KALDERANEWS -  Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) saat ini semakin meluas. Per tanggal 05 April 2020, tercatat sebanyak 2273 kasus positif Covid-19 di Indonesia. Saat ini di Provinsi Sumatera Selatan pun setidaknya terdapat sebanyak 44 orang PDP yang telah dirawat dan 16 orang diantaranya dinyatakan positif Covid-19.

 

Pemerintah terus menghimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan Covid-19 dengan mengurangi aktivitas di keramaian & menjaga kebersihan dan kesehatan. Dalam rangka percepatan penanganan Covid-19, pemerintah pun telah menetapkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar.

 

PT Semen Baturaja (Persero) Tbk atau SMBR, salah satu BUMN yang beroperasi di Sumatera Selatan telah melakukan berbagai tindakan pencegahan penyebaran Covid-19 sesuai dengan protokol dari pemerintah pusat. SMBR juga tergabung dan berperan aktif dalam gugus tugas penanggulangan Covid-19 baik di Provinsi Sumsel maupun Kementerian BUMN. SMBR turut mendukung pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19 agar tidak semakin meluas.

 

Sebagai contoh, SMBR bersama dengan Pemerintah Kabupaten OKU telah melakukan penyemprotan disinfektan pada berbagai area publik di Kabupaten OKU yang kegiatannya telah dimulai dari 26 Maret lalu.

 

“Selain itu, saat ini kami juga telah berkoordinasi dengan BUMN lainnya untuk mensuplai berbagai kebutuhan seperti APD untuk tenaga medis, masker dan hand sanitizer untuk masyarakat yang membutuhkan,” kata Basthony Santri, Vice President Corporate Secretary.

 

Langkah dan kebijakan yang telah dilakukan perusahaan dalam rangka pencegahan Covid-19 bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh Karyawan/ti dalam keadaan sehat, terhindar dari risiko penularan Covid-19 dan dapat bekerja dengan aman dan nyaman.

 

“Sehingga kami pastikan kegiatan operasional perusahaan baik di kantor maupun pabrik tidak akan terganggu dengan adanya wabah Covid-19’’ tambahnya saat ditemui di kantor SMBR.

 

Kendati kegiatan operasional perseroan tidak terganggu, Basthony mengemukakan bahwa SMBR sudah mulai merasakan dampak negatif dari penyebaran Covid-19 terhadap penjualan semen. “Kami proyeksikan adanya penurunan penjualan semen sebesar 20% sepanjang Semester I-2020 karena dampak Covid-19,” ujarnya.

 

Hingga Februari saja, penjualan SMBR sudah terkoreksi sebesar 14% seiring dengan koreksi permintaan semen di Sumbagsel sebesar 12%. Namun perseroan tetap optimis akan terjadi pertumbuhan penjualan sepanjang 2020, ditopang dengan pertumbuhan di sektor properti dan infrastruktur yang menjadi penyerap utama sektor semen.

 

Dalam upaya menahan penurunan permintaan semen yang diperparah akibat wabah Covid-19, SMBR telah mempersiapkan beberapa strategi untuk menunjang kinerjanya di 2020 seperti, diversifikasi produk turunan semen, melakukan efisiensi biaya di berbagai lini serta menetapkan strategi pemasaran yang berfokus pada peningkatan penjualan semen di pasar basis SMBR.

 

SMBR pun mengharapkan adanya pertumbuhan permintaan semen di sektor retail sehubungan dengan stimulus atau insentif perumahan yang diberikan pemerintah seperti yang pernah diungkapkan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Serta adanya pembagian dana desa tahap pertama di bulan Mei yang juga diharapkan dapat mendorong peningkatkan penjualan semen SMBR.

 

Bantu Tenaga Medis,

Ini yang dilakukan SPP RU III dan FSPPB

 

PALEMBANG - Bantuan alat perlindungan diri (APD) terus berdatangan untuk paramedis di rumah sakit. Khususnya pada saat pandemi virus korona baru terus meluas dan menyebar di wilayah Sumatra Selatan.

 

Termasuk bantuan dari Serikat Pekerja Pertamina Refenery Unit III dan Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu. Bantuan tersebut berupa APD untuk paramedis yang bertugas di berbagai rumah sakit di Sumsel.

 

“Kami melihat penyebaran virus korona ini sangat masif dan cepat sekali. Utamanya di Sumsel, berdasar data yang kami terima dari Satgas Penanganan Covid-19 Sumsel, ada 16 kasus positif di Sumsel, dimana 2 diantaranya meninggal dunia,” jelas Kabid Humas SPP RU III Ali Murtado didampingi Sekretaris SPP RU III M Alfinus.

 

Ia mengatakan, untuk melawan penyebaran covid-19 memang sangat diperlukan upaya-upaya pencegahan agar tidak makin banyak bertambah korban terpapar Covid-19. Pihaknya pun merasa terpanggil untuk ikut berikhtiar dan membantu perusahaan, pemerintah dan terutama tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam melakukan penanggulangan pasien covid-19.

 

Diakuinya, garda terdepan ini sangat rentan terhadap penularan/terinfeksi Covid-19 dikarenakan hampir setiap hari kontak dengan pasien yang terjangkit Covid-19 dan berpotensi tertular/terinfeksi Covid-19.

 

“Kami sudah berkomunikasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 di Sumsel terkait apa saja kebutuhan utama atau wajib yang diperlukan tenaga medis pada saat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya untuk penanggulangan pasien Covid-19. Sebagai hasil komunikasi dan sesuai dengan arahan Pemerintah Pusat disampaikan bahwa kebutuhan utama dan wajib tenaga medis adalah APD yang merupakan salah satu upaya proteksi diri pada saat penanggulangan pasien Covid-19,” kata dia.

 

Kemarin, di Kantor Sekretariat SPP RU III – FSPPB, telah menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri berupa Baju Hazmat sebanyak 300 Pcs, Hand Sanitizer sebanyak 200 Liter, Sarung Tangan Medis sebanyak 1.900 pcs, Masker Kesehatan sebanyak 1.250 pcs dan Kacamata Lab sebanyak 100 pcs kepada Rumah Sakit Rujukan Penangan Covid-19 di Sumsel yaitu RSUP Dr. Moh. Hoesin, RSUD Siti Fatimah, RSUP Dr. Rivai Abdullah dan RS Pertamedika Pertamina Plaju.

 

“Kami bersyukur kegiatan penggalangan dana atau donasi peduli dan penyerahan bantuan kepada Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Sumsel yang merupakan inisiatif dan support dari seluruh anggota & pengurus SPP RU III - FSPPB, Pekerja, Fungsi Comrel, Fungsi HSSE, Fungsi Operasi, Fungsi Medical dan partisipasi Pihak Ketiga (Bank & Koperasi) di Lingkungan PT. Pertamina RU III Plaju dapat terselenggara dengan baik dan sukses. Kami berharap dengan penyerahan bantuan Alat Pelindung Diri ini dapat mendukung pemerintah mencegah dan mengatasi penyebaran Covid-19,” terang dia.

 

Sementara itu, Direktur Utama RSUP Dr  Moh Hoesin, Dr. Bambang Eko Sunaryanto mengatakan, pihaknya mengucapkan banyak terima kasih kepada SPP RU III – FSPPB, PT Pertamina RU III Plaju dan Pihak terkait yang sudah memberikan bantuan Alat Pelindung Diri untuk Tenaga Medis.

 

“Kami ucapkan terimakasih atas bantuan APD ini, karena ini akan sangat mendukung terlaksananya tugas tenaga medis dalam menangani pasien dengan indikasi terpapar korona,” ungkapnya.

 

Ia pun memberikan edukasi terkait penularan dan pencegahan Covid-19, dimana Covid adalah suatu Virus yang ditularkan dengan Droplet. Droplet adalah titik titik air yang bisa di muntahkan/ dipercikkan pada saat berbicara dan bersin.

 

Diakuinya, droplet tidak akan bisa di tularkan apabaila tidak terhirup oleh hidung atau mulut Selain di terhirup, potensi terinfeksi lainnya adalah tangan, apabila tangan yang sudah terinfeksi virus menyentuh benda, mulut atau hidung maka akan berpotensi virus tersebut terhirup di mulut, hidung dan mata.

 

“Perlindungan utama untuk mencegah keluarnya droplet pada mulut dan hidung dengan menggunakan Masker Kesehatan. Partikel Covid-19 yang dikeluarkan dari droplet berat jenisnya lebih besar dibandingkan beras jenis udara, untuk itu jarak berbicara antara satu orang dengan orang lain sebaik baiknya adalah
1,5 meter sebagai upaya phisical distancing,” jelasnya.


Ia menuturkan hal yang perlu di jaga adalah jangan sampai tangan menyentuh mulut, hidung dan mata tanpa terlindungi dan pastikan tangan sudah di cuci dengan baik dan benar terlebih dahulu.

 

Penyemprotan cairan disinfektan sebaik baiknya 2x sehari pada tempat – tempat non infeksius. “Penyemprotan cairan disinfektan sebaik baiknya per 4 jam pada tempat – tempat non infeksius (lantai, keran air, meja, handle pintu, dll) di sekitar area isolasi Rumah Sakit Rujukan Covid-19,” ungkapnya.

 

Ia menjelaskan tempat yang perlu di waspadai adalah tempat2 tertutup yang menggunakan fasilitas AC dan di perlukan pemasangan pengisap udara (exhaust fan) maksimal 30 cm dari lantai pada tempat-tempat kecil dan tertutup contohnya kamar mandi dan ruang ganti baju agar Covid-19 dengan harapan jika ada dorplet virus jatuh ke lantai dan dapat terhisap keluar oleh exhaust fan ke udara
bebas yang ada sinar matahari.

 

“Yang utama adalah, melepas dan menempatkan pakaian ditempatnya pada saat sampai di rumah, segera mandi dan menggunakan pakaian baru sebelum berkumpul dengan keluarga di rumah,” ujarnya.

 

Tidak hanya itu, SPP RU III – FSPPB juga melakukan upaya-upaya lainnya untuk pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan PT Pertamina RU III Plaju dan Sungai Gerong yaitu kerjasama dengan Perusahaan (PT Pertamina RU III Plaju) untuk Pembagian Hand Sanitizer kepada Seluruh Pekerja PT Pertamina RU III Plaju sebanyak 1037 Pcs.

 

Kerjasama dengan FSPPB yang berdomisili di Kantor Pusat PT. Pertamina (Persero) Jakarta dan Fungsi Asset Region Sumbagsel untuk Pemasangan Fasilitas Cuci Tangan di setiap Pintu Masuk Kilang, Fasilitas Umum dan Kantor Pemerintahan di Area Ring 1 PT Pertamina RU III Plaju.

 

Juga melakukan kerjasama dengan Instansi Pemerintahan Kota Sumsel melalui Kelurahan Komperta dan Camat Plaju untuk penyemprotan disinfektan di tempat-tempat Ibadah dan Sekolah.

 

“SPP RU III – FSPPB berharap agar apa yang kita lakukan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19  di Sumsel bermanfaat bagi kita semua,” tandasnya.

KALDERANEWS - Serikat Pekerja Pertamina Refinery Unit III (SPP RU III) – Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) Melihat penyebaran Virus Corona (Covid-19) saat ini yang sangat masif dan cepat ditengah masyarakat Palembang Khususnya dan Sumatera Selatan pada umumnya, SPP RU III - FSPPB) telah melakukan komunikasi dengan Prof.Dr.dr. H Yuwono. MBiomed.( juru bicara penanganan Covid 19 sumsel) dari hasil komunikasi tersebut maka diperlukan upaya pencegahan agar tidak makin bertambahnya korban yang terpapar Virus Corona ini. Hal tersebut dikatakan Kabid Humas SPP RU III,  Ali Murtado didampinggi Sekretariat SPP RU III,  M Alfinus, Minggu (5/3).

Dijelaskannya,  SPP RU III- FSPPB menyadari bahwa Tenaga Medis sangat rentan tertular Virus Corona dikarenakan hampir setiap hari mereka kontak dengan pasien yang terjangkit virus tersebut. Untuk itu diperlukan APD yang wajib digunakan oleh tenaga medis saat melaksanakan tugasnya.

Dikatakannya,  SPP RU III - FSPPB, Sabtu (4/3) di Kantor Sekertariat SPP RU III yang lebih dikenal sebagai Markas Besar (MABES)  SPP RU III telah menyerahkan bantuan APD kepada Rumah Sakit Rujukan Penanganan Covid-19 yaitu  RSUP Dr.Moh Hoesin, RSUD Siti Fatimah, RSUP Dr. Rivai Abdullah, dan RS Petra Medika Pertamina berupa 300 pcs Baju Hazmat, 200 Liter Hand Sanitizer, 1.900 pcs Sarung Tangan Medis, 1.250 pcs Masker dan 100 pcs Kacamata Lab.

"Alhamdulillah kegiatan penggalangan dan penyerahan bantuan ini dapat diselenggarakan atas inisiatif dan support rekan-rekan pengurus dan anggota SPP RU III- FSPPB dengan melakukan penggalangan dana peduli Covid-19 dari pekerja dan juga bantuan dana dari perusahaan (PT.Pertamina RU III Plaju) melalui Fungsi Medical, Fungsi Comrel & Fungsi HSSE  serta partisipasi dari Koperasi Karyawan dan Persatuan Wanita Patra, Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat dan mendukung pemerintah mencegah dan mengatasi penyebaran virus Covid-19,"jelasnya

Ditambahkannya selain penyerahan bantuan , upaya-upaya pencegahan lain yang sudah dilakukan SPP RU III – FSPPB berkolaborasi dengan Perusahaan melalui  Fungsi Aset Region Sumbagsel melaksanakan pembagian Hand Sanitizer kepada Seluruh Pekerja Pertamina, Pemasangan fasilitas cuci tangan disetiap pintu masuk kilang, fasilitas umum dan kantor pemerintahan diarea ring 1 Pertamina Plaju. SPP RU III RU III - FSPPB juga saling bahu membahu dengan pemerintah (Kelurahan Komperta) melakukan penyemprotan disinfektan ditempat-tempat ibadah, sekolahan yang ada dilingkungan Komperta Plaju & Sungai Gerong.

KALDERANEWS - Kabar gembira bagi masyarakat Sumatera Selatan khususnya di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), pasalnya sebanyak 3 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 atau Virus Corona sudah pulang ke kediaman masing-masing dan dinyatakan hasil swab nya negatif covid 19 dan sudah diperbolehkan pulang kerumah.
 
Hal ini diungkapkan Juru Bicara Covid-19 Kabupaten Musi Banyuasin Herryandi Sinulingga AP (KadinKominfo Muba) didampingi dr Povi Pada Indarta Sp.P                    (RSUD Sekayu) dan Seftiani  Peratita SS MKes (Dinkes Muba), Minggu (5/4/2020). 
 
"Berdasarkan data update per 5 April 2020 sudah ada 3 PDP yang kembali ke kediaman masing-masing dan mereka telah dinyatakan statusnya negatif Covid-19," ungkapnya. 
 
Dikatakan, saat ini tercatat ada sebanyak 169 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan 2 PDP yang masih dirawat di RSUD Bayung Lencir. 
 
"ODP yang selesai dilakukan pemantauan 59 orang dan 2 PDP lagi yang masih dirawat dan menunggu hasil lab, dengan harapan hasilnya nanti negatif dan bisa kembali berkumpul dengan keluarga masing-masing," harap Herryandi Sinulingga AP, dr Povi Pada Indarta Sp.P (RSUD Sekayu) didampingi Seftiani  Peratita SS MKes (Dinkes Muba) menerangkan hingga 5 April 2020 Muba dinyatakan zero positif Covid-19. "Hanya saja masih ada 2 PDP lagi yang kita tunggu hasil pemeriksaan swabnya , namun hingga saat ini Muba Zero Positif Covid-19," bebernya. 
 
Lanjutnya, dari 1.000 Rapid test yang disiapkan sudah 202 yang dilakukan kepada masyarakat Muba yang terdiri dari tenaga kesehatan dan warga Musi Banyuasin terutama yang ODP dan PDP. 
 
"Kita berharap Muba tetap zero positif Covid-19, dan peran seluruh pihak sangat diharapkan dalam memutus rantai penularannya," terangnya.
 
Sementara itu, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin mengucapkan rasa syukur dengan dinyatakan hasil negatif kepada tiga PDP di Muba dan telah diperbolehkan pulang ke kediaman masing-masing. 
 
"Alhamdulillah, prinsipnya kita warga masyarakat Muba tetap melindungi diri masing-masing, kita putus mata rantai penularan covid-19 ini secara bersama-sama," patuhi imbauan  pemerintah tegasnya. 
 
Dodi Reza mengingatkan, warga masyarakat Muba untuk terus menjaga kebersihan dan melengkapi diri dengan APD ketika beraktifitas di luar rumah. Gunakan Masker kain buat warga yang sehat masker medis buat warga yang ODP dan PDP serta Paramedis kita. 
 
"Kita bersama sama menggerakan Muba Gunakan Masker untuk lindungi diri masing-masing dan melindungi orang lain dan bersatu mencegah penularan covid-19 idi Bumi Setasan Sekate ini," pungkasnya.

KALDERANEWS - Gubernur Sumsel H.Herman Deru terus mengingatkan warganya untuk tetap meningkatkan kewaspadaan serta disiplin menjaga jarak. Tak hanya itu Ia juga meminta masyarakat untuk tetap menggunakan masker kain dalam saat menjalankan aktivitas keluar rumah.

 

Bahkan untuk mencegah masuknga Covid dari daerah terpapar Covid, sejak Maret Ia bahkan sudah menghimbau warga perantauan untuk menunda sementara waktu sampai kondisi membaik. Hal ini terkait penambahan jumlah orang yang saat ini dinyatakan positif virus corona (Covid-19) melalui hasil rapid test di Provinsi Sumsel. Sampai Minggu (5/4), pasien positif Corona di sumsel tercata bertambah 4 orang.

 

Dengan penambahan ini  total pasien positif Covid di Sumsel menjadi 16 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 2 pasien yang meninggal, kemudian satu orang dinyatakan sembuh serta 13 orang lainnya.

 

Berdasarkan press realese covid-19 di Provinsi Sumsel yang sampaikan langsung oleh Juru Bicara percepatan penanganan Covid-19 Yusri, mengatakan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 1.643 orang, dimana jumlah ODP selesai pemantauan sebanyak 574 orang dan jumlah ODP masih dalam pemantauan sebanyak 1.069 orang. 

 

Sementara untuk jumlah Pasien dalam pengawasan keseluruhan sebanyak sampai hari ini 44 orang, jumlah PDP yang negatif covid sebanyak 28 orang. 

 

“Dimana sudah dinyatakan  pulang sebanyak 24 orang, masih dalam perawatan 16 orang, dan Penambahan pdp 1 orang,” katanya 

 

Sedangkan untuk sample yang sudah diperiksa di laboratorium sebanyak 107 orang, jumlah sampel positif 16 orang dan jumlah sampel negatif sebanyak 63 orang serta masih dalam proses pemeriksaan 28 orang. 

 

 

“Kasus ke 13 dengan umur 28 tahun berjenis kelamin Laki-laki, beralamat domisili di Lubuk Linggau dengan studi kasus import. Kasus ke 14  dengan umur 40 tahun berjenis kelamin laki-laki dengan alamat domisili Palembang, studi kasus import,” tambahnya 

 

Selanjutnya, kasus ke 15 berusia 54 tahun berjenis kelamin perempuan dengan alamat domisili Ogan Komering Ulu merupakan kasus transmisi lokal. 

 

“ Kasus ke 16 berumur 61 tahun, berjenis kelamin perempuan dengan alamat domisili Ogan Komering Ulu, studi kasus transmisi lokal. Pesan dari Pak Gubernur untuk selalu disampaikan supaya tidak panik menghadapi penambahan kasus, perbanyak makan sayur dan buah yang bergizi, istrahat yang cukup serta aktifitas fisik yang teratur dan tidak stress,” pungkasnya.

Halaman 1 dari 6
Ad Sidebar

Latest Tweets

Feby Deru Dampingi Iriana Jokowi Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Tes IVA Hingga Temui Pengrajin Songket… https://t.co/yxjLiPEQUl
Kunjungi Stan Dekranasda Sumsel, Iriana Jokowi Janji Temui Pengrajin Kain di Palembang https://t.co/6FQb5LcCCy via @tripplesworld
Menang Tipis Atas PSGC Ciamis, Sriwijaya FC Makin Kokoh di Puncak Klasemen https://t.co/V0DFFAlQDG lewat @tripplesworld
Metzelder Diduga Terlibat Kasus Pornografi Anak https://t.co/knEQDSYopZ lewat @tripplesworld
Icardi Tuntut Inter Milan Bayar Kompensasi 1,5 Juta Euro https://t.co/IZVf4wvhGn lewat @tripplesworld
Napoli Boyong Fernando Llorente dari Tottenham https://t.co/FnVARyGvqx
Follow Kaldera News on Twitter

Please publish modules in offcanvas position.