Sumatera-Selatan

Sumatera-Selatan (936)

KALDERANEWS - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru mengakui Kabupaten OKU Timur saat ini sudah jauh mengalami kemajuan dari Kabupaten/kota lainnya di Sumsel. Bahkan pondasi pembangunan yang dibangunnya pada saat menjabat Bupati OKU Timur dua periode tahun 2005-2015 lalu  terus dilanjutkan oleh penggantinya HM Kholid Mawardi.


"Saat ini OKU Timur tidak lagi mengejar kesetaraan dengan daerah lain. Malah OKU Timur jauh lebih maju dengan terobosan inovatif yang dilakukan pak Kholid," tegas Herman Deru saat menyampaikan sambutan  pada acara 

Sinkronisasi Estrus Inseminasi Buatan Pecahkan Rekor Muri serta Pelaksanaan Gema Musi Elok Kab. OKU Timur desa Sukaraja Kecamatan Buay Madang Kabupaten OKU Timur,  Kamis (27/2).


Menurut Herman Deru,  terobosan Pemkab OKU Timur melakukan estrus inseminasi buatan  patut dicontoh bagi daerah lainnya. Apalagi OKU Timur pada era tahun 80-an menjadi sentara daging di Sumsel untuk menyuplai sejumlah daerah di Sumatera dan Jawa. Namun dikarenakan adanya faktor keamanan pada tahun 2000-an terjadi penurunan drastis jumlah ternak sapi  warga di OKU Timur jumlahnya tidak lebih dari 8 ribu ekor.


"Nah sekarang ini jumlah ternak sapi di OKU Timur kembali menggeliat. Selain melalui gerakan inseminasi buatan juga ditunjang faktor keamanan. Saya terimakasih bayak dengan Kapolres yang telah menjaga keamanan," tegas Herman Deru.


Herman Deru berharap produksi daging sapi, ikan dan hasil pertanian di OKU Timur tidak hannya selalu untuk dijual. 

Atau jika diistilahkan jangan sampai jual beras makan tiwul. Artinya pemerintah harus mendorong agar  masyarakat gemar mengkonsumsi daging, ikan, minum susu dan telur.


"Hasil produksi itu jangan semuanya di jual, tetapi bagaimana kita juga  gaungkan agar masyarakat kita juga gemar makan daging. Ini juga salah satu cara kita menekan jumlah penderita stunting," imbuh Herman Deru.


Terkait dengan diberikannya Penghargaan Rekor Muri kepada dirinya sebagai Gubernur yang sukses  dalam meningkatkan populasi ternak di Sumsel bersama dengan Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi dan Kadis Perikanan dan Peternakan OKU Timur Tubagus Sunarseno. Gubernur Herman Deru mengaku ini merupakan apresiasi dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas inovasi yang dilakukan dalam rangka meningkatkan populasi ternak di Sumsel melalui inseminasi buatan terbanyak di Indonesia  yang dilakukan di OKU Timur.


"Bayangkan saja pada tahun 2020 ini  melalui inseminasi buatan yang telah berjalan ditarget 11 ribu ekor sapi anakan di OKU Timur. Ini patut kita apresiasi," tandasnya.


Sementara itu sebelumnya Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi dalam sambutannya menegaskan, seluruh daging dan produksi ikan patin OKU Timur akan ditampung oleh salah satu pengusaha dari Jakarta. Bukan itu saja OKU Timur akan menjadi salah satu daerah yang akan menjadi lokasi pembuatan mobil bekerjasama dengan PT SMK.


"Lahan yang telah disiapkan untuk lokasi Kompleks pergudangan 50 hektar. Jadi jadi  produksi daging dan ikan akan kita ekspor ke  Arab Saudi. 440 ton sudah dijatah untuk ekspor per tahunnya," tegas Kholid.


Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan OKU Timur Ir H. Tubagus Sunarseno dalam laporannya menyebutkan,  target OKU Timur anak sapi  11 ribu ekor pada tahun 2020 terbanyak di Indonesia.

Wujud komitmen pemerintah mengejar swasembada daging.


"Estrus Inseminasi  buatan digelar serentak di 20 Kecamatan di OKU Timur. Selain itu hari ini kita juga  resmikan gerakan minum susu dan makan telok "Musi Elok" yang dilakukan melalui pembagian paket bagi balita dan penyandang stunting di OKU Timur," tandasnya.

KALDERANEWS - Gubernur Sumsel H. Herman Deru menyambut baik Pembangunan Perumahan Komunitas Pertugas Kebersihan Kota Prabumulih yang diinisiasi Walikota Prabumulih H. Ridho Yahya.

Bahkan, Herman Deru berkomitmen untuk mendorong hal tersebut agar dapat lebih berkembang dan dicontoh serta diikuti daerah lain sehingga kesejahteraan masyarakat dapat lebih meningkat.

"Pembangunan perumahan untuk petugas kebersihan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah kota, pemerintah provinsi, pusat dan pihak lainnya yang diinisiasi Walikota Prabumulih. Ini patut kita dorong. Bukan hanya sebatas moril namun juga materil nanti akan kita berikan," kata Deru, disela Ground Breaking Pembangunan Perumahan Komunitas Pertugas Kebersihan Kota Prabumulih.

Dia berharap, inovasi dan kreatifitas kepala daerah bukan hanya dilakukan sebatas pembangunan rumah saja, namun diberikan fasilitas pendukung lainnya.

"Mungkin juga bisa dilengkapi dengan fasilitas lain seperti mushola, masjid, atau bahkan sekolah untuk pendidikan," terangnya.

Setelah pembangunan ini terselesaikan, lanjut Deru, para petugas hendaknya bisa diedukasi agar mempunyai penghasilan tambahan.

"Penghasilan tambahan bisa melalui ekonomi kreatif seperti mengedukasi keluarga petugas kebersihan untuk berdagang. Modalnya bisa melalui kerjasama dengan pihak lain. Untuk fasilitas, tentu Pemprov Sumsel akan membantu. Yang pasti saya harapkan ini terus dikembangkan," tuturnya.

Walikota Prabumulih H. Ridho Yahya menambahkan, inisiasi untuk membangun perumahan bagi komunitas petugas kebersihan itu didasari atas keprihatinannya kepada masyarakat.

"Prabumulih ini kaya akan Sumber Daya Alam namun disini masih banyak rumah tak layak. Karena itu kami berupaya agar Prabumulih ini tidak kumuh," kata Ridho.

Dia menjelaskan, rencana untuk merenovasi rumah bagi masyarakat ekonomi ke bawah itu pun direalisasikan dengan mengajak jajarannya untuk menyisihkan penghasilan.

"Saat ini kami bisa membangun dan merenovasi 10 rumah perbulan dari infaq pegawai," tuturnya.

Tidak hanya itu, Pemkot Prabumulih juga merenovasi ratusan rumah ibadah yang ada di wilayahnya.

"Kita juga mengandeng sejumlah pihak agar program ini berjalan lancar," bebernya.

Kedepan, pihaknya berencana akan membangun perumahan untuk para penarik becak dan pemulung.

"Selanjutnya kita akan mendorong agar bisa membangun 125 rumah bagi pemulung dan penarik becak. Untuk itu kita bantuan dari Kementerian PUPR dan Pemprov Sumsel," pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR RI Dr. Khalawi, Perwakilan Bank, Forkompimda dan sejumlah perwakilan pihak lainnya.
 
 
 
 
4 Attachments
 
 
 
 
 
 
 

KALDERANEWS - Sumatera Selatan memiliki khasanah kuliner yang beragam dengan berbagai cita rasa. Selain pempek, ada menu masakan wajib lainnya yang layak dicoba dan terkenal lezat, tak lain dan tak bukan adalah pindang patin. Masakan yang cocok dimakan saat sarapan hingga makan malam ini mempunyai tempat tersendiri di hati masyarakat Sumsel.Tua muda, lelaki perempuan, dari berbagai lapisan menggemari masakan ini.


Melihat peluang ini, Ketua TP PKK Sumsel Febrita Lustia Herman Deru mencoba membaca pasar dan memanfaatkan celah yang ada. Wanita yang kesehariannya akrab disapa Feby Deru mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat kampung Talang Kepuh Kelurahan Gandus Kecamatan Gandus melalui kuliner pindang patin. 


"Kampung Talang Kepuh ini adalah Kelurahan percontohan. Kita tahu juga tak ada yang tak kenal dengan masakan pindang patin. Jadi kali ini kita adakan seleksi masakan pindang patin untuk kemasan kalengan. Diikuti oleh 7 tim dari dasa wisma yang ada di lingkungan RT 18 RW 005  Talang Kepuh", kata Feby Deru saat dibincangi usai penyeleksian pindang patin, di Talang Kepuh, Kamis (27/02) siang.


Masakan pindang patin tak hanya digemari masyarakat Sumsel saja, namun lanjut Feby juga disukai para wisawatan atau tamu yang berkunjung ke Palembang. Tidak sedikit orang yang kerap ingin membawa pindang patin sebagai oleh-oleh saat mereka datang ke sini.


 "Ini peluang yang harus kita manfaatkan. Tidak hanya pempek yang bisa dijadikan oleh-oleh. Peminat pindang patin dari luar kota banyak yang menyukainya. Untuk itu kita (PKK Sumsel) bekerjasama dengan Balitbangda Sumsel mencoba menciptakan inovasi pindang patin dalam kemasan kaleng," jelas Feby . 


Pindang patin kalengan tersebut, selanjutnya akan coba dipasarkan dan di distribusikan tidak hanya di pasar tradisional saja, tetapi juga akan di pasarkan ke mini market. 


"Memudahkan masyarakat untuk menikmati pindang patin, mudah dan gampang tanpa perlu repot. Juga memunculkan rasa bangga bagi masyarakat khususnya bagi para ibu anggota PKK yang memproduksi. Ada produk unggulan yang dapat kita jual yang pada akhirnya turut meningkatkan pendapatan bagi keluarga," imbuhnya.


Sementara Kepala Balitbangda Sumsel Ekowati Retnaningsih mengungkapkan inovasi untuk menciptakan pindang patin kalengan telah melalui proses penelitian selama setahun melalui berbagai tahapan dan percobaan. "Kita mempelajari ini selama satu tahun, bagaimana agar pindang patin dapat dikemas dalam kalengan, seperti produk ikan kalengan lainnya", kata Ekowati.


Menurutnya pindang patin kalengan bisa awet dikonsumsi untuk jangka waktu 1 tahun, tanpa mengurangi cita rasanya. 


"Bisa dikonsumsi dan awet. Pindang patinnya telah matang, tinggal saja bagaimana selera konsumen saat mengkonsumsinya dapat disesuaikan. Jika ingin menikmati dalam keadaan hangat cukup dipanaskan kembali," bebernya.


Adapun seleksi pindang patin kalengan yang diikuti 7 tim dari dasa wisma PKK kampung Talang Kepuh di lingkungan RT 18, hanya diambil tiga terbaik yang berhak memperoleh proses pindang patin kalengan setelah melalui proses penilaian juri oleh Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI). Tiga kelompok terbaik tersebut adalah tim Asoka dengan nilai 85,  tim Anggrek mendapat skor 80, dan tim Cempaka dengan nilai 70. 

KALDERANEWS - Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Bupati Kabupaten Musi Banyuasin sangat serius, dan komitmen dalam menangani stunting (kurang gizi) pada anak-anak di Bumi yang berjuluk Serasan Sekate.

Salah satu bentuk keseriusannya yaitu meluncurkan program percepatan gerakan penanganan stunting. Bahkan, program ini juga menjadi program prioritas Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin dan Wakil Bupati Muba Beni Hernedi.

Hal ini disampaikan langsung oleh Sekda Muba Drs H Apriyadi, MSi, saat mewakili Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin melaunching program percepatan gerakan penanganan stunting dan sekaligus membuka seminar kesehatan, Kamis (27/02/2020) di Opproom Pemkab Muba.

Tampak hadir langsung Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Dr Suprapedi M Eng, Segenab Forkopimda, OPD Muba, Para Camat, Para Kades se-kabupaten Muba.

Kepala Dinas PMD H Richard Cahyadi, AP MSi dalam laporannya menyampaikan pelaksanaan berdasarkan dengan Permendes PDTT RI nomor 11 tahun 2019 tentang penggunaan dana desa tahun 2020, dan Peraturan Bupati Muba Nomor 2 tahun 2020 tentang petunjuk teknis kegiatan dana desa yang bersumber dari APBN tahun 2020 di Kabupaten Muba.

"Kegiatan ini diadakan dengan tujuan untuk meningkatkan peran lintas program dan lintas sektor dalam Pencegahan dan penurunan balita kurang gizi terutama masalah stunting di Muba,"ungkapnya.

Sementara itu dalam sambutannya Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin, Drs H Apriyadi MSi mengatakan bahwa program inovatif
tersebut, merupakan salah satu bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap masyarakat kabupaten Muba.

"Program Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin launching yang kita lakukan hari ini, dalam rangka pencegahan program stunting di Kabupaten Musi Banyuasin,"jelasnya.

Oleh sebab itu, dikatakan Dia pencegahan
Stunting harus semakin dipercepat agar kualitas kesehatan masyarakat Muba semakin baik.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, dimana Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Muba yang telah bekerjasama dengan semua pihak. Dan kami mengucapkan terima kasih karena juga telah berpartisipasi mendukung program pemerintah,"terangnya.

Dikatakannya, untuk pencegahan masalah stunting tersebut Bupati Dodi telah mengalokasi dana desa sebesar 13 miliar. Sehingga, lanjut Apriyadi, target kita di tahun 2022 permasalahan stunting tidak ada lagi di Muba.

‘’Saya harap program percepatan pencegahan stunting ini didukung sepenuhnya oleh OPD dan semua camat serta elemen masyarakat lainnya, demi untuk masa depan generasi Kabupaten Muba mendatang,"katanya.

Senada, Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Dr Suprapedi MEng dalam sambutannya mengapresiasi program Bupati Muba yang telah mengaloksi dana desa sebasar 13 miliar tersebut untuk mengatasi stunting di Muba.

Menurutnya, dana yang dialokasikan oleh Bupati Muba tersebut sangat besar dibandingkan dengan daerah lain. "Stunting ini bukan hanya permasalahan daerah saja tapi sudah menjadi nasional. Program yang dilakukan oleh pemerintah Musi Banyuasin pertama dengan kebijakan Dana Desanya. Kami sangat apresiasi kepada Bupati Muba,"ungkapnya.

Dikatakan, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, sehingga anak terlalu pendek pada usianya.

Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir, tetapi kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia dua tahun tersebut bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja tapi merupakan tanggung jawab kita bersama.

"Strategi nasional dalam menurunkan stunting dilakukan dengan intervensi gizi spesifik atau langsung menyasar anak yakni untuk anak dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Upaya yang dilakukan di antaranya pemberian obat atau makanan untuk ibu hamil atau bayi berusia 0 sampai 23 bulan,"pungkasnya

KALDERANEWS - Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Mawardi Yahya menghadiri langsung undangan rapat rvaluasi RANPERDA oleh Kementerian Dalam Negeri tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau Pulau Kecil (RZWP-3-P) Sumatera Selatan di The Acacia Hotel Jakarta, Kamis (27/02).
 
 
Rapat Evaluasi RANPERDA Ini dibuka oleh  Dirjen Pembangunan Daerah Dr. Ir. H Muhammad Hudori, Kasubdit Kelautan dan Perikanan Hendri Erafat, Kasubdit Zonasi Daerah KKP Dr Krishna Samudra S.Pi, M.Si.
 
 
Wakil Gubernur Mawardi Yahya disela-sela acara ini menyebut,  zona pesisir dan pulau kecil yang ada di Sumsel ini sudah ada taman nasional dan sudah banyak kegiatan di pulau tersebut. 
 
 
"Pemprov  sangat komitmen untuk mewujudkan zona pesisir ini. Dan jika ini terwujud kita akan jalankan sebagaimana seharusnya," tegas Mawardi.
 
 
Pada rapat evaluasi ini Dirjen Pembangunan Daerah Hudori menyampaikan jika nanti Perda tentang RZWP-3-P sudah jadi, jangan sampai rencana yang sudah berjalan di batalkan oleh pemerintah provinsi.
 
 
"Jangan sampai ada konflik baik persoalan  Pemanfaatan dan perizinan. Semoga nanti tidak ada tumpang tindih soal Perda ini di Sumsel," ujar Hudori.
 
 
Dirjen Pembangunan Daerah juga menyampaikan bahwa evaluasi ini akan selesai dalam 15 hari. Dari 34 Provinsi, sudah 24 Provinsi yang sudah menyelesaikan perda dan Kemudian aceh di 25 di perbaikan pasca evaluasi. Jika nantinya Perda Sumsel telah selsai makan sumsel akan menjadi provinsi ke 26 yang telah menyelesaikan.
 
 
Zona Pesisir dan Pulau Kecil Sumsel ini di bagi dalam 3 Alokasi. Pertama alokasi pemanfaatan umum, Kedua Kawasan Konservasi  dan ketiga Alur laut.
 
 
"RZWP-3-K Sumsel ini yang terbaik. Kami siap mempertanggung jawabkan secara teknis," ujar Kasubdit Krishna.
KALDERANEWS - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengapresiasi mitra Gojek yang telah ikut serta mendongkrak usaha kuliner dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Sumatera Selatan. 
 
"Berkat adanya layanan aplikasi go food ini turut mendongkrak usaha kuliner di Sumsel. Membangkitkan pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya. Masyarakat kini memiliki banyak pilihan untuk menikmati kuliner khas Palembang", kata HD saat menghadiri pembukaan Festival Mitra Gojek: Aman dan Terpercaya, di Plaza Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Kamis (27/02) pagi.
 
Diungkapkan HD perekonomian dan pemberdayaan masyarakat turut terbantu dengan mitra gojek. Banyak rumah tangga dan para ibu rumah tangga yang menikmati layanan gojek tanpa mengalami kesulitan. "Antar jemput anak sekolah kini bisa dilakukan lewat gojek, juga memesan aneka makanan tanpa perlu repot-repot keluar rumah", imbuhnya.
 
Dengan adanya 20 ribu mitra gojek di Sumsel, hal ini telah membantu mengentaskan masalah lapangan pekerjaan di Sumsel. Namun demikan HD berpesan agar mitra gojek selain mengedepankan keselamatan dan tetap menjaga jalannya, HD berkeinginan agar mitra gojek turut menjadi mitra dalam kebersihan. 
 
Sementara ke depan HD meminta agar manajemen gojek memberikan perlindungan dan peralatan yang memadai bagi mitra gojek dalam hal keselamatan. "Jangan sampai lagi kita mendengar mitra gojek menjadi korban penipuan oleh pelanggan, menjadi korban perampokan. Berikan peralatan yang canggih bagi drivernya. Buat aturan perlindungan bagi mitra gojek , yang melibatkan manajemen, mitra gojek, dan konsumen. Agar mitra gojek tidak dirugikan", tandasnya.
 
Sementara Chief Operating Officer Gojek Hans Patuwo menyampaikan Gojek telah menjalin kerjasama dengan Polda Sumsel  untuk kampanye aman dalam berlalu lintas dan berkomitmen mitra gojek menjadi agen keselamatan berlalu lintas. "Kami terus memperbaharui fitur layanan aplikasi yang ada. Saat ini gojek menyediakan layanan darurat 24 jam", tuturnya.
 
Sedangkan Kapolda Sumsel yang diwakili Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol Juni berharap agar mitra gojek dapat menjalankan dan mengemban komitmen sebagai agen lalu lintas. "Ada 3 tips yang harus dilakukan dan dipedomani bagi mitra gojek. Pertama harus siap diri, artinya badan harus sehat dan fit, kedua kendaraan harus siap dan normal, ketiga siapkan dan lengkapi dokumen kendaraan", jelasnya.
 
Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan Ahmad Yani mengatakan Kemenhub selalu mendukung perkembangan teknologi dan berkolaborasi dengan para mitra serta mengapresiasi hajatan yang diselenggarakan mitra gojek pada festival mitra gojek. "Menhub telah membuat aturan tentang ojek online dan keberadaan aturan tersebut telah diakui, yang di dalamnya juga tertuang aturan tentang perlindungan bagi mitra gojek", ucapnya. 
 
Di Plaza GSJ sendiri sejak pagi telah tampak dipadati ratusan mitra gojek yang bersemangat dan antusias menyimak dan mengikuti rangkaian acara yang digelar.
KALDERANEWS - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berupaya memulangkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sumsel berinisial JA yang menderita sakit TBC akut dan meningitis di negara Korea Selatan.
 
Gubernur Sumsel H. Herman Deru melalui Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumsel Drs. H. Koimudin mengatakan, saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan  Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Sumsel, BNP2TKI Pusat, serta pihak terkait lainnya sebagai upaya pemulangan terhadap JA.
 
"Sesuai arahan pak Gubernur, kita sudah berkoordinasi dengan BNP2TKI untuk pemulangannya. Saat ini masih dalam proses," kata Koimudin, saat dikonfimasi, Rabu (26/2).
 
Menurutnya, pihak BNP2TKI pusat masih melakukan koordinasi dengan Kedutaan Besar Indonesia di Korea Selatan terkait kapan pemulangan akan dilakukan.
 
"Karena ini antar negara, tentu harus dikoordinasikan dengan kedutaaan besar Indonesia di negara tempat PMI itu berada. Ini kita pantau terus agar proses pemulangan PMI itu berjalan cepat," tuturnya.
 
Selain itu, Disnakertras Provinsi Sumsel juga telah mendatangi kediaman keluarga JA untuk berkoordinasi.
 
"Kita juga sebelumnya berkoordinasi dan meminta informasi dari keluarga yang bersangkutan," imbuhnya.
 
Berdasarkan informasi yang diterima Disnaker Provinsi Sumsel, lanjut Koimudin, kondisi kesehatan JA sudah sedikit membaik.
 
"Sebelumnya memang sempat dirawat di ICU, namun dari informasi saat ini yang bersangkutan telah dipindahkan ke ruang perawatan," terangnya.
 
Dia juga menjelaskan, jika saat ini Pemprov Sumsel telah membantu kepengurusan BPJS kesehatan untuk JA yang tercatat sebagai Kalidoni tersebut, mengingat saat ini JA belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.
 
"BPJS kesehatan sudah didaftarkan dan disiapkan. Termasuk untuk istri dan anaknya yang kebetulan belum terdaftar di BPJS Kesehatan," bebernya.
 
"Pemulangannya terus kita pantau dan upayakan agar lebih cepat. Yang pasti Pemprov Sumsel tidak akan tinggal diam," tandasnya.
 
Diketahui, JA sendiri bekerja di negara Korea sejak Desember 2018. Namun pada bulan Januari 2020, JA mulai sakit-sakitan. Hanya saja, saat itu JA tak menghiraukan sakitnya tersebut hingga pada Februari 2020, JA dilarikan kerumah sakit karena hilang kesadaran. Hasil diagnosa rumah sakit, ternyata JA menderita TBC Akut dan Meningitis.
 
Setelah mengetahui ada warganya yang mederita sakit di luar negeri, Gubernur Sumsel H. Herman Deru langsung memerintahkan jajaran untuk melakukan pemulangan terhadap JA.
KALDERANEWS - Pemerintah Pusat telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 72 tahun 2019 yang didalamnya mengatur tentang fungsi dan wewenang Inspektorat maupun wewenang dan fungsi Gubernur.
 
Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya mengatakan, lahirnya PP nomor 72 tahun 2019 tersebut dilakukan sebagai langkah memperkuat fungsi dari Inspektorat untuk melakukan pengawasan.
 
Dimana PP Nomor 72 Tahun 2019 tersebut dinilai bisa mengatasi aksi "nakal" pemerintahan daerah dalam melakukan kebijakan.
 
"Selama ini Kabupaten/Kota banyak yang lepas kendali dan semena-mena dalam melakukan kebijakan-kebijakan. Agar jalannya pemerintahan di daerah sesuai aturan, maka pemerintah pusat mengeluarkan PP 72 tahun 2019 ini. Di PP 72 ini juga, Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah berwenang untuk melakukan pengawasan dan pembinaan hingga ke tingkat bawah (Desa)," kata Mawardi saat membuka langsung Sosialisasi Penguatan Peran dan Fungsi Inspektorat Daerah di Provinsi Sumsel, di Griya Agung, Rabu (26/2).
 
Selain itu, lanjut Mawardi, dikeluarkannya PP Nomor 72 Tahun 2019 tersebut juga untuk mendorong kapasitas Inspektorat daerah agar lebih independen dan objektif dalam pelaksanaan tugasnya sebagai pengawas internal.
 
"Ini juga dalam rangka mewujudkan pemerintahan daerah khususnya pemerintahan di Sumsel yang bersih dan bebas korupsi. Tentu juga berdampak pada kemajuan Sumsel kedepan," tuturnya.
 
Dia menambahkan, dalam pengangkatan dan pemberhentian jabatan inspektur daerah juga tidak bisa serta merta bisa dilakukan kepala daerah.
 
"Harus dengan persetujuan Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah," jelasnya.
 
Kepala Inspektorat Provinsi Sumsel Bambang Wirawan meyakini, dengan diterbitkannya PP Nomor 72 Tahun 2019 tersebut kinerja pemerintahan daerah di Sumsel akan berjalan baik.
 
"Harapan kami kinerja semakin meningkat dan transparan serta akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah akan semakin baik sehingga kesejahteraan masyarakat semakin meningkat," pungkasnya.

KALDERANEWS - Berdiri  tahun 2017 lalu, Forum Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) yang dipimpin Bupati Muba Dodi Reza Alex punya peran strategis pembangunan. Dodi ingin semua kabupaten anggota LTKL  punya produk unggulan lestari demi   daya saing.

Saat ini ada delapan kabupaten anggota aktif yang tergabung dalam LTKL yaitu Kabupaten Musi Banyuasin, Siak, Sintang, Gorontalo, Sigi,  Aceh Tamiang, dan Bone Bolango.

Semangat gotong-royong dsn kerjasama dengan pihaknlain adalah  modal anggota LTKL  mewujudkan pembangunan lestari.  Sedangkan goalnya, mimpinya, adalah lingkungan terjaga, masyarakat sejahtera secara bersama.

Itulah harapan  Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA, Bupati Muba yang juga  Ketua Umum LTKL. Harapan ini dilontarkannya saat memimpin Rapat Umum Anggota (RUA) Forum LTKL bertempat di Kantor APKASI Sahid Sudirman, Rabu (26/2/2020).

"Umur LTKL  masih sangat muda. Namun capaiannya sudah banyak.  Perkembangan yang ditunjukkan oleh Kabupaten anggota LTKL saat ini sangat menjanjikan.  Kabupaten-kabupaten anggota LTKL telah menyiapkan ‘amunisi’ untuk meningkatkan daya saing daerah melalui pemetaan potensi kabupaten, pengembangan SDM lokal, sampai mekanisme pelaporan,"ujar Dodi.

Doktor Lulusan Universitas Padjajaran ini juga menandaskan proses  peningkatkan daya saing daerah dilalui dengan banyak cara.  Beberapa program prioritas LTKL yaitu,  Bisnis dan Investasi Lestari. Ini disiapkan untuk  kabupaten menyusun portfolio komoditas dan secara aktif menjemput investasi ke daerah. Kemudian, inovasi masyarakat. Tujuannya,  untuk peningkatan pelibatan masyarakat lokal dalam visi hijau kabupaten. Lalu Kebijakan dan Perencanaan. Langkah ini penting untuk memetakan kebijakan yang berpotensi mendatangkan insentif dari kerangka nasional."

Program prioritas lain  yang dilakukan LTKL yaitu melakukan Pemantauan dan Pelaporan demi menghasilkan produk laporan daya saing daerah.   Berikutnya, tegas Dodi, komunikasi untuk mempromosikan inisatif keberlanjutan yang dilakukan kabupaten.

 "Program-program ini dilakukan oleh kabupaten anggota LTKL bekerja sama dengan mitra-mitra lokal dan nasional,"bebernya.

Program yang kini disusun ini disebut Dodi, sejalan dengan visi  Presiden RI Joko Widodo. Yakni  untuk menjadikan Indonesia negara yang “produktif, berdaya saing, dan mampu mengikuti beragam perubahan”.  

Bagi Dodi,  negara yang berdaya saing harus kuat sejak  dari level desa, kabupaten, sampai provinsi.

 Sekretariat LTKL, Gita Syahrani menjelaskan  LTKL sebagai katalisator di dalam APKASI, bertugas untuk mempercepat terwujudnya pembangunan lestari di Kabupaten. APKASI harus menyebarluaskan, usaha-usaha yang tengah dilakukan kabupaten anggota LTKL ini. LTKL sendiri telah menetapkan visi nya yakni di tahun 2030  kelembagaan LTKL melebur di dalam  APKASI.

Rapat Umum Anggota 2020 yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, hendaknya dapat dimanfaatkan untuk berbagi perkembangan kabupaten anggota LTKL, update informasi, dan juga jejaring, bekerja sama dengan mitra-mitra lokal dan nasional.

Rapat juga menyepakati program prioritas perkumpulan LTKL tahun 2020 - 2021 dengan topik agenda besar yaitu, Pengembangan bisnis dan investasi,  Pemantauan dan pelaporan, informasi dan komunikasi, Kebijakan dan perundangan dan Konservasi dan Restorasi.

Selanjutnya rapat telah memeriksa berkas permohonan dan kelengkapan persyaratan menjadi anggota Perkumpulan LTKL. Kabupaten yang mengajukan diri sebagai calon anggota LTKL yakni Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu. Rapat juga mengesahkan   Kabupaten Kapuas Hulu sebagai kabupaten anggota perkumpulan LTKL.

KALDERANEWS - Bertempat di hotel Ranggonang, Rabu (26/2/2020) Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menggelar rapat perumusan rekomendasi tindak lanjut kegiatan kemitraan pengelolaan lansekap Sembilang Dangku.

Rapat dipimpin  Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin diwakili  Asisten Bidang
Perekonomian dan
Pembanguna Ir Yusman Sriyanto. Tampak hadir Deputi Director Project Kelola Sendang, David Ardian, beserta rombongan ZSL Kelola Sendang, dan perwakilan OPD Muba.

Yusman Sriyanto mengharapkan kelompok Pokja berperan memperlancar pelaksanaan program pembangunan hijau di Kabupaten Muba.

Menurutnya, kelompok kerja tersebut menjadi dasar hukum segala kegiatan yang berbasis lingkungan hidup dalam proses perencanaan, pelaksanaan serta pengendalian.

"Dalam kerjasamanya dengan konsorsium Kelola Sendang Pokja pembangunan hijau Kabupaten Muba mendukung penyusunan dan implementasi masterplan Kelola Sendang,"terangnya.

Diterangkannya, masterplan Kelola Sendang di Kabupaten Muba dilakukan di area model kemitraan meliputi kawasan hutan Dangku Meranti, dan area kawasan Hidrologi gambut Sungai Merang-Sungai Ngirawan.

"Kegiatan konsorsium Kelola Sendang di area model 1 dan 2 akan segera berakhir  Februari 2020. Kegiatan ditingkat tapak yang sudah dilakukan selama proyek Kelola Sendang berlangsung diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh masing-masing dinas terkait di kabupaten Muba dalam bentuk program dan kegiatan,"ungkapnya.

Sementara, Deputi Director Project Kelola Sendang, David Ardian mengatakan, Muba merupakan kabupaten di Indonesia yang  pertama mendukung implementasi kemitraan Pengelolaan Lanskap (KOLEGA) di Sumatera Selatan dan perintis juga pelopor Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), serta membentuk Pokja Pembangunan Hijau.

"Pendekatan Lanskap Berkelanjutan untuk mendukung pembangunan hijau adalah terobosan penting bagi Sumsel. Ini yang ingin kita kembangkan lebih luas, dari Sumsel untuk Indonesia," ungkapnya

mgid3

Ad Sidebar

Latest Tweets

Feby Deru Dampingi Iriana Jokowi Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Tes IVA Hingga Temui Pengrajin Songket… https://t.co/yxjLiPEQUl
Kunjungi Stan Dekranasda Sumsel, Iriana Jokowi Janji Temui Pengrajin Kain di Palembang https://t.co/6FQb5LcCCy via @tripplesworld
Menang Tipis Atas PSGC Ciamis, Sriwijaya FC Makin Kokoh di Puncak Klasemen https://t.co/V0DFFAlQDG lewat @tripplesworld
Metzelder Diduga Terlibat Kasus Pornografi Anak https://t.co/knEQDSYopZ lewat @tripplesworld
Icardi Tuntut Inter Milan Bayar Kompensasi 1,5 Juta Euro https://t.co/IZVf4wvhGn lewat @tripplesworld
Napoli Boyong Fernando Llorente dari Tottenham https://t.co/FnVARyGvqx
Follow Kaldera News on Twitter