Generasi Muda Dilibatkan dalam Mendukung Perubahan Iklim

KALDERANEWS – Pengendalian perubahan iklim perlu aksi nyata, tidak hanya pemerintah melainkan setiap orang, termasuk generasi muda.

Keterlibatan generasi muda dalam pengendalian perubahan iklim salah satunya ada di Sumatra Selatan (Sumsel). Sebanyak 37 peneliti muda lanskap terjun ke 12 desa yang berada di area Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) Saleh-Sugihan, Kabupaten Banyuasin, dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Lalan Mendis di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumsel.

Nur Arifah, salah satu Peneliti Muda Lanskap, mengatakan adanya perubahan iklim sangat berpengaruh pada ketahanan pangan.

“Hal ini dikarenakan perubahan iklim akan mempengaruhi keadaan cuaca menjadi tidak menentu yang dapat mempengaruhi turunnya produksi pertanian maupun perkebunan,” katanya.

Alifah menjelaskan turunnya hasil produksi tersebut berdampak pula terhadap turunnya pendapatan masyarakat.

“Yang pada akhirnya mempengaruhi kemampuan masyarakat untuk membeli kebutuhan pangan,” kata dia.

Alifah sendiri adalah peneliti muda yang terpilih dalam Program Inkubator Peneliti Muda Lanskap (IPML) yang diinisiasi oleh ICRAF Indonesia, melalui proyek Land4Lives yang didukung oleh Global Affairs Canada (GAC).

Koordinator Provinsi Land4Lives Sumsel, David Susanto, mengatakan pihaknya mengajak para lulusan muda dari universitas-universitas di Sumseluntuk mengenal bentang lahan yang ada di Sumatera Selatan, mengidentifikasi permasalahan yang ada, dan bersama-sama memikirkan solusinya.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan akan lebih banyak lagi generasi muda yang memperhatikan isu perubahan iklim dan pengelolaan lahan dan menyampaikan suaranya,” kata dia.

IPML menjadi wadah kolaborasi antara peneliti ICRAF, akademisi, dan peneliti muda untuk melakukan penggalian data awal sebagai dasar bagi penyusunan intervensi dan usulan kebijakan. Dimana untuk memastikan kebijakan yang diusulkan dan intervensi yang dilakukan tepat sasaran dan tepat guna, diperlukan penggalian data dan pemotretan kondisi lapangan baik dari aspek pengelolaan lahan, sosial, dan ekonomi.

Menurut David. para peneliti muda mengikuti proses inkubasi sebagai ajang pembekalan PML ketika turun ke desa yang dilakukan selama kurang lebih satu bulan.

“Khusus di Sumsel, kegiatan berfokus pada adaptasi dampak perubahan iklim, sedangkan kegiatan Land4Lives di dua provinsi lainnnya, fokus kegiatan pada mitigasi dampak perubahan iklim,” katanya.

Land4Lives adalah proyek riset aksi yang berlangsung hingga 2026 dan merupakan kerja sama antara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PPN/Bappenas dan Pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada.

Proyek ini dilaksanakan oleh ICRAF di tiga provinsi, yakni Sumsel, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *