SPONSOR DAERAH
Sumatera-Selatan

Sumatera-Selatan (925)

KALDERANEWS - Operasional pabrik aspal karet di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang akan berjalan pada Oktober 2020 mendatang dan menjadi pabrik pertama di Indonesia menjadi mimpi yang terwujud bagi petani karet rakyat. 
 
Dalam kesempatan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Musi Banyuasin dalam rangka Peringatan Hari Jadi ke-64 Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2020 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Musi Banyuasin, Senin (28/9/2020) dihadapan Gubernur Sumsel Herman Deru, Bupati Musi Banyuasin Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA mengusulkan agar pembangunan jalan provinsi bisa memanfaatkan atau menggunakan aspal karet di Muba. 
 
"Kami mengusulkan kepada pak Gubernur agar pembangunan jalan provinsi bisa menggunakan aspal karet di Muba," ucapnya. 
 
Pabrik aspal karet di Muba nantinya diproyeksi dapat menyerap 25 ribu ton karet pertahun dari petani rakyat yang tidak hanya di Muba tetapi juga di Sumsel. 
 
"Sedikitnya akan ada sebanyak 25 ribu ton pertahun karet petani yang nantinya dapat terserap oleh keberadaan pabrik pengolahan aspal karet berbasis lateks Pravulkanisasi," terangnya. 
 
"Untuk alat operasional di support oleh pihak Pusat Penelitian Karet, sambil menunggu operasional berjalan Pusat Penelitian Karet juga akan melatih petani karet di Muba," tambahnya. 
 
Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengapresiasi realisasi pabril aspal karet di Muba yang merupakan inovasi nyata dalam upaya meningkatkan harga karet di kalangan petani rakyat.
 
"Ini inovasi yang sangat baik sekali, semoga nantinya implementasi sangat berdampak positif kepada perekonomian warga Muba khususnya petani karet rakyat," tandasnya.
KALDERANEWS - Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin menghadiri Rapat Paripurna Masa Persidangan I Rapat ke-29 Tahun 2020 Dalam Rangka Penyampaian Hasil Reses III DPRD Kabupaten Muba Tahun 2020, di Ruang Paripurna DPRD Muba, Senin (7/9/2020).
 
Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Muba Jon Kennedy dan dihadiri para Anggota DPRD Muba, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Para Asisten serta Kepala Perangkat Daerah Muba.
 
Wakil Ketua DPRD Muba Jon Kennedy mengatakan pada tanggal 27-30 Agustus 2020 Anggota DPRD Muba telah melaksanakan Masa Reses III sesuai daerah pemilihannya. Pelaksanaan Masa Reses oleh Anggota DPRD merupakan realisasi dari amanah Peraturan Pemerintah No 12 tahun 2018 tentang Penyusunan Tata Tertib DPRD, bahwa reses dilakukan anggota DPRD secara perseorangan ataupun kelompok guna mendapatkan aspirasi masyarakat secara langsung di wilayah Kabupaten Muba.
 
"Untuk melaksanakan pasal 92 ayat 6 bahwa setelah pelaksanaan reses Anggota DPRD secara perseorangan atau kelompok berkewajiban membuat laporan tertulis atas hasil pelaksanaan resesnya dan laporan tersebut disampaikan kepada Pimpinan DPRD dalam Rapat Paripurna untuk kita pedomani bersama berdasarkan Peraturan Pemerintah No 16 tahun 2010, hasil reses adalah bagian dari pokok-pokok pikiran Anggota DPRD atas aspirasi masyarakat yang harus dilaksanakan dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujarnya.
 
Adapun penyampaian hasil Reses III yang dilakukan Anggota yakni : 
 
Daerah Pemilihan (Dapil) I dengan Juru Bicara Sodingun SH yaitu Kecamatan Sekayu, Kecamatan Keluang, Kecamatan Sungai Keruh dan Kecamatan Jirak Jaya.
 
Anggota Dapil I Pelaksanaan Reses II Tahun 2020 yaitu Supriasihatin, Irwin Zulyani SH, Sodingun SH, Eni Erliza SE, Feri Yusmadi SE, Ziadatulher SE SH, Abdul Basit, Alpian, Damsih, SH, H Rabik Hs SE SH MH, Nuti Romayana SPd I dan A Rahman Senen.
 
Daerah Pemilihan (Dapil) II dengan Juru Bicara M Tanzil Asrori yaitu Kecamatan Lawang Wetan, Kecamatan Babat Toman, Kecamatan Batang Harileko, Kecamatan Sanga Desa dan Kecamatan Plakat Tinggi.
 
Anggota Dapil II Pelaksanaan Reses II Tahun 2020 yaitu Jon Kenedi SIP MSi, Muhamad Yamin, Rustam SSos, Evra Hariadhy SE, Karan Karnedi, M Amin SH, Senen, Yudi Trikarya, Endi Susanto dan M Tanzil Asrori.
 
Daerah Pemilihan (Dapil) III dengan Juru Bicara Iwan Aldes SSos MSi yaitu  Kecamatan Tungkal Jaya, Kecamatan Bayung Lencir dan Kecamatan Lalan.
 
Anggota Dapil III Pelaksanaan Reses II Tahun 2020 yaitu Edi Hariyanto, H Ismail, Firman Akbar SH, Edi Pramono, Andik Setiawan ST, Amirul Muchtar SE, Sugondo, Iwan Aldes SSos MSi, Afitni Junaidi Gumay SE, Dedi Zulkarnain SE, Hendra Wijaya dan Muhamad Isa.
 
Daerah Pemilihan (Dapil) IV dengan Juru Bicara Rudi Hartono, SSos yaitu Kecamatan Lais, Kecamatan Babat Supat dan Kecamatan Sungai Lilin.
 
Anggota Dapil IV Pelaksanaan Reses II Tahun 2020 yaitu Nupri Soleh SKom, Rudi Hartono SSos, Paimin SH, Drs Ahmad Fauzie SE MSi, Ahmadi Dausat, Nyadianto, Martinus, Sumarno, Heriyadi, Junsak Hasanudin dan Jepri Yansyah.
 
Juru bicara Dapil I Sodingun SH mengatakan hasil reses diperoleh berdasarkan pertemuan dan diskusi antara anggota DPRD Muba dengan kepala desa dan perangkatnya serta masukan-masukan masyarakat juga monitoring dilapangan.
 
Sementara Juru Bicara Dapil II M Tanzil Asrori, menyampaikan catatan-catatan hasil resesnya agar dapat diperhatikan Pemerintah Kabupaten Muba, diantaranya mohon untuk didirikan pasar mingguan atau kalangan di Desa Panai karena desa tersebut jauh dari pasar induk, kemudian agar dapat diusahakan pembangunan tower telekomunikasi di Desa Pangkalan Bulian dan Desa Ulak Kemang Kecamatan Batanghari Leko karena disana kesulitan jaringan telekomunikasi dan sebagai upaya mendukung kegiatan peserta didik dalam masa Pandemi COVID-19.
 
"Semoga hasil pelaksanaan Reses III tahun 2020 ini dapat memberi masukan bagi Pemerintah Kabupaten Muba sebagai Pedoman Perencanaan Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah sesuai peraturan yang berlaku," tandasnya.
KALDERANEWS - Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Terbatas ke-XXIX Tingkat Provinsi Sumsel resmi dibuka, Sabtu (5/9/2020) malam di Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo Palembang. 
 
Kabupaten Musi Banyuasin tahun ini mengutus peserta sebanyak 30 Kafilah untuk mengikuti MTQ dengan cabang-cabang yang diikuti yaitu Lomba Tilawah anak-anak, remaja dan dewasa putra dan putri sebanyak 6 Orang.
 
Kemudian, Tilawah Golongan Qiro'at Mujawwadah, Murotal remaja dan dewasa sebanyak 6 orang. Tahfizh 1-5 Juz dan Tilawah Tahfizh 10, 20, 30 Juz Putra dan Putri sebanyak 10 orang. Tafsir Qur'an bahasa Arab, Indonesia, Inggris Putra dan Putri 6 orang KTIQ Putra dan Putri 2 orang.
 
"Insha Allah kita semua warga masyarakat Muba berdoa dan berharap peserta dari Muba ada yang tembus mewakili ke MTQ tingkat nasional yang akan dilaksanakan di Sumatera Barat pada November mendatang," ujar Sekretaris Daerah Muba, Drs H Apriyadi MSi saat menghadiri Pembukaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an Terbatas ke-XXIX Tingkat Provinsi Sumsel. 
 
Apriyadi mengingatkan kepada peserta asal Muba untuk selalu menerapkan protokol kesehatan (Protokes). "Fokus pada jalannya pelaksanaan MTQ serta jaga selalu kesehatan," ulasnya. 
 
Kepala Bagian Kesra Setda Muba Opi Palopi berharap peserta asal Muba dapat memberikan prestasi yang baik. Sehingga bisa membantu untuk menciptakan generasi tilawati yang berbasis Agama. 
 
"Mari kita tanamkan sikap rasa percaya diri, karena penananaman mental sangat penting sehingga kita dapat meraih kesuksesan dalam MTQ. Semoga semangat memperdalam Al-Qur'an ini tidak hanya menghafal saja tetapi juga mengamalkannya," pungkasnya.
KALDERANEWS - Dimasa pandemi saat ini tidak membuat RSUD Sekayu berdiam diri tetapi terus meningkatkan layanan terbaik bagi masyarakat. Satu terobosan dibuat lagi yakni operasi  jantung. Untuk bisa menjalani operasi jenis ini  ini di rumah sakit Jakarta diperlukan atrian sampai setahun. Operasi jantung di RSUD Sekayu ini tercatat sebagai yang pertama dilakukan rumah sakit kabupaten/kota se Indonesia.
 
Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu kembali mencatat sejarah dengan terobosan inovasi terbarunya dan sukses menjadi pelopor sejumlah layanan unggulan, diantaranya yaitu layanan operasi jantung terbuka.
 
Peluncuran inovasi baru ini, menjadi momentum bersejarah sebab Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin memiliki komitmen yang kuat dalam mengembangkan dan menerapkan inovasi-inovasi di sektor pelayanan publik dalam wilayah Kabupaten Muba yang dikomandoinya saat ini.
 
Tepat , Sabtu (05/09/2020) siang RSUD Sekayu dalam hitungan jam telah berhasil mengganti katup jantung yang rusak dengan katup buatan dan  operasi bocor jantung pasien. Operasi penggantian katup jantung dan kelainan bawaan bocor jantung yang dilakukan RSUD Sekayu ini merupakan kali pertama di Indonesia untuk tingkat Kabupaten.
 
Direktur RSUD Sekayu, dr Makson Parulian Purba, MARS mengucapkan terima kasih kepada Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA yang memiliki komitmen untuk memberikan layanan publik terbaik bagi Masyarakat Muba. 
 
Makson juga berharap semoga pelayanan oleh SDM tim RSUD Sekayu bisa terus bertahan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Muba.
 
"Alhamdulillah kita disupport penuh oleh Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin pemimpin yang sangat peduli pada masyarakatnya. Dan beruntung sekali 2 (dua) pasien warga Muba ini mendapatkan pelayanan gratis yang ditanggung UHC BPJS,"terangnya.
 
Terakhir dikatakannya, RSUD Sekayu mempunyai 5 visi pelayanan terbaik untuk masyarakat kabupaten Muba salah satunya yaitu Center of excellent integrated Heart Care.
 
"Ditengah pandemi ini, Bupati Muba H Dodi Reza Akex Noerdin terus mendorong dan mendukung kami agar tak berhenti membuat layanan terbaik bagi warga Muba. Kita melaksanakan segala upaya yang telah dilakukan oleh Bupati dan tim RSUD demi keselamatan dan kesehatan masyarakat Muba,"ucapnya.
 
Pada kesempatan yang sama, dr Bermansyah SPB, SPBTKV mengatakan pelaksanaan operasi diterapkan sesuai standar operasi jantung.  Selain itu pelaksanakan operasi ini tidak ada halangan apapun, sehingga berjalan sukses.
 
"Alhamdulillah kami sudah selesai operasi dua kasus, dan bisa selesai dalam waktu bersamaan. Sejauh ini tidak ada masalah, pasien stabil. Perkiraan awal operasi bisa kita selesaikan 6 jam, ternyata 3 jam setengah bisa selesai. Kita apresiasi sekali fasilitas RSUD ini lengkap dan luar biasa bagus. Jadi mudah mudahan pasien bisa kembali sehat,"terangnya.
 
Sementara, Pauzan Azima kakak kandung pasien katup jantung atas nama Ema Humairo (22) mengucapkan terima kasih kepada pihak rumah sakit dan Pemerintah Kabupaten Muba yang telah membantu dan mensupport saudaranya.
 
Menurutnya, berkat kebijakan Bupati Muba dan RSUD Sekayu pihaknya sekeluarga merasa bersemangat dengan harapan adiknya bisa beraktivitas dan sehat kembali.
 
"Adik kami ini sudah sakit sekitar 1 tahun lebih, dan berobat ke Jakarta sudah dua kali, tapi belum ada hasilnya. Alhamdulillah, ada kebijakan dari rumah sakit dan Bupati Musi Banyuasin dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA operasinya bisa dilakukan di sini di Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu. Dan hasilnya hari ini, tadi dapat informasi dari dokter bahwa 100% berhasil. Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Muba dan RSUD Sekayu khususnya pada Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin yang telah membantu dan mensuport sampai selesai. Semoga kebaikan pak Bupati dan jajarannya dibalas Allah SWT aamiin,"ungkapnya.
 
Senada, Anisa Tuljana, (33) orang tua dari pasien kelainan bawaan bocor jantung, Monica (8) mengucapkan terima kasih kepada kepada Pemkab Muba dan RSUD Sekayu atas segala bantuan kepada anaknya yang tercinta.
 
Saat ditanya, dirinya mengakui sempat putus asa karena sudah berbagai cara telah dilakukan untuk kesembuhan anaknya. "Kami sempat putus asa, karena tidak dapat jadwal untuk operasi di Rumah Sakit lainnya, dan alhamdulillah kami dapat bantuan dari Pak Bupati Dodi dan dari pihak rumah sakit untuk operasi pada hari ini. Kami Terima kasih sekali kepada pak Dodi dengan pihak RSUD Sekayu. Semoga Bupati serta jajarannya dan pihak RSUD Sekayu sehat selalu. Dan semoga Muba Maju Berjaya,"pungkasnya.
 
Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ turut mendoakan kedua pasien yang telah menjalankan operasi jantung. "Semoga segera diberikan kesehatan, saya beserta keluarga turut mendoakan agar keduanya segera pulih," ucapnya. 
 
Ia berharap, Pemkab Muba dapat mengcover pengobatan semua penyintas jantung di Muba. "Dengan harapan penyintas jantung di Muba ini mempunyai harapan yang tinggi untuk sembuh dan sehat," tukasnya.
KALDERANEWS - Capaian prestasi hingga kepedulian Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA terhadap pemuda dan mahasiswa menjadi sorotan positif dari berbagai elemen. 
 
Terlebih, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dibawah nahkoda Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin menjadi yang pertama di Sumsel mengucurkan alokasi anggaran untuk meringankan beban biaya kuliah mahasiswa terdampak COVID-19 asal Muba yang melaksanakan kuliah di Indonesia maupun di luar negeri. 
 
"Perhatian pak Dodi Reza ini kepada pemuda dan mahasisa membuat kami kagum dan takjub, sangat maksimal," ungkap Ketua Umum Forum Komunikasi Mahasiswa dan Pemuda Daerah Sumatera Selatan (FKMD Sumsel), Faisal Supriyanto di sela audiensi dengan Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA di Mess Perwakilan Muba di Palembang, Kamis (3/9/2020). 
 
 
Lanjut Faisal, Pemkab Muba juga dibawah kepemimpinan Bupati Muba Dodi Reza juga menjadi pelopor program-program strategis yang tentunya sangat menginspirasi. 
 
"Tentu kami sangat memperhatikan dan mengikuti, apa yang sudah dilakukan Bupati Muba Dodi Reza terus menjadi percontohan, tidak hanya di level Provinsi tapi juga di tingkat nasional," tegasnya. 
 
Dalam kesempatan tersebut, Faisal juga mengundang Bupati Muba Dodi Reza untuk dapat menghadiri proses pelantikan pengurus FKMD Sumsel pada 19 September 2020 mendatang.
 
"Pada proses pelantikan nantinya FKMD Sumsel akan meminta pak Bupati Muba Dodi Reza menjadi Dewan Pembina FKMD Sumsel," ulasnya. 
 
Faisal menyebutkan, FKMD Sumsel merupakan gabungan Pemuda dan Mahasiswa di 14 Kabupaten/Kota di Sumsel.
 
 
Sementara itu, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA mengajak FKMD Sumsel untuk terus bersinergi dan turut memberikan sumbangsih ide dan saran demi kemajuan Muba.
 
"Apa yang sudah dicapai hingga sekarang tentu tidak terlepas dari dukungan adik-adik pemuda dan mahasiswa tidak hanya di Muba tetapi juga di seluruh Sumsel," ungkapnya.
 
Dodi berharap, agar FKMD Sumsel terus konsisten mengawal program-program Pemkab Muba demi kontribusi positif bagi seluruh elemen warga masyarakat Muba. "Mari kita selalu bersinergi untuk kontribusi positif kepada warga masyarakat," pungkasnya.
 
Dalam kesempatan menerima Panitia Pelaksana Forum Komunikasi Mahasiswa dan Pemuda Daerah Sumatera Selatan (FKMD Sumsel) di Mess Perwakilan Musi Banyuasin Palembang, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA turut didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muba Musni Wijaya SSos MSi, Plt Kadispopar Muba Muhammad Fariz SSTP MM, Kabag Umum dan Perlengkapan Muba Seprizal SE, Plt Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Rangga Perdana Putra SSTP, dan Kepala Dinkominfo Muba Herryandi Sinulingga AP diwakili Kasi Hubungan Media dan Kemitraan Dinkominfo Muba Yettria SKM MSi.
 
KALDERANEWS - Capaian prestasi hingga kepedulian Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA terhadap pemuda dan mahasiswa menjadi sorotan positif dari berbagai elemen. 
 
Terlebih, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dibawah nahkoda Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin menjadi yang pertama di Sumsel mengucurkan alokasi anggaran untuk meringankan beban biaya kuliah mahasiswa terdampak COVID-19 asal Muba yang melaksanakan kuliah di Indonesia maupun di luar negeri. 
 
"Perhatian pak Dodi Reza ini kepada pemuda dan mahasisa membuat kami kagum dan takjub, sangat maksimal," ungkap Ketua Umum Forum Komunikasi Mahasiswa dan Pemuda Daerah Sumatera Selatan (FKMD Sumsel), Faisal Supriyanto di sela audiensi dengan Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA di Mess Perwakilan Muba di Palembang, Kamis (3/9/2020). 
 
 
Lanjut Faisal, Pemkab Muba juga dibawah kepemimpinan Bupati Muba Dodi Reza juga menjadi pelopor program-program strategis yang tentunya sangat menginspirasi. 
 
"Tentu kami sangat memperhatikan dan mengikuti, apa yang sudah dilakukan Bupati Muba Dodi Reza terus menjadi percontohan, tidak hanya di level Provinsi tapi juga di tingkat nasional," tegasnya. 
 
Dalam kesempatan tersebut, Faisal juga mengundang Bupati Muba Dodi Reza untuk dapat menghadiri proses pelantikan pengurus FKMD Sumsel pada 19 September 2020 mendatang.
 
"Pada proses pelantikan nantinya FKMD Sumsel akan meminta pak Bupati Muba Dodi Reza menjadi Dewan Pembina FKMD Sumsel," ulasnya. 
 
Faisal menyebutkan, FKMD Sumsel merupakan gabungan Pemuda dan Mahasiswa di 14 Kabupaten/Kota di Sumsel.
 
 
Sementara itu, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA mengajak FKMD Sumsel untuk terus bersinergi dan turut memberikan sumbangsih ide dan saran demi kemajuan Muba.
 
"Apa yang sudah dicapai hingga sekarang tentu tidak terlepas dari dukungan adik-adik pemuda dan mahasiswa tidak hanya di Muba tetapi juga di seluruh Sumsel," ungkapnya.
 
Dodi berharap, agar FKMD Sumsel terus konsisten mengawal program-program Pemkab Muba demi kontribusi positif bagi seluruh elemen warga masyarakat Muba. "Mari kita selalu bersinergi untuk kontribusi positif kepada warga masyarakat," pungkasnya.
 
Dalam kesempatan menerima Panitia Pelaksana Forum Komunikasi Mahasiswa dan Pemuda Daerah Sumatera Selatan (FKMD Sumsel) di Mess Perwakilan Musi Banyuasin Palembang, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA turut didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muba Musni Wijaya SSos MSi, Plt Kadispopar Muba Muhammad Fariz SSTP MM, Kabag Umum dan Perlengkapan Muba Seprizal SE, Plt Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Rangga Perdana Putra SSTP, dan Kepala Dinkominfo Muba Herryandi Sinulingga AP diwakili Kasi Hubungan Media dan Kemitraan Dinkominfo Muba Yettria SKM MSi.
 
 
 
KALDERANEWS- Tidak bisa kita pungkiri Indonesia masih berkabut dalam keadaan yang cukup memprihatinkan yaitu tentang kelonjakan kasus dari COVID-19. Begitu juga dengan kondisi di Kabupaten Muba bahwasanya setiap minggu ada penambahan jumlah pasien yang terpapar COVID-19. Melihat kondisi tersebut Pemkab Muba siap  melakukan Alih fungsi Rusunawa sebagai persiapan untuk di jadikan rumah sehat bagi pasien yang terpapar COVID-19.
 
Pada kesempatan peninjauan Rusunawa, Minggu (27/9/2020) Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA melalui Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi yang mengatakan dipersiapkan gedung sehat yang bertempat di Rusunawa yang ada Sekayu untuk jaga-jaga ketika kasus COVID-19 di Muba mengalami pelonjakan, kita sudah punya tempat untuk di jadikan gedung sehat bagi yang terkonfirmasi COVID-19. Sehingga hari ini di lakukan peninjauan di Rusunawa untuk memastikan ketersedian tempat tidur dan lokasi penampungan bagi pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 nantinya.
 
 
Adapun Untuk daya tampung nya di Rusunawa mempunyai 34 kamar, dengan 132 tempat tidur. Rusunawa dijadikan pilihan sebagai gedung sehat dikarenakan tempat nya aman dan jauh dari tempat pemukiman di bawah pengawasan Dinas Kesehatan Muba.
 
"Disamping kita melaksanakan sosialisasi kita harus dapat menyiapkan fasilitas untuk menampung manakala nantinya ada pelonjakan. Adapun fasilitas yang ada sudah Rusunawa ini sudah mencapai 75% mulai dari listrik, air dan juga ketersediaan tempat tidur,"Ungkapnya.
 
 
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan dr H Azmi Dariusmansyah MARS membenarkan apa telah di ucapkan oleh Sekda Muba, bahwa Rusunawa ini akan di jadikan gedung sehat  sebagai antisipasi jika terjadi pelonjakan. Untuk kondisi saat ini gedung sehat dan RS Sekayu masih bisa melayani terhadap kasus COVID-19. 
 
"Tetapi Kita harus menyiapkan satu tempat lagi untuk digunakan sebagai gedung sehat, tempat isolasi mandiri bagi yang terkonfirmasi COVID-19. Oleh karena itu Alhamdulillah pemkab Muba telah memfasilitasi segala kebutuhan untuk gedung sehat ini seperti kipas angin dan peralatan olahraga,"Pungkasnya.
 
KALDERANEWS - Kali ini Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin bersama dengan Yayasan Amir Nur Az-Zikra menggelar Dzikir dan Doa bersama dalam masa pandemi COVID-19, Minggu 27/9/2020 di Masjid Jami An-Nur Sekayu.
 
Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA,  diwakili oleh Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi mengungkapkan pihaknya sangat mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan yang dilakukan pada Minggu pagi ini. Dalam kegiatan ini tetap mengedepankan protokol kesehatan, dan Alhamdulillah kita semua yang hadir saat ini di berikan kesehatan dan kesempatan untuk melakukan dzikir bersama.
 
Berbagai upaya telah kita lakukan bersama demi memutus mata rantai penyebaran dari virus berbahaya ini karena sampai saat ini belum ditemukan vaksin untuk virus COVID-19. Kali ini kita lakukan upaya dengan berdzikir, berdoa serta akan ada sebuah tausiyah sebagai pencerahan untuk kita semua yang sempat hadir pada hari ini.
 
 
"Untuk itu mari kita berdoa dengan khusyuk berserah diri, semoga Allah dapat mengabulkan doa kita. Memohon perlindungan dari Allah Ta’ala agar selalu diberikan kesehatan dan kekuatan dalam melewati masa pandemi COVID-19,"Ucapnya.
 
Besar harapan dengan adanya upaya dzikir dan doa bersama ini  penyebaran pandemi COVID-19 semoga segera dapat berakhir.
 
Sementara itu Ketua Pelaksana Ardiyansyah SE MM mengatakan terima kasih kepada bapak Bupati Musi Banyuasin dan seluruh jajaran yang telah mendukung kegiatan dzikir hari ini,  kegiatan ini juga bertepatan dengan hari peringatan 18 Tahun Milad Az-Zikra. Ada banyak sekali doa harapan yang ingin kita sampaikan kepada Allah Swt dan semoga dikabulkan olehnya. Karena ketika sedang menghadapi sebuah ujian seperti virus corona ini umat Islam dianjurkan memperbanyak dzikir, mengingat Allah. 
 
"Adapun acara dzikir dan do’a bersama ini merupakan salah satu bagian dari upaya kita untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt, memperoleh ridha dari Allah dan memohon perlindungan,"Tuturnya. 
 
Selain dzikir, doa bersama juga ada tauziah dari KH Muhammad Tantowi Rahman sebagai Pembina Majelis Az-Zikra di Provinsi Sumsel, dan pembagian doorprize hingga pemberangkatan Umroh Gratis.
 
KALDERANEWS - Setelah dua hari berturut-turut penambahan konfirmasi COVID-19 bertambah signifikan, akhirnya Minggu (27/9/2020) Gugus Tugas Penanganan COVID-19 mengkonfirmasi nihilnya penambahan kasus, namun kabar baiknya tercatat ada penambahan 4 kasus sembuh.
 
"Nihil terkonfirmasi, dan penambahan 4 kasus sembuh sehingga total kasus sembuh di Muba menjadi 108 kasus," ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Herryandi Sinulingga AP. 
 
 
Kadin Kominfo Muba ini merinci adapun penambahan 4 kasus sembuh yakni diantaranya kasus 112 perempuan usia 23 tahun Kelurahan Serasan Jaya dirawat RSUD Sekayu, kasus 113 laki-laki usia 14 tahun Kelurahan Serasan Jaya dirawat RSUD Sekayu. 
 
"Lalu, kasus 114 laki-laki usia 43 tahun Kelurahan Serasan Jaya dirawat RSUD Sekayu, dan kasus 115 perempuan usia 50 tahun Kelurahan Serasan Jaya dirawat RSUD Sekayu," terangnya. 
 
Lingga menambahkan, adapun total kasus konfirmasi hingga 27 September 2020 yakni terdata 176 kasus, kasus meninggal dunia 10 orang, dan kasus sembuh 108 orang. "Dan yang masih dirawat ada sebanyak 58 orang," bebernya. 
 
Sementara itu, berdasarkan data update Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba 27 September 2020 tercatat ada sebanyak 402 ODP 5 selesai pemantauan masih dipantau 397 orang, 814 kontak erat 659 kontak selesai pemantauan 155 kontak erat yang masih dipantau, 148 PDP 6 proses pengawasan 123 selesai pengawasan.

KALDERANEWS - Seperti biasa, mengisi akhir pekannya pada Sabtu (26/09/20), Gubernur Sumsel H. Herman Deru kunjungan kerja ke kab/kota yang dipimpinnya. Kali ini HD Kunker ke Desa Muara Pinang Lama, Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang untuk melakukan Panen Raya bersama warga. Panen raya ini digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Usai panen, HD mengaku bangga dengan petani dan masyarakat Desa Muara Pinang karena meski masih menggunakan irigasi semi alam namun produksi gabah kering panen sudah di atas rata-rata mencapai 6 ton lebih tiap hektare.

Ia pun berkomitmen kalau Pemprov tak akan tinggal diam. Bahkan jika memungkinkan dibuat irigasi dengan sistem air artesis pihaknya akan menambah jumlahnya seperti yang dilakukan di Air Batu Kabupaten Banyuasin. " Ini berita baik. Sekarang tugas Gubernur, Bupati dan jajarannya. Bagaimana caranya agar produksi ini lebih meningkat lagi. Peningkatan itu bisa dilakukan dengan cara menambah luas tanam atau intensifikasi" ujar HD.

Sebagai kepala daerah yang benar-benar konsen dengan pertanian, kesempatan panen raya itu juga dimanfaatkan HD untuk berbagi tips kepada petani agar dapat mengikuti jejaknya meningkatkan produksi padi seperti di OKU Timur.

Menurut HD Ia pernah sengaja berkeliling ke beberapa negara seperti Brunei, Philipina, Taiwan dan Thailand khusus untuk mempelajari teknik bertani. Dari sana Ia paham betul bahwa kedisiplinan SDM dan petani adalah kunci utama dalam mendongkrak produksi padi. Karena untuk SDA di Sumsel cenderung sama memiliki gunung, irigasi hanya alat yang sedikit berbeda.

"Jadi Saya pernah tantang ahli pertanian dari Taiwan untuk meningkatkan Produksi di OKUT saat itu. Waktu itu petani baru bisa panen 6 ton per hektare. Tapi si Kim (ahli pertanian) ini berani pasang target 14 ton. Asalkan sistem bertaninya mengikuti cara Dia," cerita HD.

Selanjutnya kata HD benar saja setelah panen pertama, dengan pembibitan dan pengairan mengikuti teknik yang dilakukan Kim panen mencapai target 14 ton. Kemudian begitu lagi panen lagi hasilnya tetap 14 ton.

Tak berapa lama setelah itu, para petani menghadap Saya. Mereka minta Kim dipulangkan karena petani mengaku sudah bisa mempelajari teknik bertani yang dicontohkan Kim. Alhasil Kim diminta pulang dan kemudian petani mulai ke sawah seperti biasa dan tibalah waktunya panen. 

"Tau gak berapa produksinya padi yang dihasilkan petani? Setelah ditinggal Kim mereka tetap panen lagi 6 ton seperti semula. Tahu gak salahnya dimana. Itu karena kita tidak disiplin. Karena itu Saya minta petani disini disiplin, mulai dari pembibitan, pemupukan sampai panen biar losses (kerugian) nya tidak banyak," tegas HD. Sama seperti ketika Ia ke Thailand, HD mengaku pernah memperhatikan semua beras yang dihasilkan di penggilingan yang sama bentuk bahkan ukurannya. Hal ini menurutnya beda sekali dengan di Sumsel yang masih terlihat ada beras yang panjang, pendek bahkan patah. " Hal -hal seperti ini yang harus kita benahi," ujarnya.

Selain kopi dan lada, HD menjelaskan bahwa di Empat Lawang ini ada 13.000 lahan yang siap dikelola. Dengan 1000 PPL Pertanian yang akan disebarnya ke Kabupaten Kota di Sumsel untuk membimbing para petani, diyakininya dapat meningkatkan nilai tambah padi maupun holtikultura yang ada di Empat Lawang.

"Di Sumsel inikan kita bagi zona wilayah, untuk di Empat Lawang, Pagaralam, Lahat Saya yakin Empat lawang bisa jadi lumbung pangan." jelasnya. Selain meningkatkan kedisplinan petani, yang tak kalah penting untuk meningkatkan produksi pertanian adalah kepedulian pemerintah daerah itu sendiri. Meski memiliki SDA yang banyak tapi petani tetap tidak bisa dibiarkan sendiri, karena mereka membutuhkan dukungan pemerintah.

"Tidak usah muluk-muluk. Kita harus pintar membaca kelebihan di Sumsel. SDM dan SDA kita ada jadi tinggal fokus saja di pertanian. Caranya kita harus mulai memperbaiki teknisnya. Kalau selama ini bertani tradisional, tanam dan panennya, sekarang pelan-pelan kita menuju modernisasi," tegasnya.

Usai menyampaikan sambutan, HD juga memberikan bantuan kepada Pemkab Empar Lawang berupa 1 unit freezer, 1 unit coolbox, 3 unit power theresser, serta 3 paket UPPU serta benih padi kepada perwakilan kelompok petani di Kabupaten Empat Lawang.

Sementara itu Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad mengakui bahwa di bawah kepemimpinan H.Herman Deru ini pertumbuhan Kabupaten Empat Lawang makin menggeliat. Apalagi di masa pandemi seperti ini, dimana daerah harus merefocusing dana. Namun dengan bantuan gubernur yang mencapai miliaran nilainya membuat pengurangan anggaran di Empat Lawang tertutupi. " Kami akui Empat Lawang semakin menggeliat berkat Pak Herman Deru. Bantuan yang diberikan benar-benar membantu kami yang memiliki APBD Rp1 triliun ini," jelasnya.

Saat ini kata Joncik, Empat Lawang memiliki lahan pertanian seluas 13.331 ha. Dimana pada tahun 2019 lalu, panen menghasilkan 100.000 ton lebuh padi. Hasil ini sangat mencukupi kebutuhan di Empat Lawang bahkan mereka bisa ikut menyanggah kebutuhan daerah sekitarnya. Namun dari 13.000 lahan tersebut baru 9000 lahan yang terdaftar mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat. Melalui Gubernur Sumsel H.Herman Deru, Joncik berharap kedepan 4000 lahan yang belum terdaftar tersebut bisa mendapatkan bantuan.

"Saya belajar dari Pak Gubernur. Bagaimana beliau bisa memangkas kemiskinan dari 17 persen menjadi 3,8 persen saja. Caranya dengan kerja keras dan sungguh-sungguh serta ada konsep membangun dan mencontoh pertaniannya. Dengan begitu kami yakin Empat Lawang bisa segera lepas dari kemiskinan," tutupnya.

Dalam kunkernya kali ini Gubernur Herman Deru tampak didampingi, Anggota DPRD Sumsel Dapil VII Alfrenzi Panggarbesi dan sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumsel yakni, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumsel Antoni Alam, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel Fahrurozi, Kepala Dinas ESDM Provinsi Sumsel Robert Heri, Kepala Bapenda Provinsi Sumsel Dra Neng Muhibah, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Sumsel, Ernila, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Dra Lesty Nuraini.

mgid3

Ad Sidebar

Latest Tweets

Feby Deru Dampingi Iriana Jokowi Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Tes IVA Hingga Temui Pengrajin Songket… https://t.co/yxjLiPEQUl
Kunjungi Stan Dekranasda Sumsel, Iriana Jokowi Janji Temui Pengrajin Kain di Palembang https://t.co/6FQb5LcCCy via @tripplesworld
Menang Tipis Atas PSGC Ciamis, Sriwijaya FC Makin Kokoh di Puncak Klasemen https://t.co/V0DFFAlQDG lewat @tripplesworld
Metzelder Diduga Terlibat Kasus Pornografi Anak https://t.co/knEQDSYopZ lewat @tripplesworld
Icardi Tuntut Inter Milan Bayar Kompensasi 1,5 Juta Euro https://t.co/IZVf4wvhGn lewat @tripplesworld
Napoli Boyong Fernando Llorente dari Tottenham https://t.co/FnVARyGvqx
Follow Kaldera News on Twitter