KALDERANEWS - Setelah dua hari berturut-turut penambahan konfirmasi COVID-19 bertambah signifikan, akhirnya Minggu (27/9/2020) Gugus Tugas Penanganan COVID-19 mengkonfirmasi nihilnya penambahan kasus, namun kabar baiknya tercatat ada penambahan 4 kasus sembuh.
 
"Nihil terkonfirmasi, dan penambahan 4 kasus sembuh sehingga total kasus sembuh di Muba menjadi 108 kasus," ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Herryandi Sinulingga AP. 
 
 
Kadin Kominfo Muba ini merinci adapun penambahan 4 kasus sembuh yakni diantaranya kasus 112 perempuan usia 23 tahun Kelurahan Serasan Jaya dirawat RSUD Sekayu, kasus 113 laki-laki usia 14 tahun Kelurahan Serasan Jaya dirawat RSUD Sekayu. 
 
"Lalu, kasus 114 laki-laki usia 43 tahun Kelurahan Serasan Jaya dirawat RSUD Sekayu, dan kasus 115 perempuan usia 50 tahun Kelurahan Serasan Jaya dirawat RSUD Sekayu," terangnya. 
 
Lingga menambahkan, adapun total kasus konfirmasi hingga 27 September 2020 yakni terdata 176 kasus, kasus meninggal dunia 10 orang, dan kasus sembuh 108 orang. "Dan yang masih dirawat ada sebanyak 58 orang," bebernya. 
 
Sementara itu, berdasarkan data update Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba 27 September 2020 tercatat ada sebanyak 402 ODP 5 selesai pemantauan masih dipantau 397 orang, 814 kontak erat 659 kontak selesai pemantauan 155 kontak erat yang masih dipantau, 148 PDP 6 proses pengawasan 123 selesai pengawasan.
KALDERANEWS - Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Musi Banyuasin, Minggu (5/7/2020) ada penambahan 10 kasus terkonfirmasi positif dan semuanya berstatus lokal. Penambahan signifikan ini membuat daftar panjang kasus COVID-19 di Muba dengan total 60 kasus. 
 
"Ada penambahan 10 kasus positif yakni kasus 51-60, 9 diantaranya di Cluster yang sama," dan 1 pasien kasus 111 PDP 38 umur 22 Tahun selama 21 hari di rawat dijambi telah Sembuh ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. 
 
Dikatakan, adapun kasus 51 yakni laki-laki 29 tahun, kasus 52 laki-laki 45 tahun, kasus 53 laki-laki 40 tahun, kasus 54 laki-laki 45 tahun, kasus 55 laki-laki 28 tahun, kasus 56 laki-laki 26 tahun.
 
Kemudian, kasus 57 laki-laki 24 tahun, kasus 58 perempuan 36 tahun, kasus 59 perempuan 12 tahun, dan kasus 60 laki-laki 24 tahun Desa Epil. Lalu, ada penambahan 4 PDP diantaranya 3 dirawat di RSUD Sekayu dan 1 RSUD Bayung Lencir.  
 
"Untuk kasus konfirmasi yang dirawat ada 20 orang. RSUD Sekayu 5 orang, RSUD Sungai Lilin 10 orang, Wisma Atlet Palembang 1 orang, RSUD Siti Fatimah 1 orang, dan Bayung Lencir 3 orang," imbuhnya. 
 
Sementara itu, data update 5 Juli 2020 tercatat ada sebanyak 375 ODP 367 selesai pemantauan masih dipantau 8 orang, 368 OTG 310 selesai pemantauan 58 masih dipantau, 148 PDP 29 proses pengawasan 119 selesai pengawasan.
 
 
 
 
 

KALDERANEWS - Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (Gugus Tugas Nasional) mencatat penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 per hari ini Kamis (2/7) totalnya menjadi 59.394 setelah ada penambahan sebanyak 1.624 orang. Kemudian untuk pasien sembuh menjadi 26.667 setelah ada penambahan sebanyak 1.072 orang. Selanjutnya untuk kasus meninggal menjadi 2.987 dengan penambahan 53.

Adapun akumulasi data kasus tersebut diambil dari hasil uji pemeriksaan spesimen sebanyak 23.519 pada hari sebelumnya, Rabu(1/7) dan total akumulasi yang telah diuji menjadi 849.155. Adapun uji pemeriksaan tersebut dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 144 laboratorium, Test Cepat Melokuler (TCM) di 110 laboratorium dan laboratorium jejaring (RT-PCR dan TCM) di 274 lab.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 10.814 dan jumlah yang akumulatifnya adalah 503.132. Dari pemeriksaan keseluruhan, didapatkan penambahan kasus positif per hari ini sebanyak 1.624 dan negatif 9.190 sehingga secara akumulasi menjadi positif 59.394 dan negatif 443.738.

"Kasus positif terkonfirmasi sebanyak 1.624 orang, sehingga akumulasi kasus positif yang kita dapatkan sampai dengan hari ini adalah 59.394,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Kamis (2/7).

Menurut Yuri, angka ini tidak tersebar merata di seluruh Indonesia, melainkan ada beberapa wilayah yang memiliki kasus penambahan dengan jumlah tinggi, namun ada beberapa yang tidak sama sekali melaporkan adanya penambahan kasus positif.

"Untuk Jawa Timur ada penambahan kasus baru sebanyak 374 orang, namun juga melaporkan kasus yang sembuh sebanyak 192 orang. Kemudian DKI Jakarta hari ini melaporkan kasus terkonfirmasi baru adalah 190 orang dan kemudian kasus sembuh dilaporkan sebanyak 191 orang. Sulawesi Selatan 165 orang dan terkonfirmasi sembuh sebanyak 50 orang," ungkap Yuri.

"Kemudian Jawa Tengah 153 orang dan kasus terkonfirmasi sembuh adalah 98 orang. Kemudian Kalimantan Selatan kasus baru 114 orang dan sembuh 51 orang," imbuhnya.

Sementara itu, data provinsi 5 besar dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif adalah mulai dari Jawa Timur 12.695, DKI Jakarta 11.823, Sulawesi Selatan 5.379, Jawa Tengah 4.159 dan Jawa Barat 3.280.

Berdasarkan data yang diterima Gugus Tugas dari 34 Provinsi di Tanah Air, Provinsi DKI Jakarta menjadi wilayah penambahan kasus sembuh tertinggi yakni 6.871 disusul Jawa Timur sebanyak 4.391, Sulawesi Selatan 1.941, Jawa Barat 1.665, Jawa Tengah 1.357 dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 26.667 orang.

Kriteria pasien sembuh yang diakumulasikan tersebut adalah berdasarkan hasil uji laboratorium selama dua kali dan ketika pasien tidak ada lagi keluhan klinis.

Gugus Tugas Nasional merincikan akumulasi data positif COVID-19 lainnya di Indonesia yaitu di Provinsi Aceh 86 kasus, Bali 1.640 kasus, Banten 1.474 kasus, Bangka Belitung 155 kasus, Bengkulu 130 kasus, Yogyakarta 320 kasus.

Selanjutnya di Jambi 117 kasus, Kalimantan Barat 336 kasus, Kalimantan Timur 531 kasus, Kalimantan Tengah 946 kasus, Kalimantan Selatan 3.337 kasus, dan Kalimantan Utara 206 kasus.

Kemudian di Kepulauan Riau 307 kasus, Nusa Tenggara Barat 1.260 kasus, Sumatera Selatan 2.120 kasus, Sumatera Barat 750 kasus, Sulawesi Utara 1.159 kasus, Sumatera Utara 1.690 kasus, dan Sulawesi Tenggara 464 kasus.

Adapun di Sulawesi Tengah 186 kasus, Lampung 193 kasus, Riau 228 kasus, Maluku Utara 940 kasus, Maluku 762 kasus, Papua Barat 244 kasus, Papua 1.916 kasus, Sulawesi Barat 119 kasus, Nusa Tenggara Timur 118 kasus dan Gorontalo 256 kasus serta dalam proses verifikasi ada 4.

Total untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masih dipantau ada sebanyak 40.778 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih diawasi ada 13.359 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 452 kabupaten/kota di Tanah Air.

KALDERANEWS - Penyebaran COVID-19 di Indonesia telah memasuki bulan keempat. Penanganan pandemi penyakit akibat virus SARS-CoV-2 pun masih terus dilakukan untuk memutus rantai penularan. Hingga 1 Juli 2020, tercatat kasus positif sekitar 57.770 dengan angka sembuh mencapai 25.595 atau 44 persen di Indonesia.

Menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Penanganan Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto mengatakan, dua aspek menjadi pijakan penting pada peningkatan angka kesembuhan di Indonesia.

“Pertama, karena perawatan atau pelayanan rumah sakit lebih baik lagi. Perhatian rumah sakit dalam memberikan perawatan kepada pasien ini menjadi lebih baik disebabkan oleh beban layanan rumah sakit atau BOR (Bed Occupancy Ratio) memiliki rata-rata nasional sekitar 55,6 persen,” ujar Yurianto saat berdialog di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Kamis (2/7).

Ini berarti sumber daya yang ada, seperti tenaga kesehatan, dapat memberikan layanan rawatan secara optimal kepada pasien.

“Kedua adalah meningkatnya kesadaran masyarakat terkait COVID-19,” kata Yurianto yang juga Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19.

Ia melihat bahwa masyarakat sudah semakin bagus merespon, kemudian untuk kelompok-kelompok yang memiliki komorbid (penyakit penyerta) mereka sudah betul-betul menyadari bahwa mereka harus dilindungi bersama.

“Sehingga yang jatuh menjadi sakit untuk kelompok yang memiliki penyakit komorbid ini relatif lebih sedikit. Ini lah yang menjadi faktor kenapa angka sembuh ini semakin banyak,” lanjut Yurianto.

Ia menambahkan bahwa kesadaran masyarakat untuk segera mengakses layanan rawatan itu menjadi kunci dari kontribusi angka ini.

Angka kesembuhan hingga 44 persen merupakan capaian secara nasional. Angka tersebut dari akumulasi rata-rata dari keseluruhan provinsi di Indonesia. Yurianto yang juga juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 menambahkan ada lebih dari 13 Provinsi yang angka sembuhnya sudah di atas 70 persen.

“Ada beberapa yang sudah 86 persen, seperti Bangka-Belitung, Lampung, dan D.I.Yogyakarta. Meskipun masih ada provinsi yang angka sembuhnya baru sekitar 12-13 persen,” ucap Yurianto pada dialog di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Kamis (2/7).

Sementara itu, Kepala Divisi Penyakit Tropik Infeksi Departemen Penyakit Dalam RSPAD Gatot Soebroto Dr.dr. Soroy Lardo menjelaskan, masyarakat harus mengembangkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan konsep kewaspadaan tinggi terkait dengan kemungkinan adanya OTG (Orang Tanpa Gejala) maupun pasien yang terinfeksi kembali.
“Jadi di masyarakat itu harus ditanamkan satu kultur perilaku baru yang disebut dengan social-distancing, physical distancing, penggunaan masker secara kontinyu, dan cuci tangan. Itu adalah suatu kondisi yang akan menentukan kultur baru kita mencegah tertularnya dengan Covid,” jelas dr. Soroy Lardo
Yurianto juga menegaskan bahwa kunci agar tidak tertular virus adalah mengikuti protokol kesehatan serta percaya dengan pelayanan kesehatan yang semakin baik di Indonesia.
“Kalau tidak mau sakit, jalankan protokol kesehatan itu saja sebenarnya kuncinya dan jangan takut Saudara kita yang sakit, dengan layanan rawatan yang semakin baik sekarang, angka kesembuhannya semakin tinggi,” tutup Yuri.

 
KALDERANEWS - Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Musi Banyuasin, Rabu (24/6/2020) mengkonfirmasi penambahan 10 kasus pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang ke kediaman masing-masing, 1 pasien di RSUD Sungai Lilin dan 9 pasien RSUD Bayung Lencir. 
 
Sebanyak 10 penambahan kasus sembuh tersebut menambah daftar pasien covid-19 yang dinyatakan sembuh yakni dengan total sebanyak 35 kasus sembuh. 
 
"Jadi dengan bertambahnya 10 kasus sembuh hari ini, kasus positif covid-19 di Muba tinggal 5 kasus lagi yang masih mendapatkan perawatan, karena 36 kasus sudah sembuh dan pulang ke kediaman masing-masing," ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Muba, Herryandi Sinulingga AP. 
 
Dikatakan, adapun 5 kasus positif covid-19 Muba yang masih mendapatkan perawatan yakni 2 di RSUD Sekayu, 1 di Wisma Atlet Palembang, 1 RSUD Sungai Lilin, 1 RS Jambi. 
 
"Kasus sembuh Covid-19 di Muba terus bertambah, semoga pasien yang dirawat semuanya bisa segera pulang ke rumah masing-masing," harap Lingga yang juga Kadin Kominfo Muba. 
 
Berdasarkan data update Gugus Tugas Covid-19 Muba 24 Juni 2020 tercatat ada sebanyak 370 ODP 353 selesai dipantau 17 masih dipantau, 
296 OTG 271 selesai dipantau 29 masih dipantau, dan 123 PDP proses pengawasan 8 selesai pengawasan 115.
Halaman 1 dari 11
Ad Sidebar

Latest Tweets

Feby Deru Dampingi Iriana Jokowi Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Tes IVA Hingga Temui Pengrajin Songket… https://t.co/yxjLiPEQUl
Kunjungi Stan Dekranasda Sumsel, Iriana Jokowi Janji Temui Pengrajin Kain di Palembang https://t.co/6FQb5LcCCy via @tripplesworld
Menang Tipis Atas PSGC Ciamis, Sriwijaya FC Makin Kokoh di Puncak Klasemen https://t.co/V0DFFAlQDG lewat @tripplesworld
Metzelder Diduga Terlibat Kasus Pornografi Anak https://t.co/knEQDSYopZ lewat @tripplesworld
Icardi Tuntut Inter Milan Bayar Kompensasi 1,5 Juta Euro https://t.co/IZVf4wvhGn lewat @tripplesworld
Napoli Boyong Fernando Llorente dari Tottenham https://t.co/FnVARyGvqx
Follow Kaldera News on Twitter

Please publish modules in offcanvas position.