KALDERANEWS -  Aplikasi Qris Bank Sumsel Babel diyakini dapat mempemudah  pelaku usaha dalam  melakukan transaksi pembayaran non tunai atau secara online. Terlebih  di tengah pandemi Covid 19, aplikasi Qris ini mengurangi aktifitas transaksi kontak secara langsung.
 
Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya  saat membuka Festival Kuliner Promo Qris Bank Sumsel Babel di Graha Bina Praja Auditorium Pemprov Sumsel, Kamis (1/10) pagi menyebut dimasa Pandemi sekarang ini  dunia usaha jangan sampai lemah. Namun harus tetap berusaha untuk bangkit  dengan mencari peluang usaha model baru salah satunya memanfaatkan aplikasi Qris. Untuk itu dia mengajak semua pihak termasuk jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Provinsi, Kabupaten/kota untuk terlibat secara langsung dalam usaha menggeliatkan ekonomi masyarakat salah satunya dengan mensosialisasikan pengguaan aplikasi Qris.
 
 
"Banyak kemudan yang didapat dengan penggunaan aplikasi Qris ini," ungkap Wagub Mawardi Yahya. Sementara itu, Direktur Umum Bank Sumsel Babel, Samiludin mengatakan Qris adalah mode layanan dari Bank Sumsel Babel,   sebagai langkah awal untuk membantu pemerintah dalam membangun ekonomi yang kuat di tengah  masyarakat  Sumsel. "Kami Bank Sumsel Babel siap mendukung program Pemprov Sumsel. program Qris ini merupakan bentuk dari upaya membangun ekonomi melalui sektor UMKM," ungkapnya. 
 
 
KALDERANEWS - Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya secara resmi membuka Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS Pemerintah Provinsi Sumsel formasi tahun 2019 di Ruang Serbaguna CAT Kantor Regional VII BKN Palembang, Rabu (9/9). Pada kesempatan itu Wagub memberikan motivasi kepada seluruh peserta SKB CPNS untuk dapat melaksanakan ujian secara baik dan maskimal, sehingga ujian ini dapat diselesaikan dengan sesuai harapan.
 
"Untuk memasuki babak akhir ini tetap bersemangat tidak usah grogi. Suatu pekerjaan dikerjakan dengan grogi bisanya tidak maksimal. Kalau kita kerjakan dengan santai, enjoy maka pekerjaan itu akan mudah dan berkembang sendiri,"katanya.
 
Dari ribuan peserta yang ikut tes CPNS terutama bagi yang tidak lulus, Wagub meminta untuk tidak usah putus asa. Dia menilai masih banyak cara lain dalam menata masa depan dengan melakukan aktifitas-aktifitas dengan mengembangkan inovasi dan kreatifitas. "Harapan saya dari 8.000 lebih yang ikut seleksi jangan hanya menunggu dari pembukaan CPNS saja, namun lakukan aktifitas-aktifitas lain dengan mengembangkan inovasi-inovasi untuk masa depan kita nantinya, jadi tidak usah putus asa," tutur Wagub.
 
Menurutnya, keberhasilan itu tidak hanya di PNS namun dengan inovasi itulah maka bisa maju ke depan. Bagaimana dia ingin ke depan adik-adik yang tidak berhasil CPNS agar bisa mengeluarkan inovasi-inovasi dalam membantu ekonominya sendiri. "Tekadkan semangat apabila tidak lulus nantinya untuk membuat inovasi," terangnya. Dengan melihat tahapan demi tahapan untuk menjadi PNS, maka itu Wagub mengingatkan kepada peserta yang lulus sudah menjadi pegawai negeri nantinya untuk benar-benar disiplin dan bertanggungjawab terhadap pekerjaan dan bangsa serta negara, termasuk program-program dalam mensejahterakan rakyat.
 
"Selamat menjalankan seleleksi ini, kalau tidak lulus jangan putus asa masih ada jalan lain dengan melakukan inovasi," tutup Wagub. Sementara itu Kepala BKD Provinsi Sumsel, Hj. Nora Elisya menyebutkan dari sebanyak 464 peserta yang tes akan diterima sebanyak 188 orang.  "Pelaksanaan tes berlangsung selama dua hari, terbagi menjadi tiga sesi dan masing-masing sesi 100 orang. Untuk 164 orang pelaksanaannya besok. Jadi dua hari ,"ungkapnya.
 
Lanjut dia, dari 188 formasi terdiri dari dokter, bidan, perawat, apoteker. Untuk lingkup kesehatan sebanyak 115 orang, kemudian 73 orang itu di bidang teknis lain seperti pertanian dan lainnya.

KALDERANEWS - Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Mawardi Yahya menyebut, perang melawan narkoba harus dilakukan secara sistematis, terstruktur dan masif oleh semua pihak. Hal itu disampaikannya saat menghadiri puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2020 di Kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumsel, (26/6).

Bahkan, tindakan tegas terukur juga harus diberikan kepada para bandar agar memberikan efek jera sehingga mata rantai penyebaran narkoba tersebut terputus.

"Pemberantasan narkoba ini tidak bisa hanya dilakukan aparat pemerintah saja. Masyarakat dan keluarga juga harus berperan dan bergerak bersama," kata Mawardi.

Terlebih, korban narkoba sendiri saat ini didominasi kaum milenial atau remaja. Hal itu tentu memprihatinkan mengingat remaja merupakan generasi yang diharapkan dapat membangun bangsa lebih baik kedepannya.

Berdasarkan catatan pemerintah pusat, jumlah penyalahgunaan narkoba di tanah air mecapai 3,37 juta orang dengan rentang usia 10 tahun hingga 50 tahun. Sementara tahun 2018 angka penyalahgunaan naik menjadi 5,6 juta orang. Ironisnya, 2,9 juta orang merupakan pelajar.

Untuk itu, Mawardi menekankan, implementasi pemberantasan narkoba dan edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan sehingga komitmen untuk 100 persen hidup sehat dapat terwujud.

"Apalagi saat ini kita juga sedang menghadapi Covid-19. Tentunya peran penting setiap elemen dibutuhkan," terangnya.

Diketahui, puncak peringatan HANI 2020 dengan tema "Hidup 100 Persen di Era New Normal" tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Presiden Ri KH Ma'ruf Amin melalui video conferece.

Sebelumnya, Ma'ruf Amin menegaskan jika kelompok masyarakat yang paling terpapar narkoba memiliku rentang usia 10 tahun hingga 30 tahun.

"Inilah yang perlu perhatian khusus. Kita juga saat ini dihadapkan persoalan covid-19. Pemberantasannya bisa dilakukan secara bersamaan karena penangannya memiliki cara yang tidak jauh berbeda. Penegakan hukum terhadap narkoba ini harus dilakukan secara konsisten," bebernya.

Pada kesempatan itu, Wakil Presiden juga meresmikan portal pengaduan penyalahgunaan narkoba yang bisa di akse melalui aduannarkoba.bnn.go.id

 

KALDERANEWS - Dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun 2020 ini, Pemerintah Provinsi Sumsel, TNI/Polri dan stakeholder telah mengambil langkah untuk mengatasinya dengan menggelar Rapat Koordinasi Kesiapan Penanganan Karhutla Provinsi Sumsel di Ruang Catur Prasetya Polda Sumsel, Rabu (17/6).

 

Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya mengatakan Karhutla ini sudah menjadi tugas bersama karena ini terjadi dari tahun ke tahun, tinggal bagaimana cara komitmen dalam penanganannya. 

 

"Jadi bagaimana komitmen kita bersama didalam mengantipasi dan penanganan ini. Tapi saya kira tahap pertama mengantisipasi dengan langkah-langkah kita ketitik hotspot di Desa-desa, mungkin dari sana kita lakukan,"ungkapnya.

 

Wagub menilai jika penanganan Karhutla ini dilakukan dengan cara bersama-sama tentu dapat dengan mudah ditangani. Bahkan Pemprov Sumsel sudah siap untuk mengantisipasi Karhutla ini. 

 

"Saya yakin apabila semua tanggung jawab mulai dari tingkat Provinsi, Kabupaten sampai ke Desa, karhutla ini bukanla hal yang berat. Kita secara nyata, segala kekuatan dan tenaga kita curahkan dalam penanganan karhutla maka langkah- langkahanya kita lakukan pencegahan,"tutupnya.

 

Sementara Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan menyampaikan bahwa dalam penanganan Karhutla ini yang di utamakan adalah pencegahan. Bahkan dalam pencegahan ini, Pangdam sudah menyiapkan seribu personil. 

 

"Kita sudah siapkan seribu personil kalau kurang kita tambah lagi tapi intinya kita sudah menyiapkan. Terlebih kita juga sudah membentuk subsatgas di kabupaten/kota, dan ini tinggal berjalan saja,"tuturnya 

 

Ditambahkan Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri mengatakan Karhutla ini sudah setiap tahunnya terjadi maka itu dalam menanggulanginya dilakukan rapat kesiapan. 

 

"Beberapa hari kamarin saya sudah mengecek kekuatan personil dan ketersedian peralatan untuk digunakan Karhutla namun alat ini sebagai konsep terakhir dengan harapan karhutla tidak terjadi tahun ini,"katanya.

 

Dalam strategi pencegahannya tidak lain adalah harus mencegahnya agar tidak terjadi karhutla. "Ini kita bisa lakukan secara bersama. Kami juga sudah menyebarkan maklumat kepada masyarakat tentang dampak dan bahayanya Karhutla. Bahkan kami juga sudah membangun kampung tangkal covid relawan peduli karhutla,"papar Kapolda.

 

KALDERANEWS - Langkah Gubernur Sumsel H Herman Deru untuk terus menjaga keberlangsungan pendidikan para mahasiswa perguruan tinggi dan universitas di Sumsel agar tetap berjalan di tengah pandemi Covid-19 diapresiasi berbagai pihak. Bahkan, ajakan agar perguruan tinggi dan universitas untuk turut membantu keringanan biaya pendidikan mahasiswa disambut positif perguruan tinggi dan universitas tersebut.

 

"Kita menginginkan pendidikan mahasiswa yang saat ini berlangsung tetap berjalan meskipun di tengah wabah ini. Ini sebagai rasa prihatin pemerintah. Sebab itulah, Pemprov Sumsel mengajak lembaga pendidikan bisa berpartisipasi dengan meringankan biaya pendidikan mahasiswa tersebut di tengah wabah ini," kata Gubernur Sumsel H Herman Deru melalui Wakil Gubernur H Mawardi Yahya, saat Rapat Pembahasan Tindak Lanjut Surat Permohonan dari Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) di ruang rapat Gubernur Sumsel, Kamis (4/6).

 

Terlebih saat pandemi ini, banyak masyarakat khususnya orang tua atau wali mahasiswa yang terpaksa harus mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau dirumahkan oleh perusahaan sehingga menurunkan perekonomian.

 

"Mereka juga terdampak Covid-19 ini. Penghasilan orang tua atau wali mereka menurun akibat pandemi ini," tuturnya.

 

Pemprov sendiri, lanjut Mawardi, juga tidak menutup mata atas kesulitan yang dialami mahasiswa saat ini. Dimana pemerintah juga memberikan bantuan kepada perguruan tinggi dan universitas untuk keberlangsungan pendidikan mahasiswanya. Namun harus tetap ada langkah-langkah yang harus dilalui.

 

Dimana mahasiswa yang menerima bantuan keringanan biaya harus memenuhi sejumlah persyaratan umum seperti tercatat sebagai warga Sumsel dan memiliki e-KTP, mahsiswa program studi S1 dan DIII yang terakreditasi, mahasiswa terdaftar dan aktif yang memiliki kartu mahasiswa serta dibuktikan dengan slip registrasi terbaru, surat keterangan dari fakultas yang menyatakan mahasiswa tersebut tidak mendapatkan beasiswa dan atau akan mendapatkan beasiswa dari sumber lain, tidak pernah atau sedang dikenai sanksi berkaitan dengan pelanggaran tata tertib dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan orang tua atau wali kurang mampu secara ekonomi akibat Covid-19.

 

Lalu persyaratan khusus orang tua atau wali memiliki e-KTP, 

mahasiswa yang orang tua atau walinya terdampak Covid seperti PHK atau dirumahkan serta kehilangan penghasilan, mahasiswa yang orang tua atau walinya bukan ASN/TNI/POLRI/BUMN/BUMD atau lembaga lainnya, diprioritaskan bagu mahasiswa yang orang tua atau walinya tidak mendapatkan jaringan pengaman sosil (JPS) yang dibuktikan dengan surat pernyataan dan diketahui pemerintah setempat, mahasiswa yang tidak mendapatkan bantuan atau beasiswa dari perintah, swasta, LSM atau lembaga lainnya yang dibuktikan dengan surat pernyataan bermaterai.

 

"Tentunya bantuan harus melihat kategori kehidupan mahasiswa itu sendiri. Tidak mungkin juga mereka yang mendapatkan beasiswa diberikan bantuan tersebut. Artinya mereka yang dibantu memang tidak mampu akibat Covid-19 ini," tegasnya.

 

Semantara itu, Wakil Rektor 1 Unsri Zainuddin Nawawi mengapresiasi upaya yang dilakukan Pemprov Sumsel.

 

Dia menegaskas, pihaknya sepakat mendukung upaya Pemprov Sumsel tersebut. Hanya saja, bantuan tersebut harus berdasarkan data-data yang akurat.

 

"Kami sepakat mendukung namun harus dengan data yang memang baik agar tepat sasaran," ujarnya.

 

Senada dengan itu, L2Dikti Sumsel Slamet Widodo menambahkan, saat ini tercatat ada sekitar 87.419 orang mahasiswa aktif di Sumsel. Untuk itulah, harus ada kriteria agar bantuan yang rencananya akan diberikan dapat sesuai sasaran.

 

"Setiap perguruan tinggi ada beragam jumlah mahasiswanya. Dari 2000 orang sampai 8000 orang. Namun ada juga yang dibawah 100 orang. Karena itu, data betul-betul harus akurat sehingga bantuan itu diberikan kepada yangemang berhak menerimanya. Termasuk juga mengatur kategorinya seperti apa," pungkasnya.

Halaman 1 dari 6
Ad Sidebar

Latest Tweets

Feby Deru Dampingi Iriana Jokowi Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Tes IVA Hingga Temui Pengrajin Songket… https://t.co/yxjLiPEQUl
Kunjungi Stan Dekranasda Sumsel, Iriana Jokowi Janji Temui Pengrajin Kain di Palembang https://t.co/6FQb5LcCCy via @tripplesworld
Menang Tipis Atas PSGC Ciamis, Sriwijaya FC Makin Kokoh di Puncak Klasemen https://t.co/V0DFFAlQDG lewat @tripplesworld
Metzelder Diduga Terlibat Kasus Pornografi Anak https://t.co/knEQDSYopZ lewat @tripplesworld
Icardi Tuntut Inter Milan Bayar Kompensasi 1,5 Juta Euro https://t.co/IZVf4wvhGn lewat @tripplesworld
Napoli Boyong Fernando Llorente dari Tottenham https://t.co/FnVARyGvqx
Follow Kaldera News on Twitter

Please publish modules in offcanvas position.