SPONSOR DAERAH
Sumatera-Selatan

Sumatera-Selatan (925)

KALDERANEWS - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menggelar Rapat Panitia Seleksi Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Muba Periode tahun 2021-2025, di Ruang Rapat Randik Sekretariat Daerah Muba, Senin (19/10/2020).
 
Rapat dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi bersama Ketua Komisi IV DPRD Muba Firman Akbar SH, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Muba Dewi Kartika MSi, Dr Wandi Subroto SH MH Akademisi (Ketua Jurusan STIHURA Sekayu), Drs H Ahmad Yani MM Tokoh Agama (Ketua FKUB Muba), H Qotruddin SE MSi Tokoh Masyarakat (Wakil Ketua BAZNAS Muba) dan Perangkat Daerah Muba terkait yang tergabung dalam panitia pelaksana.
 
Dalam kegiatan itu Sekda Muba mengatakan rapat tersebut diselenggarakan untuk mendiskusikan sebelum draft kriteria ataupun persyaratan penerimaan calon KPAD Muba diumumkan.
 
 
"Hari ini kita diskusikan sebelum diumumkan dan besok dimulai pendaftaran (20/10/2020)," ujarnya.
 
Dikatakannya setelah dilakukan seleksi bagi pendaftar Pemkab Muba akan menetapkan sebanyak 14 orang calon anggota KPAD.
 
"Kita butuh 14 orang, setelah itu akan dilaporkan ke Bupati, yang selanjutnya diajukan ke DPRD Muba," tuturnya.
 
Sementara Kepala Dinas PPPA Muba Dewi Kartika mengungkapkan pendaftaran untuk menjadi calon anggota KPAD periode 2021-2025 itu dibuka bagi setiap warga Kabupaten Muba.
 
Dengan kriteria diantaranya, berdomisili di Kabupaten Muba, pendidikan minimal Sarjana (S1), usia minimal 35 tahun pada saat pendaftaran, tidak merokok, kemudian bukan pengurus partai politik, dan khusus bagi PNS yang mewakili unsur pemerintah harus masih aktif sebagai PNS selama menjadi Anggota KPAD dan menyertakan surat persetujuan atau rekomendasi dari atasan.
 
"Pendaftaran, pengembalian atau penyerahan formulir dibuka dari tanggal 20 Oktober - 03 November 2020. Selengkapnya perihal persyaratan administrasi akan kita umumkan besok," pungkasnya.
 
KALDERANEWS - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin bersama dengan DPRD Muba  dan juga mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muba (IMMUBA) menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum Tentang Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi di Kabupaten Musi Banyuasin. Senin (19/10/2020) di Ruang Rapat Ketua DPRD Muba. Diadakan rapat ini untuk dapat memberikan masukan terkait upaya dalam pemulihan ekonomi di Kabupaten Muba. 
 
Dalam acara rapat tersebut di buka langsung Ketua DPRD Muba Sugondo mengatakan dalam hal penanganan COVID-19 serta pemulihan ekonominya di Kabupaten Muba sudah banyak upaya yang telah di lakukan. Upaya tersebut diantaranya penanganan masyarakat terhadap kesehatan, sarana dan dampak ekonomi dan jaring pengaman sosial. Tetapi, kita harus bisa memiliki rasa kepekaan yang lebih tinggi lagi terhadap sekitar. Dan tentunya dalam hal ini bukan hanya Pemerintah atau hanya beberapa elemen saja yang bersinergi. Namun semuanya harus dapat bersinergi, saling mendukung dan bekerjasama dengan baik dalam penanganan dan juga pemulihan ekonomi nya. Perlu juga peran mahasiswa untuk memberikan gagasan berserta ide-idenya, karena mereka juga perlu menyampaikan pendapat dan pandangannya.
 
"Jadi kami hargai segala pendapat dan masukan tentunya dengan tujuan meringankan beban-beban masyarakat yang terdampak, dimana ekonomi belum stabil", Bebernya.
 
 
Membantu beban masyarakat di situasi saat ini, harus bisa dilakukan cepat dan tepat tentunya. Pemulihan ekonomi dan kesehatan ini harus diperhatikan, sehingga dapat mengambil langkah bagaimana caranya untuk membantu masyarakat yang terdampak. Untuk Sejauh ini, segala upaya dan program pemerintah dalam menangani kasus COVID-19 tetap berjalan sebagaimana mestinya bahkan membuahkan hasil, baik infrastruktur kesehatan, tenaga kesehatan, obat-obatan pendukung serta pelayanan kesehatannya semua bekerja.
 
Sementara itu Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA melalui Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Muba Ir Yusman Srianto MT menyampaikan, di Kabupaten Muba penanggulangan COVID-19 secara maksimal dengan dana yang terbilang sudah terbesar sampai-sampai mendapatkan apresiasi dan juga sorotan dari berbagai pihak.
 
Sehingga masuk dalam 5 Kabupaten dengan anggaran terbesar yang melakukan penyesuaian APBD untuk menangani COVID-19. Dalam  anggaran tersebut dibagi menjadi 3 post besar yaitu untuk kesehatan, jaring pengaman sosial dan pemulihan ekonomi. Usaha dan upaya terus lakukan oleh Pemkab Muba, tetapi juga tidak luput dari peran masyarakat, dengan terus menaati protokes dan mendengarkan himbauan yang sering disampaikan. 
 
"Adapun kunci untuk menggerakan aktivitas perekonomian yaitu jika di lakukan tes COVID-19 jangan takut, agar bisa lebih cepat di tangani sebelum penyebaran semakin meluas sehingga banyak yang menjadi korban. Juga dengan mengoptimalkan peran belanja pemerintah menjadi penting untuk menstimulasi roda ekonomi,"Jelasnya.
 
Meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan memperkuat konsumsi pemerintah dan masyarakat. Untuk itu mari saling mendukung dan juga bekerjasama, karena harapan dengan hasil yang maksimal haruslah di lakukan dengan bersama-sama dan juga saling mendengarkan.
 
Ketua IMMUBA  Parlan akbar menyampaikan pendapat terkait pandangannya bersama teman-teman IMMUBA untuk penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi di Kabupaten Muba. Ia mengatakan pertengahan Maret COVID-19 mulai menyebar di Indonesia juga di Muba sehingga kampus dan beberapa organisasi di tunda kegiatannya. Kami dari mahasiswa mengucapkan terima kasih, karena melihat penanganan dari Pemkab Muba ini sangat terlihat dan memiliki hasil. Meskipun akhir-akhir ini ada banyak penambahan jumlah kasus tetapi juga diiringi dengan banyaknya jumlah yang sudah sembuh.
 
"Masukkan yang ingin kita sampaikan yaitu, UMKM di Muba harus terus di dukung agar bisa berjalan kembali sambil menunggu ekonomi nya bisa stabil. Karena perputaran ekonomi di Kabupaten Muba banyak yang bergerak di UMKM nya,"Tandasnya.
 
 
 
KALDERANEWS - Duta Literasi Provinsi Sumsel yang juga merupakan Anggota DPR RI,  Hj Percha Leanpuri memberikan trauma healing kepada masyarakat khususnya anak-anak yang menjadi korban kebakaran beberapa waktu di Kawasan Pasar Bawah Kecamatan Lahat Kabupaten Lahat, Minggu (18/10).
 
Hal itu dilakukan untuk memberikan dukungan psikologi dan membangkitkan serta menumbuhkan kembali semangat anak-anak pasca terjadinya musibah tersebut.
 
"Dari awal kita ingin memiliki niat ingin memberikan kebahagiaan, perhatian dan dukungan untuk meningkatkan kembali semangat anak-anak yang terdampak dan trauma atas musibah kemarin," kata Percha.
 
Dia menilai, saat ini kondisi anak-anak yang berada di lokasi musibah kebakaran tersebut sudah cukup baik.  "Jika dilihat, kondisi anak-anak sudah cukup baik. Setidaknya upaya ini dapat mengurangi trauma atas musibah itu. Dan alhamdulillah juga masyarakat menyambut baik kegiatan ini," papaprnya.
 
Upaya trauma healing dilakukan Percha yang bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel dan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya tersebut diberikan melalui berbagai kegiatan seperti menyanyi bersama, mendengarkan dongeng, wawasan nusantara, menulis dan menggambar. Cerianya para anak-anak korban kebakaran ini membuat Hj Percha lega apalagi melihat  aktifnya mereka  mengikuti sejumlah permainan yang disajikan. 
 
 
"Kita melakukan kegiatan yang membangun motorik anak sehingga motorik mereka terlatih dan cepat melupakan trauma atas musibah itu," tutur wanita yang akrab dipanggil Titi ini.
 
Selain melakukan kegiatan tersebut, anak-anak tersebut juga mengikuti lomba mewarnai dan kuis pengetahuan. Anak-anak yang menjadi juara dan bisa menjawab pertanyaan akan mendapatkan hadiah berupa sepeda, alat perlengkapan sekolah. Sebagai Duta Literasi, Percha sendiri sejak awal memang memberikan perhatian khusus terhadap kemajuan anak-anak dengan membuat sejumlah program. Program literasi tersebut, diharapkan dapat menjadi sarana untuk para generasi muda dalam menggapai cita-cita.
 
"Kita berharap generasi muda, generasi muda akan dapat meraih cita-cita dengan gerakan dan program literasi semacam ini. Sejak awal saya ditunjuk sebagai Duta Literasi, saya langsung berkeliling Sumsel untuk mengetahui kondisi yang ada. Bahkan kita juga mengukuhkan Duta Literasi di Kabupaten dan Kota agar program yang dibuat dapat dengan cepat menyebar," terangnya.
 
Dia menyebut, literasi bukan hanya berfokus pada membaca dan menulis, namun juga bagaimana penerapannya di lapangan. "Bukan hanya menulis dan membaca namun juga bagaimana pemahaman dan praktek di lapangan dari hasil membaca dan menulis itu juga harus dilakukan sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat lainnya," jelasnya.
 
Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel  Fitriana mengatakan trauma healing yang diadakan di Kabupaten Lahat ini merupakan inisiasi langsung dari Duta Literasi Sumsel Hj Percha Leanpuri. "Ini inisiasi ibu Percha sekaligus juga bentuk perhatiannya kepada masyarakat yang terdampak musibah kebakaran ini. Kami berharap masyarakat tetap semangat di tengah kondisi seperti ini," katanya.
 
Dia menuturkan, pemerintah sendiri tidak akan tinggal diam disaat ada masyarakatnya yang tertimpa musibah. "Pemerintah akan berupaya semampunya membantu masyarakat. Pak Gubernur juga telah berkomitmen untuk selalu ada untuk masyarakatnya," tegasnya.
 
KALDERANEWS - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu berhasil membuktikan kualitas pelayanan dan fasilitas yang lengkap sejak dua tahun belakangan ini. 
 
Sabtu (17/10/2020) ini RSUD yang telah meraih akreditasi paripurna tersebut kembali berhasil melaksanakan operasi jantung terbuka terhadap dua pasien penderita jantung dari Provinsi Sumatra Selatan. 
 
Hal ini pula membuktikan  RSUD Sekayu sudah selayaknya menjadi Rumah Sakit Pusat Jantung Terpadu di Provinsi Sumatra Selatan  Terlebih dengan sarana dan prasarana serta Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki. 
 
"Ada enam dokter hari ini yang turun melaksanakan operasi jantung gabungan dokter RSUD Sekayu dan dokter dari RSMH Palembang," ungkap Direktur RSUD Sekayu, dr Makson Parulian Purba MARS. 
 
Dikatakan Makson, adapun dua pasien tersebut yakni diantaranya warga Muba dan warga Musi Rawas. "Keduanya merupakan peserta BPJS kelas III, dan hari ini operasi keduanya berjalan lancar," ucapnya. 
 
Makson menceritakan, pelaksanaan operasi tersebut satu pasien hanya memakan waktu 3 jam. "Pasien pertama dimulai pukul 10.00-12.00 WIB dan pasien kedua dimulai pukul 15.00-17.00 WIB, dan yang paling penting kini kondisi keduanya mulai stabil," bebernya. 
 
 
Lanjutnya, saat ini pula RSUD Sekayu sedang tahap menyiapkan diri untuk menjadi Runah Sakit Pusat Jantung Terpadu Sumsel.
 
"Dan di level Kabupaten, hanya Muba di Sumsel ini yang siap untuk membedah atau melaksanakan operasi jantung terbuka," terangnya.
 
Makson menjelaskan, RSUD Sekayu telah berhasil mencatatkan sejarah dengan terobosan inovasi terbarunya dan sukses menjadi pelopor layanan operasi jantung terbuka.
 
"Tentu fasilitas RSUD Sekayu ini mendapat support penuh oleh Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin," ulasnya.
 
Dikatakan, RSUD Sekayu mempunyai 5 visi pelayanan terbaik untuk masyarakat kabupaten Muba salah satunya yaitu Center of excellent integrated Heart Care.
 
"Ditengah pandemi ini, kita patut apresiasi segala upaya yang telah dilakukan oleh Bupati dan tim RSUD demi keselamatan dan kesehatan yang tidak hanya dirasakan masyarakat Muba tetapi kepada seluruh masyarakat Sumsel," ucapnya.
 
Senada, Ketua Tim Operasi Jantung Terbuka RSUD Sekayu dr Bermansyah SpB SpBTKV menambahkan ada dua operasi yang kita kerjakan, yang pertama kelainan Jantung Kongenital yang di dapat sejak lahir dan yang kedua penyakit jantung yang ia dapat karena ada satu faktor ketika dia sudah dewasa yaitu Infeksi Katub Mitra. Adapun penyakit katup jantung karena infeksi ini, berarti kumannya cukup membuat gangguan pada katup.
 
"Jadi hari ini cukup komplit kita lakukan operasinya, Alhamdulillah operasi berjalan lancar dan pasien stabil", jelasnya
 
Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA yang sejak awal bertekad menjadikan RSUD Sekayu sebagai rumah sakit terkemuka mengucapkan rasa syukur. Dia ikut mendoakan kelancaran operasi  kepada dua pasien ini.  Dodi juga memantau perjalanan operasi dari jarak jauh. Pesannya jelas : operasi jantung yang dilakukan hari ini berjalan lancar. 
 
"Alhamdulillah, semoga keduanya segera diberikan kepulihan dan saya atas nama pribadi mengucapkan terima kasih kepada tim dokter yang menangani pelaksanaan operasi jantung terbuka hari ini," ucapnya. 
 
Dodi menambahkan,  realisasi RSUD Sekayu menjadi RS Pusat Jantung Terpadu akan menjadi harapan baru bagi penderita jantung di Sumsel. 
 
"Yang jelas masyarakat di Sumsel tidak perlu lagi ke luar Sumsel, dengan sarana prasarana serta tim medis yang dimiliki RSUD Sekayu, InshaAllah bisa mengakomodir kebutuhan untuk pelaksanaan operasi jantung terbuka. Ini goal kita sejak semula yakni menjadikan RSUD Sekayu sebagai Pusat  Terpadu Jantung di Sumsel," pungkasnya. 
 
Diketahui, adapun dua pasien yang mendapatkan pelayanan operasi jantung terbuka di RSUD Sekayu hari ini yakni diantaranya Komsiyah, perempuan usia 56 tahun warga Desa Bukit Sejahtera RT 01/RW 01 Serasan Jaya/Balai Agung dan Indri, perempuan usia 22 tahun warga Musi Rawas.
 

KALDERANEWS - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel)  H. Herman Deru menghadiri Rapat Paripurna ke II masa Sidang ke I tahun 2020 DPRD Kota Prabumulih dalam rangka memperingati HUT Kota Prabumulih yang ke-19, Sabtu (17/10/20). Dalam kesempatan itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengapresiasi kemajuan yang telah ditunjukkan Kota Prabumulih. Bersama-sama HD pun berharap dapat mendorong kemajuan Kota Prabumulih sejajar dengan kota lainnya di Sumsel. Caranya dengan memaksimalkan bantuan yang mencapai Rp62 miliar jumlahnya.

Menurut HD tidak perlu heran kenapa dirinya fokus membangun infrastruktur di Sumsel. Karena hampir sebagian besar kabupaten dan kota di Sumsel adalah daerah pemekaran baru. Daerah-daerah ini belum memiliki APBD memadai untuk memenuhi kebutuhan infrastrukturnya.
 
"Oleh karena itu jangan heran jika Saya akan fokus ke infrastruktur di daerah-daerah pemekaran seperti salah satunya Kota Prabumulih," ujar HD. Dalam kesempatan itu Ia juga mengucapkan selamat Ulang Tahun Kota Prabumulih yang ke 19 semoga dengan adanya bantuan sebesar Rp 62 Miliar ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik mungkin membantu meningkatkan infrastruktur di Prabumulih baik itu jalan, jembatan mauoun irigasi.
 
Selain membahas infrastruktur, dalam sambutannya itu Herman Deru juga mengapresiasi kinerja Walikota beserta jajaran dalam penanganan covid19 di Kota Prabumulih.
 
 
"Saya mengapresiasi Walikota Prabumulih beserta jajaran yang sangat cepat menangani Covid19 di Kota Prabumulih," tambahnya. 
 
Selanjutnya di usianya yang menuju dewasa, Gubernur Sumsel berpesan kepada pemerintah Kota prabumulih agar dapat meningkatkan upaya pelestarian kearifan lokal dan memperbaiki sektor pariwisata dan penunjangnya.
 
"Untuk mewujudkan semua itu kunci utamanya bersinergi. Salah satu komponen yang sangat berpengaruh yaitu sprit masyarakat dan ini yang harus di perhatikan serta saya minta juga sektor pariwisata dan penunjang di prabumulih ini harus kita perbaiki juga demi menjaga kearifan lokal sumatera selatan ini," tutur Herman Deru.
 
Sementara itu Walikota Prabumulih Ridho Yahya mengajelaskan tentang pencapaiam beberapa program kerjanya. Salah satunya yakni penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu seperti tukang becak dan petugas kebersihan sampah.
 
"Terimakasih banyak pak gubernur atas bantuan 62 Miliarnyaa insyaallah akan kita gunakan dengan sebaik mungkin," ujarnya.
 
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Herman Deru tampak didampingi Ketua Tp PKK Provinsi Sumatera Selatah Hj. Febrita Lustia. Serta Wakil Walikota Prabumulih H. Ardiansyah Fikri, Ketua TP PKK Kota Prabumulih Hj. Suryati Ngesti Rahayu, Direktur Utama Bank Sumsel Babel Achmad Samsyudin Forkompinda Kota Prabumulih, dan para Kepala OPD Provinsi Sumsel maupun Kota Prabumulih.
 
KALDERANEWS - Pelaksanaan Kongres Nasional Ansor yang akan dilaksanakan pada Oktober 2021 direncanakan dilaksanakan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), 
 
Hal ini terjawab ketika Bupati Musi Banyuasin yang juga Ketua Dewan Pembina GP Ansor Sumsel Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA melaksanakan audiensi dengan Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas, Sabtu (17/10/2020) dimana pertemuan kedua orang ini merupakan dua Tokoh Pemuda Nasional yang sama-sama kader Nahdlatul Ulama (NU). 
 
"Insya Allah Muba siap lahir batin menjadi tuan rumah kongres Ansor Nasional 2021, mohon doanya selalu dari semuanya untuk kelancaran dan kesuksesan acara tersebut," ungkap Dodi Reza yang juga mantan Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). 
 
Menurutnya, dirinya tidak bisa dipisahkan dari GP Ansor, terlebih Ansor merupakan salah satu banom Nahdlatul Ulama (NU).
 
"Keluarga besar saya mengalir darah NU, Kakek saya Noerdin Pandji merupakan salah satu pendiri NU di Sumsel, sangat pantas dan terhormat bagi Muba bisa andil turut menyukseskan Kongres Nasional Ansor nantinya," ucapnya.
 
 
Dijelaskan Dodi, dalam rangkaian Kongres Nasional GP Ansor nantinya juga akan melaksanakan pemilihan Ketua Umum PP Ansor. 
 
"Peserta cabang seluruh Indonesia  jumlah 416 Kabupaten dan masa yang akan hadir kurang lebih 5.000 peserta," terangnya. 
 
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengapresiasi terhadap kesiapan Kabupaten Muba untuk menjadi tuan rumah Kongres Ansor Nasional tahun 2021 dan penunjukan tuan rumah akan segera dirapatkan.
 
"Muba ini Kabupaten yang hebat, punya fasilitas yang lebih dari cukup, apalagi Bupati-nya Ketua Dewan Pembina GP Provinsi Sumsel," ucapnya.
 
Gus Yaqut berharap, pelaksanaan Kongres Ansor Nasional nantinya berjalan lancar dan semua peserta Kongres bisa khusyuk mengikuti rangkaian Kongres. 
 
"Kita berdoa semoga lancar dan kongres Ansor tahun 2021 menjadi contoh terbaik Kongres Ansor Nasional sepanjang masa," pungkasnya.
 
Pada kesempatan pertemuan tersebut, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA turut didampingi Kabag Kesra Muba Opi Palopi dan Ketua PW Ansor Sumsel Zarkasih SHI MM yang juga Wakil Ketua DPRD Banyuasin.
 
KALDERANEWS - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru membuka Webinar Sarasehan Data dengan tema "Peta Potensi Pangan Strategis Sumatera Selatan, Mengamankan Lumbung Pangan di Masa Pandemi" diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumsel secara virtual di Command Center, Jumat (16/10/20).
 
Dalam kesempatan itu HD meminta agar kepala daerah menjadikan pertanian sebagai fokus dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi di masa Pandemi Covid 19. "Saya minta kepada kepala daerah masing-masing jadikan ini fokus kita bersama demi mempertahankan pertumbuhan ekonomi kita di masa pandemi covid19 ini," jelasnya.
 
Menurutnya potensi sektor pertanian yang dimiliki Sumsel sangat banyak seperti tersebar di Kabupaten Banyuasij, OKI, OKU Timur, Empat Lawang bahkan OKU Selatan dan lainnya. Jika produktivitas pangan di daerah-dserah tersebut ditingkat, Sumsel bisa menjadinyang tertinggi penghasil pangan di Indonesia. 
 
"Dan ini sudah terbukti karena kita fokus ke pertanian, kontraksi yang terjadi tidak berpengaruh banyak pada pertumbuhan ekonomi ini Sumatera Selatan. Bahkan kita masih dalam posisi terbaik di pulau Sumatera. Ini artinya kita tidak salah pilih fokus ke pertanian." ujar HD.
 
 
Karena itu sejak awal, Gubernur Sumsel terus mendorong pembangunan infrastruktur dan pertanian karena dua terswbut sangat erat kaitannya. "Kalau bicara pertanian kita tidak bisa bicara hulu saja tapi hilir juga makanya kita juga fokus membangun infrastruktur karena ini penting untuk menunjang pemasaran," jelasnya.
 
"Kalau aktif mengikuti berita Sumsel 2 tahun ini, ada 2 fokus utama kita. Pertama infrastruktur dan Alhamdulillah Saya berani mengatakan tahun 2020 ini tuntas 100 persen," ujar HD dalam sambutannya di Command Center.
 
Lebih jauh HD mengatakan sangat antusias dengan kegiatan webinar yang mengusung tema sangat relevan dengan peringatan hari pangan sedunia untuk mengamankan lumbung pangan ditengah pandemi covid-19. Terlebih hal ini sejalan dengan salah satu program pemerintah yaitu mewujudkan kedaulatan pangan yang tepat waktu, tepat sasaran dan berkualitas.
 
Menurut data BPS yang dipaparkan Direktur Statistik Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan BPS RI DR Kadarmanto M.A, sektor pertanian adalah salah satu leading sektor dalam perekonomian nasional dan penyerapan tenaga kerja Indonesia.
 
Di mana untuk di Sumatera Selatan sektor pertanian melakukan penyerapan tenaga kerja sebesar 1,82 juta tenaga kerja/setara dengan 45,91% penduduk yang bekerja pada bulan Agustus 2019.
 
Selain itu tercatat pula ada 3 kabupaten di Sumatera Selatan tanf termasuk di dalam 30 kabupaten/kota penghasil produksi beras terbesar tahun 2020 antara lain Kabupaten Banyuasin sebanyak 527,294 Ton beras, kabupaten Ogan Komering Ulu Timur sebanyak 359,37 Ton beras, serta Kabupaten Ogan Komering Ilir sebanyak 293,138 Ton beras.
 
Untuk diketahui, dampak pandemi Covid 19 terhadap perekonomian antara lain mobilitas terganggu para pelaku usaha gulung tikar serta penurunan kapasitas. Oleh sebab itu BPS melakukan survei dan Hasil survei BPS memperlihatkan bahwa sebanyak 76,63% perusahaan pertanian masih beroperasi seperti biasa di masa Pandemi covid 19. 
 
Sementara itu Kepala BPS Provinsi Sumsel Endang Sri Wahyuningsih menjelaskan berdasarkan data BPS 2020, bahwa produksi pangan mengalami peningkatan sekutar 35,9% dari tahun 2019. Peningkatan ini ditopang oleh Kab OKU Timur dan Banyuasin.
 
 
KALDERANEWS - Kisah atau sejarah mengingatkan kita akan suatu peristiwa. Dimana peristiwa itu akan meninggalkan suatu kenangan di suatu tempat.
 
Oleh karena itu, sebagai pendengar kisah dan sejarah Tim Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Muba menelusuri Bunker Peninggalan Belanda di Muba.
 
Pokdarwis mengunjungi tempat sejarah yang terletak di Dusun III, Desa Rantau Kasih, Kecamatan Lawang Wetan (15/10/2020) peninggalan bersejarah tersebut terkubur tanpa adanya sentuhan tangan manusia.
 
Penelusuran ini bertujuan untuk menambah pengetahuan Masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) banyak yang belum atau tidak mengetahui bahwa di Muba terdapat sebuah situs sejarah peninggalan pada zaman penjajahan.
 
Situs sejarah yang biasa masyarakat sekitar sebut sebagai goa belanda ini memiliki luas 100 meter persegi, dengan banyaknya bebatuan yang runtuh termakan usia.
 
 
Masyarakat sekitar biasa menyebut peninggalan Belanda ini sebagai Goa Belanda, selain itu ada yang menyebut bengkel Belanda.
 
Hal tersebut juga dibenarkan oleh pemilik tanah, Alamudin bin Rohim (63), mengatakan bahwa peninggalan zaman Belanda ini dulunya merupakan bengkel untuk memperbaiki tank, dimana pada atas bukit terdapat bekas-bekas lintasan dari tank.
 
"Dulunya banyak besi kata kakek saya, karena dahulu zaman krisis sehingga besi-besi yang ada dicuri dan dijual oleh orang yang tidak bertanggung jawab," ujarnya.
 
Selain banyak reruntuhan batu peninggalan Belanda, pada situs itu juga ada sebuah goa setinggi 1 meter. "Saya tidak melarang orang untuk masuk, jika mau masuk silahkan saja tetapi saya tidak bertanggung jawab," jelasnya.
 
Sementara, Kepala Desa Rantau Kasih M. Dedi mengatakan, terima kasih kepada Tim Pokdarwis Muba di bawah binaan Dispopar Muba telah mengunjungi Bunker ini, besar harapan kami agar kedepan tempat ini layak di kunjungi untuk masyarakat.
 
Terpisah Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Plt Kepala Dinas Pemuda Olahraga Dan Pariwisata (Dispopar Muba) Muhamad Fariz SSTP MM Mengatakan, dimasa pandemi ini kita sama sama sulit dan berjuang keras menghadapi COVID-19 ini bukan hanya sektor Pariwisata, UMKM juga di Indonesia bahkan di dunia juga menurun drastis.
 
Namun semangat para pemuda pecinta budaya dan pariwisata lokal dalam mengeksplorasi jejak sejarah dan budaya ini tidak di ragukan lagi dan patut acungi jempol
 
"Ya, saya sangat apresiasi kepada Pokdarwis Muba yang sangat peduli dengan pariwisata yang ada di Muba, semoga kedepan dengan telah diresmikanya program Jelajah Muba On Tv beberapa bulan yang lalu dapat mengekspose tempat tempat wisata bersejarah yang dapat menarik peminat masyarakat untuk mengunjungi tempat wisata tersebut, dan mampuh mengaruhi kembalinya ekonomi kita yang ada di Indonesia terutama di Musi Banyuasin,"ungkapnya.
 
KALDERANEWS - Pembangunan Jalan Tol Kayuagung–Palembang–Betung (Kapal Betung) sepanjang 111,69 km, kembali dilanjutkan yang ditandai groundbreaking oleh Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru yang juga dihadiri oleh  Menteri PUPR RI yang diwakili Dirjen Kementrian Bina Marga,  Hedy Rahadian, berlokasi di Jalan Palembang-Betung KM 25 Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin, Kamis (15/10).
 
Acara groundbreaking kali  ini sebagai pertanda dimulainyan pembangunan  tol segmen Palembang- Betung yang berlanjut ke Seksi 2B dan Seksi 3 yang panjang ruas tolnya mencapai 69,19 km.
 
Gubernur Sumsel H. Herman Deru  dalam sambutannya mengatakan,  keberadaan tol Kapal-Betung  bukan sekedar untuk mengurangi kemacetan lalu lintas diruas jalan Lintas Timur Sumatera tetapi juga diharapkan dapat mempercepat perumbuhan ekonomi daerah atau kawasan yang dilintasi ruas jalan tol. 
 
"Tol Kapal-Betung bukan hanya sekedar mengurangi kemacetan tetapi juga untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Selain itu untuk memperpendek jarak tempuh," ujar  Herman Deru.
 
 
Lebih lanjut Gubernur Herman Deru  mengharapkan di tahun 2023 tol Kapal-Betung segera beroprasi dengan tepat waktu. Dia juga menyebut dalam pengerjaan tol Kapal-Betung setidaknya ada tiga jembatan  di atas sungai  dibangun  yang jika dikalkulasikan bentang jembatannya akan menjadi jembatan terpanjang  di Indonesia.
 
"Tol Kapal- betung, melintasi tiga jembatan yakni Jembatan Ogan sepanjang 1589 meter, Jembatan Keramasan sepanjang 1217 meter, serta Jembatan Musi sepanjang 1684 meter dan menjadi jembatan tol terpanjang di Indonesia," jelas HD.
 
Selain  pembangunan tol Kapal-Betung dirampungkan,  dia juga berharap  pembangunan ruas tol Palembang-Indralaya-Muara Enim- Lubuk Linggau-Bengkulu juga terselesaikan dengan segera, sehingga konektivitas antar wilayah di Sumsel serta antar  provinsi di Sumatera segera terwujud.
 
"Proyek  pembangunan tol trans Sumatera kita harapkan terus berlanjut termasuk kelanjutan  tol Lampung-Pekan Baru," imbuhnya.
 
Sementara itu Direktur Utama PT. Waskita Toll Road (WTR) Herwidiakto dikesempatan ini mengatakan, ruas jalan tol  Kayu Agung-Palembang-Betung (Kapal-Betung) memiliki tiga seksi, yakni  Seksi 1 (Kayu agung–Jakabaring) dengan panjangnya 33,5 kilometer telah beroperasi penuh pada 1 April. Begitu pula untuk Seksi 2 (Jakabaring–Keramasan–Musi Landas) yang panjangnya mencapai 33,9 kilometer.
 
Sedangkan untuk  Seksi 2A (Jakabaring–Keramasan) dengan panjang 9 kilometer sedang dalam penyelesaian akhir kontruksi untuk segera beroperasi dalam waktu dekat. Seksi 2B dan Seksi 3 (Palembang-Betung) sepanjang 69,19 Km  ditargetkan dapat beroperasi pada Maret 2022.
 
 
Pembangunan ruas jalan tol Kapal-Berung dibangun dengan total investasi sebesar Rp 22,17 triliun yang masuk dalam bagian Proyek Strategis Nasional Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). yang Pembangunan infrastruktur itu untuk meningkatkan daya saing Indonesia.
 
"Kehadiran tol ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antar wilayah dan pemenuhan kebutuhan jalan tol. Khususnya tol trans Sumatera yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN)," terangnya.
 
Dilain pihak Menteri PUPR RI, diwakili  Dirjen Kementrian Bina Marga,  Hedy Rahadian memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih pada Gubernur H. Herman Deru dan jajaran yang telah aktif mendukung kelancaran pembangunan ruas tol Kapal-Betung tersebut.
 
"Terima kasih pak  gubernur atas dukungannya sehinggal tol Kapal-Betung segmen Palembang-Betung pembangunannya dapat dilanjutkan kembali," tandasnya.
 
Untuk diketahui Ceremony ground breaking  Tol Kapal-Berung di tandai dengan Penandatanganan kontrak kerja PT Waskita dengan PT Waskita Sriwijaya Tol serta penekanan tombol sirine oleh Dirjen Kementrian Bina Marga,  Hedy Rahadian,  Gubernur Sumsel H. Herman Deru,  Presiden Direktur Waskita dan Bupati Banyuasin yang dilanjutkan dengan peninjauan jalan tol.
 
KALDERANEWS - Sebagai salah satu daerah yang komitmen dan konsisten menjaga persatuan dan kesatuan, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kian gencar mengajak masyarakat bumi Serasan Sekate untuk tetap bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan.
 
Kabupaten Muba ini menolak tegas seluruh tindakan anarkisme terjadi Bumi Serasan Sekate. Penolakan itu ditandai dengan Deklarasi Menolak Anarkisme yang dilakukan Pemkab Muba, Polres Muba, Kodim 0401/Muba, Kejari Muba, toko agama, toko masyarakat, mahasiswa, hingga insan pers, Kamis (15/10/2020).
 
Kapolres Muba, AKBP Erlin Tangjaya, mengatakan, Deklarasi Menolak Anarkisme ini dilakukan sebagai bentuk atau tanda bahwa Kabupaten Muba benar-benar monolak segala tindakan yang merugikan masyarakat luas.
 
 
Deklrasi sendiri didasari oleh adanya tindakan anarkisme di sejumlah daerah yang dilakukan oleh oknum-olnum tidak bertanggung jawab saat menggelar aksi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, serta banyaknya berita Hoaks yang tersebar di masyarakat.
 
Kita tidak menghalangi jika ingin menyampaikan aspirasi kepada pemerintah. Namun, harus dilakukan dengan damai dan tertib tanpa adanya tindakan yang anarkis," ujar dia.
 
"Deklarasi ini agar masyarakat kita dapat berbuat lebih baik dalam menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah. Mudah-mudahan kedepan tempat-tempat lain dapat seperti itu. Kita doakan Bangsa kita lebih baik dan aman," jelas dia.
 
Disinggung mengenai banyaknya isu Hoaks yang beradar di masyarakat, Erlin, menuturkan, saat ini kondisi di Kabupaten Muba sangat kondusif dikarenakan masyarakat mampu memfilter informasi mana yang baik atau buruk.
 
"Sampai sekarang belum ada isu hoaks yang membuat masyarakat resah di Kabupaten Muba. Tim cyber kita sudah melakukan pengawasan, isu hoaks ini sistemnya berantai jadi terus kita awasi," tandas dia.
 
Terpisah, Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA mendukung dan mengajak seluruh masyarakat khususnya masyarakat Muba untuk tidak melakukan tindakan anarkis.
 
Selain itu, dirinya juga mengatakan di Muba Zero konflik harus tetap terjaga, ini tugas kita bersama dan harus terus dijalankan. "Saya merasa bersyukur dan berterima kasih sekali kepada Allah SWT dan seluruh masyarakat Muba, walaupun di kabupaten Muba ini beranekaragam suku dan budaya tetapi masyarakat tetap menyampaikan aspirasinya dengan baik dan tetap menjaga keamanan dan perdamaian wilayah atau zero konflik, ini patut diacungi jempol saya yakin masyarakat Muba memang cinta damai,"pungkasnya.
 

mgid3

Ad Sidebar

Latest Tweets

Feby Deru Dampingi Iriana Jokowi Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Tes IVA Hingga Temui Pengrajin Songket… https://t.co/yxjLiPEQUl
Kunjungi Stan Dekranasda Sumsel, Iriana Jokowi Janji Temui Pengrajin Kain di Palembang https://t.co/6FQb5LcCCy via @tripplesworld
Menang Tipis Atas PSGC Ciamis, Sriwijaya FC Makin Kokoh di Puncak Klasemen https://t.co/V0DFFAlQDG lewat @tripplesworld
Metzelder Diduga Terlibat Kasus Pornografi Anak https://t.co/knEQDSYopZ lewat @tripplesworld
Icardi Tuntut Inter Milan Bayar Kompensasi 1,5 Juta Euro https://t.co/IZVf4wvhGn lewat @tripplesworld
Napoli Boyong Fernando Llorente dari Tottenham https://t.co/FnVARyGvqx
Follow Kaldera News on Twitter