Sumatera-Selatan

Sumatera-Selatan (936)

KALDERANEWS - Gubernur Sumsel Herman Deru melantik sekaligus mengambil sumpah jabatan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumsel, Novian Andusti, di Griya Agung. Kepada Kepala BKKBN yang baru itu, Gubernur HD berpesan agar sering-sering terjun ke  lapangan langsung.

 

"Kepala yang baru harus rajin dan jangan sungkan turun ke lapangan. Jangan datang waktu Harganas saja. Kalau masih begitu, Saya tidak akan segan lapor ke BKKBN pusat. Mari kita kerja kolaboratif. Kalau kita bergandengan tangan semua kerja akan lebih cepat selesai ," jelas Gubernur HD.

 

Dikatakan HD, untuk mengendalikan jumlah pendudukan dengan meningkatkan kepesertaan Keluarga Berencana (KB), BKKBN maupun Gubernur tak bisa bekerja sendiri-sendiri. Karena itu perlu kerjasama antar instansi. Bisa dengan melibatkan Ikatab Bidan Indonesia (IBI) Sumsel, Bidan delima,  Posyandu, Puskesdes dan Pustu hingga memperbanyak PPLKB.

 

PPLKB ini dikatakan HD adalah garda terdepan untuk merealisasikan pengendalian penduduk di Sumsel. Karena merekalah yang bekerja di lapangan mengedukasi maayarakat untuk merencanakan kelahiran. Karena itu HD juga berharap jumlahnya proporsional.

 

"Tugas mereka ini berat. Jadi harus proporsional jumlahnya. Ajukan saja ke pusat, bila perlu Saya siap berikan rekomendasi," ujar HD.

 

Selain memperhatikan keberadaan PPLKB, yang tak kalah penting lagi kata Gubernur untuk menyelesaikan tugas ini semua harus fokus. Kesampingkan ego sektoral tiap instansi agar untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

 

Di ujung sambutannya Gubernur HD mengingatkan agar PPLKB bisa bekerja denga  happy. Sehingga saat turun ke lapangan cepat menyesuaikan diri dengan kondisi masyarakat.

 

" Untuk bisa masuk ke masyarakat dan sosialsiasi juga harus dilakukan dengan cara yang benar. Pola penyampaian juga harus bagus, mulai dari ekspresi sangat menentukan. Jadi ini penting diperhatikan. Agar pengendalian penduduk sukses dilakukan,' jelasnya.

 

Sementara itu Dirut Jalur Swasta BKKBN Pusat Drg Widiyono M.Kes mengatakan pihaknya berharap banyaknya pengalaman yang dimiliki Kepala BKKBN Perwakilan Sumsel yang baru sebagai Sekda, bisa menjadikan program KB dan pembangunan keluarga di Sumsel jadi lebih baik.

 

"Semoga Pak Novian bisa beradaptasi dengan Pemda dan mitra kerja sehingga terjalin hubungan kemitraan yang lebih lancar dan baik lagi. Sehingga capaian KB dan pembangunan keluarga di Sumsel semakin meningkat," katanya.

 

Hadir dalam pelantikan tersebut Anggota DPR RI Percha Leanpuri,  Dirut Jalur Swasta BKKBN Pusat Drg Widiyono M.Kes, Kajati Sumsel Dr Wisnu Broto M.Hum, dan Ketua TP PKK Sumsel Hj Feby Deru.

 

KALDERANEWS - Merebaknya virus Corona di China membuat sejumlah warga Indonesia terjebak dan membutuhkan banyak kebutuhan. Termasuk salah satunya yang dialami Rizky Andika yang merupakan mahasiswa Dusun 2 Desa Langkap Kecamatan Babat Supat Kabupaten Muba yang saat ini mengenyam program pendidikan
Government Scholarship.

"Kami sangat takut, tolong evakuasi kami, Untuk mendapatkan masker saja saat ini sangat sulit, kami mohon agar bantuan segera bisa didatangkan," ungkap Rizki yang berdomisi saat ini Kota nanning Provinsi Guangxi China dan kuliah di School of Internasional Education NCVT Nanning Guangxi, Cina

Rizki mengungkapkan Selain khawatir akan virus Corona yang sudah menyebar, ia khawatir tak lagi dapat kembali ke Indonesia. Terutama apabila tempatnya tinggal sudah diblok.

"Kami sedang koordinasi dengan KBRI di China. Kami masih menunggu kabar dari pemerintah di Sumatera Selatan, kami ingin pulang," imbuh Rizky. Dan Saya Juga barusan Chating Dengan bapak bupati dan saya bangga dengan beliau yang langsung respon Cepat Keluhan warganya dan kami akan siap mengikuti prosedure yang ditetapkan pemerintah Indonesia dan KBRI sesuai prosedure yang diatahkan Bapak Bupati Pungkasnya

Sementara itu, mendapat informasi tersebut Bupati Muba Dodi Reza Alex langsung berkomunikasi dengan Rizky untuk menanyaka kabarnya, dirinya juga menjelaskan kepada Rizky saat ini tengah berkoordinasi dengan Kemenlu dan KBRI serta Pemerintah Pusat agar segera mengevakuasi dan mendesak Pemerintah China untuk segera memberikan izin evakuasi.

"Sehingga apa yang dibutuhkan oleh warga Indonesia termasuk Warga kami ananda Rizki kita lakukan sebaik mungkin dan kami upayakan ananda Rizki dipulangkan ke Indonesia dengan mekanisme sesuai SOP," yang saat ini diberlakukan tegasnya.

Dodi Reza Alex berpesan kepada Rizky dan teman teman disana ikuti semua prosedur yang diarahkan oleh KBRI dan minimalisir keluar rumah
"Kalian sabar, hindari keramaian dan istirahat yang cukup, Kami akan terus memonitor tindak lanjut yang terbaik buat Kalian disana dengan Pemerintah RI situasi saat masih menunggu izin China untuk evakuasi dan InshaAllah semua upaya kita akan diridhoi Allah SWT," pungkasnya.

KALDERANEWS - Menindaklanjuti instruksi Gubernur Sumsel H.Herman Deru, Dinas Kesehatan Sumsel bergerak cepat mengantisipasi masuknya penyebaran virus corona di Sumsel. Selain memasang Thermal Scanner di bandara untuk mengecek penumpang yang datang, Dinkes juga memasang Termometer Infra Red di Pelabuhan.

 
"Kami sudah mengaktifkan thermal scanner  di bandara SMB 2. Bahkan untuk Pelabuhan Laut Boom Baru dan Sungai Lumpur kami memindai suhu kru kapal dengan thermometer infra merah," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Lesty Nurainy.
 
Selain memasang sejumlah alat itu, pihaknya kata Lesty juga telah melakukan koordinasi koordinasi dengan sejumlah pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Palembang, Dinkes kabupaten/kota di Sumsel, Rumah Sakit serta Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang.
 
"Ini merupakan bentuk kesiapsiagaan provinsi Sumsel menghadapi ancaman virus corona. Dan yang penting selain mensiagakan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan, juga mengedukasi masyarakat agar mengetahui apa itu virus corona, bahayanya dan upaya pencegahannya secara mandiri melalui media elektronik maupun cetak," tutur  Lesti Nurainy.
 
#Siapkan Ruang Isolasi
 
Lesti menuturkan, bahkan sejumlah rumah sakit pun saat ini sudah disiapkan jika sebagai langkah penanganan jika virus corona tersebut masuk ke Sumsel.
 
Seperti di RSMH dan RSUD Siti Fatimah Palembang telah menyiapkan ruang isolasi untuk penanganan pasien yang dicurigai terinfeksi.
 
"Demikian juga RS Siti Aisah Lubuk Linggau, RSUD lahat dan RSUD Kayuagung sudah siap sebagai rujukkan utama yg ditunjuk kemkes RSMH," jelasnya.
 
Disisi lain, sebagai pihak yang berada di pintu masuk Sumsel, PT. Angkasa Pura II Palembang pun melakukan upaya antisipasi.
 
General Manager (GM) PT. Angkasa Pura II Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang Fahroji mengatakan, saat ini di bandara SMB II sudah terpasang alat Pemindai Suhu Tubuh atau Thermal di terminal kedatangan internasional.
 
"Sejak maraknya virus corona, kami langsung melakukan koordinasi dengan pemerintah sebagai langkah antisipasi. Thermal scanner sudah kita pasang di terminal kedatangan internasional
 
Dimana, lanjut Fahroji, ada tiga rute yang menjadi fokus pihaknya karena merupakan penerbangan langsung ke Palembang.
 
"Yang kita cukup waspadai kedatangan dari Malaysia, Singapura dan jeddah. Tentu sebagai pengelolah bandara kami akan berupaya maksimal," tuturnya.
 
Dia juga menerangkan, saat ini pihaknya juga masih terus melakukan koordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Palembang, Dinas Kesehatan Sumsel, Di
 
Sebelumnya pasca virus corona merebak di sejumlah negara, Gubernur Sumsel H.Herman Deru langsung memerintahkan instansi terkait melakukan langkah antisipasi dengan memperketat pintu-pintu masuk kedatangan di Sumsel.
 
"Ini juga tugas bersama, termasuk juga tugas petugas Imigrasi untuk mengawasi gerbang masuk," kata HD saat dikonfirmasi.
 
Tidak hanya itu, HD juga menegaskan, agar pihak terkait selalu bekerjasama dengan petugas Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan dalam hal pengawasan virus corona.
 
"Seseorang yang terjangkit virus corona itu ada tanda-tandanya. Kita harus selalu koordinasi dengan tenaga kesehatan untuk melakukan pengawasan terhadap tamu yang masuk ke Sumsel baik melalui pelabuhan, bandara, maupun jalur darat," tuturnya.
 
Dia juga meminta, agar petugas selalu membekali diri dengan peralatan yang memadai sehingga aktivitas pengawasan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona berjalan dengan baik.
 
"Tentu paling tidak petugas dilengkapi dengan peralatan pengukur suhu badan," pungkasnya.

KALDERANEWS - Perhatian Gubernur Sumsel H.Herman Deru atas keresahan honorer terkait kabar penghapusan oleh pemerintah pusat, begitu tinggi. Agar para honorer mendapat kejelasan, HD bahkan sudah memerintahkan stafnya untuk segera menyurati Menpan RB Tjahjo Kumolo dan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim. Hal itu dikatakannya saat menerima audiensi para pengurus PGRI Sumsel, di ruang tamu Gubernur Selasa (28/1) siang.

" Secepatnya Saya akan minta staf untuk segera surati Menteri Pendidikan dan Menpan RB. Saya mau ajak semua kadisdik kab/kota menghadap kedua menteri itu. Biar semuanya jelas, karena tidak mungkin semua honorer dihapus terutama guru-guru honorer karena harus diakui mereka sangat dibutuhkan," tegas HD. Menurut HD pertemuan dan diskusi kecil dengan pengurus PGRI seperti ini sudah sangat dinantikannya. Karena cukup banyak persoalan di bidang pendidikan yang perlu dicarikan solusi.

" Diskusi ini sangat penting. Selain soal honorer disini juga kita bahas pemenuhan tenaga guru yang ternyata masih sangat kurang," terangnya. Selain persoalan di atas, hal lain yang menurutnya perlu didiskusikan dengan Menteri Pendidikan adalah soal revitalisasi tupoksi guru agar tidak terbebani dengan administrasi. Seperti misalnya membuat aplikasi tertentu sebagai solusi agar para guru tidak disibukkan dengan urusan administrasi dan fokus mendidik.

" Saya minta ini diagendakan juga oleh PGRI  Sumsel berkoordinasi dengan pusat. Akan kita ajak Kadisdik kab/kota juga karena mereka yang bekerja di lapangan. Sekarang kita inventarisir dulu honorernya," kata HD. Sementara itu Ketua PGRI Sumsel Ahmad Zulinto mengatakan, audiensi ini dilakukan untuk melaporkan beberapa program yang akan mereka jalankan baik jangka pendek maupun jangka panjang.
 
" Pertama kami melaporkan susunan kepengurusan PGRI yang baru masa bakti 2019-2024. Kemudian soal anggaran pendidikan di Sumsel serta yang sedang hangat saat ini soal penghapusan tenaga honorer," kata Zulinto.
 
Soal honorer lanjut Zulinto pihaknya sepakat menolak hal itu. Dan untuk pembelaan pada statment pusat Ia menjelaskan bahwa sebagaimana data yang mereka miliki saat ini tenaga guru honorer masih sangat dibutuhkan. Terutama di tingkat SD tenaga kekurangan guru sangat signifikan mencalai 1500.
 
" Tujuan audiensi kami salah satunya adalah mengakomodir keinginan teman-teman honorer itu. Sekalian juga memberikan masukan terkait insentif bagi para guru honorer di daerah," jelasnya.
 
Yang tak kalah penting kata Zulinto dalam kesempatan itu secara khusus Ia meminta agar tidak ada jarak antara pengelolaan SD/SMP dan SMA yang saat ini dikelola provinsi. " Kami berharap di bawah kepemimopnan Pak Gubernur Herman Deru ini tidak pisahkan diri. Dan semua bisa berkoordinasi dengan baik," tambahnya.
 
Hadir dalam audiensi tersebut, Ketua PGRI Sumsel Ahmad Zulinto, Sekretaris PGRI Sumsel Lukman Haris, Asisten I Bidang Pembangunan dan Kesra Pemprov Sumsel Ahmad Najib, Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Reza Pahlevi, Kepala BKD Sumsel Nora Elysa, dan Kepala Diskominfo Sumsel Ahmad Rizwan.

KALDERANEWS - Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terpilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan Temu Nasional Purna Praja Sekolah Tinggi Pemerintah Dalam Negeri (STPDN) Angkatan X Tahun 2020, hal tersebut terungkap pada saat Gubernur Sumsel H. Herman Deru menerima audiensi panitia penyelenggara, di Ruang Tamu Gubernur.

 
 
Adapun nama-nama yang audiensi tersebut antara lain Ketua Penyelenggara Temu  Nasional Purna Praja Sekolah Tinggi Pemerintahan dalam negeri angkatan X Palembang 2020 Dedi Januarsyah Zulkarnain, S.STP., M.Si, Wakil Ketua Mukhtiar Hijrun, S. STP, Sekretaris Dicky Meiriando, S.STP., M.H Ketua Seksi Transportasi dan Akomodasi Lisam G. Utama, S.STP., M.Si. 
 
 
Untuk diketahui, Kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan pada tgl 20-23 Maret 2020 di Jakabaring Sport City,  dan rencananya dihadiri sekitar 600 orang.
 
 
Gubernur Provinsi Sumsel H. Herman Deru  mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumsel menyambut baik dan selalu mendukung penuh kegiatan yang bermanfaat positif untuk provinsi Sumsel, terlebih Provinsi Sumsel dipilih sebagai tuan rumah yang tentunya mendapat kepercayaan dari Purna Praja Sekolah Tinggi Pemerintah Dalam Negeri (STPDN) Angkatan X. 
 
 
“ Purna Praja STPDN angkatan X terutama yang berada di Provinsi Sumsel, harus  menjadi petugas marketing daerah mempromosikan Provinsi Sumsel karena  tersebar di seluruh Indonesia,” tuturnya.
 
 
Herman Deru menambahkan, dirinya mengucapkan terima kasih atas dipilihnya Sumsel sebagajli tuan rumah.
 
 
 
“Saya Gubernur Sumsel mengucapkan selamat datang di Bumi Sriwijaya, kepada para purna praja saat ini temu nasional nya di  pusatkan di Provinsi Sumsel satu kehormatan bagi kota Palembang dan juga bagi Sumsel. Harapan saya kepada seluruh angkatan X ini yang bertugas di Provinsi Sumsel,  layani teman-teman kalian dengan baik berikan informasi yang benar bahwa Provinsi Sumsel dapat menerima  siapa saja yang hadir di daerah kita tercinta ini,” pungkasnya.
 
 
Ketua Penyelenggara Temu  Nasional Purna Praja Sekolah Tinggi Pemerintahan dalam negeri angkatan X Palembang 2020, Dedi Januarsyah Zulkarnain, S.STP., M.Si, mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Sumsel karena telah menyempatkan menerima di tengah kesibukannya sebagai kepala daerah. 
 
 
“Terimakasih Pak Gubernur, atas perkenan dan  dukungannya semoga acara ini nantinya berjalan dengan lancar," tandasnya.
KALDERANEWS - Wakil Gubernur Sumsel Ir H. Mawardi Yahya mendorong agar Pengarus Utamaan Gender (PUG) di Sumsel khususnya di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terus berjalan. Bahkan, Mawardi meminta agar PUG tersinkronisasi di setiap program yang telah dirancanakan OPD.
 
"Ini penting. Apalagi hal itu telah diatur dalam Instruksi Presiden. Saya harapkan PUG tercermin di setiap program," kata Mawardi saat memimpin  Rapat Evaluasi Pelaksanaan (PUG) Sumsel di ruang Rapat Bina Praja Setda Provinsi Sumsel, Selasa (28/1).
 
Dia juga mengharapkan, agar OPD memberikan ruang agar PUG dapat diwujudkan dengan baik. "Fasilitas di setiap kantor harus ada. Misalnya, membedakan toilet untuk laki-laki dan perempuan. Itu salah satu contoh kecil dan mendasar. PKK dan Dharma Wanita juga bisa terus dikembangkan sehingga itu berjalan lancar," tuturnya.
 
Bukan hanya soal perempuan, lanjut Mawardi, PUG juga harus diterapkan untuk anak. Dimana anak, butuh tempat yang layak untuk tumbuh sebagaimana mestinya. "Kita harus berpihak juga kepada anak. Membuat kota layak anak memang tugas Pemkot namun disitu kita juga harus ada peranan," terangnya.
 
Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlimdungan anak Provinsi Sumsel, Fitriana menambahkan, PUG tersebut diterapkan berdasarkan Inpres No. 9 Tahun 2000 yang bertujuan untuk mewujudkan kesetaraan gender. "Selain itu, PUG juga untuk mendorong terwujudnya pembangunan responsif dan berkelanjutan," terangnya.
 
Untuk diketahui, Pemprov Sumsel sendiri pernah beberapa kali menerima Penghargaan Anugrah Parahita Ekapraya (APE) karena dianggap memiliki komitmen dalam upaya mewujudkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan dalam program dan kegiatannya. Pada tahun 2009, 2012, dan 2013 Sumsel mendapat penghargaan APE kategori Pratama. Lalu pada tahun 2014 kembali mendapatkan penghargaan APE kategori Madya dan pada tahun 2016 memdapatkan penghargaan APE kategori utama. "Tahun ini mudah-mudahan kita bisa mendapatan penghargaan APE kategori Mentor," pungkasnya

KALDERANEWS - Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya -KKP melalui Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi berhasil mengembangkan inovasi tepat guna yakni budidaya cacing sutera (Tubifex) dengan sistem apartment. Inovasi budidaya cacing sutera sistem apartment ini menjadi jawaban atas permasalahan penyediaan pakan alami cacing sutera yang secara umum masih tergantung dari hasil tangkapan alam.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto dalam keterangannya usai Launching Budidaya Cacing Sutera Sistem Apartment yang dilakukan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, di  Palembang. Menurut Slamet, kebutuhan cacing sutera terus meningkat di kalangan para pembenih ikan air tawar. Cacing Sutera, masih menjadi pakan alami yang paling efektif bagi benih ikan air tawar. Ini karena kandungan nutrisi yang terkandung dalam cacing sutera sangat tinggi terutama protein yang berkisar 57% - 60%.

"Ketersediaan cacing sutera sepanjang tahun menjadi keniscayaan. Hingga saat ini memang pembenih masih menjadikan pakan alami ini sebagai andalan. Sementara kebutuhannya masih tergantung dari alam. Saya rasa  inovasi sistem apartment ini menjadi solusi untuk menjamin suplai cacing sutera sesuai kebutuhan dan tersedia sepanjang tahun. Disisi lain, tentu harga nantinya bisa terjangkau oleh para pembenih. Setelah launching ini, nanti akan kita siapkan bagaimana action plan nya agar dalam setahun ini, inovasi ini bisa cepat memasyarakat di sentral sentral perbenihan air tawar di Indonesia", jelas Slamet.

Memiliki banyak keunggulan

Saat dimintai keterangan, Kepala BBPBAT Sukabumi, Supriyadi mengemukakan bahwa sistem apartment memiliki berbagai keunggulan dibanding konvensional, diantaranya : lahan yang digunakan lebih efisien karena wadah budidaya yang dibuat vertikal; suplai cacing sutera dapat disediakan sesuai kebutuhan dan sepanjang tahun; kualitas yang lebih baik karena lebih bersih dari kontaminan cemaran di alam; serta produktivitas yang lebih tinggi dibanding konvensional. Jika sistem konvensioal produktivitas hanya 0,5 liter per meter persegi per bulan, maka produktivitas sistem apartment minimal 1,2 liter per meter persegi per bulan. Disamping itu, sistem ini menjadi alternatif usaha yang menjanjikan bagi masyarakat.

"Sesuai arahan pak Dirjen, saat ini balai akan mulai membuat beberapa percontohan di beberapa daerah. Ini  dimaksudkan sebagai upaya memperkenalkan inovasi ini di kalangan masyarakat, sehingga ke depan akan mampu diadopsi secara massal, khususnya di sentral sentral perbenihan", ungkap Supri.

KALDERANEWS - Keberadaan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II merupakan tempat yang tepat untuk menjelajahi sejarah Palembang dengan memiliki peninggalan sejarah mulai dari koleksi foto prasasti Kedukan Bukit, serta berbagai sisa-sisa sejarah lainya termasuk yang berasal dari era Sriwijaya. 

 
 
Untuk diketahui, bangunan museum  ini dibangun antara tahun 1821 sampai 1824 diamana sebelumnya menjadi Istana Kesultanan Palembang Darussalam.
 
 
Usai membuka Gebyar UMKM Peringatan 4 Tahun DPD Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Provinsi Sumsel yang bertepatan di Halaman Museum SMB II Palembang, Selasa (28/1), Gubernur Herman Deru mengajak masyarakat serta tamu yang hadir untuk dapat melihat secara langsung benda-benda peninggalan sejarah Sriwijaya.
 
 
Tak sungkan, Herman Deru langsung mempromosikan Museum ini agar masyarakat luas maupun para wisatawan dapat mengabadikan peninggalan bersejarah tersebut.
 
 
"Para wisatawan ayo kita dapat mengunjungi museum kebanggaan masyarakat Kota Palembang. Dan gedung ini dulunnya merupakan kediaman SMB II dan pernah menjadi istana Kesultanan Palembang Darussalam. Dan saat ini dijadikan Pemerintah Kota Palembang sebagai musem," katanya.
 
 
Oleh karena itu, kata Herman Deru mengajak para  wisatan untuk berkunjung  ke Kota Palembang, selainmenikmati menu makan khas Palembang dapat juga melihat musem SMB II yang berada di tepi sungai dan berdekatan dengan Jembatan Ampera.
 
 
"Disinilah masyarakat dan pengujung dari Sumsel bahkan dari luar provinsi dapat menyaksikan langsung benda-benda bersejarah yang sudah ada zaman kesulatan dulu," tandasnya.

KALDERANEWS - Sekda Sumsel Nasrun Umar secara resmi membuka Musyawarah Daerah IV tahun 2019 Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sumsel di griya agung, Selasa (28/01). Pembukaan Musda IV DWP Sumsel ditandai dengan pemukulan gong oleh Sekda Nasrun Umar didampingi Ketua DWP Sumsel Renny Devy Nasrun Umar, juga disaksikan Penasehat DWP Sumsel Febrita Lustia Herman Deru, serta Fauziah Mawardi Yahya.

 
Adapun Musda IV DWP Sumsel kali ini mengambil tema Optimalisasi Kinerja DWP Sebagai Mitra Strategis Untuk Suksesnya Pembangunan Nasional.
 
Sekda Nasrun Umar yang juga Pembina DWP Sumsel dalam sambutannya mengatakan dari hasil Musda yang diselenggarakan tersebut menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat dan dapat dijadikan rujukan. "Harus ada nilai tambah dari Musda ini. DWP bisa menjadi organisasi center of excellent bagi Sumsel Maju Untuk Semua. Saya berikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Ketua DWP atas pelaksanaan Musda pada hari ini", tegas Nasrun Umar.
 
Di hadapan para peserta Musda IV DWP Sumsel, Nasrun Umar juga meminta agar para anggota yang notabene adalah para ibu, untuk memiliki kesadaran atas isu terkini yang tengah berkembang di masyarakat. "Saat ini tengah mewabah virus Corona. Para Ibu harus memperhatikan kesehatan keluarga dan melakukan upaya pencegahan. Jangan sampai terjangkiti penyakit tersebut. Juga isu lainnya yang cukup signifikan adalah kemerosotan moral pada anak-anak. Ibu harus menjadi garda terdepan bagi putra-putrinya", kata Nasrun.
 
DWP Sumsel juga harus meningkatkan peran perempuan dan pemberdayaan perempuan. Menurut Nasrun, sebagai istri seorang ASN, bukan hanya sebatas pendamping suami namun juga mengangkat sdm Indonesia dengan memberikan perhatian terhadap pola asuh dan tumbuh kembang putra-putrinya. "Semoga DWP Sumsel semakin terdepan dan jaya, yang salah satu tugasnya memberdayakan perempuan dan menghasilkan generasi bangsa yang teladan", ujarnya.
 
Ketua DWP Sumsel Renny Devy Nasrun Umar mengatakan tujuan dilaksanakannya Musda IV DWP Sumsel diantaranya mensosialisasikan keputusan hasil Musyawarah Nasional IV DWP Pusat, menetapkan program kerja dalam rencana strategis lima tahunan, mengevaluasi laporan pertanggung jawaban Ketua DWP Sumsel periode 2014-2019, memilih-menetapkan Ketua DWP  Sumsel periode 2019-2024, serta menetapkan keputusan lainnya yang dianggap perlu demi kelangsungan organisasi DWP Sumsel. "Sangat diharapkan kepada seluruh DWP kabupaten/kota se-Sumsel setelah selesai musda ini, segera melanjutkan musda di kabupaten/kota masing-masing selambat-lambatnya akhir Februari tahun 2020", imbuhnya.
 
Renny Devy Nasrun Umar menargetkan setelah Musda di 17 kabupaten/kota se-Sumsel, DWP Sumsel akan mengadakan pelantikan Ketua DWP kabupaten/kota se-Sumsel secara bersamaan di Palembang pada bulan Maret mendatang. "Saya ingin mengajak seluruh fungsionaris DWP se-Sumsel untuk maju terus demi memberdayakan organisasi dan para anggotanya", tandas Renny.
 
Sementara di tempat yang sama, Penasehat DWP Sumsel Febrita Lustia Herman Deru berharap agar Musda IV DWP Sumsel dapat memberikan manfaat bagi para anggotanya juga lebih luas lagi bagi masyarakat. "Anggota DWP Sumsel adalah istri ASN, mereka ini bukan hanya sebagai pendamping suami saja, tapi bagaimana melalui organisasi ini dapat meningkatkan peran sertanya bagi keluarga dan masyarakat dengan berbagai pelatihan", katanya.
 
Tampak hadir pada pembukaan Musda IV DWP Sumsel, para Ibu Forkopimda mulai dari Ketua Dharma Pertiwi Sumsel, Ketua Bhayangkari Sumsel, Ketua Adhyaksa Dharma Karini Sumsel, Ketua Ikatri Sumsel, Ketua Jalasenastri Sumsel, dan Ketua Adhya Garini. Juga dihadiri Ketua BKOW Sumsel, para Ibu Kepala OPD Sumsel, Penasehat DWP kabupaten/kota se-Sumsel, Ketua DWP kabupaten/kota se-Sumsel, serta para peserta Musda IV dari DWP kabupaten/kota se-Sumsel, dan DWP OPD pemprov Sumsel.

KALDERANEWS - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menginginkan keberadaan Usaha Mickro Kecil Menengah (UMKM) harus dapat menjadi kekuatan ekonomi masyarakat di Bumi Sriwijaya. Karena itu dia menegaskan, pemerintah tidak akan tinggal diam dalam mendukung  tumbuhnya kelompok usaha rakyat yang diharapkan nantinya menjadi kekuatan ekonomi bagi daerah. Hal itu disampaikan Gubernur Herman Deru saat membuka Gebyar UMKM Peringatan 4 Tahun DPD Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Provinsi Sumsel di Halaman Museum SMB II Palembang, Selasa (28/1).

Di hadapan ratusan pelaku  UMKM  kali ini,  Herman Deru meminta pelaku usaha kecil dan menengah tidak malu dengan kegiatan  UMKM yang dijalankannya. Oleh karena itu UMKM dituntut  dapat melakukan  inovasi. Membuat terobosan- baru dengan meng-update dan memperbaiki sistem usaha yang digunakan. "Sebagai usaha mikro jangan merasa rendah. Kita punya hak dan kesempatan yang sama untuk melakukan aktivitas ekonomi. Saya hadir disini bukan hanya bangga tetapi dapat melihat keberadaan UMKM ini secara langsung," ungkapnya.

Gubernur menambahkan, pelaku usaha kecil selain dituntut berani berinovasi, juga diminta dapat memperbaiki kemasan produk para konsumen tertarik untuk membeli. "Pelaku  UMKM juga tidak boleh kaku dalam menjalin bekerjasama dengan pihak terkait. Saya minta kepada institusi  terkait untuk kedepankan pelaku UMKM ini. Ini juga adalah nilai-nilai ibadah yang sangat berarti secara materi bagi pelaku usaha dan keluarganya," tambah Herman Deru.

Sementara itu, Ketua Akumindo Provinsi Sumsel, Habson mengatakan sebelum menggelar kegiatan ini dia akan  membentuk kepengurusan. Gebyar UMKM ini, kata Habson tidak lain memberikan motivasi dan semangat bagi pelaku usaha yang dibina Akumindo.

"Jadi selama empat  hari kedepan kegiatan ini sebagai wahana menambah wawasan bagi pelaku usaha serta bagi pribadi dan kelompok untuk dapat berkolaborasi mengenai teknis pemasaran produknya," tandasnya

Halaman 67 dari 67

mgid3

Ad Sidebar

Latest Tweets

Feby Deru Dampingi Iriana Jokowi Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Tes IVA Hingga Temui Pengrajin Songket… https://t.co/yxjLiPEQUl
Kunjungi Stan Dekranasda Sumsel, Iriana Jokowi Janji Temui Pengrajin Kain di Palembang https://t.co/6FQb5LcCCy via @tripplesworld
Menang Tipis Atas PSGC Ciamis, Sriwijaya FC Makin Kokoh di Puncak Klasemen https://t.co/V0DFFAlQDG lewat @tripplesworld
Metzelder Diduga Terlibat Kasus Pornografi Anak https://t.co/knEQDSYopZ lewat @tripplesworld
Icardi Tuntut Inter Milan Bayar Kompensasi 1,5 Juta Euro https://t.co/IZVf4wvhGn lewat @tripplesworld
Napoli Boyong Fernando Llorente dari Tottenham https://t.co/FnVARyGvqx
Follow Kaldera News on Twitter