Sumatera-Selatan

Sumatera-Selatan (913)

KALDERANEWS - Suasana ramai dan tetap patuh pada protokol kesehatan (protokes) tampak di Danau Siarak Desa Tanah Abang Kecamatan Batanghari Leko, Selasa (13/10/2020). 
 
Tampak Wakil Bupati Muba Beni Hernedi SIP didampingi warga sekitar serta beberapa OPD diantaranya Plt Kadis Perikanan Hendra Tris Tommy, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Andi Wijaya Busro SH MHum, dan Camat Batanghari Leko Tazarni SSTP, Dispopar dan Dinkominfo Muba membersihkan tumpukan gulma yang memadati Danau Siarak.
 
 
"Kalau dibiarkan bisa menganggu kehidupan biota yang ada di Danau Siarak ini. Jadi, hari ini kita sepakat bersih-bersih gulma bareng warga," ungkap Beni Hernedi. 
 
Dikatakan Beni, terlebih danau ini masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia Awards 2020 dengan kategori Wisata Air. "Oleh sebab itu 
harus kita dorong bersama, membantu menjaga kebersihan dan kelestariannya," tuturnya.
 
Beni juga mengajak kepada seluruh warga Muba khususnya di sekitar daerah Danau Siarak untuk peka menjaga biota sungai dan air agar siklus mahluk hidup lainnya bisa tumbuh dan berkembang lebih baik.
 
"Kesadaran menjaga lingkungan itu ada pada diri kita masing-masing, kita harus lebih peka lagi menjaga lingkungan sekitar," ajaknya.
 
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perikanan Muba Hendra Tris Tommy SSTP juga mengajak warga untuk aktif menjaga sungai dan perairan di sekitar. 
 
"Mari kita jaga sama-sama, kelangsungan hidup yang ada di sungai dan danau ini tanggung jawab kita bersama," ucapnya.
 
Tommy mengingatkan, agar warga tidak melakukan penangkapan ikan dengan cara-cara yang salah seperti meracun dan menyetrum. "Kalau ada yang terbukti melakukan hal-hal tersebut tentu akan dikenakan sanksi pidana sesuai ketentuan yang berlaku," pungkasnya.
 
KALDERANEWS - Gubernur Sumsel H. Herman Deru menerima kunjungan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 7 Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Senin (12/10) pagi. Pertemuan ini salah satunya membahas soal peningkatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh Himpunan Bank Negara (Himbara) di Sumsel.
 
Gubernur Sumsel H. Herman Deru mengatakan ini merupakan kabar gembira bagi masyarakat Provinsi Sumsel. Saat ini menurutnya, KUR ada peningkatan yang cukup signifikan dari jumlah yang tersedia Rp4,4 triliun di Himbara ditambah dengan adanya Kurda Program Pemprov Sumsel mengalami peningkatan penyaluran.
 
"Saat ini penyaluran KUR sudah di atas 50 persen ke masyarakat khususnya untuk pertanian. Sektor pertanian mendominasikan penyaluran dan ini tentu menunjang produksi pangan di Sumsel,"ungkap 
 
Menurut HD percepatan penyaluran KUR juga penyediaan bank wakaf mikro merupakan bagian komitmen Pemprov Sumsel bersama OJK dan institusi lain untuk memulihkan ekonomi baik nasional maupun Sumsel. 
 
"Saya berterima kasih dengan OJK Regional 7 dengan Bank Indonesia dalam hal ini bekerjasama untuk memulihkan ekonomi dan alhamdulillah Sumsel masih menjadi Provinsi yang pertumbuhan ekonominnya sangat," lanjutnya.
 
 
Di sampaikannya mengenai pertumbuhan ekonomi secara umum, bahwa menurut HD sektor pertanian yang sama-sama difokuskan dimulai dari infrastruktur, sarana produksi ( saprodi), pasca panen, tetap akan menjadi kekuatan bagi perekonomian di Sumsel.  "Terima kasih OJK, para petani dan para pelaku UMKM yang menjadi kekuatan ekonomi di Sumsel," tandasnya.
 
Untuk di ketahui pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sumsel saat ini masih sangat baik meski di masa pendemi Covid-19. Hal tersebut tidak lepas dari peran Pemerintah Provinsi Sumsel bersama institusi lainnya dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi Sumsel maupun secara nasional
 
Di masa sulit seperti ini, Pemprov Sumsel bersama mitra kerjanya seperti Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 7 Sumatera Bagian Selatan dan intansi lain terus memberi kemudahan dan keringanan bagi masyarakat. Tak hanya percepatan penyaluran KUR, upaya pemulihan juga dikakukan leasing kepada para debitur untuk meningkatkan daya beli masyarakat.
 
KALDERANEWS - Prioritas pembangunan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Tahun 2021 disusun berdasarkan pada isu-isu strategis dan tema pembangunan Tahun 2021 serta sejalan dan sinergis dengan kebijakan pembangunan Provinsi Sumatera Selatan dan Nasional. Demikian diungkapkan Bupati Muba, Dr H Dodi Reza Alex Noerdin saat menyampaikan Nota Keuangan Rencana APBD Kabupaten Muba tahun 2021, dalam Rapat Paripurna DPRD, Senin (12/10/2020).
 
Disampaikan, kebijakan pembangunan tahunan daerah dituangkan dalam RKPD Kabupaten Muba tahun 2021 difokuskan pada empat prioritas sesuai  dengan arag kebijakan yaitu, peningkatan kualitas sumberdaya manusia dan perlindungan sosial, pemulihan ekonomi melalui peningkatan produktivitas, ketahanan UMKM, hilirisasi dan inovasi. Meningkatkan konektivitas, infrasteuktur dasar dan kualitas lingkungan serta ketahanan bencana serta optimalisasi birokrasi.
 
Dalam rapat yang dipimpin Ketua DPRD Muba Sugondo SH, lebih lanjut Bupati menjelaskan, dalam Raperda APBD 2021, Pendapatan Daerah (PAD) direncanakan sebesar Rp 3,201 triliun, terdiri atas Pendapatan Asli Daerah Rp 332,6 milyar,  Pendapatan Transfer sebesar Rp 2,771 triliun, dan lain-lain pendapatan daerah sebesar Rp 97,3 milyar.
 
 
"Pendapatan daerah tahun anggaran 2021 dirancang lebih besar daripada belanja daerah, sehingga terdapat surplus anggaran sebesar Rp 147.354.220.591,” tandas Bupati.
 
PAD sebesar Rp 332,6 miliar terdiri atas pendapatan pajak daerah sebesar Rp 82,3 milyar, retribusi daerah sebesar Rp 9,56 milyar, hasil pengelolaan kekayaan daerah sebesar Rp 17,5 milyar dan lain-lain PAD yang sah sebesar Rp 223,2 milyar.
 
Sementara pendapatan transfer sebesar Rp 2,771 triliun, dengan rincian transfer dari pusat sebesar Rp 2,666 triliun dan transfer antar daerah sebesar Rp 105 milyar. 
 
Bupati mengatakan, belanja daerah direncanakan sebesar Rp 3,054 triliun, terdiri atas belanja operasional Rp 2,034 triliun, belanja modal Rp 737,7 milyar, belanja tak terduga Rp 13,19 milyar, dan belanja transfer Rp 268 milyar.
 
"Belanja daerah dialokasikan kedalam beberapa urusan yaitu, urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar terdiri dari bidang pendidikan, kesehatan, PUPR, PU Perkim, ketentraman dan ketertiban umjm serta perlindungan masyarakat sebesar 62,36 %. Urusan pemerintahan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar sebesar 9,33 %. Urusan pemerintahan pilihan yang terdiri dari bidang kelautan perikanan, pertanian, perdagangan dan perindustrian sebesar  4,20 %. Unsur pendukung yang terdiri dari Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPRD sebesar 8,02 %. Unsur penunjang yang terdiri dari petencanaan, keuangan, dan kepegawaian sebesar 12,78 %. Unsur pengawas 0,85 %. Dan unsur kewilayahan yang terdiri dari kecamatan sebesar 2,46 %, "papar Bupati.
 
KALDERANEWS - Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Minggu (11/10/2020) mengkonfirmasi nihil kasus konfirmasi. 
 
Namun, ada satu warga asal Kabupaten PALI yang sebelumnya mendapatkan perawatan di RSUD Sekayu dinyatakan meninggal dunia. 
 
"Tidak ada penambahan kasus, hanya saja ada 1 pasien di RSUD Sekayu yang merupakan warga PALI terkonfirmasi COVID-19 meninggal dunia," ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, dr Povi Pada Indarta SP P.
 
Povi menyebutkan, warga PALI yang meninggal dunia tersebut berjenis kelamin perempuan usia 56 tahun. "Rencana pemakaman ditanding Marga PALI dan keluarga setuju dimakam dengan protokol COVID-19," terangnya. 
 
Povi mencatat hingga 11 Oktober 2020 ada sebanyak 311 kasus terkonfirmasi di Muba. "188 kasus sembuh, 13 meninggal dunia, dan 110 orang masih dirawat," terangnya. 
 
Sementara itu, berdasarkan data update Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba 11 Oktober 2020 tercatat ada sebanyak 408 ODP 6 selesai pemantauan masih dipantau 402 orang, 893 kontak erat 663 kontak selesai pemantauan 230 kontak erat yang masih dipantau, 164 PDP 13 proses pengawasan 132 selesai pengawasan.
KALDERANEWS - Dalam lawatannya menghadiri HUT Kabupaten Ogan Komering Ilir ke-75, Minggu (11/10/20) Gubernur Sumsel H.Herman Deru sempat singgah sekaligus meninjau pengerjaan pembangunan Masjid Al Hayza di Desa Srinanti Kecamatan Pedamaran Kabupaten OKI. Masjid ini istimewa karena menjadi bukti cinta HD beserta ke-13 saudaranya kepada almarhum kedua orang tuanya Hj. Hayani dan H.Hamzah.
 
Di bawah guyuran hujan gerimis HD meninjau langsung pembangunan masjid di lahan seluas satu hektare tersebut. Tak hanya untuk masyarakat beribadah, HD berharap kehadiran Masjid Al Hayza yang berada persis di pinggir jalan poros itu nantinya dapat menjadi pusat pendidikan Islam. Bahkan dengan rancangan bangunan yang indah, Ia berharap masjid Al Hayza akan menjadi sarana syiar Islam di daerah tersebut. 
 
"Ini dipersembahkan untuk umat Islam dan warga Srinanti. Semoga ini bisa dimanfaatkan untuk beribadah baik bagi warga maupun pengendara melintas yang transit. Ini adalah bukti cinta kami 14 saudara kepada kedua orang tua kami. Makanya ini diberi nama Hayza yang merupakan singkatan dari nama mereka Hj. Hayani dan H. Hamzah, " tutur HD.
 
Selama ini kata HD kebetulan di sekitar jalan poros tersebut belum ada masjid yang dapat menampung jamaah dalam jumlah besar. Oleh karena itu Ia berharap keberadaan masjid ini dapat dimanfaatkan dengan maksimal. Ia bahkan bersyukur jika nanti masjid dapat dijadikan sarana untuk melakukan syiar Islam.
 
 
"Kita doakan semoga pembangunan masjid ini sesuai target. Dan kedepan ini menjadi tempat ibadah yang membanggakan dan menjadi tempat wisata religius," ujarnya.
 
Tak hanya tempat ibadah, rencananya kata HD di sekitar komplek masjid juga akan dibuat semacam kolam ikan produktif yang dikelola serius. Mulai dari kolam pemijahan hingga produksi. Untuk bagian ini HD meminta pemerintah desa bersama warga setempat ikut berkontribusi.
 
"Semoga Masjid Al Hayza ini segera selesai dan bisa segera diresmikan sehingga manfaatnya bisa segera dinikmati masyarakat umum," tandas HD.
 
KALDERANEWS - Pada tahun 2020 ini Kabupaten Musi Banyuasin dibawah komando Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA bersama Wakil Bupati Muba Beni Hernedi SIP yang mana keduanya juga menahkodai Lingkar Temu Kabupaten Lestari Indonesia (LTKL) berhasil meminimalisir kebakaran hutan kebun dan lahan (karhutbunlah). 
 
Dalam kesempatan Kegiatan TEDx Countdown yang mengusung tema “Join the Countdown: Action Starts Here”, Sabtu (10/10/2020) Wakil Bupati Muba Beni Hernedi SIP yang juga Ketua Program Informasi & Komunikasi Lingkar Temu Kabupaten Lestari hadir sebagai salah satu pengisi acara menyebutkan bahwa kebakaran hutan dan lahan ini tidak lain disebabkan ‘aktivitas buruk’ di kawasan hutan. 
 
"Akibatnya, peningkatan emisi yang muncul akibat aktivitas lahan yang tidak baik ini mengakibatkan total emisi Indonesia akibat kebakaran hutan dan lahan saja lebih tinggi dari total emisi Amerika Serikat pada tahun itu. Pemerintah pun harus menanggung biaya penanggulangan yang nominalnya lebih besar dari total pendapatan negara dari sektor migas dan sawit," bebernya.
 
 
Melalui kesempatan ini juga, Beni kembali menegaskan target besar dari LTKL sebagai suatu forum gotong royong antar pemerintah kabupaten. “Bahwa hingga tahun 2030, LTKL berupaya untuk menjaga setidaknya 10 juta hektar hutan dan 7 juta hektar gambut terlindungi di wilayah administrasi kabupaten anggota LTKL. 
 
Selain itu, lanjut Beni yang tidak kalah penting adalah peningkatan kesejahteraan untuk sekitar 1 juta kepala keluarga yang tinggal di luar maupun di dalam kawasan ekologi terdampak di kabupaten anggota LTKL. 
 
"Hal ini tidak akan mungkin diwujudkan tanpa ada rasa kebersamaan melalui semangat gotong royong antara seluruh pemangku kepentingan terkait,” ungkapnya. 
 
Hal senada juga disampaikan Octavia Rungkat, yang menyebutkan bahwa hutan adalah bagian dari kita sebagai 
manusia. "Tanpa hutan, kita pun tidak mungkin ada. Octavia atau Yessi juga menyebutkan bahwa dampak dari perubahan iklim dirasakan betul oleh masyarakat di sekitar kawasan sungai utik, terlebih karena keseluruhan 
aktivitas masyarakat di sana sangat mengandalkan kondisi hutan yang terawat," ulasnya. 
 
Andre Christian selaku masyarakat urban pun setuju dengan hal ini. “Untuk masyarakat yang tinggal di perkotaan, banyak yang tidak tahu bentuk hutan itu seperti apa, tidak tahu hubungan konservasi hutan dengan kondisi masyarakat di daerah perkotaan. Padahal oksigen yang kita hirup dan nikmati bersama, kopi yang kita minum setiap pagi, ataupun komoditas-komoditas lain yang banyak kita temukan dan jadi konsumsi bersama masyarakat urban, merupakan hasil hutan dan kualitasnya tergantung dari apakah hutan tersebut terjaga dengan baik atau tidak,” kata Andre.
 
KALDERANEWS - Pemerintah Kecamatan Lais terus mensosialisasikan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 67 Tahun 2020 tentang wajib mematuhi Protokol Kesehatan (Protokes) COVID-19 meski dihari libur kerja, Sabtu (10/10/2020).
 
Dalam Perbup Nomor 67 tersebut apabila melakukan pelanggaran akan ada denda dan sanksi seperti berupa teguran lisan atau kerja sosial membersihkan fasilitas umum dengan memakai rompi juga dendam uang Rp. 20.000/ orang.
 
Camat Camat Lais Demoon Hardian Eka Suza SSTP MSi, yang memimpin langsung sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tersebut mengatakan seiring meningkatnya kasus Corona di Bumi Serasan Sekate maka sosialisasi Perbup Nomor 67 tersebut digencarkan hingga ke pelosok-pelosok desa yang ada di Kecamatan Lais.
 
"Tidak ada istilah libur maka kami dari Kecamatan Lais bersama Kapolsek, Babinsa, Kepala Puskesmas, karang taruna Kecamatan Lais, hingga Kepala Desa bersama mensosialisasikan Perbup Nomor 67 tahun 2020 tersebut," kata Demoon.
 
Dikatakannya kegiatan itu dilakukan dengan berkeliling kampung, menyampaikaan kepada masyarakat terutama di areal pasar baik pedagang maupun pembeli agat terus mematuhi Protokes sekaligus mensosialisasikan Perbup Nomor 67 tersebut dengan cara 3 M yakni Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak. 
 
 
"Alhamdulillah, masyarakat sudah menyadari bahaya penyebaran Pandemi COVID-19, rata-rata warga sudah memakai masker, memang ada satu atau dua orang warga yang tidak memakai masker," bebernya.
 
Lanjut Demoon, bagi warga yang kedapatan tidak memakai masker maka akan diberi kalung kertas yang bertuliskan Pelanggar Protokol Kesehatan. Ia juga menerangkan tentang sanksi lisan maupun tertulis dan sekaligus membagikan masker kepada sipelanggar tersebut. 
 
Memang di Kecamatan Lais ada seorang warga yang terkonfirmasi positif sekarang dalam perawatan InshaAllah akan segera sembuh dan kami yakin apabila warganya mematuhi Protokes maka Kecamatan Lais ini akan memasuki zona hijau," imbuhnya.
 
Sementara Ketua Karang Taruna Kecamatan Lais Ahmad Fauzi SSi, menyampaikan bahwa berkat kegigihan Camat Lais mensosialisasikan Perbup Nomor 67 Tahun 2020 itu maka Kecamatan Lais akan berada di zona hijau, mengingat masyarakatnya telah menyadari bahaya Pandemi Covid-19.
 
"Kini masyarakat di Kecamatan Lais telah mematuhi Protokes dan mentaati Perbup Nomor 67 buktinya ketika kami berkeliling kampung rata-rata warga yang keluar rumah memakai masker, walau demikian sosialisasi Perbup Nomor 67 Tahun 2020 terus dilakukan," tuturnya.
 
Ahmad Fauzi mengajak masyarakat selalu mematuhi Perbup Nomor 67, selain itu ia juga mengajak masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih. 
 
"Kalau keduanya diterapkan maka InshaAllah kita terhindar dari Pandemi tersebut," tandasnya.
 
Sosialisasi itu juga dihadiri Babinsa Lais Setda Jerry, Sekcam Lais Marsofi SKM MM, Kepala Puskesmas Gardu Harapan Alexander SKM MKes, dan Kepala Desa Tanjung Agung Barat Ahyar DS.
 
 
 
 

KALDERANEWS - Ada hal yang berbeda saat aksi demo di halaman Kantor Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Jumat (9/10/2020). Ada sosok wanita memakai wig berwarna merah dan melarang mahasiswa yang demo bertindak anarki. Bahkan ia mentraktir makan para mahasiswa tersebut. Lalu sapa sosok wanita menggunakan pakaian putih dan wig berwarna merah tersebut?. Nah ternyata wanita tersebut bernama Indah Rizky Ariani atau yang dikenal Indah Mujyaer, yang merupakan selebgram di Palembang dengan akun Instagram @indahrizkyariani_mujyaer.

Indah pun mengatakan, bahwa ia berpakaian putih dan menggunakan wig merah supaya menarik perhatian semua orang yang sedang melakukan demonstrasi. Sebab jika berpakaian biasa saja, maka tidak akan menjadi spot centre untuk didengarkan.

"Kostum yang saya kenakan sudah seperti karakter saya yang melekat atau ciri khas, karena saya pernah menampilkan beberapa kali content parodi di instagram saya dengan selalu menggunakan baju tersebut," kata Indah, Sabtu (10/10/2020).

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa apa yang dilakukannya tersebut sebenarnya tidak ada persiapan sama sekali, bahkan ide ini juga timbul baru semalam ketika melihat bentrokan antara mahasiswa dan polisi.

"Bahkan saya baru memutuskan untuk berjalan ke lokasi 1 jam sebelum para mahasiswa melakukan aksi. Karena memang kebetulan properti tersebut standby untuk shooting di beberapa comedi singkat, jadi saya pergunakan saja untuk datang dan secara tiba-tiba berorasi singkat," ungkapnya.

Orasi-orasi yang Indah sampaikan pun cukup mengedukasi mahasiswa yang demo, sebab Indah menyarankan agar yang berdemo tidak anarki "Aku bukan polisi, aku bukan istri polisi, anak aku tidak ada yang polisi. Keluarga aku tidak ada yang polisi, tapi jangan mahasiswa sampai bentrok dengan polisi," pengalan yel-yel yang Indah sampaikan.

Menurut Indah ia yakini bahwa tidak ada yang salah dalam hal ini, mahasiswa mungkin sudah merasa terlalu lelah menyampaikan aspirasi nya yang seperti diabaikan dan tidak didengarkan. Sementara polisi juga menggemban tugas berat, untuk memelihara keamanan selama berlangsungnya demonstrasi.

"Polisi hanya menjalankan tugas dengan sebaik baiknya, sebagai penegak hukum. Ya pada intinya mahasiswa atau dalam hal ini katakanlah rombongan demonstran dan polisi adalah manusia yang sama-sama memiliki tugas, atau hak dan kewajiban yang sama atas Indonesia negara kita," katanya.

Menurut Indah, demonstrasi adalah hak kita seluruh rakyat indonesia untuk menyampaikan pendapat. Tetapi jangan sampai anarki. Dibutuhkan banyak warna untuk membuat dunia ini indah. Dibutuhkan polisi sebagai orang yang menjaga ketertiban ini, maka jangan jadikan polisi sebagai kambing hitam kekesalan sebab tidak didengarkan. Sebaliknya dibutuhkan mahasiswa sebagai tolak ukur kemajuan bangsa,
ditangan mereka inilah estafet keberhasilan dan kesuksesan negara ini akan diteruskan.

"Pesan saya adalah jangan pernah merusak sebelanga susu sebab nila setitik. Jiika memang ada oknum mahasiswa yang berbuat salah atau mungkin oknum polisi yang berbuat keterlaluan, jangan disamaratakan. Jika kita tidak suka dengan ranting pohon yang memiliki daun jelek atau busuk, potong rantingnya, bukan memotong pohon beserta seluruh akarnya," katanya. 

Sementara itu terkait ia mentraktir para mahasiswa yang demo menurutnya, itu berlatar belakang dari beberapa hari yang lalu bahwa ia sedih sekali rasanya melihat mereka yang terlihat sangat lelah menyampaikan aspirasi disaat masa pandemi. Mereka pasti mengorbankan banyak hal termasuk mereka mungkin mengorbankan kondisi ekonomi keluarga mereka secara pribadi.

"Apalagi Seperti yang kita ketahui bahwa covid19 ini telah membuat jumlah orang miskin melonjak pesat. Ketika mereka mengorbankan banyak hal, lalu daripada saya berdiam diri saja dirumah, tanpa melakukan apa-apa, sementara saya juga tidak mampu seperti mereka anak-anak muda yang energik. Jadi saya memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan yang saya miliki," katanya.

Bagi Indah hari Jumat kemarin adalah bersedekah, baik kepada mereka mahasiswa yang membutuhkan makanan dan minuman, juga kepada mereka yang berjualan disana. Kebetulan Ia juga memang aktivis yang selalu sering mengedukasi netizen untuk senantiasa bersedekah.

"Kalau uangnya dari uang penghasilan bisnis saya, saya anggap ikut mencicipi mereka jerih payah ini. Sekaligus mengharapkan pahala dari Tuhan. Uang yang dikeluarkan tidak banyak, lebih dari Rp 5 juta dan tidak sampai Rp 10 juta," bebernya.

Menurutnya, sebenarnya memang tidak perlu diumbarkan agar tidak menjadi riya yang mengurangi pahala. Tapi dalam hal ini Indah justru ingin memotivasi orang yg mungkin berprofesi sama dengannya, untuk senantiasa menyisihkan uang seberapapun untuk bersedekah, kepada siapapun yang membutuhkan seperti yang saya lakukan kemarin.

KALDERANEWS - Sektor perikanan menjadi perhatian Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru. Sebab sektor perikanan tersebut juga diyakini  mampu  mendongrak perekonomian masyarakat di samping sektor pertanian.
 
Seperti pada Jum'at (9/10) pagi, Herman Deru melakukan penebaran benih ikan di Desa Tebat Gheban Kelurahan Alun Dua Kecamatan Pagaralam Utara Kota Pagaralam. Sebayakn  300 ribu benih ikan ditebar dilokasi tersebut.
 
"Kita harapkan ini dapat memantik sesuatu yang besar di masyarakat. Sebab, dari hal kecil yang dilakukan ini akan bermanfaat besar bagi kita. Mulai dari manfaat ekonomi hingga pariwisata," kata Herman Deru. Dari sisi ekonomi, sektor perikanan sendiri memang dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk meningkatkan perekonomian melalui budidaya.
 
Tidak hanya bisa meningkatkan ekonomi, budidaya ikan juga dapat mendorong kelestarian alam.
 
"Ikan ini dapat menjadi laboratorium bagi alam. Jadi ikan ini dapat menentukan layak atau tidaknya air. Untuk itu, jagalah alam ini. Alam akan tetap produktif jika kita terus menjaganya," tuturnya.
 
 
Terlebih, lanjut Herman Deru, Kota Pagaralam  memiliki potensi pariwisata yang sangat besar. Majunya pariwisata di Kota Pagaralam tentu harus didorong dengan kelestarian alamnya.
 
"Pagaralam memiliki destinasi wisata yang sangat baik. Agar terus berkembang, upaya untuk menjaga keamanan juga harus dilakukan agar para pendatang merasa nyaman," paparnya.
 
Selain menebar benih ikan, Herman Deru juga melakukan tatap muka dengan penggiat kopi Pagaralam. Satu persatu kopi asli khas Kota Pagaralam tersebut dicicipinya.
 
Menurutnya, kopi Pagaralam juga harus didorong perkembangannya guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Pagaralam ini juga terkenal akan kopinya. Ini harus didorong juga perkembangannya. Pemprov Sumsel komitmen untuk mendukung semua yang ada di Pagaralam ini asal membawa manfaat bagi masyarakat," imbuhnya.
 
Sebagai bentuk dukungannya, HD pun memberikan bantuan benih ikan, 200 batang bibit kopi robusta, dan 40 ribu Kg pupuk organik. Walikota Pagaralam Alpian Maskoni dikesempatan ini menyebut, Pemkot Pagar Alam berkomitmen untuk terus mendongkak pariwisata Pagaralam. Dia meyakini, pariwisata Pagaralam dapat memberikan kontribusi besar bagi kemajuan Sumsel.
 
"Apalagi ini didukung oleh Gubernur. Tentu langkah kita untuk mengembangkan Kota Pagaralam ini semakin cepat," pungkasnya.
 
 
KALDERANEWS - Sesaat setelah melakukan kunjungan kerjanya meninjau korban kebakaran di Kabupaten Lahat, Jumat (09/10/20) sore Gubernur Sumsel H.Herman Deru langsung kembali ke Palembang menemui ribuan mahasiswa pengunjuk rasa yang berdemo menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di Halaman Kantor Gubernur, Jalan Kapt. A.Rivai Palembang.
 
Didampingi Sekda Sumsel H.Nasrun Umar, Kapolda Sumsel, serta Kadisnaker Provinsi Sumsel Khoimudin, usai Maghrib Gubernur Herman Deru tanpa sungkan turun langsung menemui ribuan massa yang telah menantinya sejak pukul 14.00 wib siang. 
 
Dalam kesempatan itu HD dengan tegas mengatakan memiliki spirit yang sama dengan para mahasiswa. Dikatakan Herman Deru sejak dalam perjalanan kunker ke Lahat Ia sudah mendengar aksi yang dilakukan para mahasiswa termasuk ketika mahasiswa mendatangi kantor Gubernur. Iapun mengapresiasi mahasiswa yang masih bersabar untuk bisa bertemu dengannya.
 
 
Menurut HD Ia memang tidak akan pernah menghindari karena dirinya juga pernah merasa pernah menjadi mahasiswa. Mengenai apa yang diminta para mahasiswa HD mengaku sudah memahami karena telah mendapat laporan langsung dari Sekda Sumsel dan Kapolda.
 
"Sebenarnya perasaan kita sama. Bahwa apa yang dirasakan adik-adik ini juga dirasakan kita semua. Karena itu Saya akan menyampaikan baik secara langsung atau tidak langsung aspirasi adik-adik sekalian ini ke Presiden maupun DPR RI, " ujar HD disambut ribuan tepuk tangan mahasiswa yang khusyuk mendengarkan.
 
Menurut HD apa yang dilakukan mahasiswa ini cukup cerdas karena saat ini masih ada kesempatan mengingat PP. Sehingga Ia mengajak para mahasiswa bersama mengawal PP agar dapat mengakomodir keinginan mahasiswa dan masyarakat banyak.
 
 
Setelah beberapa menit menemui mahasiswa, Iapun mengundang perwakilan mahasiswa yang mengatasnamakan diri Cipayung Plus dan BEM Sumsel, untuk berdialog dan menyaksikan langsung penandatanganan rekomendasi Gubernur ke pusat.
 
Dialog itupun dilakukan di ruang rapat Gubernur Sumsel dihadiri perwakilan organisasi kemahasiwaan di antaranya yakni Ketua Umum HMI Eko Hendiyono, Ketua KMHDI I Wayan Sugita, Ketua Umum SEMMI Eko Wahyudi, Ketua KAMMI, Rizky dan Ketua BEM Sumsel Muads Amiruddin. Dikatakan Gubernur Sumsel H.Herman Deru terkait tuntuan yang dilayangkan mahasiswa tersebut Pemprov Sumsel menurutnya dapat menerima aspirasi yang telah disampaikan. 
 
"Intinya aspirasi adik-adik ini Saya terima dan didukung untuk direkomendasikan ke pusat," ucap HD disambut antusias para mahasiswa.
 
Menurut HD dirinya akan segera menyampaikan aspirasi tersebut secara formal melalui surat Gubernur ke pusat yang berisikan lampiran tuntutan mahasiswa. Ia bahkan mempersilahkan jika ada beberapa perwakilan mahasiswa yang berkenan ikut menyampaikan surat tersebut ke Jakarta. 
 
 
Di hadapan perwakilan mahasiswa itupun, Ia berkomitmen akan ikut mengawal aspirasi ini secara bersama-sama. Hasil dialog itu selanjutnya dibacakan kembali di oleh perwakilan mahasiswa di hadapan ribuan massa yang menuntut agar Gubernur menandatangani penolakan UU Omnibus Law tersebut. Setelah puas mendengarkan bahwa aspirasinya diterima oleh orang nomor satu di Sumsel, ribuan massa yang masih memilih bertahan hingga pukul 19.00 wib malam di halaman kantor Gubernur berangsur membubarkan diri dengan tertib.
 
Untuk diketahui massa Cipayung Plus dan BEM se Sumsel terdiri dari HMI, PMII, KAMMI, FMI, KMHDI, LMND, dan SEMMI melakukan aksi penyampaian aspirasi terhadap UU Omnibus Law Cipta Kerja.
 
Melalui pernyataan resminya mereka menyampai kan bahwa denga telah disahkannya UU Omnibus Law Cipta Erja oleh DPR RI tanggal 5 Oktober, di Kota Palembang telah terjadi unjuk rasa dan penolaka terhadap Uu tersebut oleh seluruh elemen baik itu mahasiswa, pemuda, buruh dan masyarakat lainnya.
 
Sehubungan dengan hal tersebut kelompok Cipayung Plus menyatakan dengan tegas menolak RUU Omnibus Law Cipta Cipta Kerja yang telah disahkan menjadi undang-undang.
 
 
Ad Sidebar

Latest Tweets

Feby Deru Dampingi Iriana Jokowi Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Tes IVA Hingga Temui Pengrajin Songket… https://t.co/yxjLiPEQUl
Kunjungi Stan Dekranasda Sumsel, Iriana Jokowi Janji Temui Pengrajin Kain di Palembang https://t.co/6FQb5LcCCy via @tripplesworld
Menang Tipis Atas PSGC Ciamis, Sriwijaya FC Makin Kokoh di Puncak Klasemen https://t.co/V0DFFAlQDG lewat @tripplesworld
Metzelder Diduga Terlibat Kasus Pornografi Anak https://t.co/knEQDSYopZ lewat @tripplesworld
Icardi Tuntut Inter Milan Bayar Kompensasi 1,5 Juta Euro https://t.co/IZVf4wvhGn lewat @tripplesworld
Napoli Boyong Fernando Llorente dari Tottenham https://t.co/FnVARyGvqx
Follow Kaldera News on Twitter