KALDERANEWS - Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Minggu (8/11/2020) mengkonfirmasi penambahan 6 kasus sembuh dan 5 terkonfirmasi positif COVID-19.
 
"Ada penambahan 6 kasus sembuh dan 5 positif COVID-19 Minggu 8 November 2020," ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. 
 
Sefti merinci, adapun penambahan 5 kasus positif yakni diantaranya kasus 484 laki-laki usia 50 tahun asal Sungai Lilin, kasus 485 laki-laki 38 tahun Tungkal Jaya, kasus 486 perempuan 30 tahun Tungkal Jaya.
 
"Kemudian, kasus 487 perempuan 1 tahun Tungkal Jaya dan kasus 488 perempuan 37 tahun Bayung Lencir," bebernya. 
 
Sefti menambahkan, hingga 8 November 2020 ada sebanyak 488 kasus terkonfirmasi di Muba. "Diantaranya 390 kasus sembuh, 18 meninggal dunia, dan 80 masih dirawat," terangnya. 
 
Sementara itu, berdasarkan data update Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba 8 November 2020 tercatat ada sebanyak 411 ODP 1 selesai pemantauan masih dipantau 410 orang, 1.170 kontak erat 1.107 kontak selesai pemantauan 62 kontak erat yang masih dipantau, 174 PDP 1 proses pengawasan 154 selesai pengawasan.
KALDERANEWS - Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Senin (26/10/2020) mengonfirmasi penambahan 4 kasus sembuh dan nihil penambahan kasus konfirmasi positif COVID-19. 
 
"Dengan adanya penambahan 4 kasus sembuh, total ada sebanyak 324 kasus sembuh COVID-19 di Muba," ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, dr Povi Pada Indarta SP P. 
 
Povi merinci, hingga 26 Oktober 2020 ada sebanyak 398 kasus terkonfirmasi di Muba. "Yakni diantaranya 324 kasus sembuh, 15 meninggal dunia, dan 59 masih dirawat," bebernya. 
 
Sementara itu, berdasarkan data update Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba 26 Oktober 2020 tercatat ada sebanyak 410 ODP 0 masih dipantau 410 orang selesai pemantauan 1.137 kontak erat 982 kontak selesai pemantauan 155 kontak erat yang masih dipantau, 172 PDP 0 proses pengawasan 153 selesai pengawasan.
KALDERANEWS - Sempat mengalami lonjakan peningkatan trafic kasus konfirmasi positif dan masuk kategori zona merah beberapa waktu lalu, kini Kabupaten Musi Banyuasin akhirnya terhitung pada 18 Oktober 2020 sudah masuk kategori zona orange.
 
Hal ini didasari dengan signifikan turunnya kasus terkonfirmasi positif dan penambahan kasus sembuh yang sangat masif di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). 
 
"Analisanya per 18 Oktober dan data yang dikeluarkan pada 21 Oktober 2020, jadi satu minggu setelah dinyatakan zona merah kini Muba sudah kembali zona orange, semua harus disiplin, kalau tidak mau kembali ke zona merah lagi. Karena kalau masih ada yg tidak patuh protokol kesehatan, masih abai terhadap kesehatan diri sendiri dan lingkungan, saya jamin Muba akan zona merah lagi", tegas Bupati Muba yang juga Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Muba, Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA, Kamis (22/10/2020). 
 
Dodi menjelaskan, adapun indikator Muba masuk kategori zona orange yakni diantaranya dengan adanya Indikator Epidemiologi yakni penurunan jumlah kasus positif dan probable pada minggu terakhir sebesar 50 persen dari puncak, penurunan jumlah kasus suspek pada minggu terakhir sebesar 50 persen dari puncak. 
 
"Kemudian, penurunan jumlah meninggal kasus positif dan probable pada minggu terakhir sebesar 50 persen dari puncak dan penurunan jumlah kasus positif dan probable yang dirawat di RS pada minggu terakhir sebesar 50 persen dari puncak," imbuhnya 
 
"Lalu, penurunan jumlah kasus suspek yang dirawat di RS pada minggu terakhir sebesar 50 persen dari puncak," tambahnya. 
 
Dodi mengatakan, pihaknya juga telah melakukan pemetaaan zona sampai ketingkat desa, melakukan kebijakan PSBB Mikro ditingkat dusun atau RT. "Seperti tidak melakukan kegiatan yg mengajak kerumunan massa seperti hajatan, penundaan semua kegiatan Pemerintah di wilayah zona merah dari hasil pemetaan, dan menyediakan penambahan ruang perawatan di 3 rsud serta penambahan persediaan tempat tidur di gedung sehat," ulasnya.  
 
"Kemudian, peningkatan yustisi terhadap disiplin protokol khusus di wilayah tersebut, pelaksanaan tracking screening komunity,  Menyediakan penambahan ruang perawatan dan penambahan ruangan," dan menggalakkan penggunaan herbal untuk meningkatkan imun warga," terangnya. 
 
Lanjut Dodi, Pemkab Muba dan Gugus Tugas mengucapkan terima kasih dengan masyarakat Muba yang selalu patuh pada protokol kesehatan dan selalu memakai masker. 
 
"Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Forkopimda dan tim Gugus Tugas yang selalu all out dan maksimal dalam upaya penanganan dan pencegahan COVID-19 di Muba," ucapnya. 
 
Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Herryandi Sinulingga AP mengajak masyarakat dan seluruh elemen masyarakat di Muba untuk bersatu padu disiplin mematuhi 3 M.
 
"Selalu meminimalisir kerumunan dan social distancing dan terpenting selalu menggunakan masker saat berada di luar ruangan," tegasnya. 
 
Kadin Kominfo ini mencatat,  hingga 21 Oktober 2020 ada sebanyak 372 kasus terkonfirmasi COVID-19 di Muba yakni diantaranya 287 kasus sembuh, 15 meninggal dunia, dan 70 yang masih dirawat," 
 
Sementara itu, berdasarkan data update Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba 21 Oktober 2020 tercatat ada sebanyak 410 ODP 2 selesai pemantauan masih dipantau 408 orang, 988 kontak erat 669 kontak selesai pemantauan 335 kontak erat yang masih dipantau, 171 PDP 8 proses pengawasan 144 selesai pengawasan.
KALDERANEWS - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin bersama dengan DPRD Muba  dan juga mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muba (IMMUBA) menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum Tentang Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi di Kabupaten Musi Banyuasin. Senin (19/10/2020) di Ruang Rapat Ketua DPRD Muba. Diadakan rapat ini untuk dapat memberikan masukan terkait upaya dalam pemulihan ekonomi di Kabupaten Muba. 
 
Dalam acara rapat tersebut di buka langsung Ketua DPRD Muba Sugondo mengatakan dalam hal penanganan COVID-19 serta pemulihan ekonominya di Kabupaten Muba sudah banyak upaya yang telah di lakukan. Upaya tersebut diantaranya penanganan masyarakat terhadap kesehatan, sarana dan dampak ekonomi dan jaring pengaman sosial. Tetapi, kita harus bisa memiliki rasa kepekaan yang lebih tinggi lagi terhadap sekitar. Dan tentunya dalam hal ini bukan hanya Pemerintah atau hanya beberapa elemen saja yang bersinergi. Namun semuanya harus dapat bersinergi, saling mendukung dan bekerjasama dengan baik dalam penanganan dan juga pemulihan ekonomi nya. Perlu juga peran mahasiswa untuk memberikan gagasan berserta ide-idenya, karena mereka juga perlu menyampaikan pendapat dan pandangannya.
 
"Jadi kami hargai segala pendapat dan masukan tentunya dengan tujuan meringankan beban-beban masyarakat yang terdampak, dimana ekonomi belum stabil", Bebernya.
 
 
Membantu beban masyarakat di situasi saat ini, harus bisa dilakukan cepat dan tepat tentunya. Pemulihan ekonomi dan kesehatan ini harus diperhatikan, sehingga dapat mengambil langkah bagaimana caranya untuk membantu masyarakat yang terdampak. Untuk Sejauh ini, segala upaya dan program pemerintah dalam menangani kasus COVID-19 tetap berjalan sebagaimana mestinya bahkan membuahkan hasil, baik infrastruktur kesehatan, tenaga kesehatan, obat-obatan pendukung serta pelayanan kesehatannya semua bekerja.
 
Sementara itu Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA melalui Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Muba Ir Yusman Srianto MT menyampaikan, di Kabupaten Muba penanggulangan COVID-19 secara maksimal dengan dana yang terbilang sudah terbesar sampai-sampai mendapatkan apresiasi dan juga sorotan dari berbagai pihak.
 
Sehingga masuk dalam 5 Kabupaten dengan anggaran terbesar yang melakukan penyesuaian APBD untuk menangani COVID-19. Dalam  anggaran tersebut dibagi menjadi 3 post besar yaitu untuk kesehatan, jaring pengaman sosial dan pemulihan ekonomi. Usaha dan upaya terus lakukan oleh Pemkab Muba, tetapi juga tidak luput dari peran masyarakat, dengan terus menaati protokes dan mendengarkan himbauan yang sering disampaikan. 
 
"Adapun kunci untuk menggerakan aktivitas perekonomian yaitu jika di lakukan tes COVID-19 jangan takut, agar bisa lebih cepat di tangani sebelum penyebaran semakin meluas sehingga banyak yang menjadi korban. Juga dengan mengoptimalkan peran belanja pemerintah menjadi penting untuk menstimulasi roda ekonomi,"Jelasnya.
 
Meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan memperkuat konsumsi pemerintah dan masyarakat. Untuk itu mari saling mendukung dan juga bekerjasama, karena harapan dengan hasil yang maksimal haruslah di lakukan dengan bersama-sama dan juga saling mendengarkan.
 
Ketua IMMUBA  Parlan akbar menyampaikan pendapat terkait pandangannya bersama teman-teman IMMUBA untuk penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi di Kabupaten Muba. Ia mengatakan pertengahan Maret COVID-19 mulai menyebar di Indonesia juga di Muba sehingga kampus dan beberapa organisasi di tunda kegiatannya. Kami dari mahasiswa mengucapkan terima kasih, karena melihat penanganan dari Pemkab Muba ini sangat terlihat dan memiliki hasil. Meskipun akhir-akhir ini ada banyak penambahan jumlah kasus tetapi juga diiringi dengan banyaknya jumlah yang sudah sembuh.
 
"Masukkan yang ingin kita sampaikan yaitu, UMKM di Muba harus terus di dukung agar bisa berjalan kembali sambil menunggu ekonomi nya bisa stabil. Karena perputaran ekonomi di Kabupaten Muba banyak yang bergerak di UMKM nya,"Tandasnya.
 
 
 
KALDERANEWS - Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Minggu (11/10/2020) mengkonfirmasi nihil kasus konfirmasi. 
 
Namun, ada satu warga asal Kabupaten PALI yang sebelumnya mendapatkan perawatan di RSUD Sekayu dinyatakan meninggal dunia. 
 
"Tidak ada penambahan kasus, hanya saja ada 1 pasien di RSUD Sekayu yang merupakan warga PALI terkonfirmasi COVID-19 meninggal dunia," ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, dr Povi Pada Indarta SP P.
 
Povi menyebutkan, warga PALI yang meninggal dunia tersebut berjenis kelamin perempuan usia 56 tahun. "Rencana pemakaman ditanding Marga PALI dan keluarga setuju dimakam dengan protokol COVID-19," terangnya. 
 
Povi mencatat hingga 11 Oktober 2020 ada sebanyak 311 kasus terkonfirmasi di Muba. "188 kasus sembuh, 13 meninggal dunia, dan 110 orang masih dirawat," terangnya. 
 
Sementara itu, berdasarkan data update Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba 11 Oktober 2020 tercatat ada sebanyak 408 ODP 6 selesai pemantauan masih dipantau 402 orang, 893 kontak erat 663 kontak selesai pemantauan 230 kontak erat yang masih dipantau, 164 PDP 13 proses pengawasan 132 selesai pengawasan.
Halaman 1 dari 10
Ad Sidebar

Latest Tweets

Feby Deru Dampingi Iriana Jokowi Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Tes IVA Hingga Temui Pengrajin Songket… https://t.co/yxjLiPEQUl
Kunjungi Stan Dekranasda Sumsel, Iriana Jokowi Janji Temui Pengrajin Kain di Palembang https://t.co/6FQb5LcCCy via @tripplesworld
Menang Tipis Atas PSGC Ciamis, Sriwijaya FC Makin Kokoh di Puncak Klasemen https://t.co/V0DFFAlQDG lewat @tripplesworld
Metzelder Diduga Terlibat Kasus Pornografi Anak https://t.co/knEQDSYopZ lewat @tripplesworld
Icardi Tuntut Inter Milan Bayar Kompensasi 1,5 Juta Euro https://t.co/IZVf4wvhGn lewat @tripplesworld
Napoli Boyong Fernando Llorente dari Tottenham https://t.co/FnVARyGvqx
Follow Kaldera News on Twitter

Please publish modules in offcanvas position.