Sumatera-Selatan

Sumatera-Selatan (913)

KALDERANEWS - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dalam waktu dekat segera membangun sodetan di Sungai Perjudian dan Sungai Merang. Kedua sungai ini terlerak di Kecamatan Bayung Lencir.

Rencana pembuatan sodetan di Kabupaten Muba ini adalah salah satu cara mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Isu pembangunan sodetan ini akan menjadi kabar gembira bagi masyarakat Muba, khususnya masyarakat di Desa Muara Medak.

Menurut, Ketua Tim Ahli Kajian Sosial Ekonomi Universitas Sriwijaya, Sutopo, program pencegahan karhutla ini berupa pembasahan lahan gambut dengan cara membuat sodetan di Sungai Perjudian dan Sungai Merang Desa Muara Medak, Bayung Lencir, Muba. Panjang sodetan direncanakan 24.3 km.

Dirinya juga mengatakan sodetan sungai ini dapat dikembangkan dari sisi pariwisata. Harapannya, membantu meningkatkan sosial ekonomi masyarakat di sepanjang saluran sodetan sungai.

"Kedepannya, jalur sodetan sungai ini jika sudah terhubung ke dua sungai akan mendukung fungsional Kebun Raya Sumsel yang bertempat di Kabupaten Muba sehingga dapat meningkatkan mata pencaharian masyarakat sekitar,"terang Sutopo.

Bupati Dodi menyambut baik program strategis tersebut. Dirinya mengatakan pembuatan sodetan ini menjadi investasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan. Bencana karhutla harus ditangani sedini mungkin sejak pra bencana dengan tujuan menyelamatkan generasi masa depan dari bencana.

"Dengan dibuatnya saluran air yang menghubungkan Sungai Perjudian dengan Sungai Merang ini, semoga dapat menormalisasi kuantitas dan kualitas air di sungai tersebut. Ini akan berdampak sangat besar mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan di area sekitarnya,"ungkap Dodi, Rabu (12/02/2020) di Mess Perwakilan Musi Banyuasin.

KALDERANEWS - Bupati Musi Banyuasin, Dr.H. Dodi Reza Alex terus membawa kabupaten berjuluk Bumi Serasan Sekate maju terdepan. Terutama demi masyarakat dengan merancang, menerapkan inisiatif, kebijakan, dan peraturan untuk memacu pertumbuhan ekonomi. Dodi mengambil pendekatan 'pertumbuhan hijau”.

Pendekatan ini dilataru dari pemahaman nilai ekonomi dan sosial yang tinggi dari aset alam. Karena aset, Dodi ingin terus dilindungi untuk menjamin kelangsungan hidup semua makhluk yang bergantung padanya.

Caranya, bupati bergelar doktor dari UNPAD ini, mengambil sumber daya untuk pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan cerdas yang mendorong investasi hijau, teknologi efisien yang inovatif dan praktik yang berkelanjutan.

Dodi berkeyakinan bahwa pertumbuhan ekonomi yang sinkron dengan keseimbangkan aspek perlindungan dengan pemanfaatan sumber daya alam maka hasilnya bisa maksimal. Dari sisi kepastian distribusi manfaat ekonomi juga lebih merata.

Pertumbuhan hijau juga mendukung masyarakat Muba lebih bersikap hati-hati atas tujuan dan target fisik, sosial dan ekonomi dalam pembangunan daerah.

Berikut target pencapaian dari Pemerintah
Kabupaten Muba secara detil dengan masing-masing OPD. Pertama dengan konektivitas antara program pendampingan PUKL dengan target Musi Banyuasin untuk menurunkan angka kemiskinan di Kecamatan Lais dan Kecamatan Sekayu.

Kedua, pelibatan masyarakat adat dalam implementasi program PUKL (Suku Anak Dalam) agar mendapatkan tempat dalam mendorong kelestarian.

Dalam audiensi bersama rombongan Pusat Unggulan Komoditas Lestari ini, Bupati Muba langsung mengarahkan Bappeda sebagai pemangku PUKL. Bappeda akan dibantu seluruh OPD di Muba hingga para Camat.

"Perlu ditindaklanjut kajian kelembagaan (legalitas) untuk badan hukum PUKL
dengan konteks kondisi Musi Banyuasin saat ini. Karena prioritas BUMD yang saat ini sudah ada supaya proses lebih cepat.
Dan timeline pengerjaannya juga harus mengikuti siklus APBD supaya dapat merumuskan peran masing-masing OPD. Maksimal April 2020 kajian sudah selesai,"terang Dodi.

Dodi juga meminta agar konektivitas green leadership dengan inovasi PUKL patut ditindaklanjuti oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Muba ke KLHK.

Selain itu, PUKL diharapkan dapat menjembatani sinergi multipihak di Kabupaten Musi Banyuasin
menuju visi Green Growth Governance melalui komoditas lestari.

“Kemitraan adalah kata kunci dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Isu lingkungan hidup dan pengentasan kemiskinan tidak bisa dijalankan secara parsial, namun perlu sebuah keterpaduan melalui pendekatan kemitraan para pihak,”pungkasnya, saat menerima tim Pusat Unggulan Komoditas Lestari, Rabu (12/2/2020).

Hadir mendampingi Bupati dalam audiensi ini, Asisten II Ir. H. Yusman Sriyanto
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Andi Busro Wijaya, kepala Bappeda Muba Ir. Zulfakar, Plt.Kepala Disdagperind Azizah, kepala Dinkominfo Muba Herryandi Sinulingga AP, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan
Rangga Perdana Putra, Staf Khusus Bupati Bidang Perubahan Iklim dan Lingkungan Hidup Adiyosyafri.

Turut hadir program director yayasan Inisiatif Dagang Hijau, Zakki Hakim, deputi project director Kelola Sendang ZSL Indonesia, David Ardhian, deputy director daemeter (onsulting) Sahat Aritonang, sector leader Agriculture SNV Rizki Pandu Permana, Runner advisor SNV Ilahang, program manager Trosa Giorgio Budi, landscape maneger of south Sumatra Irfan Imanda.

KALDERANEWS - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin akan meningkatkan perolehan pendapatan dari sektor minyak dan gas (Migas) selain dari dana bagi hasil.

Salah satunya dengan mendorong penerapan sistem participating interest (PI) pada produksi migas di Kabupaten Muba. Hal ini diungkapkan Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex saat mengadakan pertemuan dengan pimpinan ConocoPhillips bersama Direktur PT Petro Muba Yuliar, di Hotel Fairmont Jakarta, Senin (10/2/2020).

Dodi Reza Alex menyampaikan penerapan PI ditargetkan paling lambat tahun 2022 mendatang. Hal ini mengacu pada Permen ESDM Nomor 37 Tahun 2016. Dalam aturan tersebut diatur kewajiban perusahaan baik yang baru memulai kegiatan eksploitasi atau memperpanjang kontrak kerja penambangan dengan menyalurkan 10% dari kepemilikan saham hingga royaltinya.

"Kami ingin berpartisipasi sebagai daerah penghasil, agar meningkatkan pendapatan asli daerah sehingga bisa digunakan untuk pembangunan," ujarnya.

Untuk itu ia meminta kepada PT Petro Muba sebagai BUMD Muba supaya mempersiapkan hal dan langkah-langkah yang diperlukan untuk mempercepat penerapan PI tersebut.

Dalam kesempatan yang sama Vice President Commercial and Business Development ConocoPhillips Taufik Ahmad memberikan apresiasi keinginan Pemkab Muba karena secara peraturan memungkinkan untuk diterapkannya PI di daerah terutama di daerah penghasil migas.

"Penerapan PI ini dikelola cukup dengan satu BUMD, badan usaha ini akan diikutkan dalam pengelolaan bidang pertambangan, pengolahan, dan perdagangan migas dan energi dengan melalui sistem yang profesional," kata Taufik.

Taufik juga mengatakan secara hukum dalam persiapannya hal ini memakan waktu cukup lama

"Kita harus terus saling koordinasi sehingga jalannya lebih mudah," tutupnya.

Halaman 66 dari 66
Ad Sidebar

Latest Tweets

Feby Deru Dampingi Iriana Jokowi Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Tes IVA Hingga Temui Pengrajin Songket… https://t.co/yxjLiPEQUl
Kunjungi Stan Dekranasda Sumsel, Iriana Jokowi Janji Temui Pengrajin Kain di Palembang https://t.co/6FQb5LcCCy via @tripplesworld
Menang Tipis Atas PSGC Ciamis, Sriwijaya FC Makin Kokoh di Puncak Klasemen https://t.co/V0DFFAlQDG lewat @tripplesworld
Metzelder Diduga Terlibat Kasus Pornografi Anak https://t.co/knEQDSYopZ lewat @tripplesworld
Icardi Tuntut Inter Milan Bayar Kompensasi 1,5 Juta Euro https://t.co/IZVf4wvhGn lewat @tripplesworld
Napoli Boyong Fernando Llorente dari Tottenham https://t.co/FnVARyGvqx
Follow Kaldera News on Twitter