Sumatera-Selatan

Sumatera-Selatan (913)

KALDERANEWS - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu berhasil membuktikan kualitas pelayanan dan fasilitas yang lengkap sejak dua tahun belakangan ini. 
 
Sabtu (17/10/2020) ini RSUD yang telah meraih akreditasi paripurna tersebut kembali berhasil melaksanakan operasi jantung terbuka terhadap dua pasien penderita jantung dari Provinsi Sumatra Selatan. 
 
Hal ini pula membuktikan  RSUD Sekayu sudah selayaknya menjadi Rumah Sakit Pusat Jantung Terpadu di Provinsi Sumatra Selatan  Terlebih dengan sarana dan prasarana serta Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki. 
 
"Ada enam dokter hari ini yang turun melaksanakan operasi jantung gabungan dokter RSUD Sekayu dan dokter dari RSMH Palembang," ungkap Direktur RSUD Sekayu, dr Makson Parulian Purba MARS. 
 
Dikatakan Makson, adapun dua pasien tersebut yakni diantaranya warga Muba dan warga Musi Rawas. "Keduanya merupakan peserta BPJS kelas III, dan hari ini operasi keduanya berjalan lancar," ucapnya. 
 
Makson menceritakan, pelaksanaan operasi tersebut satu pasien hanya memakan waktu 3 jam. "Pasien pertama dimulai pukul 10.00-12.00 WIB dan pasien kedua dimulai pukul 15.00-17.00 WIB, dan yang paling penting kini kondisi keduanya mulai stabil," bebernya. 
 
 
Lanjutnya, saat ini pula RSUD Sekayu sedang tahap menyiapkan diri untuk menjadi Runah Sakit Pusat Jantung Terpadu Sumsel.
 
"Dan di level Kabupaten, hanya Muba di Sumsel ini yang siap untuk membedah atau melaksanakan operasi jantung terbuka," terangnya.
 
Makson menjelaskan, RSUD Sekayu telah berhasil mencatatkan sejarah dengan terobosan inovasi terbarunya dan sukses menjadi pelopor layanan operasi jantung terbuka.
 
"Tentu fasilitas RSUD Sekayu ini mendapat support penuh oleh Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin," ulasnya.
 
Dikatakan, RSUD Sekayu mempunyai 5 visi pelayanan terbaik untuk masyarakat kabupaten Muba salah satunya yaitu Center of excellent integrated Heart Care.
 
"Ditengah pandemi ini, kita patut apresiasi segala upaya yang telah dilakukan oleh Bupati dan tim RSUD demi keselamatan dan kesehatan yang tidak hanya dirasakan masyarakat Muba tetapi kepada seluruh masyarakat Sumsel," ucapnya.
 
Senada, Ketua Tim Operasi Jantung Terbuka RSUD Sekayu dr Bermansyah SpB SpBTKV menambahkan ada dua operasi yang kita kerjakan, yang pertama kelainan Jantung Kongenital yang di dapat sejak lahir dan yang kedua penyakit jantung yang ia dapat karena ada satu faktor ketika dia sudah dewasa yaitu Infeksi Katub Mitra. Adapun penyakit katup jantung karena infeksi ini, berarti kumannya cukup membuat gangguan pada katup.
 
"Jadi hari ini cukup komplit kita lakukan operasinya, Alhamdulillah operasi berjalan lancar dan pasien stabil", jelasnya
 
Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA yang sejak awal bertekad menjadikan RSUD Sekayu sebagai rumah sakit terkemuka mengucapkan rasa syukur. Dia ikut mendoakan kelancaran operasi  kepada dua pasien ini.  Dodi juga memantau perjalanan operasi dari jarak jauh. Pesannya jelas : operasi jantung yang dilakukan hari ini berjalan lancar. 
 
"Alhamdulillah, semoga keduanya segera diberikan kepulihan dan saya atas nama pribadi mengucapkan terima kasih kepada tim dokter yang menangani pelaksanaan operasi jantung terbuka hari ini," ucapnya. 
 
Dodi menambahkan,  realisasi RSUD Sekayu menjadi RS Pusat Jantung Terpadu akan menjadi harapan baru bagi penderita jantung di Sumsel. 
 
"Yang jelas masyarakat di Sumsel tidak perlu lagi ke luar Sumsel, dengan sarana prasarana serta tim medis yang dimiliki RSUD Sekayu, InshaAllah bisa mengakomodir kebutuhan untuk pelaksanaan operasi jantung terbuka. Ini goal kita sejak semula yakni menjadikan RSUD Sekayu sebagai Pusat  Terpadu Jantung di Sumsel," pungkasnya. 
 
Diketahui, adapun dua pasien yang mendapatkan pelayanan operasi jantung terbuka di RSUD Sekayu hari ini yakni diantaranya Komsiyah, perempuan usia 56 tahun warga Desa Bukit Sejahtera RT 01/RW 01 Serasan Jaya/Balai Agung dan Indri, perempuan usia 22 tahun warga Musi Rawas.
 

KALDERANEWS - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel)  H. Herman Deru menghadiri Rapat Paripurna ke II masa Sidang ke I tahun 2020 DPRD Kota Prabumulih dalam rangka memperingati HUT Kota Prabumulih yang ke-19, Sabtu (17/10/20). Dalam kesempatan itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengapresiasi kemajuan yang telah ditunjukkan Kota Prabumulih. Bersama-sama HD pun berharap dapat mendorong kemajuan Kota Prabumulih sejajar dengan kota lainnya di Sumsel. Caranya dengan memaksimalkan bantuan yang mencapai Rp62 miliar jumlahnya.

Menurut HD tidak perlu heran kenapa dirinya fokus membangun infrastruktur di Sumsel. Karena hampir sebagian besar kabupaten dan kota di Sumsel adalah daerah pemekaran baru. Daerah-daerah ini belum memiliki APBD memadai untuk memenuhi kebutuhan infrastrukturnya.
 
"Oleh karena itu jangan heran jika Saya akan fokus ke infrastruktur di daerah-daerah pemekaran seperti salah satunya Kota Prabumulih," ujar HD. Dalam kesempatan itu Ia juga mengucapkan selamat Ulang Tahun Kota Prabumulih yang ke 19 semoga dengan adanya bantuan sebesar Rp 62 Miliar ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik mungkin membantu meningkatkan infrastruktur di Prabumulih baik itu jalan, jembatan mauoun irigasi.
 
Selain membahas infrastruktur, dalam sambutannya itu Herman Deru juga mengapresiasi kinerja Walikota beserta jajaran dalam penanganan covid19 di Kota Prabumulih.
 
 
"Saya mengapresiasi Walikota Prabumulih beserta jajaran yang sangat cepat menangani Covid19 di Kota Prabumulih," tambahnya. 
 
Selanjutnya di usianya yang menuju dewasa, Gubernur Sumsel berpesan kepada pemerintah Kota prabumulih agar dapat meningkatkan upaya pelestarian kearifan lokal dan memperbaiki sektor pariwisata dan penunjangnya.
 
"Untuk mewujudkan semua itu kunci utamanya bersinergi. Salah satu komponen yang sangat berpengaruh yaitu sprit masyarakat dan ini yang harus di perhatikan serta saya minta juga sektor pariwisata dan penunjang di prabumulih ini harus kita perbaiki juga demi menjaga kearifan lokal sumatera selatan ini," tutur Herman Deru.
 
Sementara itu Walikota Prabumulih Ridho Yahya mengajelaskan tentang pencapaiam beberapa program kerjanya. Salah satunya yakni penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu seperti tukang becak dan petugas kebersihan sampah.
 
"Terimakasih banyak pak gubernur atas bantuan 62 Miliarnyaa insyaallah akan kita gunakan dengan sebaik mungkin," ujarnya.
 
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Herman Deru tampak didampingi Ketua Tp PKK Provinsi Sumatera Selatah Hj. Febrita Lustia. Serta Wakil Walikota Prabumulih H. Ardiansyah Fikri, Ketua TP PKK Kota Prabumulih Hj. Suryati Ngesti Rahayu, Direktur Utama Bank Sumsel Babel Achmad Samsyudin Forkompinda Kota Prabumulih, dan para Kepala OPD Provinsi Sumsel maupun Kota Prabumulih.
 
KALDERANEWS - Pelaksanaan Kongres Nasional Ansor yang akan dilaksanakan pada Oktober 2021 direncanakan dilaksanakan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), 
 
Hal ini terjawab ketika Bupati Musi Banyuasin yang juga Ketua Dewan Pembina GP Ansor Sumsel Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA melaksanakan audiensi dengan Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas, Sabtu (17/10/2020) dimana pertemuan kedua orang ini merupakan dua Tokoh Pemuda Nasional yang sama-sama kader Nahdlatul Ulama (NU). 
 
"Insya Allah Muba siap lahir batin menjadi tuan rumah kongres Ansor Nasional 2021, mohon doanya selalu dari semuanya untuk kelancaran dan kesuksesan acara tersebut," ungkap Dodi Reza yang juga mantan Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). 
 
Menurutnya, dirinya tidak bisa dipisahkan dari GP Ansor, terlebih Ansor merupakan salah satu banom Nahdlatul Ulama (NU).
 
"Keluarga besar saya mengalir darah NU, Kakek saya Noerdin Pandji merupakan salah satu pendiri NU di Sumsel, sangat pantas dan terhormat bagi Muba bisa andil turut menyukseskan Kongres Nasional Ansor nantinya," ucapnya.
 
 
Dijelaskan Dodi, dalam rangkaian Kongres Nasional GP Ansor nantinya juga akan melaksanakan pemilihan Ketua Umum PP Ansor. 
 
"Peserta cabang seluruh Indonesia  jumlah 416 Kabupaten dan masa yang akan hadir kurang lebih 5.000 peserta," terangnya. 
 
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengapresiasi terhadap kesiapan Kabupaten Muba untuk menjadi tuan rumah Kongres Ansor Nasional tahun 2021 dan penunjukan tuan rumah akan segera dirapatkan.
 
"Muba ini Kabupaten yang hebat, punya fasilitas yang lebih dari cukup, apalagi Bupati-nya Ketua Dewan Pembina GP Provinsi Sumsel," ucapnya.
 
Gus Yaqut berharap, pelaksanaan Kongres Ansor Nasional nantinya berjalan lancar dan semua peserta Kongres bisa khusyuk mengikuti rangkaian Kongres. 
 
"Kita berdoa semoga lancar dan kongres Ansor tahun 2021 menjadi contoh terbaik Kongres Ansor Nasional sepanjang masa," pungkasnya.
 
Pada kesempatan pertemuan tersebut, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA turut didampingi Kabag Kesra Muba Opi Palopi dan Ketua PW Ansor Sumsel Zarkasih SHI MM yang juga Wakil Ketua DPRD Banyuasin.
 
KALDERANEWS - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru membuka Webinar Sarasehan Data dengan tema "Peta Potensi Pangan Strategis Sumatera Selatan, Mengamankan Lumbung Pangan di Masa Pandemi" diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumsel secara virtual di Command Center, Jumat (16/10/20).
 
Dalam kesempatan itu HD meminta agar kepala daerah menjadikan pertanian sebagai fokus dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi di masa Pandemi Covid 19. "Saya minta kepada kepala daerah masing-masing jadikan ini fokus kita bersama demi mempertahankan pertumbuhan ekonomi kita di masa pandemi covid19 ini," jelasnya.
 
Menurutnya potensi sektor pertanian yang dimiliki Sumsel sangat banyak seperti tersebar di Kabupaten Banyuasij, OKI, OKU Timur, Empat Lawang bahkan OKU Selatan dan lainnya. Jika produktivitas pangan di daerah-dserah tersebut ditingkat, Sumsel bisa menjadinyang tertinggi penghasil pangan di Indonesia. 
 
"Dan ini sudah terbukti karena kita fokus ke pertanian, kontraksi yang terjadi tidak berpengaruh banyak pada pertumbuhan ekonomi ini Sumatera Selatan. Bahkan kita masih dalam posisi terbaik di pulau Sumatera. Ini artinya kita tidak salah pilih fokus ke pertanian." ujar HD.
 
 
Karena itu sejak awal, Gubernur Sumsel terus mendorong pembangunan infrastruktur dan pertanian karena dua terswbut sangat erat kaitannya. "Kalau bicara pertanian kita tidak bisa bicara hulu saja tapi hilir juga makanya kita juga fokus membangun infrastruktur karena ini penting untuk menunjang pemasaran," jelasnya.
 
"Kalau aktif mengikuti berita Sumsel 2 tahun ini, ada 2 fokus utama kita. Pertama infrastruktur dan Alhamdulillah Saya berani mengatakan tahun 2020 ini tuntas 100 persen," ujar HD dalam sambutannya di Command Center.
 
Lebih jauh HD mengatakan sangat antusias dengan kegiatan webinar yang mengusung tema sangat relevan dengan peringatan hari pangan sedunia untuk mengamankan lumbung pangan ditengah pandemi covid-19. Terlebih hal ini sejalan dengan salah satu program pemerintah yaitu mewujudkan kedaulatan pangan yang tepat waktu, tepat sasaran dan berkualitas.
 
Menurut data BPS yang dipaparkan Direktur Statistik Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan BPS RI DR Kadarmanto M.A, sektor pertanian adalah salah satu leading sektor dalam perekonomian nasional dan penyerapan tenaga kerja Indonesia.
 
Di mana untuk di Sumatera Selatan sektor pertanian melakukan penyerapan tenaga kerja sebesar 1,82 juta tenaga kerja/setara dengan 45,91% penduduk yang bekerja pada bulan Agustus 2019.
 
Selain itu tercatat pula ada 3 kabupaten di Sumatera Selatan tanf termasuk di dalam 30 kabupaten/kota penghasil produksi beras terbesar tahun 2020 antara lain Kabupaten Banyuasin sebanyak 527,294 Ton beras, kabupaten Ogan Komering Ulu Timur sebanyak 359,37 Ton beras, serta Kabupaten Ogan Komering Ilir sebanyak 293,138 Ton beras.
 
Untuk diketahui, dampak pandemi Covid 19 terhadap perekonomian antara lain mobilitas terganggu para pelaku usaha gulung tikar serta penurunan kapasitas. Oleh sebab itu BPS melakukan survei dan Hasil survei BPS memperlihatkan bahwa sebanyak 76,63% perusahaan pertanian masih beroperasi seperti biasa di masa Pandemi covid 19. 
 
Sementara itu Kepala BPS Provinsi Sumsel Endang Sri Wahyuningsih menjelaskan berdasarkan data BPS 2020, bahwa produksi pangan mengalami peningkatan sekutar 35,9% dari tahun 2019. Peningkatan ini ditopang oleh Kab OKU Timur dan Banyuasin.
 
 
KALDERANEWS - Kisah atau sejarah mengingatkan kita akan suatu peristiwa. Dimana peristiwa itu akan meninggalkan suatu kenangan di suatu tempat.
 
Oleh karena itu, sebagai pendengar kisah dan sejarah Tim Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Muba menelusuri Bunker Peninggalan Belanda di Muba.
 
Pokdarwis mengunjungi tempat sejarah yang terletak di Dusun III, Desa Rantau Kasih, Kecamatan Lawang Wetan (15/10/2020) peninggalan bersejarah tersebut terkubur tanpa adanya sentuhan tangan manusia.
 
Penelusuran ini bertujuan untuk menambah pengetahuan Masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) banyak yang belum atau tidak mengetahui bahwa di Muba terdapat sebuah situs sejarah peninggalan pada zaman penjajahan.
 
Situs sejarah yang biasa masyarakat sekitar sebut sebagai goa belanda ini memiliki luas 100 meter persegi, dengan banyaknya bebatuan yang runtuh termakan usia.
 
 
Masyarakat sekitar biasa menyebut peninggalan Belanda ini sebagai Goa Belanda, selain itu ada yang menyebut bengkel Belanda.
 
Hal tersebut juga dibenarkan oleh pemilik tanah, Alamudin bin Rohim (63), mengatakan bahwa peninggalan zaman Belanda ini dulunya merupakan bengkel untuk memperbaiki tank, dimana pada atas bukit terdapat bekas-bekas lintasan dari tank.
 
"Dulunya banyak besi kata kakek saya, karena dahulu zaman krisis sehingga besi-besi yang ada dicuri dan dijual oleh orang yang tidak bertanggung jawab," ujarnya.
 
Selain banyak reruntuhan batu peninggalan Belanda, pada situs itu juga ada sebuah goa setinggi 1 meter. "Saya tidak melarang orang untuk masuk, jika mau masuk silahkan saja tetapi saya tidak bertanggung jawab," jelasnya.
 
Sementara, Kepala Desa Rantau Kasih M. Dedi mengatakan, terima kasih kepada Tim Pokdarwis Muba di bawah binaan Dispopar Muba telah mengunjungi Bunker ini, besar harapan kami agar kedepan tempat ini layak di kunjungi untuk masyarakat.
 
Terpisah Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Plt Kepala Dinas Pemuda Olahraga Dan Pariwisata (Dispopar Muba) Muhamad Fariz SSTP MM Mengatakan, dimasa pandemi ini kita sama sama sulit dan berjuang keras menghadapi COVID-19 ini bukan hanya sektor Pariwisata, UMKM juga di Indonesia bahkan di dunia juga menurun drastis.
 
Namun semangat para pemuda pecinta budaya dan pariwisata lokal dalam mengeksplorasi jejak sejarah dan budaya ini tidak di ragukan lagi dan patut acungi jempol
 
"Ya, saya sangat apresiasi kepada Pokdarwis Muba yang sangat peduli dengan pariwisata yang ada di Muba, semoga kedepan dengan telah diresmikanya program Jelajah Muba On Tv beberapa bulan yang lalu dapat mengekspose tempat tempat wisata bersejarah yang dapat menarik peminat masyarakat untuk mengunjungi tempat wisata tersebut, dan mampuh mengaruhi kembalinya ekonomi kita yang ada di Indonesia terutama di Musi Banyuasin,"ungkapnya.
 
KALDERANEWS - Pembangunan Jalan Tol Kayuagung–Palembang–Betung (Kapal Betung) sepanjang 111,69 km, kembali dilanjutkan yang ditandai groundbreaking oleh Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru yang juga dihadiri oleh  Menteri PUPR RI yang diwakili Dirjen Kementrian Bina Marga,  Hedy Rahadian, berlokasi di Jalan Palembang-Betung KM 25 Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin, Kamis (15/10).
 
Acara groundbreaking kali  ini sebagai pertanda dimulainyan pembangunan  tol segmen Palembang- Betung yang berlanjut ke Seksi 2B dan Seksi 3 yang panjang ruas tolnya mencapai 69,19 km.
 
Gubernur Sumsel H. Herman Deru  dalam sambutannya mengatakan,  keberadaan tol Kapal-Betung  bukan sekedar untuk mengurangi kemacetan lalu lintas diruas jalan Lintas Timur Sumatera tetapi juga diharapkan dapat mempercepat perumbuhan ekonomi daerah atau kawasan yang dilintasi ruas jalan tol. 
 
"Tol Kapal-Betung bukan hanya sekedar mengurangi kemacetan tetapi juga untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Selain itu untuk memperpendek jarak tempuh," ujar  Herman Deru.
 
 
Lebih lanjut Gubernur Herman Deru  mengharapkan di tahun 2023 tol Kapal-Betung segera beroprasi dengan tepat waktu. Dia juga menyebut dalam pengerjaan tol Kapal-Betung setidaknya ada tiga jembatan  di atas sungai  dibangun  yang jika dikalkulasikan bentang jembatannya akan menjadi jembatan terpanjang  di Indonesia.
 
"Tol Kapal- betung, melintasi tiga jembatan yakni Jembatan Ogan sepanjang 1589 meter, Jembatan Keramasan sepanjang 1217 meter, serta Jembatan Musi sepanjang 1684 meter dan menjadi jembatan tol terpanjang di Indonesia," jelas HD.
 
Selain  pembangunan tol Kapal-Betung dirampungkan,  dia juga berharap  pembangunan ruas tol Palembang-Indralaya-Muara Enim- Lubuk Linggau-Bengkulu juga terselesaikan dengan segera, sehingga konektivitas antar wilayah di Sumsel serta antar  provinsi di Sumatera segera terwujud.
 
"Proyek  pembangunan tol trans Sumatera kita harapkan terus berlanjut termasuk kelanjutan  tol Lampung-Pekan Baru," imbuhnya.
 
Sementara itu Direktur Utama PT. Waskita Toll Road (WTR) Herwidiakto dikesempatan ini mengatakan, ruas jalan tol  Kayu Agung-Palembang-Betung (Kapal-Betung) memiliki tiga seksi, yakni  Seksi 1 (Kayu agung–Jakabaring) dengan panjangnya 33,5 kilometer telah beroperasi penuh pada 1 April. Begitu pula untuk Seksi 2 (Jakabaring–Keramasan–Musi Landas) yang panjangnya mencapai 33,9 kilometer.
 
Sedangkan untuk  Seksi 2A (Jakabaring–Keramasan) dengan panjang 9 kilometer sedang dalam penyelesaian akhir kontruksi untuk segera beroperasi dalam waktu dekat. Seksi 2B dan Seksi 3 (Palembang-Betung) sepanjang 69,19 Km  ditargetkan dapat beroperasi pada Maret 2022.
 
 
Pembangunan ruas jalan tol Kapal-Berung dibangun dengan total investasi sebesar Rp 22,17 triliun yang masuk dalam bagian Proyek Strategis Nasional Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). yang Pembangunan infrastruktur itu untuk meningkatkan daya saing Indonesia.
 
"Kehadiran tol ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antar wilayah dan pemenuhan kebutuhan jalan tol. Khususnya tol trans Sumatera yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN)," terangnya.
 
Dilain pihak Menteri PUPR RI, diwakili  Dirjen Kementrian Bina Marga,  Hedy Rahadian memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih pada Gubernur H. Herman Deru dan jajaran yang telah aktif mendukung kelancaran pembangunan ruas tol Kapal-Betung tersebut.
 
"Terima kasih pak  gubernur atas dukungannya sehinggal tol Kapal-Betung segmen Palembang-Betung pembangunannya dapat dilanjutkan kembali," tandasnya.
 
Untuk diketahui Ceremony ground breaking  Tol Kapal-Berung di tandai dengan Penandatanganan kontrak kerja PT Waskita dengan PT Waskita Sriwijaya Tol serta penekanan tombol sirine oleh Dirjen Kementrian Bina Marga,  Hedy Rahadian,  Gubernur Sumsel H. Herman Deru,  Presiden Direktur Waskita dan Bupati Banyuasin yang dilanjutkan dengan peninjauan jalan tol.
 
KALDERANEWS - Sebagai salah satu daerah yang komitmen dan konsisten menjaga persatuan dan kesatuan, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kian gencar mengajak masyarakat bumi Serasan Sekate untuk tetap bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan.
 
Kabupaten Muba ini menolak tegas seluruh tindakan anarkisme terjadi Bumi Serasan Sekate. Penolakan itu ditandai dengan Deklarasi Menolak Anarkisme yang dilakukan Pemkab Muba, Polres Muba, Kodim 0401/Muba, Kejari Muba, toko agama, toko masyarakat, mahasiswa, hingga insan pers, Kamis (15/10/2020).
 
Kapolres Muba, AKBP Erlin Tangjaya, mengatakan, Deklarasi Menolak Anarkisme ini dilakukan sebagai bentuk atau tanda bahwa Kabupaten Muba benar-benar monolak segala tindakan yang merugikan masyarakat luas.
 
 
Deklrasi sendiri didasari oleh adanya tindakan anarkisme di sejumlah daerah yang dilakukan oleh oknum-olnum tidak bertanggung jawab saat menggelar aksi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, serta banyaknya berita Hoaks yang tersebar di masyarakat.
 
Kita tidak menghalangi jika ingin menyampaikan aspirasi kepada pemerintah. Namun, harus dilakukan dengan damai dan tertib tanpa adanya tindakan yang anarkis," ujar dia.
 
"Deklarasi ini agar masyarakat kita dapat berbuat lebih baik dalam menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah. Mudah-mudahan kedepan tempat-tempat lain dapat seperti itu. Kita doakan Bangsa kita lebih baik dan aman," jelas dia.
 
Disinggung mengenai banyaknya isu Hoaks yang beradar di masyarakat, Erlin, menuturkan, saat ini kondisi di Kabupaten Muba sangat kondusif dikarenakan masyarakat mampu memfilter informasi mana yang baik atau buruk.
 
"Sampai sekarang belum ada isu hoaks yang membuat masyarakat resah di Kabupaten Muba. Tim cyber kita sudah melakukan pengawasan, isu hoaks ini sistemnya berantai jadi terus kita awasi," tandas dia.
 
Terpisah, Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA mendukung dan mengajak seluruh masyarakat khususnya masyarakat Muba untuk tidak melakukan tindakan anarkis.
 
Selain itu, dirinya juga mengatakan di Muba Zero konflik harus tetap terjaga, ini tugas kita bersama dan harus terus dijalankan. "Saya merasa bersyukur dan berterima kasih sekali kepada Allah SWT dan seluruh masyarakat Muba, walaupun di kabupaten Muba ini beranekaragam suku dan budaya tetapi masyarakat tetap menyampaikan aspirasinya dengan baik dan tetap menjaga keamanan dan perdamaian wilayah atau zero konflik, ini patut diacungi jempol saya yakin masyarakat Muba memang cinta damai,"pungkasnya.
 
KALDERANEWS - Tradisi melebung merupakan warisan nenek moyang masyarakat di Kabupaten Ogan Ilir (OI) Sumatera Selatan [Sumsel]. Tradisi ini merupakan aktivitas  masyarakat sekitar menangkap  ikan di rawa biasanya dilakukan  pada  musim kemarau.
 
Kesempatan memanen ikan kali ini di desa Ulak Segelung Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir dihadiri Ketua TP PKK Sumsel Feby Deru bersama Wakil Ketua 1 TP PKK Sumsel Fauziah Mawardi Yahya, pada Selasa (13/10/2020) siang.
 
Tak hanya itu, saat memanen ikan, Feby Deru bahkan ditemani dua orang cucunya Danis dan Deka yang begitu antusias dan riang menangkap ikan bersama warga setempat.
 
"Melebung ikan ini diharapkan bisa melestarikan kearifan lokal yang ada di daerah sini. Juga meningkatkan silaturahmi dan kebersamaan tak hanya sesama anggpta TP PKK Sumsel, pun dengan warga di sini," ungkap Feby.
 
 
Dikatakan Feby ada berbagai macam ikan yang dipanen seperti ikan betok, tembakang, gabus, lele, dan sepat. Menurutnya membudidayakan ikan yang dilakukan warga merupakan hal yang positif, dan bisa menjadi contoh bagi generasi muda.
 
"Dalam masa sulit seperti saat ini, membudidayakan ikan bisa sebagai upaya menjaga ketahanan pangan. Bagaimana kita bisa bertahan menghadapi situasi sulit dengan mengolah dan memberdayakan apa yang ada di lingkungan sekitar kita," ujar Feby.
 
Adapun Wakil Ketua 1 TP PKK Sumsel Fauziah Mawardi Yahya mengatakan kegiatan melebung dilakukan setahun sekali di bulan Agustus. Namun akibat situasi pandemi, melebung baru bisa dilakukan pada bulan Oktober.
 
"Hasil panen saat ini memang tidak sebanyak waktu lalu. Hal ini disebabkan tingkat keasaman air yang cenderung tinggi," tuturnya. Suasana penuh keakraban dan kehangatan tampak mewarnai aksi panen ikan yang dilanjutkan dengan makan siang bersama menyajikan menu aneka ikan bakar dan goreng.
 
 
 
 
 
KALDERANEWS - Upaya untuk mewujudkan tatalaksana pemerintahan yang baik atau good governance, pemerintah telah mengintegrasi sistem pengelolaan pengaduan pelayanan publik dalam satu pintu serta dapat meningkatkan pelayanan publik yang lebih baik di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin.
 
Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin yang dikomandoi Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Muba mengikuti Webinar Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N-LAPOR!), Rabu (14/10/2020) di Virtual Room Dinkominfo Muba.
 
Adapun lembaga pengelola SP4N-LAPOR! adalah Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PANRB) sebagai pembina pelayanan publik, Kantor Staf Presiden (KSP) sebagai pengawas program prioritas nasional, dan Ombudsman sebagai pengawas pelayanan publik.
 
LAPOR ini sendiri telah ditetapkan sebagai sistem pengelolaan pengaduan pelayanan publik nasional berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 76 Tahun 2013 Tentang Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik dan Peraturan Menteri PANRB Nomor 3 Tahun 2015 Tentang Road Map Pengembangan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional.
 
 
Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N-LAPOR!) ini link SP4N LAPOR tersedia di laman website www.lapor.go.id.
 
Seperti yang disampaikan oleh Narasumber Webinar hari ini, Asisten Deputi Sistem informasi pelayanan publik, Kementerian PANRB Drs Yanuar Ahmad MPA menerangkan bahwa pengelolaan pengaduan sebagai kebutuhan diantaranya pemerintah yang transparan dan akuntabel, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta sebagai evaluasi kualitas pelayanan publik dan dasar pengambilan kebijakan.
 
Selain itu, menurutnya konsep SP4N ada tiga diantaranya Permasalahan, Prinsip SP4N dan tujuan SP4N itu sendiri.
 
Diterangkannya yang jadi permasalahan tersebut, Pengelolaan pengaduan belum terintegrasi sehingga penanganan berjalan parsial dan tidak terakomodir terjadi  inefisiensi, duplikat.
 
"SP4N-LAPOR! dibentuk untuk merealisasikan kebijakan “no wrong door policy” yang menjamin hak masyarakat agar pengaduan dari mana pun dan jenis apa pun akan disalurkan kepada penyelenggara pelayanan publik yang berwenang menanganinya. Artinya, tidak ada lagi istilah salah lapor atau salah pintu saat masyarakat mengadukan sesuatu.
 
Dengan demikian, hadirnya SP4N-LAPOR! bertujuan agar penyelenggara pelayanan publik dapat mengelola pengaduan dari masyarakat secara sederhana, cepat, tepat, tuntas, dan terkoordinasi dengan baik; memberikan akses untuk partisipasi masyarakat dalam menyampaikan pengaduan, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik,"ungkapnya.
 
 
Selanjutnya, Dwiyoga P. Soediarto SE MBA juga sebagai narasumber dalam paparannya menerangkan terkait Roadmap sistem pengelolaan pengaduan pelayanan publik nasional untuk tahun 2020-2024.
 
Menurutnya, aspek utama dalam penguatan SP4N Lapor kedepannya yaitu organisasi, SDM, tata laksana, komunikasi dan partisipasi publik, pemantauan dan evaluasi, integrasi dan pengembangan sistem IT, serta penguatan kebijakan dan regulasi. "Diharapkan Roadmap SP4N mampu mewujudkan sistem pengelolaan pengaduan yang terintegrasi, terpercaya dan partisipatif,"terangnya.
 
Kepala Dinkominfo Muba Herryandi Sinulingga AP didampingi Sekretaris Dinkominfo Hj Nurzahrawati SPd MT dan Kabid Informasi Publik Handrias mengatakan bahwa Dinkominfo Muba bersama OPD terkait akan terus meningkatkan pelayanan publik dan siap menyampaikan aspirasi, laporan, dan komentar dari masyarakat melalui SP4N Lapor tersebut.
 
"Harapan kami kepada masyarakat, untuk menyampaikan aspirasinya, laporan dan komentar yang membangun terkait dengan pelayanan publik di Muba ini melalui SP4N-LAPOR.  Karena SP4N Lapor ini Wadah Untuk Masyarakat Adukan Pelayanan Publik. Dan kami siap untuk menyampaikan aspirasinya masyarakat kepada pihak atau OPD terkait,"pungkasnya. Webinar ini diikuti oleh seluruh Dinas Komunikasi dan informatika Kabupaten/Kota se-Sumsel.
 
KALDERANEWS - Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin menyambut kunjungan Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari Daerah Pemilihan Sumatera Selatan, Arniza Nilawati SE MM, di Ruang Audiensi Bupati Muba, Rabu (14/10/2020).
 
Dalam pertemuan tersebut Anggota DPD RI menyampaikan bahwa maksud tujuannya selain untuk bersilaturahmi juga untuk melakukan Reses, yang akan digelar pada tanggal 10-30 Oktober 2020 di Provinsi Sumsel yang mana Muba juga menjadi salah satu tempat Reses.
 
 
"Ya kita akan melaksanakan masa reses untuk menyerap aspirasi masyarakat, dan akan mencoba membantu menyelesaikan kendala-kendala yang dihadapi pemerintah daerah," kata Arniza.
 
Sementara Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin mengucapkan terima kasih atas kunjungan Anggota DPD RI dan memilih Muba sebagai tempat penyelenggaraan Reses.
 
"Kami ingin titipkan pesan kepada Pemerintah Pusat agar dapat merealisasikan sisa pembayaran dana bagi hasil migas, supaya dana itu bisa kita gunakan untuk pembangunan dan peningkatan pelayanan untuk masyarakat," ujarnya.
 
Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Bank Sumsel Babel Cabang Sekayu Dede Abdul Halim, Kasi Bagian Komunikasi Publik Dinas Kominfo Muba Yettria SKM MSi, dan Staf DPD RI.
 
 
Ad Sidebar

Latest Tweets

Feby Deru Dampingi Iriana Jokowi Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Tes IVA Hingga Temui Pengrajin Songket… https://t.co/yxjLiPEQUl
Kunjungi Stan Dekranasda Sumsel, Iriana Jokowi Janji Temui Pengrajin Kain di Palembang https://t.co/6FQb5LcCCy via @tripplesworld
Menang Tipis Atas PSGC Ciamis, Sriwijaya FC Makin Kokoh di Puncak Klasemen https://t.co/V0DFFAlQDG lewat @tripplesworld
Metzelder Diduga Terlibat Kasus Pornografi Anak https://t.co/knEQDSYopZ lewat @tripplesworld
Icardi Tuntut Inter Milan Bayar Kompensasi 1,5 Juta Euro https://t.co/IZVf4wvhGn lewat @tripplesworld
Napoli Boyong Fernando Llorente dari Tottenham https://t.co/FnVARyGvqx
Follow Kaldera News on Twitter