejabat yang dilantik pada RSUD Bayung Lencir diantaranya, dr Diyanti Novitasari MARS Direktur RSUD Bayung Lencir, Silvia SKM Kepala Sub Bagian Tata Usaha, dan Ns Andrian SKep sebagai Kepala Seksi Keperawatan RSUD Bayung Lencir.

Sementara pejabat yang dilantik pada RSUD Sungai Lilin, yakni dr Tri Sinarum Direktur RSUD Sungai Lilin, selain itu Bupati Muba juga mengukuhkan dr Zwesty Wisma Devi dilantik sebagai Dokter Umum Puskesmas Balai Agung Kecamatan Sekayu diberi tugas tambahan Kepala Puskesmas Balai Agung Kecamatan Sekayu.

Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ berpesan kepada pejabat yang baru dilantik dan dikukuhkan itu dapat melaksanakan tugas sesuai jabatan yang diberikan.

"Semoga saudara-saudara dapat mengemban amanah yang diberikan dengan baik," ujarnya.

Pelantikan ini berdasarkan Peraturan Bupati Muba Nomor 83 tahun 2019 tentang Pembentukan Susunan Organisasi Uraian Tugas dan Fungsi RSUD Sekayu, Peraturan Bupati Nomor 69 tahun 2020 tentang Pembentukan Susunan Organisasi Uraian Tugas dan Fungsi RSUD Sungai Lilin, dan Peraturan Bupati Nomor 70 tahun 2020 tentang Pembentukan Susunan Organisasi Uraian Tugas dan Fungsi RSUD Bayung Lencir.

Turut hadir, Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Muba H M Yusuf Amilin, Inspektur Kab Muba Drs RE Aidil Fitri, Kepala BKPSDM Muba Sunaryo SSTP MM, dan Kepala Dinas Kesehatan Muba Dr Azmi Dariusmansyah MARS

 

KALDERANEWS - Realisasi program dan capaian prestasi Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dan Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA tidak pernah luput dari perhatian media.

Tak pelak, hasilnya Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dan Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA di tahun 2020 ini kembali dinobatkan Humas Indonesia di ajang Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2020 sebagai Pemkab Terpopuler dan Kepala Daerah Terpopuler di Media Tahun 2020.

Founder dan CEO PR INDONESIA Group, Asmono Wikan mengatakan, apresiasi ini adalah bagian dari upaya untuk menstimulasi lebih banyak tim komunikasi yang berprestasi.

"Adapun metode penilaiannya berdasarkan jumlah eksposur positif di portal-portal berita mainstream di Indonesia sepanjang 2020. Hasilnya, Pemkab Muba dan Bupati Muba Dodi Reza layak mendapatkan apresiasi dan penghargaan AHI 2020," ungkapnya di sela rangkaian Puncak Perhelatan AHI 2020 yang digelar secara virtual, Kamis (26/11/2020).

Dijelaskan Asmono, penghitungan dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif bekerja sama dengan perusahaan media monitoring, Kazee.

"Data dihimpun dari tanggal 1 Januari – 30 September 2020. Antara lain dari sumber media lokal (6.831), sumber media nasional (904), sumber media Internasional (2.218), dan media sosial (FB, Twitter, Instagram, YouTube). Seluruh data selanjutnya dianalisis menggunakan metode kuantitatif oleh mesin Kazee secara real-time," imbuhnya.

"Kriteria penilaian terbagi dua. Yaitu, penilaian berdasarkan Tokoh dan penilaian berdasarkan Organisasi. Kriteria penilaian Tokoh meliputi ekspos, komunikasi, interaksi, kepepimpinan dan kebijakan. Sementara kriteria penilaian Organisasi terdiri dari ekspos, komunikasi, interaksi, kinerja dan prestasi," tambahnya.

Sementara itu, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA penghargaan tersebut bukan untuk mengejar eksistensi dan pencitraan di hadapan publik, namun Pemkab Muba terus berusaha dan mempertahankan kepopuleran yang memberikan kontribusi positif untuk masyarakat Muba.

“Jadi, kepopuleran yang sudah kita realisasikan selama ini merupakan program-program kerja, serta inovasi Pemkab Muba yang benar-benar dinilai oleh para pihak dan tentunya dirasakan masyarakat Muba,” terangnya.

Dodi mengucapkan terima kasih kepada tim Humas Indonesia yang telah kembali mempercayai dan menobatkan Kabupaten Muba untuk meraih penghargaan dengan kategori Kabupaten Terpopuler di Indonesia. 

"Terima kasih atas kepercayaan ini, dan penghargaan ini tentu tidak terlepas dari kerja keras OPD-OPD di lingkungan Pemkab Muba serta dukungan masyarakat Muba," kata Dodi.

Terpisah, Kepala Dinas Kominfo Muba Herryandi Sinulingga AP menuturkan capaian penghargaan ini tentu tidak terlepas dari sumbangsih informasi dari media-media lokal maupun nasional.

"Prinsipnya Pemkab Muba sangat terbuka memberikan informasi kepada masyarakat dan media, tentu capaian ini juga tidak bisa dipisahkan dari peran awak media yang merupakan mitra Pemkab Muba," tandasnya.

 

KALDERANEWS - Menciptakan inovasi untuk pembangunan dan kemajuan daerah, membuat Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin yang dikomandoi Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA terus berinovasi sehingga dapat berkontribusi nyata membangun daerah di era digitalisasi.
 
Kali ini, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinkominfo Muba bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) juga menggelar Sosialisasi Implementasi Persandian untuk Pengamanan Informasi dan Penerapan Tanda Tangan Digital.
 
Sosialisasi dibuka Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA diwakili Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi dan diikuti oleh seluruh OPD serta Camat se-Kabupaten Muba secara virtual, Selasa (24/11/2020) di Ruang Rapat Sekda Muba.
 
Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi dalam sambutannya mengatakan bahwa sosialisasi tersebut dilaksanakan karena masih belum maksimalnya keamanan Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Muba, dan tahun 2019 keamanan data di Muba mengalami masalah yaitu di hacker oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
 
Oleh sebab itu, Pemkab Muba melalui Dinkominfo Muba mengadakan sosialisasi tersebut selain untuk meningkatkan kinerja serta menjaga keamanan dokumen dikalangan Pemerintah Kabupaten Muba. Selanjutnya sosialisasi hari ini juga memberikan pengetahuan tentang tanda tangan digital, khususnya kepala OPD.
 
"Di era digital ini faktor kemanan informasi merupakan aspek yang sangat penting untuk diperhatikan, karena kinerja tata kelola teknologi informasi dan komunikasi akan terganggu jika informasi sebagai salah satu objek utama mengalami masalah keamanan,"ungkapnya.
 
Dikatakannya penyelenggaraan pemerintahan di era digitalisasi ini mengharuskan kita berinovasi. Inovasi ini dilakukan dalam upaya untuk transparansi, dan efesiensi sumber daya manusia, dan birokrasi layanan publik.
 
"Salah satu bentuk implementasi pengamanan informasi pemerintah adalah penggunaan sertifikat elektronik. Pada tahap awal di Kabupaten Muba direncanakan penggunaan tanda tangan digital (digital signature) melalui e-office," terangnya.
 
Sudah ada Perangkat Daerah dalam Pemerintahan Kabupaten Muba telah menggunakan tanda tangan digital, yaitu Disdukcapil dan DPMTSP. 
 
Oleh sebab itu, Ia minta kepada Perangkat Daerah yang lain juga dapat menerapkan tanda tangan elektronik terhadap dokumen dokumen untuk pengamanan, kecepatan bekerja dan pelayanan kepada masyarakat.
 
Apriyadi juga mengharapkan Pemkab Muba dapat menjalin kerjasama dalam pelaksanaan keamanan informasi dengan BSSN dan BSrE. "Jadi kepada semua Organisasi Perangkat daerah Pemkab Muba agar dapat bekerjasama, bahu membahu, mewujudkan keamanan informasi ini sehingga penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik dan komunikasi publik yang transparansi, respon yang cepat dalam pelayanan serta efisiensi sumberdaya dapat lebih ditingkatkan lagi,"pungkasnya.
 
Selanjutnya, pemaparan materi oleh Kasi Pelayanan Sertifikasi Elektronik Balai Sertifikasi Elektronik  (BSrE) BSSN Sandhi Prasetiawan SST MAP,  sebagai narasumber dalam sosialisasi ini, menjelaskan implementasi sertifikat elektronik secara digital singnature aspek keamanan adalah legalitas kemudahan, kecepatan, keutuhan, keaslian, untuk mencegah pemalsuan dan penyangkalan data atau informasi transaksi digital. 
 
"Tanda tangan ini sifatnya sah dan valid. Apabila dokumen yang sudah di tanda tangani secara digital, tidak akan bisa di palsukan. Apabila dipalsukan akan muncul pemberitahuan bahwa dokumen invalid,” ujar Sandi
 
Begitu juga Narasumber dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Aris Munanda SST mengatakan keamanan informasi khususnya ranah siber harus dibangun lebih awal pada tahap awareness dan education setiap pemangku kepentingan didalam Pemerintah, setelah kesadaran dan kemampuan telah terbangun, barulah masuk pada proses/prosedur sampai akhirnya pemanfaatan dan pembangunan teknologi keamanannya.
 
"Hacker saat ini tidak berfikir bagaimana strategi melewati keamanan firewal, IDS atau IPS tetapi bagaimana memanfaatkan social engineering dalam memasuki sistem", jelasnya.
 
 
 
KALDERANEWS -  Sukses dalam pengelolaan zakat, infaq dan sodakoh (ZIS) ASN di lingkungan Kabupaten Musi Banyuasin, kini Kabupaten Muba menjadi percontohan bagi daerah lain.
 
Hal ini dibuktikan dengan adanya Kunjungan Kerja Pansus VI DPRD Kabupaten Bangka beserta rombongan ke Kabupaten Muba dalam rangka Studi Banding Pengelolaan ZIS yang disambut langsung oleh Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA melalui Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi, Selasa (24/11/2020) di Ruang Rapat Serasan Sekate.
 
Dalam sambutannya, Ketua pansus VI DPRD Kabupaten Bangka Marianto SSos mengucapkan terima kasih atas sambutan yang hangat diberikan oleh Pemkab Muba kepada rombongannya.
 
Marianto juga menerangkan menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Muba karena sukses meraih prestasi dari berbagai program program inovasi, terutama dalam hal penerapan Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Musi Banyuasin Nomor 1 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) dan Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Muba Nomor 2 Tahun 2018 tentang Pesta Rakyat.
 
"Saat ini, kami sedang menggodok perda terkait pengelolaan ZIS, untuk menyempurnakan perda yang pihaknya susun sehingga dapat memberikan hasil yang maksimal efisien dan efektif kepada masyarakat di kabupaten Bangka, maka kami lakukan Studi banding ini,"terangnya.
 
Oleh sebab itu, pihaknya memilih Kabupaten Muba sebagai daerah untuk studi banding, apalagi pengelolaannya di Kabupaten Muba sudah sukses dilaksanakan, dan juga pengelolaan ZIS di Muba ini mendapatkan peringkat ke 7 pengelolaan ZIS terbaik di Indonesia.
 
"Alhamdulillah, hari ini kita dapat kesempatan melakukan studi banding untuk mempelajari Peraturan Daerah Kabupaten Muba Nomor 1 Tahun 2019 tentang Pengelohan Zakat, Infak, dan sedekah. Pada kesempatan ini, Kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya pada Pemkab Muba atas sambutan yang luar biasa ini, dan ucapan terima kasih juga atas kesediaan Pemkab Muba bersama Baznas yang ikhlas berbagi pengalaman dengan kami. Mudah-mudahan apa yang kami dapatkan dari Kabupaten Muba ini bisa kami terapkan juga dengan baik untuk Kabupaten Bangka,"ungkapnya.
 
Hal senada, Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA melalui Sekretaris Daerah Drs H Apriyadi MSi dalam sambutannya juga mengucapkan selamat datang.
 
Dikatakan Apriyadi, pihaknya merasa bangga karena ZIS yang dikelolanya dijadikan percontohan bagi kabupaten Bangka.
 
"Kami Pemkab Muba sangat bangga atas kehadiran Pansus VI DPRD Bangka beserta rombongan di Kabupaten Muba. Kami Pemkab Muba dengan senang hati siap untuk membantu dan berbagi pengetahuan terkait Peraturan Daerah Kabupaten Muba Nomor 1 Tahun 2019 tentang Pengelohan Zakat, Infak, dan sedekah serta pengalaman dalam pengelolaan ZIS ini. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan hari ini bermanfaat bagi kita semua. Dan Semoga apa yang telah diberikan dapat diterapkan di Kabupaten Bangka bahkan lebih baik dari Kabupaten Muba,"pungkasnya.
 
Turut didampingi, Kabag kesra Ustadz Opi Palopi, Ketua Baznas Muba Drs H Lukmannul Hakim beserta Jajarannya, serta dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Bangka Romlan SH, Ruswanto AMd, Firdaus Djohan, Meidan, Dr Zairin Khiffari.
KALDERANEWS - Pasca dikeluarkannya register Bandara Pangeran Abdul Hamid Sekayu oleh Kementerian Perhubungan beberapa waktu lalu, Bupati Musi Banyuasin Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA terus mempercepat target realisasi operasional Bandara Pangeran Abdul Hamid Sekayu. 
 
Bahkan, pada Agustus lalu Pembina dan Penggerak Olahraga Terbaik Indonesia tersebut juga telah melakukan uji coba langsung take off dan landing di Bandara Pangeran Abdul Hamid Sekayu dengan membawa pesawat jenis BN2T/PK - WMR. 
 
"Realisasi operasional bandara Pangeran Abdul Hamid Sekayu terus kita kebut, dan hari ini Pemkab Muba menjajaki kerjasama dengan maskapai Lions Group," ungkap Dodi Reza di sela Rapat Rencana Pengembangan dan Pemanfaatan Bandara Pangeran Abdul Hamid Sekayu di Kantor Lion Operation Center (LOC) – CGK & HLP Tangerang-Banten, Selasa (24/11/2020). 
 
Menurutnya, dengan mempercepat realisasi operasional operasional bandara Pangeran Abdul Hamid Sekayu menjadi bagian membuka pintu masuk selebar-lebarnya untuk mendatangkan investor. 
 
"Dengan fasilitas yang dimiliki bandara Pangeran Abdul Hamid Sekayu tentu percepatan pembangunan infrastruktur dan SDM Muba nantinya akan lebih baik lagi," harapnya. 
 
Dodi menerangkan, operasional bandara Pangeran Abdul Hamid Sekayu nantinya meliputi penerbangan komersil, Air Charter, flying school atau sekolah penerbangan, dan maintenance pesawat. 
 
"Mohon dukungan semua pihak dan warga masyarakat Musi Banyuasin, prinsipnya Pemkab Muba siap memfasilitasi infrastuktur apa saja yang dibutuhkan untuk pelaksanaan optimalisasi bandara, karena ini murni milik Pemkab Muba," bebernya. 
 
Sementara itu, Managing Director Lions Group, Capt Daniel Putut didampingi Aviation adviser Capt Budi Sentosa mengatakan setelah pertemuan ini pihaknya akan mengirimkan staf untuk turut andil percepatan operasional dan optimalisasi Bandara Abdul Hamid Sekayu.
 
"Kerjasama ini akan kami jajaki dengan baik bersama Pemkab Muba," ucapnya.
 
Ia menambahkan, pihak Lions Group kagum dengan fasilitas dan infrastruktur yang dimiliki bandara Pangeran Abdul Hamid Sekayu. "Terlebih rencana pengembangan bandara yang diinginkan pak Bupati nantinya kami yakini akan sangat terjangkau dan berkualitas," ulasnya.
 
Kepala Dinas Perhubungan Muba, Pathi Riduan SE ATD MM menyebutkan adapun infrastruktur yang dimiliki bandara Pangeran Abdul Hamid Sekayu yakni panjang Runway 1.200 x 23 Meter dengan luas 20 hektar, tersedia Ruang Terminal, Hanggar, apron dan perlengkapan Mobil PPK. 
 
"Fasilitas ini akan terus dikembangkan sesuai dengan visi pak Bupati Muba Dodi Reza dan harapan warga masyarakat Muba, apalagi nantinya bandara ini akan menjadi tempat sekolah penerbangan di Sumatera Selatan dan siap membuka diri kerjasama dengan siapapun yang berminat untuk memanfaatkan fasilitas bandara baik untuk sekolah penerbangan," tandasnya.
 
 
 
Ad Sidebar

Latest Tweets

Feby Deru Dampingi Iriana Jokowi Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Tes IVA Hingga Temui Pengrajin Songket… https://t.co/yxjLiPEQUl
Kunjungi Stan Dekranasda Sumsel, Iriana Jokowi Janji Temui Pengrajin Kain di Palembang https://t.co/6FQb5LcCCy via @tripplesworld
Menang Tipis Atas PSGC Ciamis, Sriwijaya FC Makin Kokoh di Puncak Klasemen https://t.co/V0DFFAlQDG lewat @tripplesworld
Metzelder Diduga Terlibat Kasus Pornografi Anak https://t.co/knEQDSYopZ lewat @tripplesworld
Icardi Tuntut Inter Milan Bayar Kompensasi 1,5 Juta Euro https://t.co/IZVf4wvhGn lewat @tripplesworld
Napoli Boyong Fernando Llorente dari Tottenham https://t.co/FnVARyGvqx
Follow Kaldera News on Twitter

Please publish modules in offcanvas position.