Sumatera-Selatan

Sumatera-Selatan (936)

KALDERANEWS - Dialihkannya Wisma Atlet di Komplek Jakabaring Sport City menjadi ODP Center merupakan salah satu bentuk keseriusan Pemprov Sumsel dan instansi terkait lainnya dalam pencegahan dan penanganan wabah Corona Virus atau Covid-19 yang saat ini penyebarannya kian masif.

Sebab itu, Gubernur Sumsel H. Herman Deru menekankan agar setiap kabupaten/kota di Sumsel juga turut membuat ODP Center untuk mempermudah koordinasi serta perkembangan Covid-19.

"Saya harapkan kabupaten/kota segera mengambil tindakan penanganan Covid-19 ini. Saya instruksikan mereka membuat ODP Center masing-masing dan ini akan saya cek langsung baik melalui digital atau bila memungkinkan saya akan datang mengecek lokasinya," kata HD, Sabtu (28/3).

Jika pun sudah membuat ODP Center namun belum siap operasi, lanjutnya, pemkab atau pemkot bisa merujuk ODP tersebut ke ODP Center Jakabaring.

"Sementara menunggu kesiapan, pemkab atau pemkot bisa mengirim ODPnya kesini. Karena ini ODP Center Sumsel sekaligus untuk masyarakat Palembang," tegasnya.

Kendati begitu, bukan tidak mungkin ODP Center ini juga digunakan untuk PDP jika terjadi lonjakan di rumah sakit.

"Kita persiapkan ruangan untuk PDP secara bertahap sesuai kebutuhan. Itu jika PDP membeludak," terangnya.

Sebab, sambungnya, penanganan ODP dan PDP Covid-19 juga berbeda dan tentu harus diperiapkan dengan matang.

"Untuk PDP, jelas harus ada alat kesehatannya. Ruang yang dibutuhkan juga harus sesuai standar," bebernya.

Senada dengan itu, Ketua Umum ODP Center H. Mawardi Yahya menambahkan, sejak awal Pemprov Sumsel telah melakuan persiapan tempat bagi para ODP dan ODP di Sumsel.

"Kita lengkapi ruang untuk PDP secara perlahan dan disesuaikan. Itu kalau terjadi lonjakan PDP. Kita terus pantau perkembangannya," tukasnya.

KALDERANEWS - Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 atau Corona yang kian masif, Gubernur Sumsel H.Herman Deru menetapkan Wisma Atlet Jakabaring menjadi ODP Covid-19 Center. Menurut Gubernur, penetapan itu sangat beralasan karena banyaknya jumlah ruang yang tersedia di wisma tersebut.

" Saya sudah langsung meminta Forkompimda mengarahkan semuanya ke wisma atlet guna mempersiapkan segera mungkin pengoperasiannya menjadi ODP center," kata Gubernur di sela mengecek Posko Sumsel Tanggap Covid-19, Jumat (27/3) siang.

Di wisma atlet itu kata Herman Deru daya tampung yang ada diperkirakan mencapai lebih dari 1000 kamar. Ruang tersebut dapat digunakan untuk menerima ODP ataupun masyarakat lainnya yang punya keluhan terkait Covid-19. Hal ini tak lain untu mengantisipasi jika RS rujukan yang ada tidak mampu menampung ODP yang meningkat.

" Sambil merujuk, disitu nanti kita siapkan juga kamar untuk PDP. Jadi semuanya nanti di sana," kata Gubernur.

Namun untuk mendapatkan fasilitas di wisma atlet itu nanti lanjut HD, ada 3 macam kriteria yang ditentukan oleh staf medis. Apakah mereka yang datang itu memang betul memerlukan self isolasi, atau isolasi khusus dari tenaga medis.

" Soal teknis itu nanti tenaga medis yang menentukan" jelasnya.

Untuk memenuhi kebutuhan tenaga medisnya, HD berencana melibatkan tenaga-tenaga media dari kabupaten-kota se Sumsel. " Semaksimal mungkin, bila perlu akan kita tarik dari daerah-daerah," tandasnya.

Sebelumnya diketahui, saat ini Pemprov Sumsel telah menyiapkan 60 ruang isolasi di berbagai rumah sakit di Palembang. Dimana 24 diantaranya berada di RSMH, sementara sisanya berada di RS Siti Fatimah, RS Ernaldi Bahar, RS Paru, RS Gigi dan Mulut, dan RS Mata. Tidak hanya itu, rumah sakit milik Pemkot, Kabupaten, TNI, Polri hingga swasta juga akan dipersiapkan

 

KALDERANEWS - Guna meminimalisir dan mendeteksi penyebaran Covid-19 yang berpotensi masuk ke wilayah Muba, Jumat (27/3/2020) malam gerak cepat Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin telah mendatangkan sebanyak 1.000 alat rapid test yang diperuntukkan bagi warga Muba yang berpotensi masuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), serta tim paramedis yang menangani ODP dan PDP Covid-19 atau virus corona.

Dalam kaitan ini, orang nomor wahid di Bumi Serasan Sekate ini menegaskan rapid test dilakukan untuk mendeteksi warga Muba yang masuk kategori ODP dan PDP.

"Jadi saya tegaskan rapid test ini bukan untuk mengobati tetapi ini dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus covid-19 dengan mendeteksi virus tersebut kepada orang yang masuk kategori ODP dan PDP," tegasnya. 

Dijelaskan Dodi, penyediaan rapid test tersebut dilakukan secara mandiri oleh Pemkab Muba dengan menggunakan APBD Muba yang sudah disiapkan sebesar Rp6.1 Miliar untuk penanganan  Covid-19.

“Meski ada bantuan rapid test dari Kemenkes namun kita harus masih menunggu, nah untuk meredam keresahan warga Muba rapid tes ini efektif untuk memastikan penyebarannya, oleh sebab itu kita lakukan secara mandiri dan masif," terangnya.

Ia menambahkan, sejauh ini Muba masih zero yang terpapar Covid-19, namun dirinya akan terus meningkatkan kewaspadaan serta tindakan lainnya yang dapat meminimalisir penyebaran Covid-19 masuk ke wilayah Muba.

"Alhamdulillah sejauh ini masih zero yang terpapar Covid-19 di Muba. Kewaspadaan, sosialisasi dan edukasi akan terus kita lakukan ke seluruh pelosok wilayah Muba," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Muba dr Azmi Dariusmansyah MARS menjelaskan skema SOP alur penerimaan rapid tes, pertama mempersiapkan form pencatatan pemeriksaan tes cepat COVID-19 dan alat periksa, berkoordinasi dengan tim Satgas (aparat desa) untuk mendampingi pemeriksaan.

Kemudian, Pemeriksan oleh tim yang menggunakan APD lengkap (Masker, sepatu, handscoon, tutup muka)

dan melakukan desinfeksi handscoon setiap sebelum dan sesudah pemeriksaan). Menanyakan identitas orang yang akan diperiksa, mencatatnya kedalam form pencatatan, serta menulis identitas tersebut (nama, jenis kelamin, umur, alamat) pada alat tes cepat COVID-19.

Selain itu, menentukan orang kontak erat resiko tinggi/ rendah atau ODP yang ada riwayat kontak erat selama minimal 8 hari .

"Melakukan pemeriksaan tes cepat Antigen/ Tes Cepat Anti Bodi serta menyimpan tes cepat yang sudah diperiksa ke dalam tempat untuk dianalisa hasilnya di Puskesmas. Penjelasan hasil tes cepat secara resmi hanya dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan," jelasnya.

"Jika hasil Positif (Reaktif), Merujuk ke Rumah Sakit untuk pemeriksaan Swab oleh tim PSC setempat, melaporkan ke surveilance Puskesmas sebagai Pasien dalam Pengawasan (PDP)

Pasien diisolasi di Rumah Sakit, pasien dijelaskan perlu pemeriksaan lebih lanjut," pungkasnya.

 

KALDERANEWS - Ditengah rasa takutnya pandemik Virus Corona di sejumlah wilayah di Indonesia, Walikota Palembang H.Harnojoyo memilih turun ke jalan untuk langsung untuk mengudukasi warganya bersama melawan dengan melakukan pencegahan. Selasa (24/3/2020) pagi, orang nomor satu di kota ini terlihat sejak pukul 07.45 Wib hingga 10.00 Wib memantau langsung aktifitas warganya, tak segan segan Harnojoyo menghampiri warga, terlebih warganya yang tidak mengenakan masker sebagai pelindung diri.

"Tadi kita mengajak masyarakat, untuk menerapkan pola hidup sehat, cuci tangan sudah melakukan aktivitas. Jika panas diatas 38 derajat celsius,untuk segera memeriksakan diri ke Puskesmas,” kata Harnojoyo.

Sebelumnya, Harnojoyo ini juga langsung melakukan pemantauan penyemprotan disenfektan di kawasan terminal tersebut, tak terkecuali bus angkutan massal milik Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang Bus Rapid Transit (BRT) Transmusi luar dalam kendaraan ini dilakukan penyemrotan cairan yang dapat membunuh Covid-19 tersebut. “Kalau batuk pilek segera periksakan diri,” tegasnya.

Pemandang serupa juga kembali terjadi, Harnojoyo ingin langsung memberikan edukasi warganya, terutama bagi penumpang angkutan massal yang tidak mengenakan masker. "Diperlukan sikap gotong royong dan peran kita semua, dengan mengurangi sosial distracing, sehingga virus tersebut tidak menyebar," katanya.

KALDERANEWS - Kerusakan Jembatan Musi II Palembang akibat termakan usia menjadi perhatian serius Gubernur Sumsel H. Herman Deru.

 

 

Sebab itu, Minggu  (22/3), HD meninjau langsung jembatan yang dibangun tahun 1990 dengan sistem rangka tersebut. Peninjauan itu dilakukan HD guna melihat kondisi serta memastikan terget penyelesaian jembatan yang keberadaannya cukup vital bagi masyarakat ini.

 

 

"Saya ingin memastikan langsung kebenaran target penyelesaiannya. Karena saat hari pertama masuknya laporan kerusakan tersebut Dinas Pekerjaan Umum langsung bergerak cepat," kata HD disela peninjauannya.

 

 

Menurut HD, berdasarkan laporan dari Dinas Pekerjaan Umum, target penyelesaian perbaikan jembatan tersebut memakan waktu 14 hari.

 

 

"Artinya Minggu pertama April nanti sudah dapat digunakan kembali. Apalagi nanti arus mudik lebaran, tentunya jembatan ini sangat dibutuhkan," tuturnya.

 

 

Setelah melihat langsung progresnya, HD memastikan perbaikan jembatan itu akan tepat waktu.

 

 

"Saya yakini selesai sesuai target tapi ini harus terus dipantau," terangnya.

 

 

Diketahui, rusaknya jembatan tersebut akibat lepasnya baut penahan pelat jembatan karena termakan usia. Dimana kerusakan terjadi di satu segmen sepanjang kurang lebih 5 meter.

 

 

Selain meninjau jembatan Musi II, HD menyempatkan diri meninjau Jalan Tegal Binangun yang sudah sejak lama mengalami kerusakan.

 

 

"Provinsi yang ambil alih karena sebelumnya ada perdebatan batas antara kota dan kabupaten," teranganya.

 

 

Perbaikan sendiri, lanjutnya, akan dilakukan dalam waktu dekat dengan pendanaan sekitar Rp10 milyar.

 

 

"Kita menanggapi keluhan masyarakat. Akan lakukan perbaikan dengan pendanaan sekitar Rp10 milyar. Perbaikan tentu jangan sampai juga mengganggu aktifitas masyarakat," pungkasnya.

KALDERANEWS - Berbagai langkah antisipasi terus disiapkan Pemprov Sumsel dalam menanggulangi penyebaran Covid-19 yang kian masif. Tak terkecuali menyiapkan sejumlah rumah sakit terbaik sebagai rujukan utama hingga penyediaan puluhan ruang isolasi.

 

Hal itu diketahui setelah Gubernur Sumsel H. Herman Deru memanggil sejumlah Direktur rumah sakit tersebut guna meminta laporan kesiapan rumah sakit dalam menangani wabah Covid-9 ini.

 

Diketahui, sedikitnya 60 ruang isolasi dipersiapkan dalam antisipasi tersebut, seperti RSMH, RS Siti Fatimah, RS Ernaldi Bahar, RS Paru, RS Gigi dan Mulut dan RS Mata.

 

"Saya tekankan upaya ini harus makasimal baik dalam kecepat pelayanan ataupun pelayanan," kata HD, Senin (23/3).

 

Dimana dari 60 ruang isolasi tersebut, 24 ruang isolasi diantaranya berada di RSMH Palembang. Termasuk juga ruang isolasi dipersiapkan di rumah sakit yang ada dibawah naungan Pemprov Sumsel seperti di RS Siti Fatimah ada 14 ruang isolasi, RS Ernaldi Bahar 7 ruang isolasi, RS Paru-Paru 13 ruang, RS Gigi dan Mulut 1 ruang, RS Mata 1 ruang.

 

"Artinya dari rumah sakit ini kita siapkan 60 ruang isolasi. Ruang isolasi yang disiapkan sesuai standar medis dalam penanganan Covid-19 ini," terangnya.

 

Kendati begitu, sejumlah rumah sakit lain baik rumah sakit milik pemerintah kota maupun kabupaten serta rumah sakit swasta juga ditunjuk dalam penanganan Covid-19 seperti RS Pertamina, RS Pusri, RS Bari dan lainnya. Termasuk juga Bhayangkara milik Polri dan RS AK Gani milik TNI.

 

"Saat ini status Covid-19 di Sumsel dalam waspada siaga. Kita lihat kondisi untuk dinaikkan menjadi siaga darurat," pungkasnya.

KALDERANEWS - Pandemi Covid 19 yang terjadi di 185 negara, tak hanya menyebabkan runtuhnya perekonomian. Hal ini juga berdampak pada kegiatan ritual keagamaan yang juga harus menyesuaikan dengan situasi saat ini.

 

Salah satunya adalah peringatan hari raya Nyepi oleh umat Hindu, yang akan diperingati pada Selasa (24/03/2020). Untuk itu Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengungkapkan agar menjadikan hari raya Nyepi sebagai momen berdoa umat Hindu bagi keselamatan umat agar wabah Covid 19 segera berlalu.

 

Hal itu disampaikan Herman Deru saat menerima audiensi Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sumsel IGB Surya Negara di ruang tamu Gubernur, Senin (23/03/2020).

 

"Kita tidak melarang kegiatan keagamaan. Namun selama pandemi Covid 19 ini harus disikapi dengan berbesar hati. Sebagai pencegahan terbaik kegiatan yang melibatkan masa ditunda dulu. Berlaku bagi seluruh agama. Peristiwa ini tragedi yang menyulitkan umat manusia. Saya minta jadikan Nyepi sebagai momen memanjatkan doa bagi umat Hindu untuk keselamatan umat manusia", kata HD.

 

Dalam kesempatan itu HD juga menghimbau agar selama masa sulit ini seluruh pemuka agama dapat tetap berprasangka baik dalam menghadapi situasi yang berdampak dalam segala lini kehidupan baik pertumbuhan ekonomi maupun dunia pendidikan.

 

"Saat perang dunia II terjadi kita berperang dengan siasat. Saat ini kita tidak tahu dengan siapa kita berperang", imbuhnya.

 

HD juga menyampaikan ucapan selamat hari raya Nyepi kepada seluruh umat Hindu Sumsel sekaligus berharap meski di tengah wabah Covid 19 tidak mengurangi kekhusyu'an umat Hindu dalam merayakannya.

 

Sedangkan Ketua PHDI Sumsel IGB Surya Negara mengatakan secara seremonial rangkaian kegiatan hari raya Nyepi tetap dilaksanakan namun tidak melibatkan umat dalam jumlah yang banyak. "Kami telah membuat edaran bagi umat Hindu agar saat Nyepi nanti berdoa untuk keselamatan semua umat agar wabah Covid 19 tak berlangsung lama", tuturnya.

 

Surya Negara juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Gubernur Herman Deru yang memperhatikan umat Hindu di Sumsel serta mendoakan keselamatan dan kesehatan bagi HD dan berharap HD tetap amanah selama memimpin Sumsel.

KALDERANEWS - Di tengah berkembangnya wabah COVID-19 di Indonesia, Pertamina terus memastikan bahwa pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan secara normal. Namun demikian, Pertamina terus waspada dan menjalankan protokol kesehatan yang disarankan pemerintah dan perusahaan kepada seluruh pekerja dan garda terdepan operasional distribusi energi.

“Melalui seluruh lini distribusi energinya, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) II Sumbagsel terus berkomitmen untuk menjalankan amanah dan memastikan keamanan energi di masyarakat, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dan tetap gunakan energi secara bijak,” jelas Region Manager Communication & CSR Sumbagsel, Rifky Rakhman Yusuf.

Untuk di wilayah Pertamina MOR II Sumbagsel sendiri, Rifky menjelaskan ada dua (2) Integrated Terminal (IT) yang menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) dan Liquid Petroleum Gas (LPG), tujuh (7) Fuel Terminal (FT) yang menyalurkan BBM, dan enam (6) Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) untuk Avtur. Menurut Rifky, per hari ini (16/3), stok untuk seluruh fasilitas distribusi energi ini dalam keadaan aman dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 5 hari kedepan.

Seluruh lembaga penyalur di wilayah Sumbagsel menurut Rifky juga tetap beroperasi dengan normal. 458 SPBU, 294 Agen LPG Subsidi 3 Kg, dan 54 Agen LPG Non Subsidi tetap melayani kebutuhan masyarakat Sumbagsel, tentu dilengkapi dengan upaya dan langkah pencegahan agar garda terdepan operasional Pertamina tetap dalam keadaan fit dan mengurangi resiko-resiko tertular COVID-19.

“Untuk para pekerja operasional, upaya seperti pengecekan suhu setiap memulai pekerjaan, pemakaian masker dan sarung tangan, penyediaan hand sanitizer, serta pembersihan disinfektan di area kerja kami lakukan berkelanjutan. Pola hidup dan asupan gizi yang sehat juga terus kami sosialisasikan, dalam bentuk spanduk, flyer, dan juga bentuk publikasi lainnya di area operasional. Dengan demikian, dapat mengurangi resiko penyebaran COVID-19,” ujar Rifky.

Upaya yang sama juga dilakukan di Refinery Unit (RU) III Plaju, lini operasional akan tetap menjaga kehandalan kilang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa melupakan upaya-upaya pencegahan untuk mengurangi resiko terpapar COVID-19. Hal ini dikarenakan peran RU III Plaju yang sangat vital bagi distribusi energi di Sumbagsel, dimana berbagai produk yang nantinya dinikmati masyarakat di masak di kilang ini.

“Pekerja yang berhubungan langsung dengan proses produksi dan operasi kilang akan diatur jadwal bekerjanya. Saat ini RU III Plaju terus menjaga rata-rata ketahanan stok untuk seluruh produknya di angka 10 hari. Untuk mendukung pekerja operasional, berbagai media himbauan juga sudah diletakkan di area kilang dengan harapan pekerja akan makin aware terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan,” kata Rifky.

Untuk pekerja yang tidak terlibat langsung dengan operasional, baik Pertamina MOR II Sumbagsel maupun RU III Plaju akan menyesuaikan dengan arahan Pemerintah dan Manajemen Pertamina, agar dapat melakukan pekerjaannya dari rumah atau work from home (WFH) jika tidak ada pekerjaan yang bersifat darurat selama 14 hari kalender sebagai upaya mengurangi potensi terpapar COVID-19.

“Keselamatan dan kesehatan pekerja maupun pelanggan menjadi prioritas Pertamina. Kami akan atur jadwal baik untuk pekerja di lini operasional maupun non operasional, sehingga seluruh proses bisnis Pertamina dalam mendistribusikan energi tetap berjalan dengan maksimal. Sekali lagi masyarakat tidak perlu khawatir, dan jika memerlukan info lebih lanjut untuk dapat menghubungi Call Center Pertamina 135,” jelas Rifky.

Selain memaksimalkan kewaspadaan, Pertamina juga turut melakukan berbagai upaya preventif lainnya, seperti seminar melalui video conference, broadcast, serta adanya tim siaga guna mengoptimalkan seluruh upaya yang dilakukan. “Sebagai bagian dari masyarakat, Pertamina juga berkontribusi terhadap pencegahan penyebaran COVID-19. Mari bersama-sama kita tingkatkan kewaspadaan bersama, dan selalu menggalakkan gaya hidup yang sehat dan bersih agar mengurangi resiko terpapar virus ini,” pungkasnya.

KALDERANEWS - Mengantisipasi virus korona, PT Kereta Api Indonesia (Persero) tetap berkomitmen untuk terus memberikan rasa aman dan nyaman kepada setiap penumpang saat melakukan perjalanan kereta api.

Untuk itu PT KAI sebagai perusahaan penyedia jasa perkeretaapian di Indonesia bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan bersih-bersih stasiun LRT dengan disinfektan.

"Penyemprotan desinfektan di stasiun ini akan dilakukan secara bertahap di 12 stasiun," kata Kepala Balai Pengelola Kereta Api Ringan Rosita, Rabu (18/3/2020).

Lebih lanjut ia menjelaskan, jadwal penyemprotan disinfektan ini dilakukan selama tiga hari kedepan dimulai hari ini. Untuk hari Rabu (18/3) yang akan dibersihkan di Stasiun Bandara, Stasiun Asrama Haji, Stasiun Bumi Sriwijaya, Stasiun Ampera dan Stasiun DJKA.

Lalu pada hari Kamis (19/3) di Stasiun Punti Kayu, Stasiun RSUD, Stasiun Garuda Dempo, Stasiun Demang dan Stasiun Dishub.

Kemudian pada hari Jumat (20/3) di Stasiun Cinde, Stasiun Polresta dan Stasiun Jakabaring.

Penyemprotan dilakukan dititik - titik yang rentan menyebabkan penularan virus diantaranya kursi, tempat pegangan, toilet, lift, loket, eskalator, gate dan lain-lain.

"Meskipun Stasun LRT dilakukan penyemprotan disinfektan, namun perjalanan LRT tetap seperti biasa dan tidak terganggu. Jadi perlu kami infokan bahwa LRT Sumsel beroperasi seperti biasa," cetusnya.

Sementara itu Manager Humas Divre III Palembang Aida Suryanti mengatakan, selama ini proses pembersihan stasiun dan kereta api telah menggunakan cairan yang mengandung desinfektan. Akan tetapi untuk antisipasi virus corona ini perlu dilakukan penyemprotan desinfektan secara ekstra.

"Kami berharap dengan upaya yang dilakukan ini para penumpang menjadi lebih nyaman dan tidak perlu merasa kawatir saat berada di Stasiun maupun didalam kereta api. Bahkan PT KAI telah menyediakan layanan kesehatan di sejumlah stasiun," katanya.

Aida juga mengatakan, untuk mencegah virus corona, PT KAI juga melakukan penyemprotan desinfektan di Stasiun Penumpang Kertapati, Prabumulih, Muara Enim, Lahat, Tebing Tinggi, Stasiun Lubuk Linggau dan Stasiun LRT Sumsel.

Selain itu penyemprotan juga dilakukan di seluruh kereta diantaranya Kereta Sriwijaya, Sindang Marga, Rajabasa, Serelo serta LRT Sumsel.

Sementara itu Manager Operasi dan Komersial LRT Sumsel Sri Miyanto menambahkan, langkah preventif telah diambil untuk menanggulangi penyebaran virus corona dengan memberlakukan larangan naik KA bagi calon penumpang yang terindetifikasi suspect virus Covid-19.

"Jadi calon penumpang yang akan naik LRT di cek dulu suhu tubuhnya. Jika pada saat pengecekan suhu badan calon penumpang mencapai 38 derajat celcius ke atas maka akan di periksa dulu oleh petugas kesehatan," bebernya.

Jika setelah di cek lebih lanjut suhunya memang di atas 38 derajat celcius dan atas rekomendasi petugas kesehatan, maka calon penumpang dilarang untuk melakukan perjalanan. Kemudian pihak KAI akan mengembalikan penuh bea pemesanan tiket.

KALDERANEWS  - Sempat vakum beberapa tahun belakangan pelaksanaan Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) TV Sumsel yang digelar oleh Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumsel akhirnya bakal menemukan titik terang.

Hal ini terlihat dalam rangkaian audiensi Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin dengan pengurus IJTI Sumsel, Selasa (17/3) di Kantor Mess Perwakilan Muba Palembang.

"Dalam kesempatan audiensi ini, kami berencana mengusulkan kepada pak Bupati agar Muba bisa menjadi tuan rumah pelaksanaan UKJ  TV di Sumsel," ungkap Ketua IJTI Sumsel Ardiansyah Nugraha.

Lanjut Ardiansyah, pelaksanaan UKJ sangat penting untuk upaya meningkatkan kompetensi jurnalis TV.

Sementara itu, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin mengatakan Pemkab Muba siap mendukung pelaksanaan UK Jurnalis TV Sumsel.

"Uji kompetensi Jurnalis Televisi sangat penting bagi jurnalis tv. Standar uji yang dibuat Ikatan Jurnalis Televisi (IJTI) bisa menjadi ukuran bagi seluruh jurnalis tv," pungkasnya.

Dikatakan Dodi, Pemkab Muba sangat mendukung kegiatan-kegiatan yang memang memberikan standar profesionalitas tinggi terhadap penyiaran jurnalisme media televisi. Karena  produk yang dihasilkan pasti akan jadi produk yang berkualitas dan bisa terstandarisasi.

"Oleh karena itu dengan kepengurusan yang baru dari IJTI Sumsel Pengda Sumsel dalam melakukan kegiatan kita kolaborasi dan sinergikan dengan program kehumasan yang ada di Dinas Kominfo Kabupaten Muba,"ucapnya.

"Salah satu contoh kami punya Muba TV, tidak ada salahnya kami juga belajar dan pelatihan dengan IJTI Sumsel, untuk event-event yang ada di Kabupaten Muba setiap tahun kita akan mengandeng berbagai media juga TV untuk mengangkat event tersebut bekerjasama dengan IJTI. Saya menaruh harapan besar kepada IJTI Sumsel untuk mengupgrade profesionalis dan skill jurnalis TV yang ada di Sumsel sehingga menghasilkan produk yang berkualitas,"pungkas Dodi.

Audiensi turut dihadiri jajaran pengurus IJTI Sumsel yang meliputi Wakil Ketua Beni Apriadi, Sekretaris Junjati Patra, Bendahara Yokhe Firmansyah, Bidang Hukum dan Advokasi Jian Piere Papin, Bidang Organisasi dan Pelatihan Adi Asmara dan Bidang Humas Jefri.

mgid3

Ad Sidebar

Latest Tweets

Feby Deru Dampingi Iriana Jokowi Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Tes IVA Hingga Temui Pengrajin Songket… https://t.co/yxjLiPEQUl
Kunjungi Stan Dekranasda Sumsel, Iriana Jokowi Janji Temui Pengrajin Kain di Palembang https://t.co/6FQb5LcCCy via @tripplesworld
Menang Tipis Atas PSGC Ciamis, Sriwijaya FC Makin Kokoh di Puncak Klasemen https://t.co/V0DFFAlQDG lewat @tripplesworld
Metzelder Diduga Terlibat Kasus Pornografi Anak https://t.co/knEQDSYopZ lewat @tripplesworld
Icardi Tuntut Inter Milan Bayar Kompensasi 1,5 Juta Euro https://t.co/IZVf4wvhGn lewat @tripplesworld
Napoli Boyong Fernando Llorente dari Tottenham https://t.co/FnVARyGvqx
Follow Kaldera News on Twitter