Diaspora Ukraina Sebarkan Fakta Lawan Berita Pro-Rusia di China

Jakarta, CNN Indonesia — Sekelompok warga Ukraina di China berupaya melawan informasi bias pro-Rusia dan sensor di Negeri Tirai Bambu.
Sekitar 300 relawan penerjemah Ukraina membuat situs memuat berita dan informasi penting perkembangan invasi Rusia terhadap negara eks Uni Soviet tersebut. Beberapa dari warga Ukraina itu ada yang berada di luar China.

Situs itu diberi nama “Berita Ukraina”, yang adalah versi China dari media pemerintah Ukraina, Ukrinform. Situs tersebut juga memiliki saluran di WeChat dan Youtube.

Pemberitaan ini ditujukan untuk masyarakat China yang kini mengalami pembatasan informasi, terutama soal invasi Rusia di Ukraina.

Sebagian besar pemberitaan soal invasi Rusia ke Ukraina di China bias dan condong pro-Moskow. Hal itu tak asing mengingat Beijing-Moksow meliki hubungan dekat.

“Kami menyalurkan seluruh energi, kecemasan, dan duka untuk melakukan sesuatu,” kata Lidiia Zhgyr, seorang pengajar lingkungan di Cherkasy, Ukraina tengah, sebagaimana dilansir AFP.

Lidiia menjadi salah satu pengurus situs berita tersebut.

Melihat kondisi ini, Lidiia memutuskan untuk memperbaiki “kematian informasi” yang terjadi di China terkait perang Rusia-Ukraina.

Lidiia dan teman-temannya sempat berkumpul di salah satu kafe di Beijing untuk mendiskusikan konten Youtube mereka, yang kini mendapatkan lebih dari 1.000 pengikut sejak pertama kali diluncurkan.

Meski demikian, pengguna hanya bisa mengakses konten mereka menggunakan VPN.

“Kebanyakan warga di media sosial China mendukung Rusia,” ujar Lidiia.

“Namun, saya juga percaya kebanyakan orang tak memiliki akses untuk informasi yang objektif,” lanjutnya.

Mereka juga sedang membentuk satu saluran di WeChat untuk mengunggah video konflik Rusia-Ukraina.

Di China, banyak video terkait perang Rusia-Ukraina yang disensor meski para relawan telah menghindari konten grafis. Tak hanya itu, aplikasi yang digunakan oleh diaspora Ukraina juga tak bisa diakses di China.

“Kerugian terbesar kami adalah tidak ada [media] resmi pemerintah dari Ukraina di China,” kata Lidiia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *